A+ A A-

Ekspresi Kekerasan Pada Masyarakat Tionghoa di Indonesia dalam Bahasa ( bagian kedua TAMAT )

  • Published in Tionghoa

Budaya-Tionghoa.net | CATATAN ADMIN : paper yang dibawakan pada Seminar dan gathering milis Budaya Tionghoa di Bandung tanggal 22 Febuari 2014.

 

Bahasa sebagai Medan Kerja Kekerasan

 

Bahasa di satu sisi dapat dipakai mengekspresikan hasil pikiran orang, tetapi di sisi lain juga dapat mengkonstruksi pikiran orang. Bahasa menjadi sarana untuk mengungkapkan ide-ide, perasaan, dan pengalaman kita. Di samping itu, bahasa juga dapat dipakai untuk memotivasi,juga memprovokasi orang. Lewat bahasa, pikiran dan perilaku orang bisa digali dan dipahami. Namun, lewat itu juga pikiran dan perilaku orang lain bisa digoda, dicekoki, dikelola atau bahkan diobrak-abrik.

Ricoeur mengatakan bahwa bahasa dapat menjadi suara kekerasan (voice of violence).[1]Selain bisa menjadi alat pencipta kedamaian (peredam konflik), bahasa juga dipakai sebagai kendaraan untuk memobilisasi kebencian (melalui hinaan, cercaan, ejekan),Bahasa dapat digunakan sebagai sarana untuk menciptakan solidaritas dan kohesi sosial, tetapi juga menegaskan batas-batas demarkasi eksklusif antara mana “kawan” yang “harus dibela” (ingroup) dengan “lawan” yang “jahat dan harus dibasmi” (outgroup). Kategorisasi kita tentang tuan-budak, mayoritas-minoritas, asli-pendatang, totok-peranakan, itu dimungkinkan gara-gara bahasa juga.

Read more...

Manusia Pada Dasarnya Rasis

Rasisme yang saya anggap ada dalam diri setiap manusia adalah kemampuan untuk membedakan ras, bukan kebencian atas ras. Tidak mungkin kita bisa membenci tanpa sebab jelas. Rasa benci tidak diturunkan gen. Lain halnya dengan rasa takut yang merupakan insting dasar manusia.

Read more...

Positioning Etnis Tionghoa-Indoneisa Dalam Hubungannya Dengan Tiongkok

 

Abstrak

Persoalan identitas adalah persoalan yang hakiki karena terkait dengan masalah positioning politik dan interaksi atau hubungan  antar individu dan kelompok. Namun seringkali tidak disadari betapa pentingnya memahami hal tersebut. Positioning etnis Tionghoa  terhadap negeri 'leluhur'nya, Tiongkok, adalah suatu yang penting untuk dibicarakan, terutama karena etnis Tionghoa sudah memilih  menjadi warganegara Indonesia, dan juga karena etnis Tionghoa merupakan sebuah komunitas sosial-politik, ekonomi dan budaya  yang cukup besar di Indonesia, sehingga keberadaan dan perannya dalam kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan Indonesia  sangat signifikan. Oleh karena itu permasalahan identitas dan orientasi politik etnis Tionghoa selalu menjadi perhatian warga  non-Tionghoa. Dalam konteks itu, pertanyaan yang menarik untuk diajukan di sini adalah bagaimana etnis Tionghoa melihat posisi  politik dan budayanya yang berada di Indonesia, namun sekaligus berada di antara Indonesia dan Tiongkok?
 

Read more...

Mengenai Isapan Jempol Bernama Tameng Rasis

Budaya-Tionghoa.Net | Mencermati opini Iwan Piliang (IP) di Kompasiana saya tertegun dengan hipotesis-hipotesisnya yang ajaib berbau teori konspirasi yang sumbernya tentu saja asumsi sendiri mengenai siklus 10 tahunan dengan fase tameng rasis (1978, 1988 , 2008 , 2018)

Read more...

Menyikapi Perdebatan Anton Medan - Farhat Abbas

Budaya-Tionghoa.Net |Menyaksikan debat di TV One malam tadi (14 Januari 2013) membuat saya berpikir ada begitu banyak kejanggalan dan kesalahan berlogika dari perdebatan tersebut. Bermula ketika Farhat Abbas (FA) berkicau di media Tweeter dan menjadi masalah berkepanjangan ketika Anton Medan (AM) melaporkan kasus tersebut ke polisi . Topik panas ini  berujung pada acara perdebatan ditelevisi yang tentunya ditampilkan secara live dan ditonton oleh masyarakat luas.

Read more...

Permasalahan Tionghoa Di Masa Orba

Budaya-Tionghoa.Net | Mengenai masalah Tionghoa di masa Orde Baru ,  saya akan mencoba mengajukan apa yang saya ketahui, tentu tidak bermaksud menggurui, hanya sekadar mengajukan situasi ketika itu sesuai dengan daya pandang saya untuk direnungkan dan dipertimbangkan saja, ya. Tak dapat disangkal banyak peristiwa telah dilalui bangsa ini tidak hanya menyakitkan hati banyak orang, bahkan terlalu banyak korban jiwa telah berjatuhan untuk itu. Masalah menjadi lebih parah bagi bangsa ini, karena banyak peristiwa tetap mentah dan gelap, tiada kejelasan dan kepastian bagaimana peristiwa itu terjadi, dan dengan demikian tidak berhasil menjerat tokoh-tokoh yang harus bertanggungjawab. Dan itupulalah tantangan berat bagi muda-mudi anak bangsa ini untuk menyimpulkan sebaik-baiknya pengalaman perjalanan bangsa yang pahit ini, jangan sampai berulang apalagi membuat jatuh korban lebih besar.

Read more...

Diskriminasi Sekitar Kita Yang Tersembunyi

Budaya-Tionghoa.Net | Prakata : Diskriminasi ada disekitar kita dan  terkadang  tanpa   disadari kita  adalah korban dan pelaku dari diskriminasi  itu sendiri. Diskriminasi tidak lepas dari aspek “siapa yang kuat dan siapa yang lemah, siapa yang mayoritas dan siapa yang minoritas” . sebagai pelaku, ketika (mereka) menganggap hanya  ideologi, pandangan, pemahamannya yang paling benar dan menilai (korban) diluar  ideologi, pemahaman, pandangannya adalah tidak benar, maka hal itu merupakan salah satu dasar dari lahirnya diskriminasi. Seringkali kita hanya mengikuti arus masyarakat, mengikuti apa yang ada disekitar tanpa menyadari bahwa tindakan itu adalah diskriminasi. 

Read more...

Studi Kasus Mengenai Diskriminasi terhadap Etnis Tionghoa

Budaya-Tionghoa.Net |Para pendekar budaya yang budiman, perkenankan saya mengirimkan tulisan saya yang akan dimasukkan sebagai bahan koreksi kepada pemerintah berkenaan dengan diskriminasi hukum yang dirasakan masih mengganjal kalangan Tionghoa di Indonesia. Bahan ini jelas masih sangat jauh dari sempurna, dan mengingat keluasan wawasan dari para pendekar budiman di Mailing-List Budaya Tionghua ini, perkenankan saya meminta masukan dari para pendekar budiman ini.

Read more...

Prasangka dan Diskriminasi Terhadap Etnis Tionghoa

Isu terpenting yang perlu dibahas di sini apabila kita berbicara tentang prasangka dan diskriminasi adalah stereotyping, yaitu suatu kecenderungan untuk mengidentifikasi dan mengeneralisasi setiap individu, benda dan sebagainya ke dalam katagori-katagori yang sudah dikenal. Stereotyping terhadap warga etnis Tionghoa di Indonesia, seperti yang kita semua telah ketahui, mempunyai akar sejarah yang panjang karena katagori-katagori yang kita kenal itu pada awalnya dibuat pada masa pemerintahan kolonial Belanda, walaupun setelah itu masih terjadi proses modifikasi yang terus-menerus sampai hari ini.

Read more...

Orang Indonesia Tionghoa Mencari Identitas

  • Published in Buku

Budaya-Tionghoa.Net | Bagaimana jika dikau lahir dan besar dalam lingkungan di mana bahasa ibumu, nama, dan budayamu tak boleh dipakai? Meski engkau sudah berbahasa sama, bernama serupa, tapi kulit dan bentuk matamu tetap beda, dan engkau tak sepenuhnya diterima. Di saat-saat tertentu bahkan engkau harus menjadi domba qurban. Engkau dibesarkan dalam suasana tanpa hubungan dengan semua simbol-simbol yang sangat berarti bagi etnismu, kecuali film-film manca saja yang bisa menjadi obat dahaga?

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto