Print
PDF

Ang Ban Tjiong [1910-1938] - Pelopor Pantun Melayu Makassar

Written by Zhonghua Wenhua on .

<

Budaya-Tionghoa.Net | Ang Ban Tjiong lahir pada tahun 1910 di Makassar , Sulawesi Selatan sebagai putra kedua Ang Tjong Sioe. la berpendidikan Hollandsch Chineesche School (HCS). Lulus dari sekolah menengah, ia bekerja di majalah Favoriet yang dipimpin oleh pamannya, Ang Tjong Giao. Sayang sekali majalah Favoriet tidak beredar lama, kendati dibantu oleh para penyusun ternama di Jawa, seperti Ong Ping Lok dan Kho Ban Siok. la kemudian bekerja di harian Pembrita Makassar.

Artikel Terkait :

Tulisannya kebanyakan mengenai mistik, kehidupan spiritual, dan masalah sosial, sejalan dengan minatnya yang besar pada Gerakan Theosofi Annie Bessant dan Krishnamurti. la juga banyak menulis cerpen dengan nama samaran Mendoesin.  Ang menerbitkan satu buku kecil berjudul Pantoen Melajoe Makassar. Buku ini berisi 200 syair sejumlah 40 halaman yang ditulis dalam bahasa Melayu bercampur bahasa Makassar.

Pada masa Ang , Masyarakat di Makassar tertarik dengan pantun-pantun berbahasa Melayu. Kendalanya adalah bagaimana merukunkan kedua bahasa dan tiga budaya , baik Melayu maupun Makassar dan Tionghoa ? Ang mengambil jalan keluar dengan menciptakan pantun-pantun bilingual Makassar dan Melayu. Disekujur pantun-pantunnya kedua bahasa digunakan seimbang dan konsisten.  Pantun itu dipengaruhi oleh pantun-pantun Melayu Jakarta, dan  bahasa Makassar pada setiap akhir lariknya. Dan terlihat penggunaan leksikal yang merupakan hibrid dari tiga budaya , Makassar , Melayu dan Tionghoa.

Pantun-pantun yang berjumlah kurang lebih 200 bait , memiliki nilai estetika tersendiri karena kandungan kekayaan dan keragaman budaya .  Ang Ban Tjiong bersusah payah dalam memilih kata Melayu dan menyambungnya dengan kata Makassar lalu menyusunnya dalam larik dan menjadi bait yang harmonis dan penuh makna.

Pantun Ang Ban Tjiong ini sangat menarik dan ia menggunakannya sebagai media berceritera. Antara satu bait dengan bait lainnya terdapat hubungan erat yang saling sambung menjadi pantun berkait, seperti bait-bait berikut ini:


Enak rasanya rappo kadalle (buah kedele)
Didjoeal moerah djai taralle (banyak terbeli)
Soenggoe nona angerang dalle, (membawa rezeki)
Harep dateng a’mole-mole. (berkali-kali)
Pait rasanya dje’ne pa’balle, (cairan obat)
Tidak melawan ang-nginung sale (minum sale)
Harep dateng a’mole-mole, (berkali- kali)

Djikaloe bisa sabole-bole. (bersama-sama)

Syair-syair Ang Bang Tjiong juga berkisah tentang gadis cantik , gambaran kecantikannya , dan antara wanita dengan harta dan tahta. Deskripsi kecantikannya bisa dilihat dari penggalan "Eloknya nona sangkamma bunga" , "Eloknya nona tenna callana" , "Manisnya nona muri-murina" . Hubungannya dengan harta bisa dilihat dari penggalan "Harta itu niak boyanna " , "Cinta itu tak tena ballianna " . Unsur budaya Tionghoa terlihat dari kata toke , kampong Cina , nona.

Masuk di hutan akboya jonga
Mesti membawa kongkong pajonga
Eloknya nona sangkamma bunga (seperti bunga)
Jadikan ruma tuli sumanga (selalu bersemangat)


[.......]

Bagusnya bunga lango-langona
Dicium wangi nyamang rasanna
Eloknya nona tena callana (tanpa cela)
Bulan purnama erok rapanna (perumpamaannya)

[.......]

Bagusnya kain bunga-bungana
Ibarat mangga moncong bulona
Manisnya nona muri-murina (senyumannya)
Ibarat Intan kalabbiranna (kemuliannya)


[.......]

Sarung sutera nijaik-jaik
Dalam rumah tukang manjaik
Nona seorang minang kungai (paling kusuka)
Paling kupuji-puji bajik pakmaik (baik hati)



[.......]

Orang Dayak anngerang pana
Anak hartawan ri kampong Cina
Harta itu niak boyanna (bisa dicari)
Cinta itu tak tena ballianna (tidak dapat dibeli)



[.......]

Sunting mas tenna anggakna
Jikalau hilang paramatana
Surat menyurat tena balena
Jikalau jauh batangkalennna



[.......]

Jikalau kita jai dowetta
Juga pun tinggi kaporeanta
Ibarat raja tumapparenta
Duduk bertahta ri kalompoanta


Myra Sidharta dalam bukunya menyebutkan bahwa Ang Ban Tjiong tergolong seniman serba bisa: selain menulis, juga pandai menggambar, melukis, dan bermusik. la mahir bermain berbagai alat musik dari yang modern sampai yang tradisional kecapi Bugis, sambil menyanyikan lagu-lagu Bugis Makassar.  la juga menguasai bermacam cabang olahraga. Kelemahannya adalah ia suka minuman keras. Menurut pengakuannya, kegemarannya minum tersebut memberinya inspirasi untuk menulis dan berbicara. Setelah minum beberapa gelas ia dapat bernyanyi sampai larut malam. [Myra Sidharta , 2004] .

Ang meninggal di usia yang sangat muda , dua puluh delapan tahun. Tapi karyanya akan tetap abadi dan berguna bagi generasi berikutnya.

REFERENSI :

1. Myra Sidharta, "Dari Penjaja Tekstil sampai Superwoman" , 2004

2. Ang Ban Tjiong , "Boekoe Pantoen Melajoe-Makassar" ,

3. Shaifuddin Bahrum , " Sastra Makassar Karya China Peranakan" , Arsip Mailing-List Budaya Tionghua No 1545 , 29 Maret 2004

4. Ery Iswary , "Analisis Semiotik Kultural Pantun Bahasa Indonesia-Makassar

 

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa 6622



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
 

blog comments powered by Disqus

Kalender

Prev Next

2012.05.08 Seminar Nasional : "Pera…

Rekan2 Yth, Mohon kehadiran Anda yg berdomisili di Bandung dan sekitarnya. Kehadiran Anda semua akan sangat berarti bagi kami. Terimakasih dan salam budayaDidi ...

Didi Kwartanada - avatar Didi Kwartanada 07 May 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

21-22 April 2012 | Acara Kirab Ritu…

Forward : Informasi dari Wajah Kota Lasem di Facebook Page Budaya Tionghoa ** ACARA KIRAB RITUAL BUDAYA dan  H.U.T MAKCHO THIAN SIANG BO di Tiongkok Kecil (LA...

Wajah Kota Lasem  - avatar Wajah Kota Lasem 18 Apr 2012 Event Budaya Tionghoa

Read more

Tradisi

Prev Next

Pernak-pernik Budaya Tionghua: Papa…

Budaya-Tionghoa.Net | Papan ini sebenarnya adalah juga menghalangkan suatu doa atau pengharapan, yakni:

Ivan Taniputera - avatar Ivan Taniputera 23 May 2012 Dewa Dewi - Pantheon Tiongkok

Read more

Bhutan , Diantara Tiongkok dan Indi…

Budaya-Tionghoa.Net | Orang Bhutan dikenal juga sebagai Bhote , Bhotia , Bhutia , etc yang tinggal di negara Bhutan. Negara kecil ini seluas 47 ribu kilom...

Huang Dada - avatar Huang Dada 19 May 2012 Dialek

Read more

Sejarah

Prev Next

Perjanjian Nanking (1842) Antara Qi…

Budaya-Tionghoa.Net | Perjanjian Nanking mengakhiri Perang Candu [1839-1842] dan Tiongkok menyerahkan Hong Kong ke Inggris , membuka sejumlah pelabuhan untuk pe...

Huang Dada - avatar Huang Dada 15 May 2012 Dinasti QIng

Read more

Tuduhan Dr. Geoffrey Wade Bahwa Zhe…

Budaya-Tionghoa.Net | Dr. Geoffrey Wade sebenarnya adalah sebuah nama misterius yang belum dikenal (nobody) dan baru muncul diantara para peneliti dan penulis s...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Tiongkok & Indonesia

Read more

Filsafat

Prev Next

Menyusun Altar Menurut Tradisi Tion…

Budaya-Tionghoa.Net | Jika menyusun altar menurut tradisi Tionghoa, sebenarnya mereka sedang menyusun alam semesta kecil di altar. Filsafat Tionghoa terka...

