Print
PDF

Sejarah Keturunan Tionghoa yang Terlupakan

Written by Sie Hok Tjwan on .

<

Budaya-Tionghoa.Net | Sebelum kedatangan kaum kolonialis dari Eropa, hubungan orang Tionghoa dengan orang Pribumi di wilayah Indonesia tidak menunjukkan persoalan ras. Agama Islam di Jawa dan di Sumatera-Selatan datangnya dari Tiongkok. Alirannya Islam-Hanafi. Mesjid2 di pulau Jawa bagian utara jelas menunjukkan arsitektur Tionghoa. Orang Indonesia mengenal Wali Songo, yaitu sembilan orang sakti yang pertama2 menyebarkan agama Islam di Jawa. Delapan dari sembilan Wali ini adalah orang Tionghoa dengan gelar Sunan. Artinya "Su" dari Suhu atau dialek Fukien Saihu, Guoyu (Mandarin) Szefu dan "nan"= selatan. Wali yang satunya, yaitu yang ke 9, bergelar Syeh dari bahasa Arab "Sheik". Yang terachir ini alirannya Syi’it.

Artikel Terkait:

Laksamana Cheng Ho yang beragama Islam bukan saja menegakkan masyarakat Islam Tionghoa di Palembang tetapi juga di Sambas, Kalimantan-Barat. Di klenteng Sam Po Kong Semarang terletak kuburannya seorang Tionghoa Muslimin bernama Ong King Hong dalam dialek Fukien alias Wang Ching Hung bahasa Mandarin. Beliau dikenal sebagai Kyai Jurumudi "Dampo Awang", yalah jurumudinya laksamana Cheng Ho, "Sam Po Toa Lang". Toa Lang dalam dialek Fukien berarti orang besar. Di Gresik, Jawa-Timur, juga terdapat pusat Muslimin terdiri dari orang2 Tionghoa dan orang asing lain. Ketika itu belum ada anggauta Muslimin Pribumi. Pada tahun 1451 Bong Swee Ho yang berasal Champa mendirikan pusat Islam di Ngampel untuk orang2 Pribumi. Bong Swee Ho selanjutnya dikenal sebagai Sunan Ngampel. Puteranya Bong Swee Ho bernama Bong Ang adalah salah satu Wali Songo dengan nama Sunan Bonang. Penegak kerajaan Islam Demak, Raden Patah (Jin Bun), juga seorang Tionghoa atau Tionghoa-peranakan.

Hingga perang dunia ke II, rakyat di Jawa-Timur menamakan seorang laki2 Tionghoa-totok "kyai" yang berarti guru agama Islam, meskipun orang termaksud bukan orang Islam. Hal ini masih saya alami sendiri. Panggilan tsb peninggalan jaman lampau. Tionghoa-totok yang datang abad2 terachir pada umumnya tidak beragama Islam. Di Prajekan dekat Situbondo Jawa-Timur terdapat makam Cekong Mas, kuburan sakti tempat bersiarah kaum Muslimin dan orang Tionghoa yang tidak beragama Islam. Cekong Mas seorang Tionghoa bernama Han. Di kaki gunung Kawi juga di Jawa-Timur terletak makam Mbah Junggo, kuburan sakti bagi orang2 Pribumi maupun Tionghoa. Disekitarnya telah dibangun klenteng dengan ciri2 Tionghoa.

Kemudian datang jaman kolonial. Untuk keperluan berkuasa penguasa Belanda berpolitik adu-domba. Selama beberapa abad tertanam sikap anti-Tionghoa. Sedari gerakan kemerdekaan, seharusnya sikap anti-Tionghoa sudah dapat berangsur-angsur dihilangkan. Ini gagal disebabkan pimpinan politik pihak Pribumi maupun minoritas Tionghoa ternyata dalam hal ini kurang tepat garisnya, ditambah adanya campur tangan Amerika Serikat dan Inggris melalui dinas rahasianya masing2 CIA dan MI6. Campur tangan berupa bantuan dan dorongan untuk mengobarkan perasaan anti-Tionghoa semulanya dilakukan dalam rangka membendung pengaruh komunis RRT dan dewasa ini dilanjutkan karena aliran2 kolot di negara2 Barat memandang Tiongkok sebagai saingan besar yang sedang menaik.

(Bill Clinton bukan termasuk golongan kolot, dia dan juga Bung Karno beraliran terbuka terhadap bangsa2 serta kebudayaan2 lain. Soeharto pun bukan rasis anti-Tionghoa, tetapi terdorong oleh kepentingan politik kekuasaannya yang tidak menghiraukan Hak2 Azasi Manusia.) Korban salah-garis dan campur-tangan tadi yalah mereka yang lemah bela diri, yaitu golongan keturunan Tionghoa terutama di Indonesia. Hasutan terhadap orang Tionghoa tentunya juga dilakukan di negara2 Asean yang lain, namun hasilnya tak sebesar di Indonesia. Di negara2 tsb kedudukan orang Tionghoa didalam pemerintahan tidak menjadi masalah. Di Myanmar (Burma) tokoh di belakang layar jendral Ne Win keturunan Tionghoa. Demikian pula di Thailand perdana menteri Chuan Leekpai, di Pilipina bekas presiden Corazon Aquino dan 3 atau 4 menteri di Malaysia yang berketurunan Tionghoa.

Pengaruh Tionghoa dalam perjoangan kemerdekaan tidak sedikit. Gerakan nasional di Tiongkok pada permulaan abad ke 20 telah memberi dorongan besar pada gerakan kemerdekaan Indonesia. Mingguan Sin Po bulan Nopember 1928 yang pertama2 berani mempublikasi teks "Indonesia Raya" ciptaan W.R.Supratman yang sekarang dijadikan lagu kebangsaan Indonesia. Antara persuratkabaran Tionghoa-Melayu dan kaum nasionalis Indonesia telah terdapat persepakatan, dimana pers Tionghoa-Melayu mempergunakan istilah "Indonesia" dan sebaliknya kaum nasionalis Indonesia memakai istilah "Tionghoa". Sedari 1926 didalam tiap rombongan orang2 yang oleh penguasa kolonial dibuang ke Digul terdapat sedikit2nya satu orang Tionghoa.

Ketika pada tahun 1946 Konsul Jendral Chiang Chia Tung di Malang menyatakan Tiongkok sebagai salah satu 5 negara besar (one of the big five) berdiri dibelakang Republik Indonesia, orang2 Tionghoa disambut sebagai kawan seperjoangan. Beberapa pemuka Tionghoa di Jawa-Timur ikut mendekati serta berhasil negosiasi dengan perwira2 Angkatan Laut Jepang (Kaigun) yang bersimpati dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia untuk menunjuk tempat2 persembunyian senjata-api mereka. Tidak mengherankan bahwa pertempuran besar pertama melawan tentara Inggris, yang mendahului kedatangan tentara Belanda, terjadi di Jawa-Timur Surabaya. (Oom saya yang sebelum perang dunia ke II sekolah di Jepang ikut menyelenggarakannya.

Ayah saya 1946 dipasrahi fonds kemerdekaan oleh pemimpin2 Republik daerah Malang.) Di Jawa-Tengah olahragawan populer Tony Wen mengumumkan mendirikan pasukan kamikaze dipihak Republik. Dia bersama isterinya mendapat tepuk-tangan yang gemuruh. Soal pembunuhan besar2an di Sulawesi oleh Kapten Westerling, tidak banyak diketahui orang, bahwa kejahatan itu telah dihentikan oleh tindakan seorang tua Tionghoa-peranakan bernama Kong Siu Tjoan. Dia memberitahukan konsul Tionghoa Wang Tek Fun sedang terjadinya pembunuhan sewe-nang2 terhadap penduduk setempat dan minta segera diambil tindakan. Konsul Wang Tek Fun datang berserta gubernur Belanda dan kedua orang ini memerintahkan pasukan2 istimewa Belanda dibawah Westerling untuk seketika menghentikan perbuatannya. Di Jakarta terbentuk Pao An Tui. Didalam memo-arnya almarhum Oei Tjoe Tat ditegaskan bahwa anggapan Pao An Tui kakitangan Belanda adalah tidak benar. Pao An Tui ciptaan Soetan Sjahrir dari pihak Republik dan Oei Kim Sen yang kemudian menjadi komandan Pao An Tui dengan tujuan mem-bantu menjaga keamanan. Hal ini telah dibe-narkan Soebadio Sastrosatomo (sekarang almarhum), tokoh PSI dan tangan kanan Soetan Sjahrir.

