A+ A A-

Filsuf Tiongkok Pra Kong ZI

  • Written by  Ardian Zhang
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Dalam membahas masalah filsafat Tiongkok, tentunya juga harus membicarakan masalah bahasa.  Bahasa mandarin walau dikatakan dipersatukan dan tidak mengalami perubahan selama 2000 tahun, tetap hingga kini merupakan kendala dalam membaca teks-teks klasik.  Di dunia ini ada 2 jenis bahasa yaitu bahasa berdasarkan bunyi dan tulisan. Awalnya adalah bahasa gambar yang menjadi tulisan kemudian berubah menjadi bahasa yang berdasarkan bunyi, seperti bahasa Inggris. Tiongkok tidak pernah mengganti bahasanya menjadi bahasa bunyi karena alasan persatuan. Kita bisa lihat bahwa bahasa bunyi bisa berubah-rubah ditempat lain. Tapi bahasa tulisan tidak akan berubah. Kata Dao 道 dengan nada bunyi ke 4 bisa saja berbeda-beda cara membacanya tapi tulisannya tetap. Itulah ciri bahasa mandarin yang berbeda dengan bahasa lain di dunia yang mayoritas menggunakan bahasa bunyi.

 

Artikel Terkait :

{module [201]}

Feng Youlan mengatakan bahwa masalah bahasa adalah rintangan terbesar dalam mempelajari filsafat Tionghoa. Kendala terbesar dalam bahasa mandarin adalah satu kata bisa mengandung beberapa makna, apalagi mengkaji kitab klasik.  Apalagi ketika diterjemahkan kedalam bahasa lain, tentunya bermasalah. Sebagai contoh adalah kata wu wei 無為 atau yang sering diterjemahkan sebagai non action, hal ini membuat suatu kerancuan luar biasa bagi mereka yang mempelajari Taoism terutama ketika membaca tentang wu wei atau non action.  Chen Yaoting  dalam seminarnya yang diselenggarakan di Singapore pernah mengatakan bahwa wuwei tidak selalu berarti non action, wu wei 無為bisa berarti non intention, non selfish, natural.

Dalam tulisan ini terdiri dari bagian yang menerangkan perbedaan antara mitologi Yunani dan Tiongkok, walau tidak secara lengkap seperti misalnya peperangan Gong Gong 共工 dan Zhu Rong 祝融  yang mengakibatkan banjir, Nv Wa 女媧menciptakan 6 binatang dan manusia, peperangan antara Huang Di 黃帝dengan Chi You 蚩尤 dan sebagainya. Selain itu juga membahas sedikit tentang Di 帝 dan kemudian pandangan para filsuf. Dan apa yang diutamakan adalah para filsuf pra Kong Zi 孔子sebagai landasan yang mempengaruhi pandangan para filsuf nantinya yang menjadi mahzab-mahzab filsafat Tiongkok. Dalam tulisan ini saya tidak membahas Guan Zi 管子, karena sudah ada tulisan yang menyangkut kitab Guan Zi 管子.

2.Sebelum memasuki ranah filsafat, pertama yang perlu diketahui adalah bahwa mitos orang Tionghoa berbeda dengan mitos-mitos yang umum berkembang. Pada umumnya mitos Tiongkok tidak terlihat lengkap seperti adanya penciptaan yang diciptakan oleh mahluk adikodrati, terjadinya alam dan sebagainya.

Secara umum, ketika membahas mitos Tiongkok yang menceritakan terjadinya alam semesta, yang dibahas adalah masalah Pan Gu 盤古 memisahkan langit dan bumi. Sebenarnya mitos penciptaan yang dikaitkan dengan Pan Gu adalah mitos yang berumur muda, mitos itu timbul pada periode Tiga Negara 三國 (220-280 AD)dalam buku SanWu LiJi 三五曆記[1] yang  ditulis oleh Xu Zheng 徐整 yang menjabat sebagai pejabat ritual太常卿 pada kerajaan Wu 吳.  Walau umurnya kisan Pan Gu masih muda dibandingkan dengan mitos-mitos lainnya, tapi mitos ini tetap merupakan mitos mengenai terjadinya alam semesta.

Qi Liang 啟良 berpendapat “bahwa mitos adalah suatu cara manusia mengekspresikan sejarah purbanya, terutama dalam menjelaskan segala sesuatunya dan asalnya. Dalam mitologi Yunani, manusia mencari sejarahnya adalah dengan menggunakan mitos. Misalnya adalah Prometheus yang memberikan manusia banyak keahlian.[2] “ Qi Liang berpendapat demikian, karena dalam mitos Yunani, Promotheus adalah pencuri api dan mengajarkan manusia menggunakan api, sedangkan dalam mitos Tiongkok adalah Sui Ren 遂人[3] yang menemukan api dengan menggosokkan kayu. Promotheus adalah dewa sedangkan Sui Ren adalah manusia biasa. Selain Sui Ren, adalah You Chao 有巢 yang mengajarkan manusia untuk membuat gubuk, Shen Nong 神農 mencobai tanaman dan rumput untuk mengetahui khasiat tanaman tersebut bagi tubuh, Fu Xi 伏羲 menemukan cara membuat jala dan sebagainya.

Bahkan dalam menghadapi banjir besar, terlihat perbedaan menyolok antara mitos dan legenda bangsa lain dengan bangsa Tiongkok. Misalnya kisah Gilgamesh dan Nuh dibandingkan kisah Nv Wa 女媧dan Da Yu大禹 ( Yu yang  Agung ). Dalam kisah Gilgamesh dan Nuh diceritakan bahwa banjir adalah bencana dari mahluk adikodrati dan mereka tidak berbuat apapun kecuali membuat kapal kotak besar dan menunggu banjir surut.Dalam legenda Tiongkok, Nv Wa mencari cara mengatasi banjir dengan menambal langit yang bolong dengan menggunakan batu pancawarna yang dilebur. Dan Da Yu 大禹membangun kanal, membuat kolam penampungan air.Dari dua legenda itu tentunya terlihat perbedaan dalam menyikapi bencana yang terjadi.

Dengan berangkat dari mitos yang berbeda, terutama masalah-masalah proses terjadinya peradaban, maka kita bisa melihat cara orang Tiongkok purba  dalam memandang Mahluk Adikodrati itu yang akan mempengaruhi filsafat mereka. Saya beranggapan bahwa dengan mitos-mitos orang Tionghoa, terlihat bahwa terjadinya peradaban melalui proses evolusi yang  bertahap dengan dimulainya adalah Sui Ren kemudian You Chao hingga Shen Nong, Fu Xi, Nv Wa sampai dengan Xuanyuan Huangdi軒轅黃帝[4]. Dalam banyak gambaran mitos mereka, You Chao dan lain-lain digambarkan sebagai manusia yang berpakaian daun atau kulit binatang sedangkan Huang Di sudah berpakaian seperti manusia biasa. Gambaran proses peradaban itu terekam dalam mitos-mitos Tiongkok yang berbeda dengan mitos Yunani. Artinya mereka orang Tiongkok tidak menganggap bahwa alam semesta ini ada harus ada penciptanya, dan apa yang mereka jalani itu adalah proses alam dari suatu peradaban pra sejarah purba hingga sampai pada satu peradaban yang menemukan tulisan adalah proses dari manusia itu sendiri.

Fu Xi sebagai tokoh legenda purba, dilegendakan menemui cara-cara peternakan dan perikanan, kemudian ia menggambar tulisan-tulisan sederhana yang menjadi cikal bakal tulisan mandarin. Tulisan itu berupa 2 macam garis yaitu garis utuh - - dan garis sambung ___ yang disebut yao 爻. - - adalah yin yao 陰爻 dan ___ adalah yang yao 陽爻, dan gabungan dari ke tiga yao itu disebut gua 卦 atau triagram. Gambaran dari gua itu membentuk 8 yang disebut bagua八卦 dan ada yang disebut jiugong 九宮 atau sembilan istana adalah mencakup taiji.  Jadi apa yang dimaksud dengan ba gua hanya suatu garis sederhana yang merupakan gambaran dari alam semesta yang dihamparkan depan mata. Ini adalah suatu mitos bagaimana orang Tiongkok purba menggambarkan alam semesta ini adalah perpaduan dari garis yin dan garis yang.

 

2.1. Dari mitos hingga materialisme filsafat alam

Dinasti Shang 商sudah ada konsep tentang Di 帝 atau Shang Di 上帝 sebagai leluhur mereka, dan konteksnya Di 帝adalah almarhum raja pendahulu yang memiliki kekuasan absolut  yang digunakan untuk mengontrol masyarakat. Kondisi masa itu adalah sistem majikan dan budak atau yang disebut sebagai era 奴隸時代  ( era perbudakan )[5]. Pendapat ini diperkuat oleh Li Shen 李申 dalam bukunya yang berjudul Zhongguo Rujiao Shi 中國儒教史 ( Sejarah Lengkap Agama Ru Tiongkok )yang terdiri dari 2 jilid, buku ini bisa menjadi acuan lebih mendalam sejarah perkembangan kepercayaan dan filsafatRu Tiongkok.  Pada masa dinasti Shang, salah satu cara berkomunikasi dengan Di 帝atau Shang Di 上帝 adalah melalui penujuman dengan tempurung kura-kura atau tulang yang  dibakar.

Sejak dinasti Shang商朝, konsep seperti itu melekat erat, hingga pada masa berakhirnya era perbudakan dan memasuki era feodalism pada masa dinasti Zhou 周朝. Dinasti Shang membuat konsep Shang Di 上帝adalah sebagai suatu alasan bahwa di satu negara tidak bisa ada banyak penguasa dan seperti itu juga di alam lain harus ada satu pemimpin utama atau satu mahluk adikodrati yang tertinggi.[6] Walau demikian pada masa dinasti Shang, dewa-dewa ada banyak, dan ritual-ritual untuk para leluhur dan dewata dilakukan. Secara etimologi Di 帝 sendiri adalah yoni, alat kelamin wanita.[7] Dan itu tidak perlu diherankan karena awalnya peradaban Tiongkok purba bersifat maternalistik, selain para dewi purba seperti Xi He 羲和, Nv Wa 女媧,  Hou Tu后土, 20 marga tertua di Tiongkok memiliki karakter wanita  女 (nv) seperti marga Ji 姬, Yao 姚, Jiang 姜,Si 姒. Marga sendiri dalam bahasa mandarin adalah xing 姓 yang berarti dilahirkan oleh wanita.

Dinasti Zhou 周朝pada saat menjatuhkan dinasti Shang menggunakan slogan bahwa hak memerintah atau mandat yang dimiliki oleh dinasti Shang sudah dicabut oleh shang di 上帝atau tian 天dan Ji Chang 姬昌 mencabut mandat yang dimiliki oleh raja Zhou紂王, raja terakhir dinasti Shang 商 karena sewenang-wenang.  Inilah konsep pertama tentang masalah mandat langit atau hak berkuasa yang bisa dicabut karena tidak becusnya raja dalam memerintah. Tapi disisi lain, dinasti Zhou menekankan bahwa mereka mendapat mandat dari Langit atau Shangdi dan menggantikan dinasti Shang, dan mengutamakan ritual-ritual kepada Shang Di dan Di di kuil-kuil leluhur mereka.

Dinasti Zhou memberikan landasan filsafat yang nantinya berkembang pesat.   Dinasti Zhou 周朝sudah menggunakan konsep yin yang 陰陽 untuk menjelaskan perubahan cuaca, musim juga kuat lemahnya segala benda yang ada. Mereka beranggapan pada masa peralihan musim dingin ke musim semi yang terjadi adalah qi menguap dari bumi naik ke atas dengan demikian semua mahluk bisa tumbuh dan berkembang. Prinsipnya adalah yang adalah qi yang sifatnya ke atas dan yin adalah qi yang sifatnya ke bawah dan harus seimbang selaras, perubahannya harus sesuai dengan aturan. Jika tidak sesuai maka bencana akan terjadi.

Tokoh yang terkenal adalah  Zhou Wenwang 周文王pada masa sekitar 1100an BC yang dipercaya banyak orang adalah tokoh besar dalam melakukan kompilasi atau memperbaiki gambar diagram gua yang dibuat oleh Fu Xi. Kitab hasil kompilasinya disebut Zhou Yi周易 atau Yi Jing 易經 ( kitab perubahan ) yang  terdiri dari 64 gua卦 .  Wen Wang melakukan perubahan atas 8 triagram menjadi 64 hexagram. Beberapa point penting dalam Yi Jing adalah :

-satu yin dan satu yang adalah Jalan ( keharmonisan)

-Langit berjalan terus, seorang ksatria selalu bekerja tiada henti memperbaiki diri

-Pencabutan mandat langit[8]

Zhou Gong[9] 周公( 1100an BC ) adalah seorang tokoh yang amat dihormati oleh para filsuf seperti Kong Zi 孔子, Meng Zi 孟子, Xun Zi 荀子.  Salah satu tindakan Zhou Gong adalah ketika dinasti Shang jatuh, terjadi perdebatan untuk membantai seluruh pengikut dinasti Shang atau mengampuni yang tidak bersalah dan menghukum mati yang bersalah. Zhou Gong menganjurkan agar semuanya diampuni, mereka dibiarkan tetap tinggal di tempatnya, dengan tujuan agar bisa meraih hati rakyat Shang dan dengan demikan dinasti Zhou bisa mendapatkan hati  orang-orang Shang yang pintar untuk mengabdi pada dinasti Zhou. Zhou Gong menata etika dan menggubah musik 制禮作樂  salah satu hal yang mempengaruhi Kong Zi.  Zhou Gong menata etika sebagai suatu sistem kemasyarakatan yang memiliki tata krama dalam kelas-kelas sosial. Selain itu adalah rumus Pythagoras , yang sering disebut Zhougong dingli 周公定理 atau Shanggao dingli[10]商高定理. Juga kadang disebut  gougi dingli勾股定理[11] .  Zhou Gong terkenal dengan  perkataan bahwa “Mandat Langit  tidak pernah tidak berubah ( bisa dicabut ), hanya dengan menjalankan kebajikanlah cara mempertahankannya”天命靡常 唯德是辅 (tianming mi chang weide shi bu ). 明德慎罚mingdeshenfa bisa berarti berbudi baik jelas dalam menilai dan hati-hati memberikan hukuman, yang dikatakan bersalah harus diteliti dahulu dalam beberapa hari sebelum dijatuhi hukuman. Dengan cara begini maka raja akan tetap mendapatkan mandatnya.

Buku Shang Shu (Buku Sejarah ) bab Hong Fan 尚書 洪範[12]menuliskan bahwa Ji Zi 箕子[13] dimintai saran oleh Zhou Wenwang tentang cara-cara mengatur negara. Ji Zi memberi contoh bagaimana Gun 鯀  mengatasi banjir dengan cara menyumbat, sehingga mengacaukan hukum pergerakan lima element dasar.Sehingga Tian Di[14] marah dan menghukum Gun. Anak Gun, Da Yu mengatasi banjir sesuai aturan alam. Atas jasanya, Tian Di memberikan 9 cara mengatur negara. Sembilan itu adalah : a. Pergerakan lima unsur yang harus diperhatikan , jika dilanggar maka akan mengakibatkan bencana.[15] Pergerakan lima unsur juga membahas lima rasa yaitu asin, pahit, pedas, asam dan manis.

b. lima sikap : sikap yang sopan, berbicara yang benar dan baik, pandangan harus baik dalam menilai, mendengar harus dengan jernih, berpikir harus bisa luas.

c.memilih pejabat pengurus negara yang tepat untuk urusan sandang pangan, keuangan, ritual, hukum, pendidikan, pekerjaan umum, kemiliteran, penyambut tamu ( hubungan luar negri )

d.memperhatikan pergerakan musim dan kalender agar selalu tepat masa

e.untuk membangun kewibawaan negara, maka hukum harus jelas dan tegas, yang berjasa diberi hadiah dan yang bersalah diberi hukuman.

f.menggunakan tiga cara untuk mengatur pejabat dan rakyat sehingga bisa benar. Untuk mereka yang keras dan tidak bersahabat harus digunakan sikap yang tegas dan keras, untuk mereka yang bersikap lembut dan bersahabat gunakanlah sikap lembut dan bersahabat, untuk mereka yang bodoh harus digunakan sikap memaksa dan tegas.

g.untuk menghadapi masalah sulit, panggilah pejabat peramalan untuk mengetahui tindakan apa yang harus diambil

h.mencermati lima gejala alam, yaitu hujan, cerah, hangat, dingin, angin karena semuanya sesuai siklus. Jika terjadi ketidaksesuaian dengan siklus, maka harap berhati-hati karena bisa jadi pertanda keadaan yang akan buruk

i.lima macam kebahagiaan yaitu : panjang umur, berkecukupan, sehat tentram, berbudi baik dan meninggal dengan tenang. Enam hukuman adalah : mati muda dengan tidak wajar, sakit, gelisah dan risau, miskin, buruk, lemah terhina.

Dimasa itu sudah ada konsep selain yin yang adalah lima unsur yang saling berkaitan sebagai komponen atau element dasar dari seluruh alam semesta ini. Yang menarik pada saat membahas lima kebahagiaan, Ji Zi mengatakan bahwa salah satu kebahagiaan yang unggul adalah mati dengan baik.

2.2 Tokoh-tokoh dinasti Zhou hingga pra Kong Zi

Pada dinasti Zhou ini lahir filsuf besar yang bernama Bo Yang fu 伯陽父[16] atau yang dipanggil Shi Bo 史伯 . Pandangan filsafat Bo Yang fu ditulis dalam Guo Yu 國語[17] tentang  element dasar yuanshu 元素yang akan menghasilkan element baru jika element dasar lain yang ditambahkan.  Dan element dasar itu adalah lima unsur yaitu air, api, logam, kayu dan tanah. Bo Yang fu menggunakan kata he和(harmonis ) dan tong 同(kesamaan) untuk menjelaskan fenomena ini.Yan Ying 晏嬰 ( 578-500 BC ) membuat suatu penjelasan  sebagai berikut : “Air ditambah air tidak akan berubah, rasanya tetap air dan itu disebut ,  satu nada jika ditimpa nada yang sama tidak akan menghasilkan nada baru, ini disebut tong. Jika air ditambah ikan, daging dan berbagai bumbu, dan dimasak akan menghasilkan rasa yang berbeda dengan air, akan menjadi sop yang kaya akan rasa, musik juga akan indah jika nada-nada tinggi rendah, cepat lambat, dalam ringan, digabung “.[18] Karena itu kita bisa melihat bahwa yang dimaksud tong adalah secara sederhana adalah pengulangan dan yang dimaksud he bukanlah bersatunya dua sifat yang berlawanan tapi harmonisnya dua sifat yang berlawanan.[19] Inilah yang membedakan lagi dan akan mempengaruhi pandangan keharmonisan dalam filsafat Tiongkok, bukan sifat yang saling melawan tapi sifat yang saling berharmonisasi.  Sama seperti dalam mitos Fu Xi  yang membuat dua garis berlawanan tapi saling berharmonisasi membentuk suatu yang baru. Bo Yangfu beranggapan bahwa gempa bumi bukanlah bencana dari mahluk adikodrati sebagai hukuman tapi akibat qi positif yang tertekan, tidak bisa keluar sedangkan qi negatif menekan qi positif.

Ji Liang 季梁[20], diperkirakan pada sekitar tahun 800an dan 700an BC hidupnya, terkenal dengan ujarnya “Rakyat adalah majikan sesungguhnya dari Shen ( tuhan atau dewa)”. Para raja adalah anak Tuhan atau penerus DI yang mendapat mandat dari Shang Di, tapi kekuasaan mereka sebenarnya bukanlah berasal dari mahluk adikodrati tapi berasal dari rakyat. Jika raja sewenang-wenang, maka rakyat akan berontak melawan, jika raja bertindak arif bijaksana, maka rakyat akan dengan senang hati menuruti perintah rajanya. Ji Liang menekankan pentingnya mengurus rakyat terlebih dahulu baru melakukan upacara kepada para dewata[21]. Pemikiran Ji Liang ini memberikan pengaruh pada para filsuf selanjutnya. Terutama pada aliran Ru, seperti Meng Zi dengan konsep tianming dan ge ming serta min ben 子產 (?-552 B), termasuk salah satu filsuf yang juga memberikan pengaruh pada Kong Zi juga Xun Zi. Zi Chan beranggapan bahwa Jalan Langit jauh dan jalan manusia dekat, jadi utamakan jalan manusia[22]. Selain hal itu, Zi Chan melebur tembaga dan membuatnya bejana yang disebut bejana penghukuman yang isinya mengenai hukum yang harus dipatuhi tanpa panda bulu dan hak-hak bangsawan tidak bisa diwariskan jika keturunannya tidak memiliki kemampuan serta membatasi hak-hak kaum bangsawan. Zi Chan beranggapan bahwa manusia yang mati tidak enak akan menjadi setan jahat[23], selain itu ia menjelaskan proses terjadinya setan dengan konsep jing dan qi, juga kemungkinan manusia menjadi dewa. Zi Chan mengusulkan agar para setan jahat yang karena matinya tidak mengenakkan perlu diberi harkat pemulihan dengan memberinya tempat tinggal, makanan, dengan demikian tidak akan mengganggu manusia. Pada masa Zi Chan hidup, pada umumnya masyarakat  tidak akan memberikan upacara penghormatan kepada yang tidak memiliki hubungan darah. Zi Chan mendobrak hal itu dengan mengatakan bahwa mereka yang berjasa, walau gagal seperti Gun[24], layak mendapat penghormatan.

Fan Li 范蠡 ( 536-448 BC ) adalah tokoh yang dikenal sebagai pedagang besar atau konglomerat pertama, sebelumnya ia adalah pejabat di kerajaan Yue kemudian mengundurkan diri dari jabatannya dan menjadi pedagang.  Fan Li disebut-sebut sebagai peletak dasar sistem perdagangan Ru  儒商yang berbicara masalah 5 moral yaitu ren kemanusiaan, li etika, yi kebenaran atau keadilan, zhi kebijaksanaan, xin bisa dipercaya atau memegang kepercayaan. Buku-buku yang dibuat oleh Fan Li antara lain adalah buku siasat perang dan satunya lagi adalah “12 prinsip pengelolaan dagang”.[25] Fan Li membahas Tian Dao 天道[26] adalah sebagai suatu hukum alam yang beraturan. Misalnya matahari terbit maka harus terbenam, bulan penuh, bulan tidak penuh. Ada tiga prinsip yang berkaitan dengan tiandao  yang diutarakan oleh Fan Li :

-segala benda memiliki aturan dan rumusan, semua perubahan harus memiliki syarat, saat syarat tidak terpenuhi atau tidak matang 成熟[27] , jangan sembarangan bertindak.  Menguasai aturan dan rumusan, mempersiapkan dengan baik dan matangnya semua syarat-syarat yang diperlukan maka akan berhasil.

-Kerajinan dan keseriusan manusia serta syarat pengetahuan alam adalah hal-hal yang saling terkait. Manusia sebagai subjek dan alam sebagai objek adalah keterkaitan yang tidak terpisahkan. Manusia sebagai subject harus rajin dan alam sebagai object harus disertai syarat-syarat ( pengetahuan ) sebagai dasarnya.

-Object atau alam juga selalu berubah sesuai dengan kaidah aturannya, saat matang bisa menjadi tidak matang,  siap bisa menjadi tidak siap, karena itu diperlukan adalah ketepatan dan kesigapan mengambil momentum yang tepat.[28]

Tiga point yang diutarakan Fan Li tentang tian dao atau jalan langit yang berkaitan dengan tian ming  天命[29]atau takdir, menjadi suatu prinsip bahwa takdir atau tian ming memiliki keteraturannya. Xun Zi kemudian membuat konsep  tian ming seperti tian dao, artinya mandat langit yang diartikan dianggap sebagai hukum alam.

3.Penutup

Dengan melihat beberapa pandangan para filsuf pra Kong Zi, kita akan bisa melihat bahwa nantinya pandangan filsafat Tiongkok terhadap mahluk adikodrati berbeda, juga disudut mitologinya yang memang memiliki landasan dan kerangka memandang sejarah masa lampau atau purba yang berbeda dengan mitologi Yunani.  Tian dalam perkembangannya bisa menjadi Tuhan, atau bagian dari dua kutub yin yang, bisa menjadi hukum, bisa menjadi alam. Dan terus terang membahas sejarah filsafat kuno pra Kong Zi saja bisa menjadi suatu bahan kajian yang mendalam dengan melihat proses para filsuf jaman tersebut memandang alam, tian dan lain sebagainya. Jika menilik sekilas isi “Filsasat Dari Mitos Tiongkok” 中國神話哲學 (Zhongguo Shenhua Zhexue )yang dikarang oleh Ye Shuxian葉舒憲, bisa diambil kesimpulan bahwa Shangdi pada jaman dahulu adalah para kaisar dan raja purba. Tapi dalam perjalanan sejarahnya, mereka diturunkan menjadi manusia biasa saja, hanya beberapa yang tetap menjadi pencipta walau dalam lingkup yang kecil seperti Nv Wa 女媧 yang menjadi pencipta manusia dan enam binatang yang berguna bagi manusia.

Akhir kata, semoga tulisan yang pendek ini bisa memberi suatu khasanah yang lain.

 

Daftar pustaka :

Qi Liang 啟良,Sejarah Peradaban Tiongkok 中國文明史, cetakan ke 4, 2000, Guangzhou: Hua Cheng publisher 花城出版社

Tang Yijie 湯一介, Zhang Dainian 張岱年 dan kawan-kawan, Paper discussion Sejarah Filsafat Tiongkok 中國哲學史 討論稿,  1973, Beijing : Beijing University fakultas filsafat北京大學哲學系

Wu Shuping 吳樹平 Lai Zhangyang 賴長揚 editor, Baihua Sishu Wujing 白話四書五經 ( Empat Buku Lima Kitab dalam Bahasa Modern), 1992, Beijing: Guoji wenhua chubanshe 國際文化出版社

 


[1] Buku itu menceritakan kisah Pan Gu yang memisahkan langit dan bumi, dan lahirnya 3 kaisar dan 5 raja Tiongkok purba.

[2] Qi Liang 啟良,Sejarah Peradaban Tiongkok 中國文明史, jilid 1 hal.36,cetakan ke 4, 2000, Guangzhou: Hua Cheng publisher 花城出版社

[3] Mengenai Sui Ren,Nv Wa dan para tokoh-tokoh purba ini sudah menjadi pengetahuan umum bagi banyak orang Tiongkok, terutama yang pernah belajar yang menyangkut masa prasejarah.

[4] Kaisar Kuning adalah bapak bangsa Tionghoa yang disebut peletak peradaban Tiongkok dengan penemuan tulisan yang dibuat oleh Cang Jie 倉頡, salah satu mentrinya.

[5] Tang Yijie 湯一介, Zhang Dainian 張岱年 dan kawan-kawan, Paper discussion Sejarah Filsafat Tiongkok 中國哲學史 討論稿, jilid 1, hal. 7,1973, Beijing : Beijing University fakultas filsafat北京大學哲學系

[6] Ibid.hal.5

[7] Qi Liang 啟良,Sejarah Peradaban Tiongkok 中國文明史, jilid 1 hal.190,cetakan ke 4, 2000, Guangzhou: Hua Cheng publisher 花城出版社

[8] Legitimasi tindakannya dalam meruntuhkan dinasti Shang

[9] Gong adalah gelar setara dengan duke pada masa dinasti Zhou, tapi Zhou Gong yang dimaksud adalah anak ke empat Zhou Wenwang yang bernama Ji Dan 姬旦 atau sering dipanggil dengan nama Zhou Gong Dan.

[10] Shanggong adalah ahli ilmu hitung yang berdiskusi dengan Zhou Gong

[11] Gou gu dingli adalah nama rumus berhitung yang ditulis dalam  buku Zhou bishuanjing周髀算經, buku tentang ilmu berhitung.

[12] Wu Shuping 吳樹平 Lai Zhangyang 賴長揚 editor, Baihua Sishu Wujing 白話四書五經, jilid.2, hal. 209, 1992, Beijing: Guoji wenhua chubanshe 國際文化出版社

[13] Ji Zi ( abad ke 11 BC ) , paman dari Zhou Wang 紂王 , raja terakhir dinasti Shang. Kemudian mengabdi pada Wenwang dari dinasti Zhou. Dalam kitab Shang Shu 尚書 tercatat diskusi antara Wen Wang dan Ji Zi tentang bagaimana mengatur negara.

[14] Tian Di adalah raja langit atau bisa diartikan Tuhan.

[15] Lima unsur dalam bahasa mandarin ditulis 五行 yang bisa berarti pergerakan lima unsur.

[16] Tahun kelahiran dan kematian tidak jelas, tapi ia menjabat sebagai Taishi太史 (pejabat kalender dan pencatatan sejarah kejadian ) pada masa pemerintahan Zhou You Wang 周幽王 (795-771 BC) dan Zhou Xuan Wang周宣王(827-781 BC ).

[17] Guo Yu adalah buku sejarah dinasti Zhou yang ditulis oleh Zhuo Qiuming 左丘明 ( 502-422 BC )

[18] Tang Yijie 湯一介, Zhang Dainian 張岱年 dan kawan-kawan, Paper discussion Sejarah Filsafat Tiongkok 中國哲學史 討論稿, jilid 1, hal. 11,1973, Beijing : Beijing University fakultas filsafat北京大學哲學系

[19] Loc cit.

[20] Pejabat pada kerajaan Sui 隨

[21] Tang Yijie 湯一介, Zhang Dainian 張岱年 dan kawan-kawan, Paper discussion Sejarah Filsafat Tiongkok 中國哲學史 討論稿, jilid 1, hal. 15,1973, Beijing : Beijing University fakultas filsafat北京大學哲學系

[22] Loc cipt

[23] Dalam kitab Li Ji yang menyangkut ritual dan etika pada dinasti Zhou, mereka yang meninggal jauh dari keluarga dan tidak mendapat penghormatan keluarga akan menjadi roh gentayangan yang tidak memiliki harkat di alam baka. Dengan ritual pengembalian harkat atau fu li, maka roh gentayangan akan mendapatkan harkatnya. Ini adalah cikal bakal upacara penyebrangan arwah dalam budaya Tionghoa.

[24] Gun 鯀, ayah dari Yu yang mencoba mengatasi banjir tapi gagal.

[25] Buku 12 prinsip pengelolaan dagang atau ekonomi sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, tapi secara historis, diragukan buku tersebut ditulis oleh Fan Li.

[26] Tian dao sering diartikan jalan langit atau jalan keTuhanan.

[27] Chengshou 成熟 bisa diartikan matang, disini saya artikan adalah waktunya yang tepat.

[28] Tang Yijie 湯一介, Zhang Dainian 張岱年 dan kawan-kawan, Paper discussion Sejarah Filsafat Tiongkok 中國哲學史 討論稿, jilid 1, hal. 13,1973, Beijing : Beijing University fakultas filsafat北京大學哲學系

[29] Tian ming juga bisa diartikan mandat Langit yang diberikan kepada kaisar sebagai penguasa di bumi ini.

 


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan LINK aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.

 


Last modified onMonday, 29 October 2012 05:55
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/478-filsuf-tiongkok-pra-kong-zi

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto