A+ A A-

Judi Dalam Sudut Pandang Moral

  • Written by  Indarto Tan
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Rekan-rekan seforum, selamat jumpa ! Apakah bangsa Tionghua berbudaya judi ? Kalimat pertanyaan ini mendatangkan kerancuan. Kalau dijawab ya, berarti orang Tionghua berhobi judi, sedang judi oleh sebagian orang dianggap perbuatan yang buruk, extensinya, bangsa Tionghua adalah bangsa yang sifatnya buruk. Kalau dibilang tidak, buktinya ditempat judi dimana saja, etnis Tionghua terlihat menyolok banyaknya, memberi kesan bangsa Tionghua memang berhobi judi. Lalu mengatakan berjudi adalah BUDAYA Tionghua !

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 Bagaimana kita menganalisa masalah ini ? Saya berpendapat demikian :

Berjudi adalah perbuatan manusia yang mengharapkan dengan usaha mudah BERSPEKULASI mendapat untung sebanyak-banyaknya. Judi memang naluri yang hanya  dimiliki oleh manusia, bagi kelompok hewan sulit dikatakan mereka mengerti arti judi. Paling-paling MENCOBA dengan agak mudah mendapatkan mangsa tanpa resiko. Maka, kalau dikatakan judi adalah budaya manusia, ini cukup beralasan.

Masalahnya, bagaimana MENYIKAPI judi, tidak setiap bangsa sama. Pertama, sikap tidak suka lalu melarang. Melarang ada dua macam, melarang secara undang-undang dan melarang secara moral. Kerasnya larangan undang-undang pun ada gradasinya. Ada larangan yang sifatnya mutlak, pokoknya berjudi itu pelanggaran berat, dilarang keras berjudi tak peduli apapun alasannya! Siapa melanggar, kalau perlu dihukum potong tangan ! Ada juga yang melarang berjudi, tetapi dikasino boleh.

Lalu bagaimana berjudi dilihat dari segi MORAL ? Nah, disini budaya Tionghua menjadi unik ! Orang Tionghua yang dipengaruhi budaya Tionghua, pertama-tama melihat manusia selalu dari segi BAIKnya. Setiap manusia pasti memiliki HATI-NURANI pemberian Tian yang BAIK, (Shan). Hati-nurani masing-masing pribadilah yang bertanggung jawab akan berjudi secara habis-habisan atau sekedar iseng bersenang-senang. Setiap manusia tidak perlu usil mengurusi hati-nurani orang lain.

Budaya Tionghua (versi Ru-jia) berkeyakinan, oleh karunia Tian setiap manusia diberi naluri suka makan, minum, bermain, bergembira-ria, (maaf) melacur dan berjudi. Istilahnya Chi (吃), He (喝), Wan (玩), Le (乐), Piao (嫖), Du (赌).

Lalu, dalam budaya Tionghua apakah tidak ada moral yang melarang secara mutlak ? Ada ! Dalam budaya Tionghua, selalu mengingatkan pantangan keras MENJUAL Bangsa dan Negara. Apapun ideeologinya tentang bangsa dan negara itu, kalau merasa ada orang menjual bangsa dan negaranya, maka, konsekuensinya adalah
diganjar hukuman terberat, bunuh !

Maka, dibanding dengan yang terahkir ini, Chi (吃), He(喝), Wan(玩), Le(乐), Piao(嫖), Du(赌) adalah urusan kecil, Xiao-shi-yi-jian (小事一件) ! Tak perlu diributkan !

Tidak heran orang Tionghua suka judi termasuk makan daging ular ! Konsekuensinya bagaimana, itu urusan masing-masing. Adakah orang berjudi akhirnya bangkrut ? Pasti ada ! Tetapi, lebih banyak tidak. Saya pribadi tidak suka judi, tetapi saat melihat ada teman main judi, saya cukup berkata, tahu bataslah, jangan sampai rumah-tangga berantakan. Tetapi kalau masih nekat bagaimana ? Biar ditanggung sendiri, saya kan sudah menyelesaikan tugas menasehatinya ?!

Mungkin ada rekan yang tidak setuju, silahkan menanggapi, !

Salam dari Indarto Tan

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

Last modified onSaturday, 17 November 2012 07:21
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/2519-judi-dalam-sudut-pandang-moral

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto