Qīn Chāi Dà Chén 欽差大臣 | Tamu Agung | Gogol's Inspector
Budaya-Tionghoa.Net | Sandiwara karangan Nikolai Gogol [1809-1852][1] ini sering dimainkan di Tiongkok setelah tahun 50-an, terutama karena pengarang dari Rusia, tapi juga merumpikan pejabat kerajaan kacau balau. Setelah merdeka tentu bisa juga untuk vivere pericoloso[2] mengenai pejabat republik. Usmar Ismail pernah membuat , katanya, filem "Tamu Agung" menyadur karangan Gogol ini tahun 50-an pula. Itu sebelum Orde Baru selagi pejabat bekerja bukan mencatut. Entah filem masih terpelihara atau hilang. Anda pernah menonton?
|
||||
Sayang sekali gerak gerik masih bergaya sandiwara kuno. Masih ragu mau maju, terseret adat opera. Tapi teknik dasar pengucapan baik sekali, dan pengaturan panggung cukup baik. Sayang hanya beberapa kali aku tertawa sendiri atau bareng beberapa orang lain. Hanya sesekali penonton grrr. Kapan mereka mau menampilkan sandiwara Gao Xingjian [3][4] , akan saya beli karcisnya. Dan itu mungkin tak akan terjadi dengan kelompok Republik Rakyat Tiongkok dalam waktu dua belas tahun lagi.
Saya berdua menggandeng isteri yang beraliran Babah Landa, terpaksa dia baca nas di layar rapat samping panggung. Dasar bukan teater ahli, tulisan enak saja berganti ukuran dan terjemahan kamus Tiongkok, sulit dibaca kalau aksara dikecilkan karena mau cukup layar atau kalimat tersendat. Jadi setelah beberapa kali saya tengok beliau, saya tanyakan apa lebih baik pulang saja. Langsung dengan senang dia setujui. Ternyata mudah sekali membuat beliau gembira. Demikianlah kami berjalan keluar dengan istilah lain pinjaman dari Ratu E: "Walk Out", tanpa menoleh balik tidak terasa sesal.
===
Salam,
Yan
Sumber : Http://kumpulrebo.multiply.com/tag/Tionghua
***
Catatan Admin
[1] Nikolai Gogol adalah novelis terkemuka Rusia , sejaman dengan Alexander Pushkin [1799 -1837] , dan pendahulu dari nama besar lainnya seperti Leo Tolstoy [1828-1910].
[2] Vivere Pericoloso , frasa italia yang digunakan Soekarno yang berarti "living dangerously" dalam pidato di hari kemerdekaan 17 Agustus , 1964
[3] Gao Xingjian , seorang Tionghua peraih nobel sastra di tahun 1990 , diskusi mengenai Gao Xingjian di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/58109
[4] Zhou Fuyuan , "Perbandingan Sastra Barat dan Tiongkok " , http://web.budaya-tionghoa.net/home/878-perbandingan-sastra-tiongkok-a-sastra-barat

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Budaya Tionghoa