Xuan Tong & Ardian Cangianto - avatar Xuan Tong & Ardian Cangianto 12 May 2012 Filsafat Lain

Read more

Kitab Taiping jing 太平经

Budaya-Tionghoa.Net | Taiping jing太平经 adalah suatu kitab penting bagi Taoism yang isinya antara lain adalah masalah Taiping atau kedamaian yang agung. Kita perl...

Xuan Tong - avatar Xuan Tong 16 Apr 2012 Tao

Read more

Sains

Prev Next

Ketika Sistem Pengobatan Barat Dan …

Budaya-Tionghoa.Net | Sistem pengobatan Tionghua sering dianggap kuno dan ditinggalkan oleh sebagian orang Tionghua sendiri yang beralih ke dokter dengan ...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Pengobatan

Read more

Varian Rudal Panggul Darat Ke Udara…

Budaya-Tionghoa.Net | Banyak yang bilang Tiongkok adalah tukang meniru , ada benarnya juga seh. Tetapi apa salah meniru yang baik, dan akhirnya dapat me...

Heri Tanta - avatar Heri Tanta 17 May 2012 Militer

Read more

Tionghoa

Prev Next

Riwayat Liem Koen Hian (IV)

Budaya-Tionghoa.Net |  Toean Liem Pegang Sin Tit Po (2 September 1929 sampe – 19 Desember 1932) 3 taon sadja ia pegang Sin Tit Po atawa satoe taon lebih s...

Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) - avatar Tjamboek Berdoeri (Djoelia 28) 18 May 2012 Sejarah Tionghoa

Read more

Benny Mok Sau Chung : Profil

Budaya-Tionghoa.Net | Max Mok Sau Chung dilahirkan di Hong Kong pada tahun 1960. Dia juga dikenal sebagai  Benny Mok Sau Chung  . Mok adalah  seorang arti...

Kaipang - avatar Kaipang 17 May 2012 Sosialita

Read more

Data

Prev Next

Nasehat Pernikahan Jaman Dulu : Bag…

Budaya-Tionghoa.Net | Berikut ini nasehat pernikahan jaman dulu , dimuat di Liberty pada bulan November 1931 , dalam bahasa masa itu. Tentunya nasehat ini belum...

Tjiong Djie Nio (via Tjendela)  - avatar Tjiong Djie Nio (via Tjendela) 12 Apr 2012 Arsip || Dokumen | Artikel

Read more

Tabel Variasi Linguistik

Budaya-Tionghoa.Net | Variasi linguistik dikalangan Han-Chinese merujuk pada istilah fangyang 方言 , yang umum diterjemahkan sebagai "dialek" atau "topolect". D...

 - avatar 14 Jan 2012 Tabel

Read more

Seni

Prev Next

Wu Rujun Sang Pangeran Jinghu

Budaya-Tionghoa.Net |  Wu Rujun (吳汝俊) , tidak banyak orang yang mengenal musikus ini. Ia dilahirkan di Nanjing pada tahun 1963, ayahnya juga seorang mus...

Chendra Ling Ling - avatar Chendra Ling Ling 12 May 2012 Seni Musik

Read more

Kajian Film : “Curse Of The Golden …

Budaya-Tionghoa.Net | Curse Of The Golden Flower adalah film epik kolosal yang disutradai Zhang Yimou.  Skenario film ini diadaptasi dari sebuah drama tra...

 - avatar 11 May 2012 Sinematografi

Read more

Buku

Prev Next

Review Buku : "Mao The Unknown Stor…

Budaya-Tionghoa.Net | Seorang kawan (SML) meminjami saya buku Jung Chang yang ditulisnya bersama suaminya Jon Halliday, (seorang sejarawan), terjemahan bahasa B...

Ibrahim Isa  - avatar Ibrahim Isa 16 May 2012 Buku

Read more

Polemik Dan Perdebatan Seputar Buku…

Budaya-Tionghoa.Net | Buku Gavin Menzies yang terbit pertama kalinya ditahun 2002 ini, telah menimbulkan polemik dan perdebatan yang yang sengit antara pihak-pi...

Golden Horde - avatar Golden Horde 13 May 2012 Buku

Read more