A+ A A-

Li Yuan : Pendiri Dinasti Tang

Budaya-Tionghoa.Net |Ketika pemberontakan merebak luas di akhir Dinasti Sui , Li Yuan adalah seorang komandan di Taiyuan. Keluarganya berasal dari kawasan perbatasan dan memiliki asal usul campuran. Setelah menghabiskan waktu selama beberapa tahun di Pegunungan Taihang, Li kampanye menuju ibukota Sui , Daxingcheng , di tahun 617 M . Tahun berikutnya Li menerima abdikasi kaisar Sui , menjadi kaisar Gaozu dan mendirikan dinasti baru , Dinasti Tang.  Pada awalnya , Li Yuan hanya mengontrol  kawasan Guanzhong sementara kawasan lainnya masih diduduki oleh rival-rival utamanya dengan kekuatan berkisar ratusan ribu prajurit.

Read more...

Lee Manfong - Pelukis Termahal Asia Tenggara

Budaya-Tionghoa.Net|Presiden Republik Indonesia yang pertama , Sukarno memiliki hobi mengoleksi lukisan. Salah satu pelukis istana adalah Lee Manfong yang berkarya selama empat tahun [1961-1965]. Lee Manfong masuk menggantikan pelukis sebelumnya , Dullah [1950-1960]. Lee Manfong berasal dari Guangzhou dan dilahirkan disana pada tahun 1912. Ayahnya yang memiliki 10 anak. Pada saat usia Lee Manfong mencapai empat tahun , ayahnya membawanya ke Singapura. Disana Lee masuk dalam sekolah Tionghua dan ayahnya meninggal tahun 1929. Lee Manfong menekuni dunia lukis dan advertensi , kemudian pindah ke Jakarta.

Read more...

Jiwa Navalisme Laksamana Muda John Lie

"Jangan menjadikan bangsa ini menjadi jongos di negara lain, jongos di kapal-kapal niaga asing...Jadilah bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut, menandingi irama gelombang lautan itu sendiri." (Presiden Soekarno)

Budaya-Tionghoa.Net | Sayangnya, ucapan dan visi navalisme Bung Karno tersebut kandas membentur karang samudera pada masa pemerintahan Presiden selanjutnya yaitu Soeharto yang ketika melantik Kasal di awal 70-an berkata, "Indonesia membutuhkan AL yang kuat, tapi nanti."

Pertanyaanya, nantinya itu kapan? Tenggelamnya visi navalisme ini turut berkontribusi pada lemahnya kondisi kekuatan laut kita dewasa ini. Salah satu cara untuk menggerogoti Angkatan Laut adalah tidak memperkenalkan pahlawan-pahlawan bangsa yang berjuang di samudera. Wajar saja apabila bangsa ini ditanya siapa pahlawan dari Angkatan Laut, maka mulai dari anak SD, SMP hingga SMA akan menjawab hanya satu orang saja, yakni Komodor Yos Soedarso. Adakah yang kenal Wiratno, Memet Sastra Wirya, Sutedi Senodiputra, puluhan atau bahkan ratusan pahlawan Angkatan Laut lainnya?

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto