Wei Liao - Tim Sukses Qin SeHuang Dibelakang Layar
Budaya-Tionghoa.Net | Ketika membicarakan Qin SeHuang , rata-rata orang menyebut Li Se , Lv BuWei , Meng Tian , Wang Jian , Bai Qi dan lain-lain sebagai orang-orang yang turut mensukseskan Qin SeHuang menyatukan daratan Tiongkok. Lv Bu-wei sebenarnya adalah ayah kandung dari Qin Shi-huang. Versi sejarah yang saya tahu adalah, Lv Bu-wei meng"hadiah"kan salah satu selirnya Zhao Ji kepada Raja Qin Zhuang-xiang. Waktu itu, Zhao Ji telah hamil dan akhirnya melahirkan Qin Shi-huang, sehingga Qin Shi-huang dianggap anak kandung oleh Raja Qin Zhuang-xiang.
|
||||
Puluhan tahun kemudian Raja Qin Zhuang-xiang meninggal karena sakit dan digantikan oleh Qin Shi-huang yang masih bergelar Qin Wang-zheng (waktu itu ia masih bergelar raja karena China terbagi atas 7 kerajaan kecil). Karena masih kecil, maka Lu Bu-wei menggenggam kekuasaan atas nama Qin Wang-zheng. Malang nasibnya, Qin Wang-zheng setelah dewasa mengetahui rahasia bahwa ia bukan anak kandung dari raja terdahulu menyebabkan ia memutuskan untuk mengirimkan Lu Bu-wei ke perbatasan sampai kematiannya karena dipaksa bunuh diri. Tragis memang.
Ada satu tokoh lagi yang bisa dikatakan merupakan pemikir strategi perang Qin SeHuang , yaitu Wei Liao. Dimana hasil pemikiran Wei Liao
itu dituangkan kedalam buku strategi perang. Wei Liao dapat dikatakan sejajar dengan para ahli strategi perang seperti Zhang Liang , Zhuge Liang dan Jiang Zhi Ya. Wei Liao inilah yang mengatur strategi , membuat sistem pelatihan militer. Tapi Wei Liao sendiri tidak pernah turun ke medan perang.
Ketika Qin SeHuang berhasil menyatukan Tiongkok , Wei Liao dan diikuti oleh jendral Wang Jian mengundurkan diri. Berbeda dengan Lv
BuWei dan Li Se yang tidak mengundurkan diri, dimana nasib Lv dan Li amat mengenaskan karena dibunuh oleh Qin SeHuang sendiri.
Hal yang sama dilakukan pula oleh Zhang Liang sang penasehat perang Liu Bang. Bahkan Zhang Liang mengeluarkan pepatah yang terkenal dimana bunyinya seingat saya sebagai berikut," Binatang buruan sudah tertangkap , panah dan busur digantungkan ditembok , anjing pemburu dimasak."
Budaya-Tionghoa.Net |
Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan LINK aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar , tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.




