A+ A A-

Mementaskan Kwee Tek Hoay: Mengilaukan Berlian Sastra Indonesia yang Sempat Terkubur

 

Budaya-Tionghoa.Net |Inilah pemenang lomba menulis artikel budaya Tionghoa, dengan predikat juara 2 dan juara favorit kategori non fiksi.

BERKESEMPATAN menggeluti kehebatan karya-karya seorang Kwee Tek Hoay, mentransliterasikan[1]nya, lalu mengadaptasi[2]nya, sampai kemudian menyaksikannya dipentaskan di atas panggung Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), merupakan suatu kepuasan dan kebanggaan tersendiri bagi saya. Ya, sejak tahun 2004, saya telah menulis ulang beberapa naskah drama Melayu-Tionghoa yang selama puluhan tahun sempat terpinggirkan dari sejarah sastra Indonesia, dan berkolaborasi dengan sutradara Daniel H. Jacob, yang lewat Teater Bejana asuhannya mementaskan drama-drama tersebut dengan cukup sukses.

Read more...

Dari Clara Hingga 'Yin Galema': Tionghoa dalam Karya Fiksi di masa Reformasi

Budaya-Tionghoa.Net | Salah satu fenomena menarik yang belum banyak disoroti dalam masa Reformasi adalah bermunculannya beragam jenis buku dengan tema ketionghoaan (dalam arti menyangkut segala sesuatu mengenai orang Tionghoa di Indonesia) dalam konteks Indonesia , baik dalam wujud karya fiksi maupun non-fiksi. Berhubung karya-karya non-fiksi sudah banyak dibahas, baik dalam kajian ilmiah maupun populer (misalnya resensi buku di media massa), maka tulisan ini hanya akan menyoroti karya-karya fiksi yang secara spesifik memuat tema atau menyoroti kehidupan etnis Indonesia Tionghoa, buah pena penulis keturunan Tionghoa maupun non-Tionghoa. Adapun karya yang ber-setting Tiongkok tidak dimasukkan di sini, misalnya novel best seller Sanie B. Kuncoro berjudul Ma Yan (2009) tentang seorang anak kecil dari Zhangjiashu yang ingin mendapatkan pendidikan.

Read more...

Beda Orang Tionghoa dan Orang Jepang

Budaya-Tionghoa.Net |Lama sekali saia ingin bisa menerangken ini ilmoe, sebagimana tjaranja atoeran rentjana rentjana ilmoe pladjaran dzaman sekarang, aken kagoenaannja tenaganja dan kaboektiannja ilmoe ini, aken tetapi saia sendiri masih sangsi krana ada apa-apa jang membikin saia merasa bimbang, maka terpaksa kainginan saia itoe tertoenda; boekannja saia sengadja merasiaken atawa menggaibken hanja ada apa-apa jang saia toenggoe.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto