Yuan Xiao Jie
Budaya-Tionghoa.Net | Yuan Xiao Jie 啋 秖 誹 berkaitan dengan Tian Guan 毞 夥 atau Shang Yuan 奻 啋 yang merupakan bagian dari San Guan ゙ 夥 atau San Yuan ゙ 啋. Dan sering pula disebut Shang Yuan Jie 奻 啋 誹. Zhong Yuan 笢 啋 (Di Guan 華 夥 )dirayakan pada tanggal 15 bulan 7 sedangkan Xia Yuan 狟 啋 (Shui Guan 阨 夥 ) dirayakan pada tanggal 15 bulan 10.
|
||||
Dan masa dinasti Qin akhir ada perayaan Yuan Xiao dan menyalakan lentera untuk penghormatan kepada Tai Yi 怮 眣. Pada masa Han Wu Dinama Tai Yi dirubah menjadi Tai Yi 怮 珨 . Di masa dinasti Ming perayaan Yuan Xiao berlangsung dari tanggal 8 hingga tanggal 17 malam.
Jaman dahulu orang-orang menyebut Yuan Yue atau bulan satu adalah Xiao 秖 dan makna Yuan Xiao artinya adalah bulan purnama yang pertama di satu tahun. Pada tahun 180 BC , Liu Heng 隸 箝 (kaisar Han Wen Di 犖 恅 著) berhasil mengalahkan kekuatan keluarga almarhum ibu suri Lv 臍 dan kebetulan tanggal tersebut adalah tanggal 15 bulan 1. Karena kemenangan ini maka Liu Heng mengadakan amnesti massal dan bersama- sama rakyat merayakannya. Juga di masa itulah perayaan Cap Go Me dirayakan dengan lentera dan berlanjut hingga sekarang. Kadang hari Cap Gome juga disebut hari cinta kasih atau hari untuk mencari jodoh bagi para wanita yang belum menikah.
Sedangkan legendanya mengenai lentera Yuan Xiao juga menarik untuk disimak. Konon pada masa purba banyak binatang buas berkeliaran serta mengganggu manusia dan memakan binatang-binatang ternak. Manusia berkehendak melawan binatang-binatang buas tersebut kemudian mengorganisir pemburu binatang buas. Kebetulan pada saat itu ada burung dewa yang tersesat kemudian terjatuh dan dibunuh secara kejam oleh pemburu binatang. Kaisar Langit (Tian Di 毞 著 ) menjadi marah dan memerintahkan para tentara langit untuk membakar manusia , binatang peliharaannya dan kekayaannya pada tanggal 15.
Mendengar hal tersebut putri dari Tian Di merasa kasihan dan diam-diam turun ke bumi dengan menunggang awan serta memberitahu manusia. Manusia terkejut kemudian ada satu orang tua yang mengatakan untuk menghindari bencana tersebut , pada tanggal 14 , 15 dan 16 semua membakar petasan , menyalakan lentera sehingga terlihat bumi ini menyala-nyala karena api dan penuh dengan asap , sehingga Tian Di beranggapan bahwa bumi telah terbakar oleh api.
XUAN TONG
Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua 10795