Pao An Tui Jakarta tidak pernah kolaborasi dengan penguasa kolonial. Sebaliknya mereka sangat anti-Belanda. Memang ada elemen2 tertentu di beberapa daerah yang pro-Nica (Netherlands-Indies Civil Administration). Sifat ini tidak beda dengan golongan2 lain. Di semua golongan, Pri maupun non-Pri, terdapat orang2 yang pro-Nica. Pembunuhan orang2 Tionghoa oleh ge-rombolan2 yang tidak bertanggung-jawab se-perti di Tangerang dan lain-lain tempat mem-buat orang2 mencari perlindungan pada Nica dan mereka yang terkena berpaling ke Nica.

Kesalahan pimpinan politik minoritas Tionghoa, pada tahun 1946 mem-veto pembentukan batalyon Tionghoa untuk ikut serta dalam perjoangan merebut kemerdekaan Indonesia. Sesuai contoh kesatuan Nisei, keturunan Jepang di USA, yang ikut perang dipihak Sekutu dalam perang dunia ke II. Pimpinan keturunan Tionghoa menolaknya dan sebaliknya menganjurkan tiap orang Tionghoa yang ikut gerilya melebur dalam kesatuan2 Pribumi menurut aliran masing2. Akibatnya kini, minoritas Tionghoa sebagai golongan dipandang tidak ikut berjoang. Sebagai sesama bangsa Asia banyak orang Tionghoa solider dengan perjoangan kemerdekaan Indonesia melawan kekuasaan Barat.

Tercantum di ingatan orang2 Tionghoa, pada tahun-tahun 1930-an di satu taman di bagian konsesi Inggris di Shanghai terdapat tanda larangan masuk untuk "anjing2 dan orang2 Tionghoa". Tiongkok berkepentingan melenyapkan kekuasaan kolonial dari bumi Asia. Di Indonesia chalayak ramai pada umunya tidak mengenal orang2 Tionghoa yang dianugerahi bintang gerilya. Saya kenal orang Tionghoa-totok Sutrisna Lukman (almarhum Lauw Kim Seng) yang 3 kali mendapat bintang gerilya untuk jasanya mendatangkan senjata api diwaktu revolusi. Di Indonesia yang berkuasa di depan dan dibelakang layar adalah kaum veteran, yaitu bekas pejoang kemerdekaan. Dengan bataljon sendiri, minoritas Tionghoa akan mempunyai KURSI dan SUARA di kalangan veteran dan kedudukannya akan lebih kuat.

Mengingat jumlah orang Tionghoa di Indonesia hanya 3%, maka bagian mereka dalam memenuhi kebutuhan negara dapat dikatakan besar. Tanpa bantuan pemerintah anggauta mi-noritas Tionghoa telah membangun serta me-nangani aparat distribusi ke segala pelosok ne-gara. Harga toko Tionghoa terkenal jauh lebih murah daripada toko orang Barat. PP10 yang pada tahun 1960 menutup warung orang Tionghoa di desa2 telah mengakibatkan kema-cetan distribusi barang kebutuhan sehari2.

Konglomerat, yang banyak didirikan orang keturunan Tionghoa terkadang dimulai tanpa modal besar, setidak2nya dibutuhkan sebagai batu-loncatan. Bagaimanapun kelemahan2 yang terdapat pada konglomerat2, mereka telah memperkuat tulang punggung negara dalam menghadapi modal-besar internasional yang didukung oleh negara masing2 yang bukan sepeleh. Rencana "perusahaan merata" kecil2an yang juga diperbincangkan pada permulaan Orde Baru dengan pasti akan tersapu oleh modal besar internasional dan dijadikan bola permainan. ADANYA KONGLOMERAT MEMUNGKINKAN TIMBULNYA BANYAK USAHA2 MENENGAH YANG BERKAT JUMLAHNYA, DALAM KESELURUH-ANNYA HAMPIR MENANDINGI KAUM KONGLOMERAT. Krisis moneter terjadi akibat spekulasi jangka pendek modal bebas raksasa internasional yang menyerang pasaran valuta dan saham.

Faktor yang RELATIP BARU ini mampu mengakibatkan goncangan yang demikian hebatnya sehingga sebagai akibat permainannya, maka Inggris dalam keadaan lemah terpaksa mundur dari Exchange Rate Mechanism diwaktu krisis System Moneter Eropa bulan September 1992. Dengan cara yang hampir serupa ekonomi negara Mexiko, juga dalam keadaan lemah, dalam 2-3 hari telah digoncangkan. Bila krisis moneter di Indonesia hanya disebabkan oleh kelemahan2 yang terdapat pada konglomerat2, maka krisis tsb sudah lama terjadi. Malahan kenaikan ekonomi dalam tahun 1980an dan permulaan tahun 90an telah tercapai meskipun ada (in spite of) kelemahan2 tsb.

Dewasa ini lebih banyak orang Pribumi tampil kemuka dengan kesimpulan, bahwa memanfaatkan potensi dan kerjasama dengan orang2 keturunan Tionghoa adalah untuk kebaikan pembangunan nasional. Minoritas Tionghoa Indonesia nasibnya terikat dengan tanah Indonesia serta berkepentingan adanya negara Indonesia yang aman dan makmur. Ikatan warisan kolonial Asia Tenggara dengan Eropa meluntur. Secara geografis, kebudayaan dan kepentingan, Indonesia lebih dekat dengan negara2 Asean dan Tiongkok ketimbang Eropa. Karena letak geograpis, Mexico dan Amerika Serikat mau tidak mau juga berkembang mendekati satu sama lain. Kwartal ke 2 tahun 1999 ekspor California ke Mexico untuk pertama kali telah menggantikan ekspor ke Jepang sebagai nomor 1.

http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/532

Referensi :

  1. Amen Budiman "masyarakat Islam Tionghoa di Indonesia"
  2. H.J.de Graaf and Th.G.Th.Pigeaud "De eerst Moslimse vorstendommen op Java", "Islamic states in Java 1500-1700" "Chinese Muslims in Java in the 15th and 16th centuries"
  3. W.P.Groeneveldt "Notes on the Malay Archipelago and Malacca compiled from Chinese sources"
  4. H.Djajadiningrat "Critische beschouwing van de sedjarah Banten"
  5. J.Edel "Hikajat Hasanoeddin"
  6. Liem Yoe-Sioe "Die ethnische Minderheit der Ueberseechinesen im Entwicklungsprozess Indonesiens"
  7. V.Purcell "The Chinese in Southeast Asia"
  8. Sie Hok Tjwan "The 6th overseas Chinese state",Nanyang Huaren.
  9. O.W.Wolters "The fall of Srivijaya in Malay history"


Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
 

blog comments powered by Disqus

Kalender

Prev Next

2012.05.08 Seminar Nasional : "Pera…

Rekan2 Yth, Mohon kehadiran Anda yg berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Kehadiran Anda semua akan sangat berarti bagi kami. Terimakasih dan salam budayaDidi ...

Didi Kwartanada - avatar Didi Kwartanada 07 May 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

21-22 April 2012 | Acara Kirab Ritu…

Forward : Informasi dari Wajah Kota Lasem di Facebook Page Budaya Tionghoa ** ACARA KIRAB RITUAL BUDAYA dan  H.U.T MAKCHO THIAN SIANG BO di Tiongkok Kecil (LA...

Wajah Kota Lasem  - avatar Wajah Kota Lasem 18 Apr 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

Tradisi

Prev Next

Pernak-pernik Budaya Tionghua: Papa…

Budaya-Tionghoa.Net | Papan ini sebenarnya adalah juga menghalangkan suatu doa atau pengharapan, yakni:

Ivan Taniputera - avatar Ivan Taniputera 23 May 2012 Dewa Dewi - Pantheon Tiongkok

Read more

Bhutan , Diantara Tiongkok dan Indi…

Budaya-Tionghoa.Net | Orang Bhutan dikenal juga sebagai Bhote , Bhotia , Bhutia , etc yang tinggal di negara Bhutan. Negara kecil ini seluas 47 ribu kilom...

Huang Dada - avatar Huang Dada 19 May 2012 Dialek

Read more

Sejarah

Prev Next

Perjanjian Nanking (1842) Antara Qi…

Budaya-Tionghoa.Net | Perjanjian Nanking mengakhiri Perang Candu [1839-1842] dan Tiongkok menyerahkan Hong Kong ke Inggris , membuka sejumlah pelabuhan untuk pe...

Huang Dada - avatar Huang Dada 15 May 2012 Dinasti QIng

Read more

Tuduhan Dr. Geoffrey Wade Bahwa Zhe…

Budaya-Tionghoa.Net | Dr. Geoffrey Wade sebenarnya adalah sebuah nama misterius yang belum dikenal (nobody) dan baru muncul diantara para peneliti dan penulis s...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Tiongkok & Indonesia

Read more

Filsafat

Prev Next

Menyusun Altar Menurut Tradisi Tion…

Budaya-Tionghoa.Net | Jika menyusun altar menurut tradisi Tionghoa, sebenarnya mereka sedang menyusun alam semesta kecil di altar. Filsafat Tionghoa terka...

Xuan Tong & Ardian Cangianto - avatar Xuan Tong & Ardian Cangianto 12 May 2012 Filsafat Lain

Read more

Kitab Taiping jing 太平经

Budaya-Tionghoa.Net | Taiping jing太平经 adalah suatu kitab penting bagi Taoism yang isinya antara lain adalah masalah Taiping atau kedamaian yang agung. Kita perl...

Xuan Tong - avatar Xuan Tong 16 Apr 2012 Tao

Read more

Sains

Prev Next

Ketika Sistem Pengobatan Barat Dan …

Budaya-Tionghoa.Net | Sistem pengobatan Tionghua sering dianggap kuno dan ditinggalkan oleh sebagian orang Tionghua sendiri yang beralih ke dokter dengan ...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Pengobatan

Read more

Varian Rudal Panggul Darat Ke Udara…

Budaya-Tionghoa.Net | Banyak yang bilang Tiongkok adalah tukang meniru , ada benarnya juga seh. Tetapi apa salah meniru yang baik, dan akhirnya dapat me...

Heri Tanta - avatar Heri Tanta 17 May 2012 Militer

Read more

Tionghoa

Prev Next

Riwayat Liem Koen Hian (IV)

Budaya-Tionghoa.Net |  Toean Liem Pegang Sin Tit Po (2 September 1929 sampe – 19 Desember 1932) 3 taon sadja ia pegang Sin Tit Po atawa satoe taon lebih s...

Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) - avatar Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) 18 May 2012 Sejarah Tionghoa

Read more

Benny Mok Sau Chung : Profil

Budaya-Tionghoa.Net | Max Mok Sau Chung dilahirkan di Hong Kong pada tahun 1960. Dia juga dikenal sebagai  Benny Mok Sau Chung  . Mok adalah  seorang arti...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Sosialita

Read more

Data

Prev Next

Nasehat Pernikahan Jaman Dulu : Bag…

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini nasehat pernikahan jaman dulu , dimuat di Liberty pada bulan November 1931 , dalam bahasa masa itu. Tentunya nasehat ini belum...

Tjiong Djie Nio (via Tjendela)  - avatar Tjiong Djie Nio (via Tjendela) 12 Apr 2012 Arsip || Dokumen | Artikel

Read more

Tabel Variasi Linguistik

Budaya-Tionghoa.Net | Variasi linguistik dikalangan Han-Chinese merujuk pada istilah fangyang 方言 , yang umum diterjemahkan sebagai "dialek" atau "topolect". D...

 - avatar 14 Jan 2012 Tabel

Read more

Seni

Prev Next

Wu Rujun Sang Pangeran Jinghu

Budaya-Tionghoa.Net |  Wu Rujun (吳汝俊) , tidak banyak orang yang mengenal musikus ini. Ia dilahirkan di Nanjing pada tahun 1963, ayahnya juga seorang mus...

Chendra Ling Ling - avatar Chendra Ling Ling 12 May 2012 Seni Musik

Read more

Kajian Film : “Curse Of The Golden …

Budaya-Tionghoa.Net | Curse Of The Golden Flower adalah film epik kolosal yang disutradai Zhang Yimou.  Skenario film ini diadaptasi dari sebuah drama tra...

 - avatar 11 May 2012 Sinematografi

Read more

Buku

Prev Next

Review Buku : "Mao The Unknown Stor…

Budaya-Tionghoa.Net | Seorang kawan (SML) meminjami saya buku Jung Chang yang ditulisnya bersama suaminya Jon Halliday, (seorang sejarawan), terjemahan bahasa B...

Ibrahim Isa  - avatar Ibrahim Isa 16 May 2012 Buku

Read more

Polemik Dan Perdebatan Seputar Buku…

Budaya-Tionghoa.Net | Buku Gavin Menzies yang terbit pertama kalinya ditahun 2002 ini, telah menimbulkan polemik dan perdebatan yang yang sengit antara pihak-pi...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Buku

Read more