A+ A A-

Aturan Memberi Nama Tionghoa

  • Published in Marga

Budaya-Tionghoa.Net| Kasus kali ini adalah seorang rekan yang ayahnya meninggal pada saat usia rekan itu baru berumur delapan bulan. Ketika bertekad hendak kembali meneruskan budaya nama Tionghoa dia kebingungan dalam cara maupun aturan membuat nama Tionghoa. Menurut pengertiannya setelah mencari-cari informasi adalah berpatokan pada nama generasi yang dapat diperoleh di kuil leluhur. Dan dia kebingungan untuk memulainya darimana. Demikianlah.

Read more...

Marga Jiang

  • Published in Marga

Budaya-Tionghoa.Net | Silahkan buka dengan dengan Simplified Chinese GB2312. Marga Jiang dari Jiang Jieshi (Chiang Kai-shek) berbeda dengan marga Jiang dari Jiang Zemin.

Read more...

Marga Pan , Phan , Phoa

  • Published in Marga

Photo Ilustrasi : Wilber Pan

Budaya-Tionghoa.Net | Sne (marga, dulu ditulis she atau seh) Pan (Mandarin), Phoa (Hokkian, ejaan sekarang Phnua), h menunjukkan bunyi letup dan n menunjukkan bunyi sengau), Hakka: Phan (ph bunyi letupan bukan f).

Read more...

Marga Fang , Png , Poei , Peng

  • Published in Marga

 

Foto Ilustrasi : Khalil Fong

Budaya-Tionghoa.Net | Sne (marga) Poei adalah ejaan zaman Belanda yang sudah menjadi kebiasaan di Indonesia. Sne Poei ini dibaca menjadi Fang dalam bahasa Mandarin, dan Png oleh orang Xiamen.

Tolong diperhatikan Poei yang benar harus dibaca Pui dengan bunyi hidung, atau ejaan di Xiamen sekarang ditulis Pnui, n hanya menunjukkan bunyi hidung (sengau ) tanpa mengeluarkan bunya n.

Read more...

Marga Ou Dalam Keragaman Dialek

  • Published in Marga

Budaya-Tionghoa.Net |Ketika muncul pertanyaan mengenai marga tanpa penulisan hanzi maka kita harus  berhati-hati. Misalkan untuk marga Ou yang cukup pelik dalam sistem latinisasi ataupun romanisasi yang tidak seragam dan keragaman dialek dan juga pengaruh bahasa asing seperti bahasa Belanda di Indonesia dan bahasa Inggris di Singapura dan Malaysia . Marga Ouw sendirinya diucapkan dalam dialek apa?

Read more...

[Q-A] Menghilangkan Marga Terdahulu

  • Published in Marga

Tanya : Rekan-rekan, minta masukan buat nama Tionghoa untuk anak laki-laki lahir pada bulan Januari. Tanpa marga dan mengesampingkan shio/tahun dan tanggal lahir. Namanya mencerminkan anak innocent dan calon penghuni surga Firdaus, karena nama belakang keluarga adalah Firdaus.  Adakah syarat2 tertentu untuk memutuskan/menghilangkan marga terdahulu dan membuat marga baru?? Terima kasih

Budaya-Tionghoa.Net | Saya kira, marga diciptakan oleh leluhur Tionghoa kuno untuk menekankan kelangsungan garis keturunan sebuah keluarga. Mengadopsi marga ayah di dalam kebudayaan Tionghoa yang patrilineal sudah menjadi satu tradisi, kalau bukan disebut keharusan. Namun, apakah ini tidak ada kecualinya? Tentu saja ada.

Read more...

Nama Stereotip Untuk Tionghoa

  • Published in Dialek

Budaya-Tionghoa.Net | Pada berbagai masyarakat bangsa, terdapat nama stereotype yang mewakili nama orang bangsa itu secara umum, manakala nama sebenarnya dari orang yang bersangkutan  tidak atau belum diketahui. Di Indonesia, setidaknya di masyarakat Jawa, bisa dipakai nama "Anu" yang lalu diberi kata sandang "si". Kata "si Anu", biasa dipakai untuk nama orang yang stereotype orang Indonesia, ketika nama orang itu yang sebenarnya belum diketahui.

Read more...

Pertanyaan Mengenai Nama Generasi

  • Published in Marga

Budaya-Tionghoa.Net| Ada pertanyaan dari salah satu member mengenai sistem penamaan dalam budaya Tionghua  . Pertanyaannya adalah , kenapa kebanyakan nama orang Tionghua terdiri dari tiga kata ? . Kenapa kata kedua dari nama tersebut harus sama apabila dilahirkan pada generasi yang sama , memiliki urutan tertentu dan bagaimana mendapatkan daftarnya ? Apakah puisi untuk nama generasi hanya untuk anak laki-laki saja ? . Demikianlah pertanyaan yang kerap muncul.

Read more...

Marga The [Tne, Zheng] & Dialek Hokkian

  • Published in Marga

Budaya-Tionghoa.Net | Saya tak mampu untuk menjawab semua pertanyaan itu mengenai asal usul marga dan leluhur, dalam kasus pertanyaan ini mengenai marga The . Tapi saya bisa memberi sedikit saran. Pertama anda harus mengetahui bahwa anda  termasuk kelompok dialek mana , seperti misalkan  Hokkian, Hakka, Konghu, Tiociu dll. Kalau semua itu sudah diketahui maka ruang pencarian menjadi lebih sempit. Kemudian harus diketahui marga apa . Leluhur yang pertama kali datang ke Nusantara namanya siapa dan silsilah keluarganya dituliskan semua. . Dengan demikian bisa dicari adakah orang sama sne dan sama kelompok yang kenal? Bisa juga minta bantu milis ini, kalau ada yang merespon berarti ada yang tahu.Biasanya yang mudah dicari sampai kabupaten (xian) saja, kecamatan (xiang) sudah agak susah, dan desa (cun) lebih susah lagi. Apa sebabnya, karena zaman dulu orang yang satu snenya cenderung tinggal berkelompok.

Read more...

Bagaimana Mengeja Nama Tionghoa Dalam Pin Yin Yang Tepat ?

  • Published in Marga

Tanya : Sdr. Liang U yth.,Bagaimana caranya mengeja nama Tionghoa Indonesia dalam ejaan Pin Yin yang benar? Misalnya saja, nama Tionghoa saya dalam akta Indonesia ditulis The Tjun Han, apakah dalam ejaan Pin Yin ini harus ditulis Zheng Chun Han, atau bagaimana? Apakah ejaan Hokkien berbeda dengan ejaan Pin Yin? Bagaimana nama itu ditulis dalam ejaan Hokkien? Mohon klarifikasinya, dan atas kebaikan anda saya ucapkan.Terima kasih. [Giovanni Francesco-Zheng Chun Han]

 Budaya-Tionghoa.Net | Hari ini saya melihat pertanyaan anda. Nama Tionghoa adalah nama huruf, jadi apakah anda tahu huruf Tionghoanya, sebab Tjun dalam Hokkian bisa jadi Chun, atau Cun dalam Mandarin. Chun adalah musim semi, Cun adalah menyimpan atau exist.

Tjun yang lain bisa macam-macam. Tapi untuk nama, kedua Tjun inilah huruf yang paling banyak dipakai. Dalam Mandarin Chun musim semi dibaca Tjuen dengan letupan (ada bunyi e nya)dan lidah dilipat ke atas sedang Cun dibaca Tjuen (ada bunyi e nya) dengan letupan tapi ujung lidah menempel ke kaki gigi atas. Kita di Indonesia semua sulit membedakan kedua bunyi itu.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto