Print
PDF

Taishangganyingpian (太 上 感 應 篇 ) - Suatu Panduan Moralitas Daois

Written by Ivan Taniputera on .

<

Via : Facebook Budaya Tionghoa

Budaya-Tionghoa.Net| Taishangganyinpian adalah kitab yang menjadi pedoman mengenai moralitas dalam Daoisme. Secara harafiah arti judul kitab itu adalah "Ajaran Mengenai Hukum Sebab Akibat yang Berasal dari Laozi" (secara etimologis: 太 上 = gelar Laozi; 感 應 = pembalasan, sebab akitab; 篇 = sepotong tulisan atau artikel). Kitab yang terdiri dari sepuluh bab ini dibuka dengan ajaran yang berbunyi sebagai berikut:


Taishang (Laozi) berkata: "Malapetaka dan keberuntungan tiada memiliki pintu. Hanya manusialah yang mencarinya sendiri. Pembalasan baik ataupun buruk adalah laksana bayangan yang mengikuti tubuh."

Artikel Terkait :

Dengan demikian, menurut Daoisme keberuntungan atau kemalangan yang dialami umat manusia sesungguhnya berasal dari umat manusia itu sendiri. Bila umat manusia berbuat jahat, maka kemalangan akan menimpanya; sebaliknya bila melakukan kebajikan, maka ia juga akan menuai keberuntungan. Selanjutnya disebutkan:

Karenanya, Langit dan Bumi menetapkan para dewa (神 Shen = dewa) untuk menangani kesalahan-kesalahan yang dilakukan umat manusia. Berdasarkan berat ringannya pelanggaran yang dilakukan, barulah ditetapkan perhitungannya. Jika timbangan [kebajikannya] dikurangi, maka ia akan menjadi miskin, pemboros, banyak diliputi kesedihan, dibenci banyak orang, malapetaka akan mengikuti di belakangannya, dan keberuntungan menjauhinya. Bintang-bintang kemalangan (惡星 exing; secara harafiah berarti "bintang jahat") hingga habis takaran [usianya] dan orang itu menjumpai ajalnya.

Selanjutnya disebutkan apa saja yang seharusnya dan tidak seharusnya oleh umat manusia. Makna Shen di atas, menurut hemat saya hendaknya tidak ditafsirkan sebagai dewa dalam artian suatu sosok makhluk adikodrati, melainkan sebagai simbol kekuatan atau hukum alam. Jika umat manusia melakukan kejahatan, maka seolah-olah alam yang akan menjatuhkan "ganjarannya." Sebagai contoh adalah penebangan hutan yang berlebihan dan dilandasi keserakahan. Konsekuensinya adalah bencana banjir dan tanah longsor yang marak melanda tanah air kita belakangan ini. Pada bab IV diajarkan bahwa umat manusia hendaknya menjalani kebenaran dan menghindarkan diri dari kejahatan:


Jangan sekali-sekali menapaki jalan yang menyimpang
.....
Kasihanilah mereka yang dilanda kesusahan
Ikut bergembiralah bila orang lain berada dalam keadaan baik
Ulurkan bantuan pada mereka yang memerlukannya
....
Jangan menyiarkan keburukan orang lain
Jangan mengagungkan kebaikan yang telah dilakukan diri sendiri
....
Dalam memperoleh hinaan hendaknya tidak mengeluh

Dengan demikian, intisari bagian ini mengajarkan umat manusia untuk senantiasa mengembangkan cinta kasih pada semua makhluk, memiliki empati terhadap sesama, dan mengembangkan kesabaran. Selain itu diajarkan pula untuk menjaga hubungan yang baik dalam keluarga.
Bab V mengajarkan bahwa agar dapat menjadi dewa yang bertingkat tinggi, seseorang hendaknya melakukan 1.300 jenis pahala. Sedangkan bila ingin menjadi dewa tingkat rendah, maka cukup baginya untuk melakukan 300 jenis pahala.
Bab VI mengajarkan mengenai berbagai jenis kejahatan yang hendaknya tidak dilakukan umat manusia:

Tidak segan melakukan segala kekejaman
Dengan cara licik menyusahkan orang baik
....
Berkeras kepala dan dengan sewenang-wenang melakukan tindakan yang bertentangan dengan peri kemanusiaan
....
Memanahi burung-burung yang sedang berterbangan serta menghalau binatang yang sedang berlari.
....
Menyumbat lubang jalannya binatang-binatang dan meruntuhkan sarang mereka.
....
Membahayakan orang lain demi kepentingan sendiri.
Menukar yang buruk dengan yang baik.
.....
Menyebarkan rahasia orang lain.
....
Dengan sesuka hati membuang-buang hasil palawija
....


Demikianlah beberapa contoh kejahatan yang hendaknya tidak dilakukan umat manusia. Intisarinya adalah kejujuran dan perikemanusiaan. Bahkan cinta kasih itu tidak hanya berlaku bagi umat manusia saja melainkan semua makhluk. Oleh karena itu, Daoisme telah mengajarkan pelestarian lingkungan hidup, karena punahnya suatu spesies makhluk hidup akan mengganggu keseimbangan ekosistem secara makro. Mengingat pentingnya kitab ini, umat Daois hendaknya senantiasa membaca dan merenungkannya. Bahkan ajarannya yang universal tidak hanya bermanfaat bagi umat Daois saja, melainkan seluruh umat manusia.

(Ivan Taniputera, 29 Januari 2008)

Budaya-Tionghoa.Net| Facebook Budaya Tionghoa


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan LINK aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.




Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
 

blog comments powered by Disqus

Kalender

Prev Next

2012.05.08 Seminar Nasional : "Pera…

Rekan2 Yth, Mohon kehadiran Anda yg berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Kehadiran Anda semua akan sangat berarti bagi kami. Terimakasih dan salam budayaDidi ...

Didi Kwartanada - avatar Didi Kwartanada 07 May 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

21-22 April 2012 | Acara Kirab Ritu…

Forward : Informasi dari Wajah Kota Lasem di Facebook Page Budaya Tionghoa ** ACARA KIRAB RITUAL BUDAYA dan  H.U.T MAKCHO THIAN SIANG BO di Tiongkok Kecil (LA...

Wajah Kota Lasem  - avatar Wajah Kota Lasem 18 Apr 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

Tradisi

Prev Next

Bhutan , Diantara Tiongkok dan Indi…

Budaya-Tionghoa.Net | Orang Bhutan dikenal juga sebagai Bhote , Bhotia , Bhutia , etc yang tinggal di negara Bhutan. Negara kecil ini seluas 47 ribu kilom...

Huang Dada - avatar Huang Dada 19 May 2012 Dialek

Read more

Kwee Pang [2] - Anggapan Tahayul

Budaya-Tionghoa.Net | Jika point 1 sampai 4 yang menjadi penyebab umum terjadinya kweepang dan lebih kearah hubungan horizontal antar manusia. Maka point...

Ardian Cangianto - avatar Ardian Cangianto 19 May 2012 Adat Istiadat

Read more

Sejarah

Prev Next

Perjanjian Nanking (1842) Antara Qi…

Budaya-Tionghoa.Net | Perjanjian Nanking mengakhiri Perang Candu [1839-1842] dan Tiongkok menyerahkan Hong Kong ke Inggris , membuka sejumlah pelabuhan untuk pe...

Huang Dada - avatar Huang Dada 15 May 2012 Dinasti QIng

Read more

Tuduhan Dr. Geoffrey Wade Bahwa Zhe…

Budaya-Tionghoa.Net | Dr. Geoffrey Wade sebenarnya adalah sebuah nama misterius yang belum dikenal (nobody) dan baru muncul diantara para peneliti dan penulis s...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Tiongkok & Indonesia

Read more

Filsafat

Prev Next

Menyusun Altar Menurut Tradisi Tion…

Budaya-Tionghoa.Net | Jika menyusun altar menurut tradisi Tionghoa, sebenarnya mereka sedang menyusun alam semesta kecil di altar. Filsafat Tionghoa terka...

Xuan Tong & Ardian Cangianto - avatar Xuan Tong & Ardian Cangianto 12 May 2012 Filsafat Lain

Read more

Kitab Taiping jing 太平经

Budaya-Tionghoa.Net | Taiping jing太平经 adalah suatu kitab penting bagi Taoism yang isinya antara lain adalah masalah Taiping atau kedamaian yang agung. Kita perl...

Xuan Tong - avatar Xuan Tong 16 Apr 2012 Tao

Read more

Sains

Prev Next

Ketika Sistem Pengobatan Barat Dan …

Budaya-Tionghoa.Net | Sistem pengobatan Tionghua sering dianggap kuno dan ditinggalkan oleh sebagian orang Tionghua sendiri yang beralih ke dokter dengan ...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Pengobatan

Read more

Varian Rudal Panggul Darat Ke Udara…

Budaya-Tionghoa.Net | Banyak yang bilang Tiongkok adalah tukang meniru , ada benarnya juga seh. Tetapi apa salah meniru yang baik, dan akhirnya dapat me...

Heri Tanta - avatar Heri Tanta 17 May 2012 Militer

Read more

Tionghoa

Prev Next

Riwayat Liem Koen Hian (IV)

Budaya-Tionghoa.Net |  Toean Liem Pegang Sin Tit Po (2 September 1929 sampe – 19 Desember 1932) 3 taon sadja ia pegang Sin Tit Po atawa satoe taon lebih s...

Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) - avatar Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) 18 May 2012 Sejarah Tionghoa

Read more

Benny Mok Sau Chung : Profil

Budaya-Tionghoa.Net | Max Mok Sau Chung dilahirkan di Hong Kong pada tahun 1960. Dia juga dikenal sebagai  Benny Mok Sau Chung  . Mok adalah  seorang arti...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Sosialita

Read more

Data

Prev Next

Nasehat Pernikahan Jaman Dulu : Bag…

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini nasehat pernikahan jaman dulu , dimuat di Liberty pada bulan November 1931 , dalam bahasa masa itu. Tentunya nasehat ini belum...

Tjiong Djie Nio (via Tjendela)  - avatar Tjiong Djie Nio (via Tjendela) 12 Apr 2012 Arsip || Dokumen | Artikel

Read more

Tabel Variasi Linguistik

Budaya-Tionghoa.Net | Variasi linguistik dikalangan Han-Chinese merujuk pada istilah fangyang 方言 , yang umum diterjemahkan sebagai "dialek" atau "topolect". D...

 - avatar 14 Jan 2012 Tabel

Read more

Seni

Prev Next

Wu Rujun Sang Pangeran Jinghu

Budaya-Tionghoa.Net |  Wu Rujun (吳汝俊) , tidak banyak orang yang mengenal musikus ini. Ia dilahirkan di Nanjing pada tahun 1963, ayahnya juga seorang mus...

Chendra Ling Ling - avatar Chendra Ling Ling 12 May 2012 Seni Musik

Read more

Kajian Film : “Curse Of The Golden …

Budaya-Tionghoa.Net | Curse Of The Golden Flower adalah film epik kolosal yang disutradai Zhang Yimou.  Skenario film ini diadaptasi dari sebuah drama tra...

 - avatar 11 May 2012 Sinematografi

Read more

Buku

Prev Next

Review Buku : "Mao The Unknown Stor…

Budaya-Tionghoa.Net | Seorang kawan (SML) meminjami saya buku Jung Chang yang ditulisnya bersama suaminya Jon Halliday, (seorang sejarawan), terjemahan bahasa B...

Ibrahim Isa  - avatar Ibrahim Isa 16 May 2012 Buku

Read more

Polemik Dan Perdebatan Seputar Buku…

Budaya-Tionghoa.Net | Buku Gavin Menzies yang terbit pertama kalinya ditahun 2002 ini, telah menimbulkan polemik dan perdebatan yang yang sengit antara pihak-pi...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Buku

Read more