A+ A A-

Fu Zhou 符咒- Asal Usul Hu dan Perkembangannya [Part 1]

Budaya-Tionghoa.Net| Asal usul hu itu sendiri sudah ada sejak ribuan tahun yg lampau dan juga sebenarnya tersisa hingga jaman sekarang tanpa kita sadari. Pada awalnya hu itu adalah serangkaian tulisan pengharapan manusia yang diukir diatas kayu tao ( peach )atau juga kayu lainnya. Seperti misalnya Xinnian Kuaile / Happy New Year juga bisa dikategorikan fu, atau juga sekedar tulisan Sabbe Bhantu Sukhitatta juga termasuk jenis fu, bisa juga Tuhan berkatilah rumah ini. Jadi semua tulisan yg bersifat pengharapan , doa termasuk jenis hu. Tapi dalam perkembangannya menjadi hal yg berbeda dan berkaitan dengan qi/energi, pikiran yg positif dan symbol-simbol serta budaya Tionghoa.

 

 

Read more...

Bahasa Tionghoa [2] : Tujuh Macam Dialek

Budaya-Tionghoa.Net |Menurut ahli bahasa (linguis) luar negeri, bahasa Han sering dikelompokkan menjadi 1 dialek tersendiri yang setingkat dengan dialek lainnya. Namun ahli bahasa China sendiri lebih suka mengelompokkan dialek2 tadi sebagai dialek dari bahasa Han, sedangkan bahasa Han mengambil dialek Utara sebagai sumber kosa kata, struktur, tata bahasa dan nada (intonasi).

 

Read more...

Capgome itu apa sih ? ( bagian 1 )

Capgome itu apa sih ?

               

                                Orang Tionghoa sejak dahulu tidak mempermasalahkan agama-agama karena mereka berpandangan semua agama itu baik adanya. Yang ditekankan adalah aspek spiritualitas dimana aspek spiritualitas itu adalah aspek yang bersifat horisontal dan vertikal. Kita tahu ada berbagai tipe kecerdasan dan kecerdasan spiritual ( spiritual inteligent ) salah satu dari kecerdasan itu. Kecerdasan spiritual berkait dengan spiritualitas seseorang. Dalam hal spiritualitas ada 2 aspek penting seperti yang ditulis di atas, yakni : horisontal dan vertikal.  Horisontal adalah berbicara bagaimana membangun hubungan antar manusia; manusia dengan alam. Vertical adalah berbicara bagaimana membangun hubungan antara manusia dengan KeTuhanan ( intrapersonal; inter personal; transpersonal ). Dalam hal ini perayaan Capgome memiliki tujuan untuk membangun spiritualitas orang Tionghoa terutama dalam hal personal awareness dan social awareness , dalam hal ini adalah aktulisasi diri dan empati pada kondisi-kondisi sosial.

Read more...

Mudan Ting (The Peony Pavilion)

Mudan Ting (The Peony Pavilion)
Mudan Ting yang berarti pavilyun bunga peony, mengisahkan cinta abadi dengan "Happy End" yg juga sering disebut sebagai „Romeo dan Julia Tiongkok" karya Tang Xianzu (1550–1616).

Du Liniang (Si Cantik Du), putri Gubernur Du Bao, meskipun hidup dipingit seperti umumnya putri bangsawan yg belum menikah, diam-diam pergi dengan pelayannya Chunxiang berjalan jalan di Kebun bunga.

Terpesona oleh buaian keindahan alam musim semi dia tertidur dan bermimpi bertemu kekasih hati dalam bentuk sarjana Liu Mengmei. Mereka bercumbu dan bercinta di bawah pohon Prem dekat Pavilion Peony.

Ketika Du Liniang terbangun dari mimpinya, dia jatuh dalam kesedihan yg mendalam atas kehilangan kekasih hatinya. Sakit rindu yg mendalam dan kesadaran `kekasih hati dalam mimpinya' tidak akan ketemu lagi, akhirnya Du Liniang meninggal dunia.

Setelah kematian Du Liniang, Liu Mengmei, yg juga pernah masuk kedalam mimpinya Du Liniang dan mendapat pesan wanti2 `Temukan lah daku`, benar2 mendatangi ke kebun indah yang diingatnya dari mimpi dan menemukan sebuah potret dirinya yg dilukis oleh Du Liniang sebelum kematiannya.

Tiba-tiba muncullah Du Liniang sebagai hantu dan mengungkapkan cintanya. Liu Mengmei jatuh cinta pada Du Liniang yg cantik, dia membuka kuburnya dan si cantik Du Liniang pun hidup kembali.

Namun kedua sejoli itu belum dapat menikmati kebahagiaannya. Untuk dapat menikah mereka masih harus menghadapi orang tua Du Liniang yg menolak pinangan Liu Mengmei, sampai akhirnya Kaisar pun campur tangan

Opera Peking (Jingjù):
Mudan Ting (The Peony Pavilion) pernah di tayangkan oleh Opera Peking di TV Jerman pada awal th 2000-an sebanyak 13 Episode (18 Jam), ketika digelarkan di „Grande Halle de la Villette“ di kota Paris, Prancis

by aldithe
http://www.aldisurjana.com/2016/12/mudan-ting.html

Read more...

TRADISI MENGANTAR DEWA DAPUR SEBAGAI SARANA PERBAIKAN DIRI ( BAG.1 )

TRADISI MENGANTAR

DEWA DAPUR

SEBAGAI SARANA PERBAIKAN DIRI

 

 

          Setiap budaya dan kepercayaan mengenal suatu sistem “penyesalan dan merevisi diri”.  Tujuannya agar membangun masyarakat yang tertib dan damai. Mengarahkan manusia agar mengingat kelakuannya dan merevisi diri. Tanpa adanya revisi dan penyesalan, manusia sulit untuk bergerak maju ke depan menuju lebih baik lagi dalam kehidupan dan kualitas hidup duniawinya. Sedangkan dari sudut spiritualitas dan religiusitas, laku “penyesalan dan revisi diri” meningkatkan spiritualitasnya.

            Buddhisme Mahayana Tiongkok dan Taoisme mengenal “doa penyesalan” 懺悔文.  Penyesalan menjadi amat penting dalam ritual maupun praktek kehidupan sehari-hari bagi manusia. Praktek ini diperlukan karena manusia memiliki nafsu-nafsu indriawi yang perlu dikontrol, selain itu manusia memiliki dasar-dasar kebaikan yang perlu dipupuk serta dipelihara. Jika perbuatan-perbuatan jahat yang merugikan orang lain itu tidak disadari dan disesali, maka hati manusia yang baik itu menjadi meredup dan lenyap. Nafsu-nafsu indirawi semakin menguat dan memperbudak diri manusia.

Read more...

Dewa Fazhugong 法主公

Dewa Fazhugong 法主公

Fazhugong gelarnya yang lengkap adalah Du Tian Dang Mo Jian Lei Yu Shi Zhang ShengFa Zhu Zhen Jun (都天荡魔监雷御史张圣法主真君) disingkat menjadi Fa Zhu Sheng Jun ( 法主圣君), Du Tian Sheng Jun ( 都天圣君) , biasa disebut dengan Fazhugong ( 法主公) ,orang Hakka menyebutnya sebagai " Shin Kiun Ya ( shengjunye 圣君爷). adalah salah satu dewa kepercayaan orang Han ( tionghoa ) didaerah Fujian, Taiwan, dan Guangdong sekitarnya,dan juga sebagai salah satu dewa yang dihormati dan dipuja dalam Taoisme mazhab Zhengyi ( 道教正一道) , dan ada juga orang memasukannya kedalam kelompok aliran Taoisme yang tercampur dengan buddhisme yakni aliran Lvshan (道教闾山派) . Umat di daerah Fujian dan Guangdong percaya bahwa dewa Fazhugong memiliki tugas sebagai dewa yang mewakili Hao Tian Shang Di ( Penguasa alam Dewa ) untuk mengawasi umat manusia, dimana setiap terjadi gerhana bulan akan melaporkan kejahatan dan kebaikan umat manusia di dunia ini ke istana langit, kemudian menghukum orang jahat, menangkap iblis jahat. Kepercayan kepada Dewa Fazhugong populer di daerah Fujian, terutama di Fuzhou, Quanzhou, Zhangzhou, serta daerah Guangdong seperti Chaozhou, Meizhou dll. Kepercayaan terhadap Fazhugong dimulai pada abad ke 17 dimana dimulai dari kota Anxi ( Fujian) kemudian menyebar ke Taiwan, terutama di kota Taipei. Kota Kaohsiung didistrik Meinong merupakan daerah yang utama bagi orang Hakka memuja dan percaya kepada dewa Fazhugong.

Read more...

Marga ZŌU [COU]邹 (鄒)

邹 (鄒)

ZŌU [COU]

 

Mandarin: Zōu; Hokkian: Cou;

Tiociu: Cou; Hakka: Ceo; Konghu: Cau

Ejaan Hokkian lama di Indonesia: Tjouw

Pusat leluhur: Fanyang 范阳

(Sekarang propinsi Hebei 河北)

Nomor urut pada Tabel Utama: 270

Nomor urut pada Baijiaxing: 35

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto