Tokoh Tionghoa

Print
PDF
Feb
22

Ang Ban Tjiong [1910-1938] - Pelopor Pantun Melayu Makassar

Author // Zhonghua Wenhua

Budaya-Tionghoa.Net | Ang Ban Tjiong lahir pada tahun 1910 di Makassar , Sulawesi Selatan sebagai putra kedua Ang Tjong Sioe. la berpendidikan Hollandsch Chineesche School (HCS). Lulus dari sekolah menengah, ia bekerja di majalah Favoriet yang dipimpin oleh pamannya, Ang Tjong Giao. Sayang sekali majalah Favoriet tidak beredar lama, kendati dibantu oleh para penyusun ternama di Jawa, seperti Ong Ping Lok dan Kho Ban Siok. la kemudian bekerja di harian Pembrita Makassar.

Add a comment
Print
PDF
Feb
22

Tan Deseng : Maestro Kesenian Sunda

Author // Huang Zhi Wang

Budaya-Tionghoa.Net | Dalam dunia seni Sunda , nama Tan Deseng begitu disegani dan dianggap maestro kesenian Sunda. Tan lahir di Bandung pada tanggal 22 Agusturs 1942. Tan anak kelima dari delapan bersaudara dari pasangan Tan Tjing Hong dan Yo Wan Kie. Keluarga ini tinggal di kawasan Tamim , Bandung.

Add a comment
Print
PDF
Feb
21

Lo Fang Pak [1738-1795] - Pendiri Lan Fang Kongsi

Author // Zhonghua Wenhua

Budaya-Tionghoa.Net | "Republik" Lan Fang--seperti istilah yang sering terdengar -- yang pernah di bentuk oleh orang orang Hakka dari Guangdong pada akhir abad ke-18. "Republik" ini berlangsung selama 107 tahun lamanya dan mencatat 10 "presiden" yang pernah memimpin di "republik" yang berlokasi di Kalimantan Barat ini. "Presiden" pertamanya adalah Lo Fang Pak atau Luo Fangbo 羅芳伯 . Beliau dilahirkan tahun 1738 di Guangdong , Meixian, pada tahun ke-3 Dinasti Qing dimasa pemerintahan Qianlong .  [Zhou Nanjing , p394] [ Benny Setiono , p189-193]

Add a comment
Print
PDF
Feb
20

Tan Tjien Kie : Peringetan Wafatnya Majoor Tan Tjin Kie

Author // Zhonghua Wenhua

Budaya-Tionghoa.Net | Tan Tjin Kie lahir pada tanggal 25 Januari 1853 di Cirebon dan meninggal pada tanggal 13 Februari 1919. Pada tahun 1884 Tan diangkat menjadi Luitenant Wess en Boedelkamer. Pada tahun 1888 , Tan menjadi Kapitein dan pada tanggal 1913 akhirnya menjadi Majoor. Pada tahun 1893 , pemerintahan Dinasti Qing memberikan gelar To-Han [Maharaja Kelas II] dan pada tahun 1908 , Tan mendapat promosi dari pemerintah Qing dengan pangkat To-Wan. Di tahun 1909 , Tan mendapat bintang Gouden Ster van Verdienste [Bintang Emas Untuk Jasa] . Tan juga menjadi ketua dari perkumpulan kematian Kong Djoe Koan ,perkumpulan THHK dan pelindung Hok Siu Hwee. Tan adalah pelindung utama kesenian jawa , "Een Grot Beschemer der Javaanse Kunst" [Dr Th Pigeaud, Javaanse Volksvertoningen , p114] . Tan juga seorang dermawan yang sering membantu korban bencana alam dan kelaparan di Tiongkok. Tan menyumbang 10 ribu f untuk mendirikan rumah sakit di Cirebon dan 10 ribu f untuk gedung THHK . Tan juga menyumbang untuk masjid di Luwung Gajah dimana ia memiliki dua pabrik gula dan satu istana megah di Binarong.

Add a comment
Print
PDF
Feb
19

Oey Kim Tiang [1903-1995]

Author // Golden Horde & Akhmad Bukhari Saleh

Budaya-Tionghoa.Net | Salah satu orang peranakan Tionghoa Tangerang ("Cina Benteng") yang terkenal di masyarakat penggemar cerita silat adalah Oey Kim Tiang (OKT) , yaitu yang merupakan salah satu pennerjemah cerita silat terbesar dan produktif selain Gan KL (Gan Kok Liang) . OKT juga dinilai merupakan satu-satunya penerjemah syair dalam cersil (cerita silat) ke dalam bahasa Indonesia. OKT (nama yang lebih dikenalnya) lahir di Tangerang pada tahun 1903 di Tangerang dan meninggal pada tahun 1995.

Add a comment