Print
PDF

Dinasti Xia : Keruntuhannya , Matahari Yang Tidak Mungkin Jatuh

Written by Hendri Irawan on .

<

Budaya-Tionghoa.Net | Tahun 1730 BCE, raja Jie dari dinasti Xia marah akibat upeti yang dipersembahkan oleh adipati/raja muda setempat bernama Youshi terlalu sedikit. Raja Jie lalu memerintahkan pasukan kerajaan untuk menghukumnya. Youshi yang sadar pasukannya tidak mungkin menandingi pasukan kerajaan menyerahkan putrinya sendiri yang bernama Meixi dan berbagai perhiasan berharga untuk meredakan kemarahan raja Jie.Sebelumnya, Mei Xi dititipkan pesan oleh ayahnya agar mencari cara untuk menghasut rakyat melawan raja Jie.

ARTIKEL TERKAIT :

Raja Jie sangat menyukai kecantikan Mei Xi dan menjadikannya sebagai selir kesayangan lalu melimpahinya dengan berbagai kemewahan. Mei Xi segera menjalankan rencana ayahnya dengan mengatakan bahwa dia tidak mungkin tinggal di istana kecil yang jelek. Sang raja lalu memerintahkan pembangunan sebuah istana besar dan mewah untuk memenuhi permintaan Mei Xi.

Pembangunan istana ini membawa penderitaan dan kesengsaraan bagi banyak rakyat jelata. Setelah selesai, raja Jie berkomentar bahwa istana baru itu tampak miring, karenanya dia menamakannya sebagai "istana miring". Istana baru ini sangat mewah, ruangannya dihiasi berbagai permata, batu giok dan gading, tempat tidurnya diukir dari batu giok yang sangat besar.


Kemudian raja Jie dan Mei Xi pindah ke istana baru, setiap hari bersenang-senang. Untuk itu Mei Xi menghasut raja Xie agar menambah 3000 penyanyi dan penari untuk menghibur. Tentu saja 3000 penyanyidan penari itu direkrut secara paksa dari rakyat jelata. Tidak hanya itu, raja Jie juga memerintahkan pejabat-pejabatnya untuk membangun sebuah kolam / danau buatan yang berisi anggur, di sekelilingnya ditanami pepohonan dan tanaman lainnya. Di pohon-pohon tersebut
digantungkan daging yang telah diawetkan (seperti dendeng). Karenanya, terciptalah ungkapan "kolam anggur dan pohon daging". Setiap hari kaisar Jie dan Mei Xi berpesiar dengan perahu mewah di kolam/danau buatan tersebut, menikmati kolam anggur dan pohon daging sambil dihibur dengan 3000 penari dan penyanyi yang mengelilingi kolam / danau buatan itu.

Setelah beberapa lama, Mei Xi bosan dengan nyanyian dan tarian dan tampat murung. Raja Xie yang mencoba membujuknya untuk berpesiar di kolam anggur pohon daging tanpa sengaja menarik dan mengoyakkan lengan baju sutra Mei Xi. Suara koyakan sutra membuat Mei Xi senang, ia lalu meminta raja Xie mengoyakkan lebih banyak kain sutra lagi.
Taishi, seorang pejabat senior, bersama bawahannya, Zhong Gu mencoba menasihati perilaku raja Jie yang tidak masuk akal. Namun raja Jie tidak menggubrisnya. Karena kecewa mereka lalu pindah mengungsi ke negara bagian Shang.

Berikutnya, giliran pejabat senior Guan Longfeng masuk istana untuk memberikan nasihat sambil membawa sebuah lukisan kuno. Ketika menghadap, raja Jie kemudian menanyakan perihal benda yang dibawa Guan Longfeng. Ia menjelaskan bahwa benda itu adalah sebuah lukisan kuno. Di dalamnya digambarkan bagaimana nenek moyang raja Xie, raja Yu membangun dinasti Xia. Raja Yu menderita bersama rakyat selama 13 tahun untuk membuat sistem pengairan guna mengatasi banjir yang sering terjadi di Tiongkok. Selama raja Yu memerintah, dia selalu hidup sederhana. Mendengarkan penjelasan ini, raja Jie malu dan marah. Dia lalu memerintahkan agar lukisan kuno itu dibakar. Guan Longfeng yang setia berusaha menyelamatkan lukisan itu dan menolak perintah raja Jie, akhirnya dia dihukum mati (dipenggal). Sesaat sebelum dihukum, Guan Longfeng masih sempat berusaha memberikan nasehat, namun tetap tidak dipedulikan.

Raja Jie kemudian menerima dua selir baru yang menurutnya lebih cantik dari Mei Xi. Dia lalu memerintahkan para pejabatnya untuk membangun dua istana miring yang baru dan lebih mewah untuk kedua selir barunya, namun para pejabat menjawab bahwa dana yang dimiliki keuangan kerajaan sudah tidak sanggup lagi untuk membangun kedua istana baru itu. Mendengar itu, raja Jie bermaksud mengirimkan pasukan untuk menaklukkan dan merampok negara bagian Shang yang kaya. Akan tetapi, pasukan kerajaan juga tidak mempunyai sumber daya lagi untuk mewujudkan keinginan raja Jie. Semua sumber daya negara telah habis dihambur-hamburkan oleh raja Jie dan Mei Xi.


Zhao Liang, seorang pejabat yang licik kemudian menawarkan sebuah ide "memancing harimau turun gunung" kepada raja Jie yang langsung disetujui. Zhao Liang lalu berangkat ke negara bagian Shang sebagai duta negara untuk mengundang raja muda negara bagian Shang, Cheng Tang, datang ke istana Xia dengan alasan raja Jie ingin membahas urusan negara dengan raja muda Cheng Tang. Setibanya Cheng Tang di Xia, dia langsung ditahan di penjara.

Para pejabat Shang lalu mengumpulkan banyak upeti perhiasan dan wanita cantik untuk menebus raja muda Shang. Gembira atas upeti baru itu, raja Jie kemudian mengibaratkan dirinya seperti matahari di langit yang tidak pernah/mungkin jatuh. Karenanya, muncul ungkapan "matahari yang tidak mungkin jatuh".


Setelah bebas dari penjara, raja muda Cheng Tang berusaha keras memakmurkan negara, mengembangkan produksi pertanian dan menunjuk orang-orang berdasarkan jasa dan bakat mereka. Ia lalu mengangkat seorang bijaksana dari klan Youxin bernama Yi Yin. Dia lalu memanggil Yi Yin untuk berdiskusi. Dalam diskusi tersebut, Cheng Tang memuji kebijaksaan dan ketajaman politik Yi Yin, lalu ia meminta Yi Yin membujuk raja Jie untuk meninggalkan cara-caranya yang jahat. Untuk itu Yi Yin segera berangkat ke Xia. Namun tak lama kemudian, Yi Yin sudah kembali. Raja muda Cheng Tang yang heran bertanya kepada Yi Yin mengapa ia cepat sekali kembali. Yi Yin lalu menjawab bahwa dia sudah mengamati raja Jie dari dekat dan menurutnya bahwa raja Jie sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Dia lalu menyarankan agar raja muda Cheng Tang mengerahkan segala sumber daya untuk menggulingkan dinasti Xia.


Menuruti saran Yi Yin, Cheng Tang lalu mempersiapkan segalanya. Setelah semuanya dipersiapkan, dia lalu melancarkan pemberontakan yang didukung oleh mayoritas rakyat dan tentara. Pemberontakannya
berhasil, dalam perang penentuan di daerah Mingtiao, pasukan Xia akhirnya kalah. Raja Jie kemudian ditangkap dan dipenjara di Nanchao. Tiga tahun kemudian dia wafat. Dengan itu, berakhirlah dinasti Xia dan dinasti Shang bangkit. Matahari palsu itu akhirnya jatuh juga.

Henyung

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | ICCSG | Facebook Group Budaya Tionghoa

REFERENSI :

  1. Tian Hengyu , "Infamous Chinese Emperors" ,

Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan link aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.




Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
 

blog comments powered by Disqus

Kalender

Prev Next

2012.05.08 Seminar Nasional : "Pera…

Rekan2 Yth, Mohon kehadiran Anda yg berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Kehadiran Anda semua akan sangat berarti bagi kami. Terimakasih dan salam budayaDidi ...

Didi Kwartanada - avatar Didi Kwartanada 07 May 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

21-22 April 2012 | Acara Kirab Ritu…

Forward : Informasi dari Wajah Kota Lasem di Facebook Page Budaya Tionghoa ** ACARA KIRAB RITUAL BUDAYA dan  H.U.T MAKCHO THIAN SIANG BO di Tiongkok Kecil (LA...

Wajah Kota Lasem  - avatar Wajah Kota Lasem 18 Apr 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

Tradisi

Prev Next

Bhutan , Diantara Tiongkok dan Indi…

Budaya-Tionghoa.Net | Orang Bhutan dikenal juga sebagai Bhote , Bhotia , Bhutia , etc yang tinggal di negara Bhutan. Negara kecil ini seluas 47 ribu kilom...

Huang Dada - avatar Huang Dada 19 May 2012 Dialek

Read more

Kwee Pang [2] - Anggapan Tahayul

Budaya-Tionghoa.Net | Jika point 1 sampai 4 yang menjadi penyebab umum terjadinya kweepang dan lebih kearah hubungan horizontal antar manusia. Maka point...

Ardian Cangianto - avatar Ardian Cangianto 19 May 2012 Adat Istiadat

Read more

Sejarah

Prev Next

Perjanjian Nanking (1842) Antara Qi…

Budaya-Tionghoa.Net | Perjanjian Nanking mengakhiri Perang Candu [1839-1842] dan Tiongkok menyerahkan Hong Kong ke Inggris , membuka sejumlah pelabuhan untuk pe...

Huang Dada - avatar Huang Dada 15 May 2012 Dinasti QIng

Read more

Tuduhan Dr. Geoffrey Wade Bahwa Zhe…

Budaya-Tionghoa.Net | Dr. Geoffrey Wade sebenarnya adalah sebuah nama misterius yang belum dikenal (nobody) dan baru muncul diantara para peneliti dan penulis s...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Tiongkok & Indonesia

Read more

Filsafat

Prev Next

Menyusun Altar Menurut Tradisi Tion…

Budaya-Tionghoa.Net | Jika menyusun altar menurut tradisi Tionghoa, sebenarnya mereka sedang menyusun alam semesta kecil di altar. Filsafat Tionghoa terka...

Xuan Tong & Ardian Cangianto - avatar Xuan Tong & Ardian Cangianto 12 May 2012 Filsafat Lain

Read more

Kitab Taiping jing 太平经

Budaya-Tionghoa.Net | Taiping jing太平经 adalah suatu kitab penting bagi Taoism yang isinya antara lain adalah masalah Taiping atau kedamaian yang agung. Kita perl...

Xuan Tong - avatar Xuan Tong 16 Apr 2012 Tao

Read more

Sains

Prev Next

Ketika Sistem Pengobatan Barat Dan …

Budaya-Tionghoa.Net | Sistem pengobatan Tionghua sering dianggap kuno dan ditinggalkan oleh sebagian orang Tionghua sendiri yang beralih ke dokter dengan ...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Pengobatan

Read more

Varian Rudal Panggul Darat Ke Udara…

Budaya-Tionghoa.Net | Banyak yang bilang Tiongkok adalah tukang meniru , ada benarnya juga seh. Tetapi apa salah meniru yang baik, dan akhirnya dapat me...

Heri Tanta - avatar Heri Tanta 17 May 2012 Militer

Read more

Tionghoa

Prev Next

Riwayat Liem Koen Hian (IV)

Budaya-Tionghoa.Net |  Toean Liem Pegang Sin Tit Po (2 September 1929 sampe – 19 Desember 1932) 3 taon sadja ia pegang Sin Tit Po atawa satoe taon lebih s...

Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) - avatar Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) 18 May 2012 Sejarah Tionghoa

Read more

Benny Mok Sau Chung : Profil

Budaya-Tionghoa.Net | Max Mok Sau Chung dilahirkan di Hong Kong pada tahun 1960. Dia juga dikenal sebagai  Benny Mok Sau Chung  . Mok adalah  seorang arti...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Sosialita

Read more

Data

Prev Next

Nasehat Pernikahan Jaman Dulu : Bag…

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini nasehat pernikahan jaman dulu , dimuat di Liberty pada bulan November 1931 , dalam bahasa masa itu. Tentunya nasehat ini belum...

Tjiong Djie Nio (via Tjendela)  - avatar Tjiong Djie Nio (via Tjendela) 12 Apr 2012 Arsip || Dokumen | Artikel

Read more

Tabel Variasi Linguistik

Budaya-Tionghoa.Net | Variasi linguistik dikalangan Han-Chinese merujuk pada istilah fangyang 方言 , yang umum diterjemahkan sebagai "dialek" atau "topolect". D...

 - avatar 14 Jan 2012 Tabel

Read more

Seni

Prev Next

Wu Rujun Sang Pangeran Jinghu

Budaya-Tionghoa.Net |  Wu Rujun (吳汝俊) , tidak banyak orang yang mengenal musikus ini. Ia dilahirkan di Nanjing pada tahun 1963, ayahnya juga seorang mus...

Chendra Ling Ling - avatar Chendra Ling Ling 12 May 2012 Seni Musik

Read more

Kajian Film : “Curse Of The Golden …

Budaya-Tionghoa.Net | Curse Of The Golden Flower adalah film epik kolosal yang disutradai Zhang Yimou.  Skenario film ini diadaptasi dari sebuah drama tra...

 - avatar 11 May 2012 Sinematografi

Read more

Buku

Prev Next

Review Buku : "Mao The Unknown Stor…

Budaya-Tionghoa.Net | Seorang kawan (SML) meminjami saya buku Jung Chang yang ditulisnya bersama suaminya Jon Halliday, (seorang sejarawan), terjemahan bahasa B...

Ibrahim Isa  - avatar Ibrahim Isa 16 May 2012 Buku

Read more

Polemik Dan Perdebatan Seputar Buku…

Budaya-Tionghoa.Net | Buku Gavin Menzies yang terbit pertama kalinya ditahun 2002 ini, telah menimbulkan polemik dan perdebatan yang yang sengit antara pihak-pi...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Buku

Read more