A+ A A-

Opini : Obor Olimpiade & Aib

  • Written by  Indarto Tan
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Rekan-rekan semua, salam jumpa ! Mengikuti berita estafet obor Olimpiade saat ini, kita merasakan betapa keras benturan budaya antara Timur dan Barat.Tiongkok mengexpresikan nilai-nilai Timur dengan kental : Sitem budaya yang meliputi sistem kenegaraan dan tata sopan-santun yang sangat berbeda dengan Barat.

 

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 

Dalam peristiwa estafet obor ini, Dunia Barat, Eropa dan Amerika berusaha mempermalukan Tiongkok dengan meminjam isyu Tibet.

 

 Bagi orang Timur, tentu termasuk bangsa Indonesia, DIPERMALUKAN dan MEMPERMALUKAN sangat menyinggung perasaan. Walau tidak seextrem orang Jepang yang bila menanggung malu akan diikuti harakiri !

士可刹而不可辱 - Orang terpandang boleh dibunuh tetapi tidak boleh dihina.

Mempermalukan orang adalah suatu aib, kita pantang mempermalukan orang, maka kita tidak boleh mempermalukan orang. Betapapun orang itu bermusuhan dengan kita ! Pepatah Tionghua mengatakan 士可刹而不可辱(baca: se-ge-sa-el-pu-ge-ru), artinya Orang terpandang boleh dibunuh tetapi tidak boleh dihina.

Rekan-rekan yang hobi cersil tentu masih ingat, dalam cerita “Sia Tio Eng Hiong” karangan Jin-yong diceritaka, tatkala oleh tipudaya Oei Yong, Kwe Ceng berhasil menangkap Au Yang Hong yang sangat lihai dengan diguyur air dingin yang langsung membeku, sehingga Au terkurung dalam batu es.

Nah, saat para perajurit datang menonton, Kwe Ceng langsung menutub es yang mengurung Au itu denga kain penutup. Kwe Ceng mengucapkan kalimat yang saya sebut diatas itu. Betapapun jahatnya Au terhadap Oei dan Kwe, tetapi, Au tetap seorang master. Seorang master tidak boleh dihina

Apalagi satu negara besar !

Inggris, Perancis, Amerika telah mempermalukan Tiongkok, apakah nanti, empat tahun kemudian giliran London menyelenggarakan pesta olimpiade Tiongkok akan membalas hinaan ini ? Misalnya menyerukan Inggris keluar dari pulau Malvinas ? Saya yakin tidak ! 

Tetapi, rupanya “Budaya Malu” antara Timur dan Barat itu tidak sama. Seorang pemimpin Barat didepan umum ditimpuk dengan telur sepertinya tidak begitu dipermasalahkan, tidak demikian bagi seorang pemimpin Dunia Timur !

Sayang milist ini telah dengan gratis membantu Ananta Dharma menyebarkan ajakan membuat aib bagi Tiongkok dan Indonesia! Saya sangat sesalkan !

Bila sekiranya estavet obor di Jakarta diganggu oleh orang-orang ajakannya Ananta Dharma, yang mendapat aib adalah dua belah pihak. Jakarta sebagai tuan rumah telah mempermalukan Tiongkok, negara sahabatnya. Sebaliknya, Tiongkok sebagai penyelenggara obor, merasa ada kemungkinan  membuat Indonesia merasa tidak enak ! Nah, demi menghindari ketidak enakan dua belah pihak, mencari segi amannya sajalah. Obor tidak keluar dari Senayan! Inilah Kebijakan Timur !

Sebagai orang Timur, saya rasa golden-rule “Ji-suo-bu-yu-wu-shi-yu-ren” 己所不欲勿施于人 – Yang TIDAK kusukai TIDAK kulakukan kepada orang lain – tetap harus dipegang teguh!

Salam dari Indarto Tan.


Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa


Last modified onSunday, 02 December 2012 17:12
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/2559-opini--obor-olimpiade--aib

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto