A+ A A-

Mengapa Perlu Berdiskusi Dan Bagaimana Berdiskusi Dengan Baik?

  • Written by  Liang U
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Dalam kehidupannya manusia selalu menghadapi kekurangan informasi, orang yang serajin apapun tetap akan terbatas informasinya. Profesor yang terkenalpun tetap akan kekurangan informasi, lihat saja kalau ia mengarang buku, referensinya banyak sekali, berarti ia mengutip informasi orang untuk bahan tulisannya.

Mencari informasi dapat dengan cara membaca, membaca koran, membaca majalah, membaca buku, membaca internet dsb, tapi dapat juga bersekolah, mengambil kursus, atau menghadiri seminar, konferensi, atau forum diskusi. Milis ini dimaksudkan menjadi forum diskusi dan tukar informasi.

Karena milis ini forum diskusi, tentu kita bisa memanfaatkannya untuk mencari informasi yang kita butuhkan, terutama tentu yang ada hubungannya dengan Budaya Tionghoa sesuai tujuan milis ini. Dalam proses tukar informasi ada tiga pihak, peminta atau penerima informasi, pemberi informasi, dan pihak ketiga yang belum tentu membutuhkan informasi, tapi ikut membaca.

Dalam diskusi yang baik, bukan saja pemberi informasi dan penerima informasi yang bicara, tapi pembaca atau pihak ketiga ikut berdiskusi, ia bisa menambah informasi, bisa ikut bertanya, jadi penerima informasi, tapi bisa juga meluruskan apa yang dianggapnya kurang tepat, atau menambahkan apa yang kurang.


Topik Diskusi


Diskusi harus mempunyai topik, agar tidak ngalor ngidul, jadi debat kosong, bahkan jadi saling maki. Semua pihak harus berani menerima informasi, meskipun ia berbeda pendapat, si pemberi informasi harus mau menerima kalau informasinya ada yang mengoreksi. Dan si pendengar atau pihak ketiga harus memberi saran kalau ada yang melenceng dari topik diskusi.


Beda Pendapat

Beda pendapat adalah normal, karena informasi yang dimilik berbeda, justru diskusi akan menghilangkan beda pendapat. Informasi si A akan melengkapi informasi si B, sebaliknya informasi si B akan melengkepai informasi si A. kalau informasinya sudah sama, maka kesimpulan diskusi akan dapat dirumuskan.

Yang sering membuat orang bertengkar adalah orang yang sudah tahu ia salah, tapi demi kepentingannya atau demi kepentingan kelompoknya ia mati-matian mempertahankan pendapatnya. Kalau ini yang terjadi, diskusi akan macet, sebab yang bersangkutan bukan
tidak mengerti, tapi pura-pura tidak mengerti.

Oleh karena itu diskusi bebas, adalah diskusi dimana orang-orangnya lepas dari dogma yang mungkin mengungkung orang yang bersangkutan.

Bila anda merasa mempunyai dogma, yah, sudah, jangan ikut diskusi, sebab anda tidak akan pernah menerima pendapat di luar dogma anda, anda tidak bisa menerima pluralisme. Orang yang selalu berpegang pada dogma akan sangat berbahaya, karena ia akan sangat fanatik dan ekstrim. Ia akan berpendapat hanya ia yang benar.

Banyak sekali masalah sosial maupun masalah politik terjadi karena ada orang atau pihak yang berpegang pada dogmanya sendiri.

Di samping orang yang dogmatis tersebut, diskusi bisa macet karena ada orang yang informasinya sepihak. Segala sesuatu ada pro ada kontra, kadang ada yang ketiga. Bila anda ingin mendapat kesimpulan yang baik dalam menganalisa suatu masalah, lihatlah masalah dari
segala segi.

Dalam budaya Tionghoa kita selalu mengenal ada Yim ada Yang, kalau ada Yim tak ada Yang atau kebalikannya, maka keseimbangan akan terganggu, kalau keseimbangan terganggu, maka segala sesuatu tak akan berjalan seharusnya. Hari ada malam ada siang, udara ada panas ada dingin, manusia ada laki-laki ada wanita, orang ada marahnya ada tertawanya.


Kita ambil contoh, baru-baru ini ada rekan yang menawarkan disket peristiwa Tian'anmen, disertai
komentarnya sendiri. Dari komentar itu langsung kita dapat kesimpulan, bahwa ia hanya menerima informasi dari negara yang memang anti RRT. Kalau kita ingin diskusi atau mengetahuinya dengan baik, harus dicari informasi dari pihak yang lain, dari pihak RRT, bahkan kalau ingin lebih baik, harus ditambah dari pihak ketiga yang netral.

Demikian juga masalah Irak, anda harus mencari informasi dari pihak Amerika-Inggeris, plus informasi dari pihak Sadam Husein, harus ditambah pihak ketiga yang netral, dari negara Arab lain dan dari negara Barat lain. Kalau anda coba mungkin hasilnya akan berbeda.

Hanya repotnya dunia informasi sekarang dikuasai oleh pihak tertentu. Inggris sudah menjadi bahasa dunia, ini menyebabkan informasi menjadi lebih sepihak. Kita perlu hati-hati dalam hal ini.

LIANG U

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onFriday, 05 October 2012 11:47
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/658-mengapa-perlu-berdiskusi-dan-bagaimana-berdiskusi-dengan-baik

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto