A+ A A-

Mabuk Sendiri Di Bawah Rembulan - Li Bai

Di tengah rumpun bunga,
meletakan sekendi arak,
menuang sendiri, meneguk sendiri,
tiada kawan, tiada pula orang terkasih,
kujunjung cawan setinggi-tingginya,
mengundang rembulan di langit datang minum bersamaku,
akupun bersama rembulan,
lalu menghadap bayanganku,
begitulah kami bertiga minum.

Read more...

Balada Satria Pendekar

Budaya-Tionghoa.Net | Terjemahan ini pertama kali  juga saya tuliskan untuk teman-teman di milis Tjersil ( This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. ).  Dalam cersilnya berjudul Xiake Xing (terjemahan bahasa Indonesianya berjudul Medali Wasiat seperti judul bab pertama), Jin Yong membuka ceriteranya dengan Balada Satria Pendekar atau Xiake Xing karya penyair Li Bai (701 - 762M) ini.

Read more...

Changde - Kota Dengan Tembok Seni

Budaya-Tionghoa.Net | Kota Changde yang terletak di bagian barat laut Provinsi Hunan, Tiongkok Tengah adalah sebuah kota budaya yang bersejarah lebih dua ribu tahun. Untuk memperagakan budaya yang dimiliki, kota tersebut pada tahun 1990-an telah membangun Tembok Seni Syair, Kaligrafi, Lukisan dan Ukiran yang paling panjang di dunia. Kini tembok seni tersebut sudah tercantum dalam catatan Guinness Sedunia.

Read more...

Mari Menikmati Syairnya Li Bai: Sulitnya Lintasan Shu!

Budaya-Tionghoa.Net | Sulitnya Lintasan Shu atau dalam bahasa aslinya Shudao Nan (蜀道难 )  sebenarnya adalah sebuah lagu rakyat kuno. Zaman sebelum Li Bai, lagu ini hanya terdiri dari beberapa potong kalimat dan bentuknya pun sangat sederhana. Isinya mengungkapkan sulitnya lintasan menuju tanah Shu yang kini dikenal dengan nama provinsi Sicuan, dan masih menggunakan kata Shu sebagai singkatan namanya.

Read more...

[Q-A] Mengenai Chinese Shandong , Perbedaan Masyarakat Tiongkok Utara-Selatan

  • Published in Dialek

Tanya : Dear kawan kawanku sebudaya, Bisakah sedikit menyampaikan pengetahuan mengenai keberadaan Etnis Chinese Shantung.Asal muasalnya dari mana dan dari segala macam budaya nya. Karena yang saya lihat dan rasakan, sedikit berbeda dengan etnis Chinese lainnya bahwa etnis yang lain dikelilingi oleh aturan2 budaya yang kurang lebih sama seperti perayaan imlek, permainan barongsai,  ceng beng, dsb.Tetapi kenapa justru yang saya dapati bahwa Shantung tidak memiliki latar belakang budaya seperti tersebut diatas. Mohon pencerahannya, Terimakasih,

Read more...

Li Bai & Purnama Di Bukit Langit

Budaya-Tionghoa.Net | Li Bai membuka sajak 'rembulan bukit perbatasan - guan shan yue', (purnama di bukit langit, zhou fu yuan, gramedia, hal 30) dengan kalimat 'ming yue chu tien shan - bulan purnama terbit di bukit langit (bukit langit = thian san)' dan menutup bait pertama dengan 'terus bertiup melintasi gerbang kumala (gerbang kumala = Giok Boen koan - yu men guan)' . Apa yang menarik di puisi ini? Dimanakah Li Bai melihat purnama terbit di Thian San (bukit langit)? Pernahkah Li Bai kesana? Dimanakah Thian San dan dimanakah Giok Boen Koan?

Read more...

Purnama di Bukit Langit - Antologi Puisi Tiongkok Klasik

  • Published in Buku

Budaya-Tionghoa.Net | Ada dua nama yang tercatat secara gemilang dalam sejarah kebangkitan kembali genre cerita silat di Indonesia setelah tahun 2000.Yang pertama adalah Zhou Fuyuan (Skalaras), karena dialah orang pertama yang di era kebangkitan kembali cerita silat di Indonesia telah menerjemahkan cerita silat yang belum pernah diterjemahkan sebelumnya. Yaitu satu-satunya karya Chin Yung yang sampai saat itu belum diterjemahkan, "Pedang Gadis Wat (Yueh Nu Jian)", diterjemahkannya di tahun 2003.

Read more...

3 syair Li Bai

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini tiga puisi Li Bai yang dialih bahasakan oleh Zhou Fuyuan masing-masing berjudul "Turun ke Jiangling" , "Minumlah Segera"  dan "Sendiri Minum di Bulan Purnama" .

Admin

.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto