Resensi Film Klasik : The Kingdom And The Beauty
Budaya-Tionghoa.Net | Ada pertanyaan dari salah satu member : Saya mau minta petunjuk, karena dari kecil saya sudah bertanya soal hal ini. Ada suatu drama lagu yang sangat terkenal, mohon diberitahu namanya kalau tahu. Dimana seorang raja (atau pangeran?) menyamar dan mengunjungi sebuah desa dan masuk ke toko arak. Sang raja rupanya tertarik dengan gadis penunggu kedai arak. Lalu sang gadis penunggu arak menjawab dalam lagu:" Wo men mai ciu cuo sen yi, pu tung ai ye pu tung jing" yang kalau diterjemahkan "Kami jual arak cuma berdagang tidak mengerti cinta ataupun kasih". Sebenarnya apakah maksudnya? Dalam konteks apakah? Mohon pencerahannya, terima kasih. Salam, LT.
|
||||
Drama yang dimaksud itu berjudul "Jiang Shan Mei Ren". Kisah yang romantis ini bermula dengan Zhu Houzhao atau Kaisar Zhengde dari Dinasti Ming, yang muda dan tampan. Kaisar yang malas menjalankan pemerintahan, lalu menyamar menjadi orang biasa dan turun ke selatan. Dalam perjalanannya itu, ia jatuh cinta kepada seorang gadis desa , Li Feng , adik dari pemilik kedai anggung di Mei Lung, yang juga menjual arak. Sebenarnya, sang gadis juga jatuh cinta pada sang kaisar yang ganteng itu. Ini adalah cinta pada pandangan pertama dan semuanya berjalan lancar sampai ketika Ibu Suri memerintahkan Kaisar untuk pulang.
JUDUL
The Kingdom And The Beauty
BINTANG
Lindai , Chao Wei , Chin Chuan ,
Yang Chiching , Wong Yuenloong
PRODUKSI
Shaw Brother
DISTRIBUTOR
Musica Videovan
DURASI
97 Menit
Penggalan drama itu adalah mengisahkan pertemuan mereka berikutnya, sang kaisar ingin mengembalikan sapu tangan sang gadis. Lalu sang gadis memberanikan diri menanyakan identitas sang kaisar, karena ia tidak bisa tidur dan tidak tenang memikirkannya (zuo li nan an = duduk salah berdiri juga salah). Lalu sang kaisar menyatakan cintanya pada sang gadis. Sang gadis ingin menolak dengan alasan hari ini abangnya tidak ada di rumah sehingga tidak menjual arak. Sang kaisar lalu bergombal kalau sang gadis lebih menarik daripada arak itu sendiri, artinya ia datang bukan untuk minum arak.





Sang gadis menjawab : "wo men mai jiu zuo ying sheng, bu dong ai ye bu dong qing" yang arti harfiahnya "kami menjual arak untuk penghidupan, tak mengerti cinta ataupun kasih." Namun sebenarnya arti tersirat adalah "kami hanyalah rakyat kecil (plus dia sendiri adalah wanita) yang tak berhak mencintai atau mengasihi orang."
Sang kaisar lalu menjawab : "Wei shi me zuo li nan an shui bu ning?" artinya "mengapa tidak tenang dan tidak bisa tidur?". Yaitu mengapa tidak tenang memikirkan sang kaisar kalau memang sang gadis tidak mengerti cinta. Seterusnya tidak saya karena telah terjawab pertanyaan Bung LT.
Mengapa bisa ada potongan kalimat seperti itu? Karena di zaman dulu, wanita tidak boleh/berhak memilih sendiri laki-laki yang dicintainya sebagai pasangan hidup. Mereka cuma menunggu dijodohkan, jadi kondisi ini dibahasakan menjadi "tak berhak mencintai dan mengasihi orang".
Drama ini terkenal berkat film keluaran Shaw brothers, tahun 70an, yang didukung oleh Lin Dai. Film ini keluar tahun 1958 dengan judul Inggris THE KINGDOM AND THE BEAUTY. Suksesnya film ini membuat populer genre huang mei diao (opera plum kuning), termasuk Sam Pek Eng Tay (Liang Shan Po yu Chu Ying Tai yang dibintangi oleh Ling Po). DVD baru keluaran IVL ada teks bahasa Indonesia nya.
Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Budaya Tionghua




