A+ A A-

Cinta Dalam Kisah Klasik Tionghoa

  • Written by  Henry Soetandya
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Walaupun tidak seumum dimasa modern dan sering dianggap tabu , tetapi di Tiongkok pada masa lampau sebenarnya sudah ada yang sebentuk "pacaran". 

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

 Kisah Sima Xiangru dan Zhuo Wenjun yang katanya benar-benar terjadi . Sima Xiangru adalah seorang pelajar miskin dari masa Dinasti Han yang menginap ditempat kediaman tuan Zhuo.

 Sima Xiangru malah jatuh cinta dan kawin lari dengan putri dari tuan Zhuo yang bernama Zhuo Wenjun. Tuan Zhuo yang kehilangan muka hampir saja tidak mau mengakui putrinya lagi .

Beruntung Sima Xiangru dikemudian hari sukses sebagai pejabat tinggi sehingga bisa tetap menjunjung tinggi martabat istrinya.

Selain itu dalam legenda-legenda kuno kita juga sering menjumpai kisah-kisah percintaan yang mengharu-biru dan penuh dengan perjuangan.

Misalnya dalam dongeng “Si Jenggot Naga” yg berasal dari masa Dinasti Tang.  Ada kisah tentang Li Jing yang kawin lari dengan seorang pelayan bernama Hong Funu. Berkat dukungan dari istrinya inilah  Li Jing ahirnya sukses menjadi tangan kanannya Li Shimin.

Bahkan menurut --“konon katanya”-- dua sejoli ini nantinya juga menjadi shen xian.

Contoh kisah-kisah percintaan klasik lain yang tentu kita semua suidah hafal adalah kisah  Sampek- Engtay, Lotus Lantern (Bao Lian Deng), Siluman Ular Putih, Kisah Kamar Barat. Termasuk novel dan cerpen-cerpen dari dinasti Ming & Qing seperti  Liao Zhai dan kumpulan cerpen Feng Menglong.

Lain lagi dengan  kisah Jin Ping Mei dimana judulnya memang berasal dari tiga karakter utamanya seperti Pan (Jin)lian, Lin (Ping)-er dan Chun (Mei) . Tapi sebenarnya istri-istri Ximen Qing sendiri ada enam, sebenarnya ada delapan tetapi meninggal dua dan itu belum termasuk pelayan dan pelacur-pelacur yang dikencaninya.

Tidak heran dalam versi Jin Ping Mei, Ximen ahirnya mati dengan tragis dengan alat kelamin yang “meledak” dan memuncratkan darah tanpa henti selama berhari-hari . Menurut saya cara mati yang seperti ini jauh lebih menyeramkan daripada yang diversi Water Margin. 

Tapi sebenarnya bukan hanya Ximen yang tamak, dalam Jin Pingmei karakter Pan Jinlian juga suka berselingkuh dengan kuli-kulinya Ximen ditambah berzinah dengan mantunya Ximen ,  juga dengan putranya nenek Wang (mak comblangnya Ximen-Panjinlian).

Dalam hal ini dongeng, lakon opera dan novel memang tidak bisa dijadikan patokan untuk mempelajari sosiologi masyarakat Tiongkok kuno. Tapi dari sini minimal kita bisa menangkap bahwa sejak ratusan atau bahkan ribuan tahun lalupun sudah banyak muda-mudi yang mengharapkan bisa memilih jodohnya sendiri dan lepas dari segala aturan yg kolot.

Henry Soetandya 10151330260957436

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa

Photo Ilustrasi : Via chineseproverbstories.com

Last modified onWednesday, 30 January 2013 05:40
Rate this item
(5 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/2664-cinta-dalam-kisah-klasik-tionghoa

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto