A+ A A-

Agama Hua 華教 ( bagian 2 )

Budaya Tionghoa| 

Pada masa sebelumnya, rakyat jelata tidak boleh menyembah “Tuhan” atau Tian dan Di. Penempatan hiolo di rumah rakyat jelata utk sembahyang Tuhan disebarluaskan oleh orang-orang Ru kemudian diadopsi pula oleh Taoisme dan Buddhisme Rakyat. Penghormatan terhadap Yuhuang Shangdi yang dimulai pada dinasti Song dan bernafaskan Taoisme kemudian berkembang di rakyat jelata dan Yuhuang Shangdi menjadi Tuhan dalam agama Hua dengan hari lahirnya tanggal 9 bulan satu sesuai dengan kepercayaan Taoism. Hal yang paling menyolok terjadi di pulau Jawa, dimana banyak kelenteng yang akhirnya membangun pendopo 亭 untuk Yuhuang Shangdi di halaman depan kelenteng.

Di Asia Tenggara, banyak tempat ibadah agama Hua itu meminta lepas kasut saat memasuki altar, pengaruh ini didapat dari kebiasaan umat Islam.  Ditemukan pula beberapa yang menggunakan tempat pembakaran kemenyan yang bersanding dengan hiolo. Ini menunjukkan bahwa agama Hua mengabsorbsi kepercayaan setempat, tidak bersifat kaku dan memperlihatkan adanya tatanan kesukuan/ etnisitas ( misalnya penggunaan tebu dalam sembahyang ).

Selayaknya agama-agama lain, Agama Hua juga memiliki kitabnya. Banyak kitab agama Hua yang disusun melaliu sistem pemanggilan dewa/ mediumship. Contoh : 4 Nasehat Liao Fan 了凡四訓, Wu Gu Jing 五穀經. Selain itu juga mengadopsi kitab suci dari 3 ajaran utama, dan itu semua saling menyerap.

Read more...

Agama Hua 華教 ( bagian 1 )

Budaya-Tionghoa| Agama Hua  (華教 )

 

Catatan : Tulisan ini adalah hasil rangkuman Ratna Setianingrum dari seminar yang dibawakan oleh Ardian Cangianto di Semarang dengan judul “Mengenal Agama Hua”.

 

Mendengar istilah “agama Hua/Huá jiào, mau tidak mau teringat isi Inpres no.14/1967 tentang pelarangan kepercayaan orang cina. Mangapa istilah yang dipakai adalah kepercayaan dan bukannya agama? Hal ini disebabkan karena sejak berabad yang lampau di Tiongkok, religion atau agama menjadi dua bagian yang besar, yaitu : institutional religion dan diffused religon. Umumnya rakyat Tiongkok menganut diffused religion.

Dan suatu kepercayaan dapat diakui pemerintah Indonesia  sebagai “agama” bila dia memiliki kitab suci, memiliki nabi, percaya akan Tuhan,  berbicara tentang  alam kematian.  Konteks ini adalah konteks agama samawi dan pengertian agama di Indonesia pada masa Orde Baru. Pengertian agama yang menganut konsep barat inlah yang menyebabkan  banyak aliran kepercayaan yang ada di masyarakat Indonesia akhirnya tersisihkan.  

Read more...

Pembelajaran dan Berlatih Sebagai sarana untuk keutamaan

Pembelajaran dan Berlatih Sebagai sarana untuk keutamaan

“Do No Harm Yourself and the Others”

By: Ardian Zhang

 

Kenapa orang beragama masih melakukan korupsi, padahal semua agama mengajarkan moral? Jawaban yang paling klasik adalah karena dosa, lobha, dan moha, dan saat ini agama lebih banyak hanya sekedar label belaka. Korupsi berasal dari kata “corrupt” yg artinya busuk, korupsi tidak hanya terbatas pada materi tetapi juga bisa hal lain, misalnya rapat yang molor karena diisi dengan ngobrol yang tidak jelas .

Kenapa manusia bisa melakukan korupsi dan tindakan lainnya? Sebabnya adalah krisis identitas, identitas hanya label, agama hanya sekedar label, karena keturunan, atau hanya ikut-ikut an. Saat ini banyak anak bersekolah karena dipaksa, bukan karena pengertian bahwa sekolah untuk bisa hidup dengan baik. Sebagai orang tua yang mempunyai anak berarti tumbuh besar bersama dengan anaknya, matang bersama dengan anak dan tidak tebentuk gap generation. Apabila hal ini terjadi, maka anak dengan sendirinya akan memiliki pemaknaan hidup, dia akan berbakti tanpa disuruh, dan yang terpenting dia tidak korup. Pemaknaan akan hidup harus dimulai dari diri sendiri. Konsumerisme dan Hedonisme dijadikan sebagai gaya hidup. Korupsi Indonesia dilakukan untuk mempertahankan posisi nya. Apakah ini disebabkan karena kebutuhan yang tidak terpenuhi? Atau memang manusia pada prinsipnya jahat?

Read more...

Pembelajaran dan Berlatih Sebagai sarana untuk keutamaan

Pembelajaran dan Berlatih Sebagai sarana untuk keutamaan

“Do No Harm Yourself and the Others”

By: Ardian Zhang

 

Kenapa orang beragama masih melakukan korupsi, padahal semua agama mengajarkan moral? Jawaban yang paling klasik adalah karena dosa, lobha, dan moha, dan saat ini agama lebih banyak hanya sekedar label belaka. Korupsi berasal dari kata “corrupt” yg artinya busuk, korupsi tidak hanya terbatas pada materi tetapi juga bisa hal lain, misalnya rapat yang molor karena diisi dengan ngobrol yang tidak jelas .

Kenapa manusia bisa melakukan korupsi dan tindakan lainnya? Sebabnya adalah krisis identitas, identitas hanya label, agama hanya sekedar label, karena keturunan, atau hanya ikut-ikut an. Saat ini banyak anak bersekolah karena dipaksa, bukan karena pengertian bahwa sekolah untuk bisa hidup dengan baik. Sebagai orang tua yang mempunyai anak berarti tumbuh besar bersama dengan anaknya, matang bersama dengan anak dan tidak tebentuk gap generation. Apabila hal ini terjadi, maka anak dengan sendirinya akan memiliki pemaknaan hidup, dia akan berbakti tanpa disuruh, dan yang terpenting dia tidak korup. Pemaknaan akan hidup harus dimulai dari diri sendiri. Konsumerisme dan Hedonisme dijadikan sebagai gaya hidup. Korupsi Indonesia dilakukan untuk mempertahankan posisi nya. Apakah ini disebabkan karena kebutuhan yang tidak terpenuhi? Atau memang manusia pada prinsipnya jahat?

Read more...

Pandangan Hushi : Tentang Agama Modern

Budaya-Tionghoa.Net| Hu Shi mengatakan bahwa apa yang disebut agama modern, bukan agama yang membicarakan hubungan vertikal antara personal dgn adikodrati, karena itu adalah hal yg mencelakai umat manusia. Dalam sejarah peradaban manusia, hubungan vertical itu lebih banyak membawa mudarat dari pada manfaatnya. Tapi banyak yg terlena akan manfaatnya tanpa berpikir mudaratnya. Apa yang disebut agama modern itu ?

 

Read more...

Diskriminasi Sekitar Kita Yang Tersembunyi

Budaya-Tionghoa.Net | Prakata : Diskriminasi ada disekitar kita dan  terkadang  tanpa   disadari kita  adalah korban dan pelaku dari diskriminasi  itu sendiri. Diskriminasi tidak lepas dari aspek “siapa yang kuat dan siapa yang lemah, siapa yang mayoritas dan siapa yang minoritas” . sebagai pelaku, ketika (mereka) menganggap hanya  ideologi, pandangan, pemahamannya yang paling benar dan menilai (korban) diluar  ideologi, pemahaman, pandangannya adalah tidak benar, maka hal itu merupakan salah satu dasar dari lahirnya diskriminasi. Seringkali kita hanya mengikuti arus masyarakat, mengikuti apa yang ada disekitar tanpa menyadari bahwa tindakan itu adalah diskriminasi. 

Read more...

Agama Asli Bangsa Tionghua

Budaya-Tionghoa.Net | Pemujaan terhadap leluhur telah memiliki sejarah yang panjang di Tiongkok. Para ahli arkeologi telah menemukan bahwa pemujaan semacam itu telah dilakukan semenjak jaman prasejarah
(sekitar 1,7 juta tahun yang lalu hingga abad ke-21 SM). Dengan berkembangnya pertanian, orang memuja langit (tian)dan bumi (di) dengan harapan memperoleh hasil panenan yang baik.

Read more...

Tionghua Dan Agama

Budaya-Tionghoa.Net | Tidak seperti bangsa-bangsa lain di dunia, di usianya yang masih sangat muda , masyarakat Tongkok sudah tidak lagi hidup dalam dunia mitologi.  Dimulai pada masa dinasti Zhou dan memuncak pada zaman Negeri berperang (zhanguo / warring states)  , para filsuf telah membuat interpretasi rasional terhadap mitologi purba.

Read more...

Pasar sebagai Agama - Kajian Seorang Buddhis terhadap Ekonomi Global, Konsumerisme, Pembangunan, dan Peran Spiritualitas dalam Masyarakat

Budaya-Tionghoa.Net|Sangatlah sulit untuk mendefinisikan agama. Namun, jika kita gunakan pandangan seorang fungsionalis dan memahami agama sebagai sesuatu yang memberikan kita pijakan dasar dengan mengajarkan kita dunia adalah apa dan apa peran  kita di dunia, maka jelas sudah agama-agama tradisional semakin tidak mampu memenuhi peran ini karena fungsi tersebut telah digantikan--atau kewalahan--oleh berbagai sistem kepercayaan dan sistem nilai lainnya.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto