Print
PDF

Memoar Sobron Aidit : Kehidupan Selama Di Tiongkok [ 45 Halaman]

Written by Sobron Aidit on .

<

Budaya-Tionghoa.Net | Kami tinggal jauh di pedalaman Tiongkok. Di Tiongkok Selatan. Bagian tanah Tiongkok Selatan - akan selalu ada di selatan Sungai Yangtse. Nama provinsinya yalah : Jiangxi, dan nama ibukotanya yalah Nanchang. Tetapi kami tinggal jauh dari ibukota - masih ratusan km. Biasanya kalau kami berangkat dari desa kami menuju kota - di mana kami selalu berobat di rumahsakit militer - selalu makan-waktu selama 4 jam bermobil. Kira-kira 200 km lebih. Dan jalannya, maklumlah provinsi di mana kami tinggal, masih agak terbelakang - jalannya belum diaspal - masih jalan merah. Sepanjang perjalanan menuju ibukota - masih hutan. Melalui perkampungan penduduk.

ARTIKEL TERKAIT :

01. Gunung Kepala Ayam

Desa di mana kami tinggal namanya Chi Gong-san, kami namakan saja Desa Gunung Kepala Ayam - arti Chi di sini memang ayam. Tetapi penamaan itu hanya bagi kami para melayu ini saja - orang Tiongkok mana pula akan tahu dan tak bakalan ngerti. Kenapa kami namai begitu? Dari jauh - dari puluhan km, sudah tampak sebuah gunung meninggi dengan puncaknya agak melengkung seperti seekor ayam jago yang sedang melihat ke arah jauh. Dan kami pabila pulang dari ibukota - Nanchang - akan sangat merasa gembira bahwa kami sudah setengah sampai di pedesaam kami. Ke kota - ibukota provinsi - bagi kami seperti setengah piknik. Kami orang-orang desa masuk kota - ber-rekreasi - walaupun sebenarnya kami datang ke ibukota semata-mata buat berobat. Bagi yang berobat gigi - akan paling banyak bolak-balik masuk kota. Bisa satu minggu satu kali. Pada mulanya memang agak enak juga - orang desa pelesiran ke kota. Tetapi pabila keseringan - ada juga rasa bosannya dan capek naik mobil begitu lama dengan jalannya seperti daerah Banten di Jabar ketika pertengahan tahun 1950-an - di mana saya juga turut membangun jalan sekitar Malingping - Baya yang diurus oleh Kantor Petera ( Pengerahan Tenaga Rakyat ).

Ke ibukota akan selalu berurusan dengan penyakit. Tetapi disamping itu
sekalian belanja - belanja apa saja yang di pedesaan kami tidak ada barangnya. Dan teman-teman lain yang mau nitip beli sesuatu yang sifatnya agak rahasia dan agak langka - akan dititipkan kepada seseorang yang sangat dapat dipercaya - se-ideologi-lah - kira-kira begitu! Jangan dibayangkan seperti kalian naik mobil di mana saja di Pulau Jawa! Sebab sepanjang jalan yang ratusan km itu, tidak ada warung - tidak ada toko - semua kampung pedesaan dengan penduduk petani - termasuk petani miskin. Yang jarang bersepatu walaupun dalam musimdingin. Kami melihat para petani inipun - tanpa sepatu ketika musimdingin - kami sendiri merasa kedinginan!

Tetapi walaupun kami di-perkampungkan jauh di pedesaan - tak jauh dari
Gunung Kepala Ayam - perumahan kami itu samasekali baru - kami nganyari kata orang Jawa - baru kamilah penduduk yang mula-mula mendiaminya. Rumah kami samasekali baru - tetapi biar bagaimanapun - namanya saja di desa - jauh di kampung - tetap bersuasana sederhana. Pemanas dalam rumah dengan sistim perapian yang model agak kuno - pakai arang-batu. Jadi kami membakar batu-arang dan berdiang - berpemanas model lama. Model begini masih tetap bertahan sampai diibukota negara - Beijing. Ketika musimdingin, kami punya keasyikan tersendiri - kerjanya angkat batu-arang dan badan penuh asap dan hitam. Dan menyalakan tungku batu-arang itu. Menyalakan dan merawat pemanas-dapur batu-arang ini tidak mudah. Kami sendiri pada mulanya juga belajar - dan pernah gagal juga. Tetapi lama-lama jadi biasa. Dan rumah akan menjadi hangat. Tadinya tanpa batu-arang, dalam rumah bisa sampai 10 - 15 dC ( derajat Celcius ) - dingin sekali. Tetapi dengan batu arang, rumah akan hangat dan hawa jadi 22 sampai 26 dC. Lebih dari itu sudah terlalu panas. Dan kalau terlalu panas, tidak baik bagi kesehatan. Perbedaan antara dalam dan luar tidak boleh terlalu tinggi dan menyolok.

Tinggal di pedesaan kami - Desa Kepala Gunung Ayam, sebenarnya sangat enak.
Cuacanya bersih - tidak ada polusi - namanya saja desa bahkan sekelilingnya hutan dan gunung dan beberapa sungai. Dan rasa airnya sangat segar - terasa agak manis malah. Kata penduduk sekitar pedesaan kami dan juga orang-orang Tiongkok yang sangat mengenal tanahairnya - memang diakui - bahwa rasa air di pedesaan kami sangat segar - enak dan bersih. Pabila musimpanas, kami minum air dari sungai yang mengalir atau telaga yang bersih. Dan rasanya sangat segar - sedap, bagaikan minum air-es di kala panas-panasnya. Habis bekerja badan atau sehabis olahraga - kami langsung cari air ke aliran sungai atau telaga, dan minum sepuasnya. Sehabis menembak burung di hutan, badan berkeringat karena kelelahan - dan sangat haus, lalu cari air secara alamiah dan minum sepuasnya. Rasanya segar kembali dan badan jadi bersemangat lagi.

Apa lalu yang tidak enaknya - apa yang lalu jadi bebannya? Satu-satunya yang
sangat menjadi pikiran kami, tidak tahu akan nasib masa depan kami! Kami tidak tahu kapan kami bisa pulang ke tanahair. Kami tidak tahu - kapan kami bisa keluar Tiongkok - dan hidup di negara dan negeri yang normal. Maksud normal di sini, yalah seperti orang-orang lain itu - bebas dan cari makan sendiri - bekerja buat kehidupan dan tak tergantung pada siapapun. Kami kan sangat tergantung pada tuanrumah kami. Dan kami bukan orang bebas - ke mana-mana dikawal - diawasi, dan dikasi makan tanpa bekerja dalam pengertian makan-gaji. Enak? Pada mulanya barangkali ada orang atau teman yang merasa enak. Tetapi kalau lama-lama dan berumur-umuran begini, kan samasekali tidak normal! Tidak bisa mau ke mana-mana semaunya - harus minta izin - harus ada pengawalan. Tuanrumah kami harus tahu mau apa - ada keperluan apa - apa alasannya - kuat tidak alasannya.

Misalnya seseorang mau ke kota lain, karena mau jalan-jalan - mau
berpelesiran - mau lihat-lihat sebagaimana orang-orang normal - dan juga barangkali mau shopping. Ya sudah pasti no way-lah! Bahkan ada di antara teman-teman kami yang merasa kehidupan kami secara begitu itu, mereka namakan sama saja dengan di penjara! Syukurlah, saya belum pernah berpendapat demikian. Tetapi perasaan tidak bebas sebagaimana manusia normal - itu ada! Sudah pasti ada!

Page 1 of 44



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
 

blog comments powered by Disqus

Kalender

Prev Next

2012.05.08 Seminar Nasional : "Pera…

Rekan2 Yth, Mohon kehadiran Anda yg berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Kehadiran Anda semua akan sangat berarti bagi kami. Terimakasih dan salam budayaDidi ...

Didi Kwartanada - avatar Didi Kwartanada 07 May 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

21-22 April 2012 | Acara Kirab Ritu…

Forward : Informasi dari Wajah Kota Lasem di Facebook Page Budaya Tionghoa ** ACARA KIRAB RITUAL BUDAYA dan  H.U.T MAKCHO THIAN SIANG BO di Tiongkok Kecil (LA...

Wajah Kota Lasem  - avatar Wajah Kota Lasem 18 Apr 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

Tradisi

Prev Next

Bhutan , Diantara Tiongkok dan Indi…

Budaya-Tionghoa.Net | Orang Bhutan dikenal juga sebagai Bhote , Bhotia , Bhutia , etc yang tinggal di negara Bhutan. Negara kecil ini seluas 47 ribu kilom...

Huang Dada - avatar Huang Dada 19 May 2012 Dialek

Read more

Kwee Pang [2] - Anggapan Tahayul

Budaya-Tionghoa.Net | Jika point 1 sampai 4 yang menjadi penyebab umum terjadinya kweepang dan lebih kearah hubungan horizontal antar manusia. Maka point...

Ardian Cangianto - avatar Ardian Cangianto 19 May 2012 Adat Istiadat

Read more

Sejarah

Prev Next

Perjanjian Nanking (1842) Antara Qi…

Budaya-Tionghoa.Net | Perjanjian Nanking mengakhiri Perang Candu [1839-1842] dan Tiongkok menyerahkan Hong Kong ke Inggris , membuka sejumlah pelabuhan untuk pe...

Huang Dada - avatar Huang Dada 15 May 2012 Dinasti QIng

Read more

Tuduhan Dr. Geoffrey Wade Bahwa Zhe…

Budaya-Tionghoa.Net | Dr. Geoffrey Wade sebenarnya adalah sebuah nama misterius yang belum dikenal (nobody) dan baru muncul diantara para peneliti dan penulis s...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Tiongkok & Indonesia

Read more

Filsafat

Prev Next

Menyusun Altar Menurut Tradisi Tion…

Budaya-Tionghoa.Net | Jika menyusun altar menurut tradisi Tionghoa, sebenarnya mereka sedang menyusun alam semesta kecil di altar. Filsafat Tionghoa terka...

Xuan Tong & Ardian Cangianto - avatar Xuan Tong & Ardian Cangianto 12 May 2012 Filsafat Lain

Read more

Kitab Taiping jing 太平经

Budaya-Tionghoa.Net | Taiping jing太平经 adalah suatu kitab penting bagi Taoism yang isinya antara lain adalah masalah Taiping atau kedamaian yang agung. Kita perl...

Xuan Tong - avatar Xuan Tong 16 Apr 2012 Tao

Read more

Sains

Prev Next

Ketika Sistem Pengobatan Barat Dan …

Budaya-Tionghoa.Net | Sistem pengobatan Tionghua sering dianggap kuno dan ditinggalkan oleh sebagian orang Tionghua sendiri yang beralih ke dokter dengan ...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Pengobatan

Read more

Varian Rudal Panggul Darat Ke Udara…

Budaya-Tionghoa.Net | Banyak yang bilang Tiongkok adalah tukang meniru , ada benarnya juga seh. Tetapi apa salah meniru yang baik, dan akhirnya dapat me...

Heri Tanta - avatar Heri Tanta 17 May 2012 Militer

Read more

Tionghoa

Prev Next

Riwayat Liem Koen Hian (IV)

Budaya-Tionghoa.Net |  Toean Liem Pegang Sin Tit Po (2 September 1929 sampe – 19 Desember 1932) 3 taon sadja ia pegang Sin Tit Po atawa satoe taon lebih s...

Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) - avatar Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) 18 May 2012 Sejarah Tionghoa

Read more

Benny Mok Sau Chung : Profil

Budaya-Tionghoa.Net | Max Mok Sau Chung dilahirkan di Hong Kong pada tahun 1960. Dia juga dikenal sebagai  Benny Mok Sau Chung  . Mok adalah  seorang arti...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Sosialita

Read more

Data

Prev Next

Nasehat Pernikahan Jaman Dulu : Bag…

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini nasehat pernikahan jaman dulu , dimuat di Liberty pada bulan November 1931 , dalam bahasa masa itu. Tentunya nasehat ini belum...

Tjiong Djie Nio (via Tjendela)  - avatar Tjiong Djie Nio (via Tjendela) 12 Apr 2012 Arsip || Dokumen | Artikel

Read more

Tabel Variasi Linguistik

Budaya-Tionghoa.Net | Variasi linguistik dikalangan Han-Chinese merujuk pada istilah fangyang 方言 , yang umum diterjemahkan sebagai "dialek" atau "topolect". D...

 - avatar 14 Jan 2012 Tabel

Read more

Seni

Prev Next

Wu Rujun Sang Pangeran Jinghu

Budaya-Tionghoa.Net |  Wu Rujun (吳汝俊) , tidak banyak orang yang mengenal musikus ini. Ia dilahirkan di Nanjing pada tahun 1963, ayahnya juga seorang mus...

Chendra Ling Ling - avatar Chendra Ling Ling 12 May 2012 Seni Musik

Read more

Kajian Film : “Curse Of The Golden …

Budaya-Tionghoa.Net | Curse Of The Golden Flower adalah film epik kolosal yang disutradai Zhang Yimou.  Skenario film ini diadaptasi dari sebuah drama tra...

 - avatar 11 May 2012 Sinematografi

Read more

Buku

Prev Next

Review Buku : "Mao The Unknown Stor…

Budaya-Tionghoa.Net | Seorang kawan (SML) meminjami saya buku Jung Chang yang ditulisnya bersama suaminya Jon Halliday, (seorang sejarawan), terjemahan bahasa B...

Ibrahim Isa  - avatar Ibrahim Isa 16 May 2012 Buku

Read more

Polemik Dan Perdebatan Seputar Buku…

Budaya-Tionghoa.Net | Buku Gavin Menzies yang terbit pertama kalinya ditahun 2002 ini, telah menimbulkan polemik dan perdebatan yang yang sengit antara pihak-pi...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Buku

Read more