A+ A A-

Karya Sastra Cina Di Tengah Diskriminasi Politik Dan Budaya


Aku sebuah layang-layang
telah jauh meninggalkan kampung halaman
namun sehelai benang panjang senantiasa
menghela di hati ibu.”
Xu Gang



Budaya-Tionghoa.Net |
WILSON Tjandinegara, seperti kebanyakan orang Tionghoa, pernah memilih berdagang sebagai mata pencaharian. Namun, ia kini punya kesibukan lain. Dalam ruang kerjanya yang sempit, di balik toko kelontong miliknya, ia biasa menghabiskan waktu hingga tengah malam: menerjemahkan puisi-puisi.

Ruang tamunya agak sesak. Berkardus-kardus mi siap saji dan beberapa krat minuman ringan dan teh botol, jenis barang yang dijual di toko kelontong itu ikut memadatinya. Sejumlah foto sampul buku berpigura digantung di dinding, berdampingan dengan potret keluarga.

Read more...

Dewi Uban - Opera Pramoedya Ananta Toer dari He Tjing-ce & Ting Ji

Budaya-Tionghoa.Net | TAKHAYUL tentang Dewi Uban yang seluruh rambut panjangnya memutih, berkeliaran di barat laut Hepei, perbatasan dengan Sansi dan Cahar, di pedalaman Tiongkok. Dewi ini menyatroni kelenteng tua di luar dusun dan mengangkut sesajian dari penduduk.Sampai tibalah Tentara Route Ke-8 (nama baru Tentara Merah) yang membebaskan penduduk dari kekuasaan tuan tanah. Dua tentara muda menjebak dan menembak ‘hantu’ itu. Si hantu yang berdarah lari bersembunyi dalam gua. Terungkap sebenarnya ia seorang wanita dusun yang teraniaya.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto