Add a comment
LISENSI PENGGUNAAN : Anda diperkenankan untuk memuat ulang , mempublikasi ulang untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Harap mengikuti netiket sebagai manusia yang BERBUDAYA untuk menyertakan NAMA PENULIS & LINK AKTIF ke situs kami [www.budaya-tionghoa.net]
Budaya-Tionghoa.Net | Ketika membicarakan Qin SeHuang , rata-rata orang menyebut Li Se , Lv BuWei , Meng Tian , Wang Jian , Bai Qi dan lain-lain sebagai orang-orang yang turut mensukseskan Qin SeHuang menyatukan daratan Tiongkok. Lv Bu-wei sebenarnya adalah ayah kandung dari Qin Shi-huang. Versi sejarah yang saya tahu adalah, Lv Bu-wei meng"hadiah"kan salah satu selirnya Zhao Ji kepada Raja Qin Zhuang-xiang. Waktu itu, Zhao Ji telah hamil dan akhirnya melahirkan Qin Shi-huang, sehingga Qin Shi-huang dianggap anak kandung oleh Raja Qin Zhuang-xiang.
Add a commentBudaya-Tionghoa.Net | Latar belakang pembakaran buku-buku oleh Qin ShiHuang sebenarnya lebih kearah pemersatuan ideologi. Perlu kita ketahui bahwa kerajaan Qin sudah menerapkan faham Legalism sejak reformasi oleh ShangYang. Sedangkan faham Ru Jia tetap diterima oleh kerajaan Qin tapi tidak dipakai sebagai landasan pemerintahan.
Add a comment
Add a comment
Budaya-Tionghoa.Net | Dinasti Qin (221 – 206 SM). Umur dinasti Qin ini yang berhasil menyatukan Tiongkok dari perpecahan dan peperangan antar negara sesungguhnya tergolong singkat, yakni hanya dari tahun 221 – 207 SM atau hanya sekitar 14 tahun. Asal mulanya Qin merupakan salah satu dari tujuh negara bagian terkuat pada akhir Dinasti Zhou. Meskipun usianya hanya singkat, namun dinasti ini memiliki beberapa arti penting bagi perkembangan budaya Tionghoa. Untuk memahaminya kita perlu mempelajari secara singkat riwayat pendiri dinasti ini yang bergelar Qin Shihhuangdi.
Add a comment
Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini ada catatan tambahan mengenai Kaisar Qin Shihuangdi yang juga menarik untuk disimak. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa Qin Shihhuangdi tidak bisa disebut kejam dan lalim, tapi seorang pelaksana yang tegas, taat dan modern. Raja yang terdahulu jika mengusai negara lain, maka raja tersebut akan membagi-bagikan daerah kekuasaan barunya kepada sanak famili dan para bangsawan, namun tidak demikian halnya dengan Qin Shihhuang.
Dia menciptakan pemerintahan pusat yang belum ada sebelumnya, membagi negara menjadi propinsi, kabupaten, kecamatan dan kelurahan, pejabat propinsi dan kabupaten ditetapkan oleh pemerintah pusat. Struktur negara juga diringkas menjadi 3 perdana menteri dan 9 menteri, dia mengubah system feodalisme istana menjadi system ketatanegaraan. Untuk hal ini, mungkin dialah penguasa pertama di dunia ini yang menerapkan manajemen modern.
Dia seorang pekerja keras, walaupun telah mengalami berkali-kali penghadangan tapi dia tetap melakukan perjalanan dalam peninjauan dan pengawasan perbangunan negaranya, bahkah dia mati dalam perjalanan tugasnya. Selain membuat terusan yang menghubungkan sungai Huang He, Huai He dan Chang Ciang, dia juga membangun jaringan transportasi seluruh negara dari pusat ibukota dan mengagalkan reboisasi.
Mengenai korban pembangunan Tembok Besar, tentu bukan suatu kelaliman kaisar, tapi itu adalah salah satu benteng pertahanan strategis secara militer, hanya karena medan yang sangat buruk maka terjadilah banyak korban, kalau dibandingkan dengan para kaisar zaman sebelumnya yang membangun istana dengan memaksa rakyat berbakti denan cuma-cuma yang juga memakan korban banyak, tentu korban dalam pembangunan Tembok Besar lebih memiliki nilai yang lebih tinggi.
Dan tembok-tembok itu sebenarnya adalah menyambung tembok-tembok yang telah ada serta membangun tembok-tembok baru. Pada masa itu, keturunan dari para bangsawan dan kerabat raja-raja dari 6 negara yang dikalahkan, terus berusaha membunuh atau menjatuhkan Qin Shihuangdi, selain mencari satria untuk menghadang, mereka juga mendekati para sarjana terutama aliran Konfusianis, para sarjana dan rakyat memang belum terbiasa hidup dalam pola hidup yang disiplin sesuai undang-undang Qin, maka banyak sarjana aliran ini menulis kritikan yang tidak membangun dan mencela kebijaksanaan Qin, mereka menolak penerapan sistim baru yang membongkar habis pola pikir feodal dan menuntut kembali pada pola kekaisaran tempo dulu.
Untuk mengamankan pelaksanaan reformasi, maka para sarjana itu ditangkap dan tulisan-tulisan mereka disita. Buku-buku tradisional yang tidak sesuai dengan kemajuan zaman diperintahkan untuk dibakar oleh pemiliknya. Apabila dalam kurun waktu 60 hari tidak dibakar maka akan dijatuhi hukuman. Empat ratus enam puluh orang sarjana dari aliran Konfusianis terbukti mencela dan menyebarkan kebencian terhadap kaisar, maka mereka dihukum mati dengan jalan dikubur hidup - hidup (hukuman ini tidak hanya dilakukan oleh Qin Shihuang. Namun tidak ada sarjana yang menulis, bahwa raja lainnya juga pernah melakukan kekejaman semacam ini . Hal inu tentunya tidak adil secara sejarah). Tulisan mereka dan buku-buku yang disita dari mereka juga dibakar. Namun buku-buku yang tersimpan di perpustakaan atau karya asli dan aliran-aliran pemikir tidak dibakar, maka catatan sejarah masih utuh hingga kini.
Salah penafsiran atas Qin Shihhuang adalah dikarenakan hukumannya terhadap para sarjana Aliran Konfusianisme, dimana mereka selanjutnya justru mendapatkan tempat pada masa raja-raja berikutnya. Maka tulisan atau tafsiran tentang Qin Shihhuang selalu tidak sesuai dengan keadaan
yang sesungguhnya. Penulis atau pencatat sejarah kebanyakan sarjana dari aliran tersebut.
Budaya-Tionghoa.Net | AC
Add a commentRekan2 Yth, Mohon kehadiran Anda yg berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Kehadiran Anda semua akan sangat berarti bagi kami. Terimakasih dan salam budayaDidi ...
Didi Kwartanada 07 May 2012 Event Budaya Tionghoa
Forward : Informasi dari Wajah Kota Lasem di Facebook Page Budaya Tionghoa ** ACARA KIRAB RITUAL BUDAYA dan H.U.T MAKCHO THIAN SIANG BO di Tiongkok Kecil (LA...
Wajah Kota Lasem 18 Apr 2012 Event Budaya Tionghoa
Budaya-Tionghoa.Net | Papan ini sebenarnya adalah juga menghalangkan suatu doa atau pengharapan, yakni:
Ivan Taniputera 23 May 2012 Dewa Dewi - Pantheon Tiongkok
Budaya-Tionghoa.Net | Orang Bhutan dikenal juga sebagai Bhote , Bhotia , Bhutia , etc yang tinggal di negara Bhutan. Negara kecil ini seluas 47 ribu kilom...
Huang Dada 19 May 2012 Dialek
Budaya-Tionghoa.Net | Perjanjian Nanking mengakhiri Perang Candu [1839-1842] dan Tiongkok menyerahkan Hong Kong ke Inggris , membuka sejumlah pelabuhan untuk pe...
Huang Dada 15 May 2012 Dinasti QIng
Budaya-Tionghoa.Net | Dr. Geoffrey Wade sebenarnya adalah sebuah nama misterius yang belum dikenal (nobody) dan baru muncul diantara para peneliti dan penulis s...
Golden Horde 13 May 2012 Tiongkok & Indonesia
Budaya-Tionghoa.Net | Jika menyusun altar menurut tradisi Tionghoa, sebenarnya mereka sedang menyusun alam semesta kecil di altar. Filsafat Tionghoa terka...
Xuan Tong & Ardian Cangianto 12 May 2012 Filsafat Lain
Budaya-Tionghoa.Net | Taiping jing太平经 adalah suatu kitab penting bagi Taoism yang isinya antara lain adalah masalah Taiping atau kedamaian yang agung. Kita perl...
Xuan Tong 16 Apr 2012 Tao
Budaya-Tionghoa.Net | Sistem pengobatan Tionghua sering dianggap kuno dan ditinggalkan oleh sebagian orang Tionghua sendiri yang beralih ke dokter dengan ...
Kaipang 17 May 2012 Pengobatan
Budaya-Tionghoa.Net | Banyak yang bilang Tiongkok adalah tukang meniru , ada benarnya juga seh. Tetapi apa salah meniru yang baik, dan akhirnya dapat me...
Heri Tanta 17 May 2012 Militer
Budaya-Tionghoa.Net | Toean Liem Pegang Sin Tit Po (2 September 1929 sampe – 19 Desember 1932) 3 taon sadja ia pegang Sin Tit Po atawa satoe taon lebih s...
Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) 18 May 2012 Sejarah Tionghoa
Budaya-Tionghoa.Net | Max Mok Sau Chung dilahirkan di Hong Kong pada tahun 1960. Dia juga dikenal sebagai Benny Mok Sau Chung . Mok adalah seorang arti...
Kaipang 17 May 2012 Sosialita
Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini nasehat pernikahan jaman dulu , dimuat di Liberty pada bulan November 1931 , dalam bahasa masa itu. Tentunya nasehat ini belum...
Tjiong Djie Nio (via Tjendela) 12 Apr 2012 Arsip || Dokumen | Artikel
Budaya-Tionghoa.Net | Variasi linguistik dikalangan Han-Chinese merujuk pada istilah fangyang 方言 , yang umum diterjemahkan sebagai "dialek" atau "topolect". D...
14 Jan 2012 Tabel
Budaya-Tionghoa.Net | Wu Rujun (吳汝俊) , tidak banyak orang yang mengenal musikus ini. Ia dilahirkan di Nanjing pada tahun 1963, ayahnya juga seorang mus...
Chendra Ling Ling 12 May 2012 Seni Musik
Budaya-Tionghoa.Net | Curse Of The Golden Flower adalah film epik kolosal yang disutradai Zhang Yimou. Skenario film ini diadaptasi dari sebuah drama tra...
11 May 2012 Sinematografi
Budaya-Tionghoa.Net | Seorang kawan (SML) meminjami saya buku Jung Chang yang ditulisnya bersama suaminya Jon Halliday, (seorang sejarawan), terjemahan bahasa B...
Ibrahim Isa 16 May 2012 Buku
Budaya-Tionghoa.Net | Buku Gavin Menzies yang terbit pertama kalinya ditahun 2002 ini, telah menimbulkan polemik dan perdebatan yang yang sengit antara pihak-pi...
Golden Horde 13 May 2012 Buku