A+ A A-

Merawat Hidup Ala Taoisme dan Interaksinya dengan Dunia (Bagian I)

道教養生與世界互動

 

Oleh : Prof. Lv Xichen

Budaya-Tionghoa.Net| Taoisme mengutamakan menjunjung Tao dan menghargai kebajikan, berkehendak mencapai Dao menjadi xian. Demi merealisasi ambisi sepanjang hayat manusia ini, orang-orang Tao menjunjung kehidupan, memperbaiki psikis dan fisik sebagai doktrin,  menyatunya tubuh dan jiwa, meneruskan dan mengembangkan melalui kerjakeras untuk mengeksplorasi rahasia kehidupan,  mengekspresikan eksplorasi dan pemahaman budaya tionghoa yang khas tentang kehidupan, mengakumulasikan pengetahuan merawat hidup yang amat kaya, tidak hanya lapisan dalil filsafat seni merawat hidup dari Taoisme, juga membentuk mulai dari kegiatan makan minum sehari2 sampai cara mengurus manusia, aturan2 melatih menjaga diri dan perilaku, mencakup menjaga tubuh, kesehatan jiwa dan kesehatan semangat dan lain-lainnya.

Read more...

PERKEMBANGAN AGAMA TAO DI INDONESIA

  • Published in Tao

PERKEMBANGAN AGAMA TAO

DI INDONESIA

Oleh : Ardian Cangianto[1]

ABSTRAK

 

            Taoisme adalah agama yang lahir di Tiongkok dan memiliki perjalanan panjang dalam peradaban serta kebudayaan Tionghoa. Pengaruh Taoisme merasuki sendi-sendi kehidupan masyarakat Tionghoa baik dari segi sebagai agama maupun filsafat kehidupannya. Taoisme sebagai lembaga keagamaan terbentuk pada masa Zhang Daoling di masa dinasti Han Timur dan ini berarti Taoisme sebagai agama sudah berumur 2000 tahun  dan umur itu tidaklah pendek untuk memberikan pengaruh pada etnis Tionghoa dan budayanya. .

Hampir tidak ada tulisan yang membahas perkembangan Taoisme di Indonesia padahal penyebaran orang Tionghoa ke Nusantara tentunya membawa kepercayaan dan tradisi mereka. Jejak Taoisme sebenarnya terasa, sebagai contoh adalah talisman atau yang disebut sebagai kertas “hu” adalah bentuk nyata yang sering kita lihat dalam kehidupan keseharian orang Tionghoa, perhitungan mengenai “ciong” ( ) dan sembahyang kepada Taisui 太歲 adalah hal yang bisa dilihat dalam upacara yang terkait pada tahun baru Imlek. Dewa-dewi yang ada di kelenteng juga banyak yang memiliki keterkaitan dengan Taoisme, seperti misalnya Xuantian Shangdi, Taisui.

Read more...

Fa Zhugong

Dewa dalam konsep kepercayaan kelenteng yang sebenarnya tidak memiliki batasan suku, merupakan tokoh panutan yang harus kita teladani dan kita tiru perilakunya. Salah satu dewa yang layak kita tiru adalah ZhangShengZhenjun atau yang dikenal secara umum adalah Fa Zhu Gong.

 

Read more...

Film Cloud Atlas dari Perspektif Barat dan Timur

Budaya-Tionghoa.Net | Menyaksikan Cloud Atlas berarti menyaksikan sebuah karya yang selangkah lebih “kurang ajar” dari “Babel”-nya Brad Pitt. Dahulu Babel (2006) mereduksi kompleksitas sosial dengan mencomot satu persatu manusia dari akar kulturnya dan dipertemukan dalam dunia yang mengkerut yang jaraknya tidak lebih dari enam langkah keterpisahan sosial (sixth degree of separation). Seperti kibasan seekor kupu-kupu di Hawaii yang menyebabkan badai di Karibia demikian pula sebuah peluru nyasar di Maroko terhubung secara ko-insidental dengan manusia-manusia lain Jepang , Meksiko dan Amerika Serikat yang jaraknya berjauhan satu sama lain.

Read more...

Ajaran Kepercayaan Rakyat Tiongkok

Dibalik mengepulnya asap Hio dari Vihara, Kuil Taoism; dibalik banyaknya jamaat lagi solat di Masjid dan berbunyinya lonceng yang dipukul di Gereja. Perlu diingat juga bahwa masih ada kumpulan penganut ajaran kepercayaan rakyat yang terdiri dari ratusan juta orang yang tersebar dimana-mana.

Read more...

Sejarah Perkembangan Tao [1] - Periode Awal Dan Tradisi Shamanistik

 
Budaya-Tionghoa.Net | Confusianisme juga membahas mengenai Tao ini. Hanya saja masing-masing ahli filsafat memiliki pengertian yang berlainan. Di Tiongkok, Taoisme merupakan salah dari apa yang dinamakan "Tiga Ajaran" (bersama-sama dengan Buddhisme dan Konfusianisme). Taoisme mengalami perubahan secara bertahap secara perlahan dan merupakan penyatuan yang terus menerus antara berbagai macam aliran pemikiran kuno.
Read more...

Review Film : What The Bleep Do We Know

Budaya-Tionghoa.Net| Film “What Bleep Do We Know” sarat dengan nilai-nilai filsafat yang selalu dipertanyakan terus menerus, seperti apakah bentuk alam ini ? Dimana dalam film tersebut dikatakan bahwa alam semesta itu dibentuk oleh ilusi, seperti holographic projection. Dimana sebelumnya filsafat barat terutama Materialisme dan Empirisime mengutamakan bahwa alam ini nyata adanya.

Read more...

Jenderal Wen (溫元師 = Wen Yuanshi)

Budaya-Tionghoa.Net| Hari ini saya ingin meriwayatkan mengenai Jenderal Wen. Beliau merupakan salah satu di antara sepuluh jenderal penjaga Gunung Timur. Nama asli Beliau adalah Wen Qiong dan berasal dari Distrik Wenzhou. Beliau hidup semasa Dinasti Han. Ayah Beliau yang bernama Wen Wang merupakan seorang sarjana Konfusianis yang berhasil lulus ujian negara. Ibu Beliau bermarga Zhang.

Read more...

Mengenai Toleransi

Budaya-Tionghoa.Net | Adapun prinsip ini saya tulis ulang : "Di empat samudra dan lima danau, semua manusia bersaudara" dan "Para pemeluk jalan suci dilarang saling menghina" menurut Kong Zi

Bicara mengenai Tionghoa, tentunya harus mau dan mengakui kata-kata Kong Zi sebagai guru besar orang Tionghoa. Jika dua pernyataan Beliau saja tidak bisa dituruti, apakah ia adalah orang Tionghoa ?

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto