A+ A A-

Jawaban Siauw Tiong Djin Atas Tanggapan Tulisan "BAPERKI" [Bagian 1]

Budaya-Tionghoa.Net | Menyusul tulisan BAPERKI kemarin, ada beberapa masalah yang kiranya perlu diajukan dan ditambahkan:

1. Latar Belakang Pendirian Baperki sebagai organisasi massa yang ber-politik

Dari namanya orang bisa mengetahui bahwa Baperki merupakan organisasi yang lahir karena masalah Kewarganegaraan Indonesia -- sebuah masalah politik yang mencemaskan komunitas Tionghoa pada tahun 1953-1954..  Masalah Kewarganageraan adalah masalah politik nasional. Dan Baperki sebenarnya merupakan penjelmaan dari partai politik yang dinamakan Partai Demokrat Tionghoa Indonesia (PDTI).

Read more...

Jawaban Siauw Tiong Djin Atas Tanggapan Tulisan "BAPERKI" [Bagian 2]

Budaya-Tionghoa.Net | Tulisan saya tentang Baperki ternyata mengundang banyak tanggapan dan pertanyaan, baik langsung ke saya atau melalui beberapa jalur lainnya. Mungkin terlalu banyak pertanyaan atau hal yang bisa ditanggapi dalam sebuah e-mail.  Kalau dilakukan tanggapannya akan panjang dan tidak coherent. Saya putuskan untuk menulis sebuah tanggapan singkat yang diharap secara global menjawab berbagai pertanyaan dan juga menanggapi hal-hal yang diangkat oleh banyak teman. E-mail ini juga diharapkan bisa mendorong para teman untuk terus memikirkan masalah pelik dan jangka panjang yang dihadapi Komunitas Tionghoa khususnya dan Indonesia umumnya.

Read more...

Siauw Tiong Djin mengunjungi FSAB

  • Published in Berita

VIA :Mailing-List Budaya Tionghua , Arsip No 14780

Budaya-Tionghoa.Net | Pada hari Jumat tanggal 30 September 2005, Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) mendapat kunjungan dari Siauw Tiong Djin, putra alm. Siauw Giok Tjhan, mantan Ketua BAPERKI, yang pernah ditahan bertahun-tahun di masa Orde Baru. Pertemuan dalam suasana yang sangat akrab berlangsung dari pukul 15.00 - 18.00. di Sekretariat FSAB, di komplek perkantoran Duta Merlin.

Read more...

YAP THIAM HIEN: CONTOH POTRET KONSISTENSI

via Rio H di  Mailing List Budaya-Tionghua

Budaya-Tionghoa.Net | Adakah pengacara yang selalu mengawali konsultasi dengan calon kliennya dengan, "Jika Saudara hendak menang perkara, jangan pilih saya sebagai pengacara Anda, karena pasti kita akan kalah. Tapi jika Saudara merasa cukup dan puas mengemukakan kebenaran Saudara, maka saya mau menjadi pembela Saudara"? Itulah Yap Thiam Hien. Pengacara ulung yang pernah menggetarkan hati lawan maupun kawan dengan komitmennya yang tak kenal kompromi pada keadilan. Pada gilirannya komitmen itu terekspresikan dalam pembelaan hak kaum tertindas. Bertepatan dengan hari Hak Asasi Manusia 8 Desember, kami ajak Anda lebih mengenalnya, tak cuma aumannya di sidang pengadilan, tapi sosoknya yang manusiawi.

Read more...

In Memoriam Liem Kok Bie [1] : Pendahuluan

Budaya-Tionghoa.Net | Aku tak mau diganti ongkos fotokopinya, sungguh aku tak mau, jangan. Ini kuberikan sebagai  tanda kenang-kenangan. Nah ini kutandatangani, jadi sah? demikian ucapan Liem Kok Bie almarhum ketika ia menyerahkan fotocopi buku Sam Kok kepada penulis sore hari dikediamannya Jl. Taman Daan Mogot II No. 37 Jakarta, setelah lama mengobrol disana.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto