A+ A A-

Kisah : Li Mi dan Kong Fan - Tentang Guru Dan Murid

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net | Pada jaman dinasti-dinasti selatan dan utara(nan bei chao) hiduplah seorang pemuda yang bernama Li Mi. Ketika Li Mi berusia 18 tahun ,ia berguru kepada Kong Fan. Saat itu Kong Fan adalah seorang guru lokal yang sangat terpandang. Kong Fan meskipun memiliki pengetahuan yang sangat luas,akan tetapi tidak sombong. Li Mi sangat giat dalam menimba ilmu, tak lama kemudian pengetahuannya sudah melebihi sang guru Kong Fan.

Read more...

Kisah Lu Meng : Orang Yang Mau Belajar

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net| Pada jaman sanguo di kerajaan Wu hiduplah seorang yang bernama Lu Meng. Lu Meng terlahir dalam keluarga miskin,karena itu ia tidak bisa bersekolah. Berkat kerja keras dan sifat mandiri yang tinggi Lu Meng pada akhirnya bisa menjadi orang yang terhormat. Lu Meng sangat mahir dalam ilmu beladiri. Pada masa pemerintahan Sun Ce, Lu Meng sering membantu saudara iparnya yang bernama Deng Dang menu...mpas gerombolan perampok. Ketika Sun Ce mangkat, pucuk pimpinan kerajaan Wu digantikan oleh Sun Quan. Pada masa pemerintahan Sun Quan,Lu Meng diangkat menjadi seorang jenderal.

Read more...

Kisah : Batu Giok Harus Dipoles Baru Menjadi Berharga

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net |Yu bu zhuo bu cheng qi,ren bu xue bu zhi yi.  Batu jade atau yang lebih dikenal luas dengan nama batu giok bagi warga Tionghua dapat dikategorikan sebagai barang berharga. Sepengetahuan penulis batu giok memiliki warna hijau kebiru-biruan. Batu giok haruslah melalui tahapan dipoles dan dipahat barulah bisa menjadi berharga. Barang-barang dari batu giok yang umum dijumpai antara lain: kalung, stempel, cincin, gelang, patung,dll.

Read more...

Kisah Tao Kan : Waktu Yang Berharga Untuk Menimba Ilmu

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net | 一寸光阴一寸金,寸金难买寸光阴。黑发不知勤学早,转眼便是白头翁. yi cun guang yin,cun jin nan mai cun guang yin.hei fa bu zhi qin xue zao,zhuan yan bian shi bai tou weng. Kalimat dalam bahasa mandarin di atas tidaklah asing bagi kita semua. Secara sederhana dapat diartikan:Waktu sangatlah berharga,walaupun kita kaya tidak akan bisa membeli waktu yang telah lewat. Semasa muda tidak giat untuk menimba ilmu,pada masa tua hanya bisa menyesal.

Read more...

Kisah Dong Yu : Membaca Dan Belajar Adalah Dua Hal Yang Menyenangkan

Budaya-Tionghoa.Net | Membaca dan belajar adalah dua hal yang menyenangkan,hanya saja tidak semua orang bisa langgeng melakukannya.Banyak orang begitu selesai masa sekolah lantas menjadi alergi terhadap bahan bacaan. Salah satu alasan populer mengapa mereka malas membaca adalah: Seharian sudah lelah bekerja, sehingga tidak ada waktu. Semoga kisah berikut membuka wawasan kita.

Read more...

Renungan : Perihal Belajar

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net| Sang Guru berkata : alam hidup bermasyarakat kau dapat belajar dariku untuk menjadi orang bijak,Dalam berdagang belajarlah dari seorang pedagang, memilih barang, memikat pembeli, namun saat negara dalam keadaan perang belajarlah dari jendral besar dan kitab perang.

Read more...

Renungan : Perihal Belajar

  • Published in Kisah

Budaya-Tionghoa.Net| Sang Guru berkata : alam hidup bermasyarakat kau dapat belajar dariku untuk menjadi orang bijak,Dalam berdagang belajarlah dari seorang pedagang, memilih barang, memikat pembeli, namun saat negara dalam keadaan perang belajarlah dari jendral besar dan kitab perang.

Read more...

Kitab Tiga Aksara

Budaya-Tionghoa.Net|Hidup sampai tua, belajar sampai tua tidak terbatas pada sekolah saja apakah sama dengan peribahasa bahasa latin yang berbunyi  non scholae sed vitae discimus artinya adalah “Kita belajar untuk hidup bukan untuk sekolah”, ujar itu dikumandangkan oleh Seneca ( 3 BC-65 AD )[1].

Apakah membaca saja sudah cukup ? Apakah membaca terkait dengan pembelajaran ? Masih teringat walau tidak secara detail, pada waktu sekolah dasar dahulu pernah diajarkan bahwa manusia hidup sampai tua, belajar sampai tua. Untuk memudahkan para siswa mengerti tujuannya, digunakan cerita atau fabel ( 寓言) Jin Ping gong 晋平公[3] atau duke Jin Ping( ? – 557 BC ) yang sudah berumur 70 tahun dan masih bersemangat belajar. Duke Jin Ping pada usia 70 tahun awalnya ragu-ragu untuk belajar, tapi setelah berdiskusi dengan Shi Kuang师旷( 572-532 BC )[4], ia memutuskan untuk belajar lagi.Dan ini bukan hanya satu-satunya cerita yang diajarkan atau disampaikan dalam pendidikan sekolah, masih ada banyak lagi cerita-cerita seperti itu dan melibatkan tokoh-tokoh sejarah Tiongkok masa lampau.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto