Mandala dan Sistim Pemerintahan Kerajaan-kerajaan Nusantara

Written by Ivan Taniputera on . Posted in Sejarah - Tiongkok & Indonesia

<

Budaya-Tionghoa.Net | Secara umum, mandala adalah dapat diartikan sebagai semacam lingkaran yang memiliki satu pusat. Menarik sekali mengaitkan mandala dengan sistim pemerintahan kerajaan-kerajaan di Kepulauan Nusantara. Mandala ternyata memiliki hubungan erat dengan masyarakat agraris atau hidup dari pertanian. Hal ini tercermin dalam sistim pemerintahan berbagai kerajaan yang pernah eksis di muka
bumi ini, terutama yang bersifat agraris. Sebagai contoh adalah Kekaisaran Tiongkok, yang menganggap kaisar sebagai pusat segenap kehidupan masyarakat.

 

Kaisar diumpamakan sebagai "bintang kutub" yang tak bergerak dan dikelilingi oleh bintang-bintang lainnya. Oleh karena itu, bintang kutub juga disebut sebagai "bintang kaisar" atau Ziwei. Bintang-bintang lain yang nampak bergerak mengelilinginya diumpamakan sebagai menteri-menteri kaisar. Menteri-menteri itu dibagi dua, yakni sipil dan militer. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
kaisar merupakan pusat bagi "mandala" rakyat Tiongkok di masa kekaisaran.

 

Artikel Terkait:

Masyarakat India tempat asal usul mandala juga merupakan masyarakat agraris dan sistim pemerintahan di India juga sedikit banyak mencerminkan pola mandala ini. Mengapa konsep mandala dapat tumbuh di masyarakat agraris? Masyarakat yang hidup dari pertanian memerlukan suatu pelindung atau pemersatu yang kuat. Itulah sebabnya diperlukan suatu "pusat." Apa yang menjadi "sentra" atau pusat ini akan menyelesaikan permasalahan intern di antara mereka, umpamanya masalah pembagian jatah pengairan (irigasi) sawah. Mereka juga memerlukan suatu pusat kuat yang dapat melindungi mereka dari serangan musuh.


Sistim pemerintahan model mandala ini nampak nyata pada kerajaan-kerajaan yang tumbuh dan berkembang di belahan barat Kepulauan Nusantara. Mari kita ambil Kerajaan Sriwijaya sebagai contoh. Pola Mandala dapat digambarkan sebagai berikut:

Nampak bahwa pusat tatanan pemerintahan Sriwijaya adalah raja atau datu. Contoh lainnya adalah Kerajaan Mataram, yang membagi wilayah kerajaannya menjadi Negaragung (wilayah inti), mancanegara kulon, mancanegara wetan, pesisiran kulon, dan pesisiran wetan. Kosmologi mandala nampak pada kraton Mataram dan kerajaan pecahan-pecahan Mataram (Yogyakarta dan Surakarta). Terdapat sitihinggil (terjemahan harafiah: "tanah yang ditinggikan") sebagai wujud Gunung Meru selaku pusat alam semesta. Dari sitihinggil ini raja dapat memandang para kawulanya.


KAWASAN INDONESIA TIMUR


Di kawasan Indonesia Timur yang budayanya lebih ke arah maritim sistim pemerintahan model mandala ini kurang kuat pengaruhnya. Kita akan mengambil contoh Sulawesi. Masyarakat Bugis di Sulawesi mengenal epos La Galigo yang mencerminkan kuatnya budaya maritim. Memang benar bahwa raja merupakan penguasa tertinggi di kerajaannya. Tetapi raja hanya dapat dinobatkan oleh dewan adat. Raja dapat dipecat pula oleh dewan adat. Sebagai contoh, di Kerajaan Gowa, sombaya atau raja Gowa hanya dianggap sah bila telah dinobatkan oleh Bate Salapanga, yang merupakan gabungan federasi dari para pemimpin lokal (primus interpares) sebelum adanya institusi kerajaan.

Bate Salapanga merupakan federasi sembilan pemimpin lokal sebelum turunnya tomanurung (penguasa Kerajaan Gowa pertama). Selain itu, keabsahan raja juga bergantung apakah ia memiliki pusaka kerajaan (regalia) atau tidak. Seorang raja dianggap tak sah apabila tak memiliki regalia atau pusaka kerajaan. Di Gowa regalia ini dikenal sebagai kalompoang.


Bila kita mencermati sejarah Kesultanan Buton, nampak nyata bahwa beberapa sultannya pernah dipecat oleh rakyat dan dewan adat Buton.

Semua contoh di atas memperlihatkan bahwa konsep mandala dengan suatu pusat yang
"mutlak" dan kuat tidak begitu berpengaruh di belahan timur Kepulauan Nusantara.
Salah satu faktor lain penyebabnya adalah kurang mengakarnya budaya Hindu Buddha
di Nusantara timur.


CATATAN:

Meskipun masyarakat Indonesia timur kuat budaya maritimnya, tidak berarti kegiatan maritim tidak ada di Indonesia barat. Angkatan laut Sriwijaya menurut sejarah terkenal ketangguhannya. Sebaliknya, bukan berarti pertanian tidak dikenal di Indonesia timur. Hanya saja budaya agraris lebih dominan di barat, dan maritim di timur.


SISTIM PEMERINTAHAN DI TIMOR


Yang cukup menarik dikaji adalah sistim pemerintahan di Pulau Timor. Keunikannya adalah terdapatnya dua pusat, yakni raja yang "tidak aktif memerintah" dan "aktif memerintah." Hal ini mirip dengan konsep yin dan yang dalam filsafat Tiongkok. Raja yang "tak aktif memerintah" ini di kerajaan Wesei Wehali dikenal sebagai maromak oan. Beliau dibantu oleh raja yang "aktif memerintah" dan disebut liurai. Secara umum dalam Imperium Wesei Wehali terdapat tiga liurai, yakni liurai Wehali (liurai Fatuaruin), liurai Likusaen (liurai Suai Kamanasa), dan liurai Sonbai. Para liurai ini sangat terkenal, sehingga sumber Tiongkok menyebut raja Timor sebagai liulai. Karena sifatnya yang pasif itu, maromak oan, disebut "raja makan tidur." Tentu saja ini hanya perumpamaan belaka, karena
seorang maromak oan merupakan rujukan tertinggi bila terdapat permasalahan yang tak dapat diselesaikan para liurai. Karena itu, seorang maromak oan harus memiliki pengetahuan yang luas mengenai sosial dan politik negerinya. Maromakoan juga dipandang sebagai raja spiritual selaku perantara antara manusia dan Tuhan.


Peran maromak oan ini sedikit banyak mirip dengan kaisar Tiongkok, yang merupakan penghubung antara rakyatnya dengan Langit. Kaisar Tiongkok secara berkala mengadakan upacara persembahan di Altar Langit (Tiantan). Oleh karena itu, kaisar Tiongkok boleh dikatakan memangku jabatan sebagai "raja imam" (priest king), sebagaimana halnya maromak oan Wesei Wehali. Sebagai catatan, sistim ini juga terdapat di Kerajaan Insana, dimana raja "tak aktif"nya disebut atupas.


Demikianlah, kita boleh menganggap bahwa sistim pemerintahan di Timor ini sebagai suatu varian dari konsep mandala, dimana mandala yang asli biasanya hanya mempunya satu pusat saja.


Ivan Taniputera

23 Januari 2011

Budaya-Tionghoa.Net |

Referensi:

  1. Mappangara, Suriadi. Ensiklopedi Sejarah Sulawesi Selatan Sampai Tahun 1905, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, 2004.
  2. Parera, ADM. Sejarah Pemerintahan Raja-raja Timor: Suatu Kajian atas PetPolitik Pemerintahan Kerajaan-kerajaan di Timor Sebelum Kemerdekaan Republik Indonesia, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1994.
  3. Suwarno, P.J. Tatanegara Indonesia: Dari Sriwijaya Sampai Indonesia Modern, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2003.


Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
 

blog comments powered by Disqus

Kalender

Prev Next

2012.05.08 Seminar Nasional : "Pera…

Rekan2 Yth, Mohon kehadiran Anda yg berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Kehadiran Anda semua akan sangat berarti bagi kami. Terimakasih dan salam budayaDidi ...

Didi Kwartanada - avatar Didi Kwartanada 07 May 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

21-22 April 2012 | Acara Kirab Ritu…

Forward : Informasi dari Wajah Kota Lasem di Facebook Page Budaya Tionghoa ** ACARA KIRAB RITUAL BUDAYA dan  H.U.T MAKCHO THIAN SIANG BO di Tiongkok Kecil (LA...

Wajah Kota Lasem  - avatar Wajah Kota Lasem 18 Apr 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

Tradisi

Prev Next

Bhutan , Diantara Tiongkok dan Indi…

Budaya-Tionghoa.Net | Orang Bhutan dikenal juga sebagai Bhote , Bhotia , Bhutia , etc yang tinggal di negara Bhutan. Negara kecil ini seluas 47 ribu kilom...

Huang Dada - avatar Huang Dada 19 May 2012 Dialek

Read more

Kwee Pang [2] - Anggapan Tahayul

Budaya-Tionghoa.Net | Jika point 1 sampai 4 yang menjadi penyebab umum terjadinya kweepang dan lebih kearah hubungan horizontal antar manusia. Maka point...

Ardian Cangianto - avatar Ardian Cangianto 19 May 2012 Adat Istiadat

Read more

Sejarah

Prev Next

Perjanjian Nanking (1842) Antara Qi…

Budaya-Tionghoa.Net | Perjanjian Nanking mengakhiri Perang Candu [1839-1842] dan Tiongkok menyerahkan Hong Kong ke Inggris , membuka sejumlah pelabuhan untuk pe...

Huang Dada - avatar Huang Dada 15 May 2012 Dinasti QIng

Read more

Tuduhan Dr. Geoffrey Wade Bahwa Zhe…

Budaya-Tionghoa.Net | Dr. Geoffrey Wade sebenarnya adalah sebuah nama misterius yang belum dikenal (nobody) dan baru muncul diantara para peneliti dan penulis s...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Tiongkok & Indonesia

Read more

Filsafat

Prev Next

Menyusun Altar Menurut Tradisi Tion…

Budaya-Tionghoa.Net | Jika menyusun altar menurut tradisi Tionghoa, sebenarnya mereka sedang menyusun alam semesta kecil di altar. Filsafat Tionghoa terka...

Xuan Tong & Ardian Cangianto - avatar Xuan Tong & Ardian Cangianto 12 May 2012 Filsafat Lain

Read more

Kitab Taiping jing 太平经

Budaya-Tionghoa.Net | Taiping jing太平经 adalah suatu kitab penting bagi Taoism yang isinya antara lain adalah masalah Taiping atau kedamaian yang agung. Kita perl...

Xuan Tong - avatar Xuan Tong 16 Apr 2012 Tao

Read more

Sains

Prev Next

Ketika Sistem Pengobatan Barat Dan …

Budaya-Tionghoa.Net | Sistem pengobatan Tionghua sering dianggap kuno dan ditinggalkan oleh sebagian orang Tionghua sendiri yang beralih ke dokter dengan ...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Pengobatan

Read more

Varian Rudal Panggul Darat Ke Udara…

Budaya-Tionghoa.Net | Banyak yang bilang Tiongkok adalah tukang meniru , ada benarnya juga seh. Tetapi apa salah meniru yang baik, dan akhirnya dapat me...

Heri Tanta - avatar Heri Tanta 17 May 2012 Militer

Read more

Tionghoa

Prev Next

Riwayat Liem Koen Hian (IV)

Budaya-Tionghoa.Net |  Toean Liem Pegang Sin Tit Po (2 September 1929 sampe – 19 Desember 1932) 3 taon sadja ia pegang Sin Tit Po atawa satoe taon lebih s...

Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) - avatar Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) 18 May 2012 Sejarah Tionghoa

Read more

Benny Mok Sau Chung : Profil

Budaya-Tionghoa.Net | Max Mok Sau Chung dilahirkan di Hong Kong pada tahun 1960. Dia juga dikenal sebagai  Benny Mok Sau Chung  . Mok adalah  seorang arti...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Sosialita

Read more

Data

Prev Next

Nasehat Pernikahan Jaman Dulu : Bag…

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini nasehat pernikahan jaman dulu , dimuat di Liberty pada bulan November 1931 , dalam bahasa masa itu. Tentunya nasehat ini belum...

Tjiong Djie Nio (via Tjendela)  - avatar Tjiong Djie Nio (via Tjendela) 12 Apr 2012 Arsip || Dokumen | Artikel

Read more

Tabel Variasi Linguistik

Budaya-Tionghoa.Net | Variasi linguistik dikalangan Han-Chinese merujuk pada istilah fangyang 方言 , yang umum diterjemahkan sebagai "dialek" atau "topolect". D...

 - avatar 14 Jan 2012 Tabel

Read more

Seni

Prev Next

Wu Rujun Sang Pangeran Jinghu

Budaya-Tionghoa.Net |  Wu Rujun (吳汝俊) , tidak banyak orang yang mengenal musikus ini. Ia dilahirkan di Nanjing pada tahun 1963, ayahnya juga seorang mus...

Chendra Ling Ling - avatar Chendra Ling Ling 12 May 2012 Seni Musik

Read more

Kajian Film : “Curse Of The Golden …

Budaya-Tionghoa.Net | Curse Of The Golden Flower adalah film epik kolosal yang disutradai Zhang Yimou.  Skenario film ini diadaptasi dari sebuah drama tra...

 - avatar 11 May 2012 Sinematografi

Read more

Buku

Prev Next

Review Buku : "Mao The Unknown Stor…

Budaya-Tionghoa.Net | Seorang kawan (SML) meminjami saya buku Jung Chang yang ditulisnya bersama suaminya Jon Halliday, (seorang sejarawan), terjemahan bahasa B...

Ibrahim Isa  - avatar Ibrahim Isa 16 May 2012 Buku

Read more

Polemik Dan Perdebatan Seputar Buku…

Budaya-Tionghoa.Net | Buku Gavin Menzies yang terbit pertama kalinya ditahun 2002 ini, telah menimbulkan polemik dan perdebatan yang yang sengit antara pihak-pi...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Buku

Read more