Dinasti Qin

Print
PDF
Jun
27

Wei Liao - Tim Sukses Qin SeHuang Dibelakang Layar

Author // Xuan Tong

Budaya-Tionghoa.Net | Ketika membicarakan Qin SeHuang , rata-rata orang menyebut Li Se , Lv BuWei , Meng Tian , Wang Jian , Bai Qi dan lain-lain sebagai orang-orang yang turut mensukseskan Qin SeHuang menyatukan daratan Tiongkok. Lv Bu-wei sebenarnya adalah ayah kandung dari Qin Shi-huang. Versi sejarah yang saya tahu adalah, Lv Bu-wei meng"hadiah"kan salah satu selirnya Zhao Ji kepada Raja Qin Zhuang-xiang. Waktu itu, Zhao Ji telah hamil dan akhirnya melahirkan Qin Shi-huang, sehingga Qin Shi-huang dianggap anak kandung oleh Raja Qin Zhuang-xiang.

Add a comment
Print
PDF
Mar
15

Latar Belakang Pembakaran Buku Oleh Qin Shi Huang

Author // Xuan Tong

Budaya-Tionghoa.Net | Latar belakang pembakaran buku-buku oleh Qin ShiHuang sebenarnya lebih kearah pemersatuan ideologi. Perlu kita ketahui bahwa kerajaan Qin sudah menerapkan faham Legalism sejak reformasi oleh ShangYang. Sedangkan faham Ru Jia  tetap diterima oleh kerajaan Qin tapi tidak dipakai sebagai landasan pemerintahan.

 

Add a comment
Print
PDF
Dec
25

Zhao Gao 趙高 : Dibalik Keruntuhan Dinasti Qin

Author // Hendri Irawan

Budaya-Tionghoa.Net | Zhao Gao 趙高 adalah kasim kepala pada masa Qin Shi Huang. Dia memainkan peranan yang sangat penting dalam sejarah kejatuhan dinasti Qin. Daftar korbannya adalah Fu Su, Meng Tian, Meng Yi (yang diperankan Jackie Chan), Li Si dan Hu Hai (Qin Er Huang). Zhao Gao sewaktu masih menjadi pejabat kecil pernah dihukum mati oleh Meng Yi karena melakukan kesalahan, namun kemudian diampuni oleh Qin Shi Huang.

Add a comment
Print
PDF
Dec
25

Dinasti Qin : (221 – 206 SM) : Unifikasi Dan Pencapaian Yang Singkat

Author // Xuan Tong

Budaya-Tionghoa.Net | Dinasti Qin (221 – 206 SM). Umur dinasti Qin ini yang berhasil menyatukan Tiongkok dari perpecahan dan peperangan antar negara sesungguhnya tergolong singkat, yakni hanya dari tahun 221 – 207 SM atau hanya sekitar 14 tahun. Asal mulanya Qin merupakan salah satu dari tujuh negara bagian terkuat pada akhir Dinasti Zhou. Meskipun usianya hanya singkat, namun dinasti ini memiliki beberapa arti penting bagi perkembangan budaya Tionghoa. Untuk memahaminya kita perlu mempelajari secara singkat riwayat pendiri dinasti ini yang bergelar Qin Shihhuangdi.

Add a comment
Print
PDF
Dec
21

Catatan tambahan mengenai Kaisar Qin Shihuangdi

Author // Huey

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini ada catatan tambahan mengenai Kaisar Qin Shihuangdi yang juga menarik untuk disimak. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa Qin Shihhuangdi tidak bisa disebut kejam dan lalim, tapi seorang pelaksana yang tegas, taat dan modern. Raja yang terdahulu jika mengusai negara lain, maka raja tersebut akan membagi-bagikan daerah kekuasaan barunya kepada sanak famili dan para bangsawan, namun tidak demikian halnya dengan Qin Shihhuang.

Dia menciptakan pemerintahan pusat yang belum ada sebelumnya, membagi negara menjadi propinsi, kabupaten, kecamatan dan kelurahan, pejabat propinsi dan kabupaten ditetapkan oleh pemerintah pusat. Struktur negara juga diringkas menjadi 3 perdana menteri dan 9 menteri, dia mengubah system feodalisme istana menjadi system ketatanegaraan. Untuk hal ini, mungkin dialah penguasa pertama di dunia ini yang menerapkan manajemen modern.

Dia seorang pekerja keras, walaupun telah mengalami berkali-kali penghadangan tapi dia tetap melakukan perjalanan dalam peninjauan dan pengawasan perbangunan negaranya, bahkah dia mati dalam perjalanan tugasnya. Selain membuat terusan yang menghubungkan sungai Huang He, Huai He dan Chang Ciang, dia juga membangun jaringan transportasi seluruh negara dari pusat ibukota dan mengagalkan reboisasi.

Mengenai korban pembangunan Tembok Besar, tentu bukan suatu kelaliman kaisar, tapi itu adalah salah satu benteng pertahanan strategis secara militer, hanya karena medan yang sangat buruk maka terjadilah banyak korban, kalau dibandingkan dengan para kaisar zaman sebelumnya yang membangun istana dengan memaksa rakyat berbakti denan cuma-cuma yang juga memakan korban banyak, tentu korban dalam pembangunan Tembok Besar lebih memiliki nilai yang lebih tinggi.

Dan tembok-tembok itu sebenarnya adalah menyambung tembok-tembok yang telah ada serta membangun tembok-tembok baru. Pada masa itu, keturunan dari para bangsawan dan kerabat raja-raja dari 6 negara yang dikalahkan, terus berusaha membunuh atau menjatuhkan Qin Shihuangdi, selain mencari satria untuk menghadang, mereka juga mendekati para sarjana terutama aliran Konfusianis, para sarjana dan rakyat memang belum terbiasa hidup dalam pola hidup yang disiplin sesuai undang-undang Qin, maka banyak sarjana aliran ini menulis kritikan yang tidak membangun dan mencela kebijaksanaan Qin, mereka menolak penerapan sistim baru yang membongkar habis pola pikir feodal dan menuntut kembali pada pola kekaisaran tempo dulu.

Untuk mengamankan pelaksanaan reformasi, maka para sarjana itu ditangkap dan tulisan-tulisan mereka disita. Buku-buku tradisional yang tidak sesuai dengan kemajuan zaman diperintahkan untuk dibakar oleh pemiliknya. Apabila dalam kurun waktu 60 hari tidak dibakar maka akan dijatuhi hukuman. Empat ratus enam puluh orang sarjana dari aliran Konfusianis terbukti mencela dan menyebarkan kebencian terhadap kaisar, maka mereka dihukum mati dengan jalan dikubur hidup - hidup (hukuman ini tidak hanya dilakukan oleh Qin Shihuang. Namun tidak ada sarjana yang menulis, bahwa raja lainnya juga pernah melakukan kekejaman semacam ini . Hal inu tentunya tidak adil secara sejarah). Tulisan mereka dan buku-buku yang disita dari mereka juga dibakar. Namun buku-buku yang tersimpan di perpustakaan atau karya asli dan aliran-aliran pemikir tidak dibakar, maka catatan sejarah masih utuh hingga kini.

Salah penafsiran atas Qin Shihhuang adalah dikarenakan hukumannya terhadap para sarjana Aliran Konfusianisme, dimana mereka selanjutnya justru mendapatkan tempat pada masa raja-raja berikutnya. Maka tulisan atau tafsiran tentang Qin Shihhuang selalu tidak sesuai dengan keadaan
yang sesungguhnya. Penulis atau pencatat sejarah kebanyakan sarjana dari aliran tersebut.

Budaya-Tionghoa.Net | AC

Add a comment