A+ A A-

Li Bai (Li Tai Po) Pujangga Termasyhur

Li Bai (Li Tai Po)
 
Pujangga Termasyhur Tiongkok dari Dinasti Tang lahir pada sekitar tahun 701, di Suyab (sebuah daerah di Asia Tengah dekat Tiongkok, yang sekarang menjadi negara Kyrgyzstan).
Dalam autobiografinya, Li Bai menulis tentang kehidupan bebas di masa mudanya di Sichuan :
“Saat aku berusia lima belas tahun, aku sangat menyukai permainan pedang, dan dengan itu aku bisa menantang beberapa pria yang juga mahir.”
Read more...

Sinopsis & Review Serial The Longest Day in Chang'an 2019

Budaya-Tionghoa.Net | The Longest Day in Chang’an 2019

~Original Title: Cháng'ān Shí'èr Shíchén 长安十二时辰
~Novel by: Ma Boyong
~Episodes: 48
~Release Date: 27 June 2019

Cast:
~Lei Jiayin as Zhang Xiaojing
~Jackson Yee as Li Bi
~Zhou Yiwei as Long Bo
~Peng Guanying as Qin Zheng
~Wu Xiaoliang as Cao Poyan
~Han Tongsheng as He Zhizhang
~Cai Lu as Cui Qi
~Lu Fangsheng as Yao Runeng
~Yu Ailei as Yuan Zai
~Djimon Hounsou as Master Ge
~Zhao Wei as Xu Bin
~Song Yunhao as Cheng Shen
~Feng Jiayi as Emperor Xuanzong of Tang
~Reyizha Alimjan as Tan Qi
~Xu Lu as Yang Yuhuan
~Wang Herun as Wen Ran
~Ai Ru as Wang Runxiu
~Gao Ye as Li Xiangxiang
~Li Yuan as Yu Chang
~Wang Sisi as Ding Tong'er
~Qu Shanshan as Xu Hezi
~Zhou Lula as Li Yu
~Sukhee Ariunbyamba as Mage'er
~Yin Zhusheng as Lin Jiulang
~Yang Yi as Wen Wuji
~Ge Zhao'en as Prince Yong

Sinopsis:

Pada hari festival lentera, Li Bi, pemimpin Jing'an shi (pasukan pengaman kota) mengetahui ada sekelompok teroris ingin membuat kekacauan di Kota Chang'an. Teroris yang menamakan diri mereka Pasukan Serigala berhasil menyusup ke dalam Kota Chang'an dan berencana membakar kota saat festival lentera berlangsung.
Tidak punya jalan lain, Li Bi memberikan amnesti khusus selama 24 jam kepada terpidana hukuman mati Zhang Xiaojing, untuk memburu pasukan serigala dan menggagalkan rencana mereka.
Tak ada yang mengira kalau waktu 24 jam yang diberikan Li Bi kepada Zhang Xiaojing akan menjadi 24 jam terpanjang dalam hidup mereka ketika konspirasi yang lebih besar menghadang.
Bersama Tan Qi, pelayan setia Li Bi, Zhang Xiaojing berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Chang'an.

chang an

Review:

Berlatar di masa akhir Dinasti Tang, Serial The Longest Day in Chang'an menyuguhkan detil-detil indah masa Dinasti Tang.
Mulai dari tata kota, administrasi, kostum, dandanan, hiasan rambut dan berbagai ornamen serta budaya asing yang bersinggungan dengan kerajaan Tang, semua disajikan dalam sinematografi yang cantik dan pengambilan gambar yang apik.
Bisa dibilang ini adalah serial layar kaca rasa layar lebar.
Kemudian dari segi cerita, bagi yang mecari romansa dan melodrama tidak perlu buang-buang waktu untuk menonton.
Iseng-iseng mengintip pun ndak perlu, karena serial ini bener-bener zero percintaan. Kalaupun ada percikan-percikan antara Zhang Xiaojing dan Tan Qi, percikan itu langsung menguap di udara saking tipisnya.
Namun bagi penyuka strategi, politik, konspirasi, suspense dan action, serial ini adalah best drama 2019.
Ketegangan, adu strategi serta keindahan Chang'an langsung terasa sejak detik pertama episode pertama. Tanpa pendahuluan, penonton langsung diterjunkan kedalam roller coaster alur cerita.

Rentang waktu 24 jam yang dituangkan sepanjang 48 episode dengan intensitas yang terjaga benar-benar memikat.
Seorang kawan yang sudah mendahului menonton pernah berkomentar kalau tokoh utama serial ini bukanlah Zhang Xiaojing, Li Bi atau Tan Qi, melainkan Kota Chang'an itu sendiri.
Saya setuju dengan pendapat tersebut. Setiap adegan berpusat pada Kota Chang'an, demi Kota Chang'an, cinta dan benci kepada Kota Chang'an, serta bagaimana Kota Chang'an dijadikan alat untuk memperoleh kekuasaan meskipun dengan memelintir kebenaran dan mengorbankan rakyat kota.

Meskipun indah secara visual, jangan mengharapkan adu jurus yang cantik. Disini adegan action yang ditampilkan bukan jenis action dengan koreo yang indah rapi seperti kebanyakan kostum drama. Sebaliknya, adegan actionnya lebih terasa riil karena baku hantam dilakukan ala preman jalanan dan prajurit perang. Sama sekali tidak indah, malah cenderung brutal, tapi justru terasa lebih alami dan nyata. Bagi yang sudah pernah menonton Assasin Creed, pasti akan familiar dengan salah satu karakter pembunuh bayaran di serial ini.
Sayangnya, adanya plot hole di episode-episode akhir merusak kesempurnaan serial ini. kalau saja lubang itu tidak ada, Serial The Longest Day in Chang'an akan berdiri sejajar dengan Serial Nirvana in Fire. Untuk pertama kalinya sejak menonton Nirvana in Fire tahun 2015 lalu, akhirnya ada yang bisa menyaingi dari segi intensitas, akting, plot, dan emosi. Bedanya ada di rasa. Saat menonton Nirvana in Fire itu terasa seperti tersedot kedalam lubang hitam. Sekali terjerat hanya bisa semakin tersedot dalam kesunyiannya, bahkan waktu terasa berjalan setengah lebih lambat dari yang seharusnya. Sedangkan saat menonton Longest Day in Chang'an terasa seperti naik kora-kora, dilempar jauh tinggi keatas hanya untuk dijatuhkan lagi kebawah, dan waktu terasa dua kali lebih cepat dari yang seharusnya, membuat otak tegang dan hati emosional.
Apalagi ditambah dengan akting mumpuni dari para pemerannya, rasa hati diaduk-aduk saking gemas, jengkel, sedih, simpati, gembira, frustasi dan berbagai macam perasaan lain.
Lepas dari segala kekurangannya, Longest Day in Chang'an ini best drama di 2019.

Telah ditayangkan di Kaypang Gallery KaGe, 30 Desember 2019

Penulis : Sdri. Larasasih Jatikusumo

 

Budaya-Tionghoa.Net Mailing-List Budaya Tionghua |  Facebook Group Budaya Tionghoa

Read more...

Sekilas Sejarah Tiongkok ( bagian 2 )

  • Published in Sejarah

Pada zaman Dinasti Han ini, terutama zaman Kaisar Han Wudi [Han Bu Te] 汉武帝, Tiongkok mencapai zaman keemasan. Karena itu rakyatnya sangat bangga menyebut dirinya orang Han. Istilah bangsa Han ini berlangsung sampai sekarang. Bangsa Han merupakan sekitar 94% dari penduduk Tiongkok saat ini. Orang Inggris menyebutnya the Han Chinese. Orang Tionghoa Indonesia hampir 100% adalah keturunan Han. Bahasanyapun disebut bahasa Han (Hanyu 汉语) dan hurufnya disebut huruf Han (Hanzi 汉字). Bahasa Mandarin adalah dialek standar dari bahasa Han, sedangkan bahasa Hokkian 福建, Kheq 客, Konghu 广府, Tiociu 潮州, Hokchnia 福清, dll. yang kita kenal di Indonesia merupakan dialek dari bahasa Han. Di luar Tiongkok, bangsa Han ini lebih dikenal sebagai orang Tionghoa 中华 atau Huaren 华人, sedangkan bahasa Han disebut bahasa Hua atau bahasa Tionghoa (Huawen 华文/Huayu 华语).

 

 

Liu Bang 刘邦
Pendiri Dinasti Han

 

Kaisar Han Wudi  汉武帝
Kaisar Dinasti Han

 

Setelah sekitar 400 tahun berdiri, kerajaan Hanmenjadi lemah.Kekuasaan jatuh ke tangan perdana menteri Cao Cao [Co Cho] 曹操, sedang yang tidak puas mendirikan kerajaan lain.Akhirnya Dinasti Han terpecah menjadi tiga negara yang berperang satu sama lain untuk memperluas wilayahnya. Di Utara ada kerajaan Wei [Gui] 魏, di timur ada kerajaan Wu [Gou] 吴, dan di barat ada kerajaan Shu [Siok] 蜀. Periode ini disebut zaman Tiga Negara [Sam Kok] 三国.

Pada saat ini muncul beberapa nama yang terkenal dalam sejarah Tiongkok, yaitu: Zhuge Liang [Cukat Liang] 诸葛亮 alias Kongming [Khong Bing] 孔明, seorang penasehat militer kerajaan Shu yang sangat pandai; kaisar kerajaan Shu yaitu Liu Bei [Lao Pi] 刘备, bersama kedua saudara angkatnya Guan Yu [Kuan Yi] 关羽 dan Zhang Fei [Tnio Hui] 张飞.

 

Liu Bei刘备, Guan Yu关羽, dan Zhang Fei 张飞
Mengangkat saudara di taman bunga persik

Sampai dengan saat ini, orang Tionghoa seluruh dunia masih sangat menghormati mereka, terutama memuja Guan Yu yang dianggap sebagai simbol gagah berani, jujur, bermoral tinggi dan welas asih.Ia disebut Guangong [Kuan Kong] 关公. Gong adalah sebutan kehormatan bagi orang yang sangat dihormati. Di mana-mana masih bisa kita temukan kelenteng yang memuja Guangong.

Kaisar Shu, Liu Bei, adalah keturunan Kaisar Han.SedangkanKaisar Wei adalah keturunan Cao Cao [Co Cho], perdana menteri Dinasti Han yang mengendalikan pemerintahan dan menyandera kaisar terakhir DinastiHan. Cao Pi [Co Phi] 曹丕, kaisar pertama negara Wei [Gui], adalah anak Cao Cao.

 

Cao Cao 曹操 (Ayah Cao Pi, kaisar pertama Negara Wei)

 

Zhuge Liang  诸葛亮
Penasehat Militer Negara Shu

Read more...

Kronologis Hubungan Tiongkok dan Indonesia serta Arus Migrasi (2)

Budaya-Tionghoa.Net|Berdasarkan catatan kronik “Han Awal” bab  “Catatan Geografi” 前漢書 地理志, pada masa pemerintahan Kaisar Sundi tahun pemerintahan Yongjian ke-6 ( 131 ) dituliskan bahwa ada utusan dari kerajaan Yetiao 葉調. Ini menandakan sudah ada hubungan diplomasi antara dinasti Han (202 BCE – 220 CE) dengan kerajaan Yetiao 葉調國 atau yang dikenal dengan sebutan lain Java Dvipa.

Read more...

Kronologis Hubungan Tiongkok dan Indonesia serta Arus Migrasi (1)

Budaya-Tionghoa.Net|Semua mahluk hidup di bumi termasuk manusia sedang dalam perpindahan, proses perpindahan berlanjut hingga kini bahkan di masa depan juga, asal muasal kedatangan orang Tionghoa Indonesia juga membuktikan fenomena ini. yang membedakan adalah manusia bisa melakukan refleksi atas migrasinya sedangkan binatang dan tumbuhan lebih kepada instinctive. Sejarah tentang orang Tionghoa Indonesia bisa dilihat catatannya berdasarkan catatan dan buku Tiongkok klasik yang mencatat.

Read more...

Insiden Gerbang Xuanwu : Beberapa Keraguan tentang Li Shimin

 

 

 

Source Image: Wikipedia

Budaya-Tionghoa.Net | Penulis menjadi terinspirasi untuk mengungkit soal ini gara-gara topik di grup sebelah tentang sejarah tradisi membakar uang kertas untuk leluhur yang sudah meninggal. Mengenai kisah tentang Li Shimin yang meninggal lalu bangkit kembali dan menceritakan perjalanannya di alam baka itu, penulis tak akan berkomentar. Kebetulan penulis tidak semulia itu untuk bunuh diri dulu buat "check and recheck", juga tidak segitu tebal muka untuk mengatakan segala kisah yang beredar dalam bangsa saya adalah 100% pasti benar.

Read more...

Sih Jin Kui ; antara Mitos dan Sejarah (2)

  • Published in Seni

Budaya-Tionghoa.Net| Tahun berikutnya dalam pertempuran di Hengshan, Xue Rengui bertemu seorang panglima Korea kenamaan, Wen Shamon. Seorang diri ia memacu kudanya memasuki barisan musuh sambil membidikkan panahnya.  Beberapa perwira musuh tewas disambar anak panahnya. Setelah itu dalam pertempuran di Shicheng, seorang ahli panah musuh juga berhasil menewaskan 10 orang perwira Tang. Xue Rengui marah besar, dilarikannya kudanya dengan kencang menerjang maju ke arah pemanah lawan. Satu persatu anak-panah lawan dihindari atau disampok jatuh. Akhirnya ia berhasil menawan panglima musuh tersebut.

Read more...

Sih Jin Kui ; antara Mitos dan Sejarah

  • Published in Seni

Budaya-Tionghoa.Net | Sih Jin Kui, bagi barang siapa yang gemar nonton wayang potehi pasti tidak asing dengan tokoh yang satu ini. Sekitar tahun 50-an ketika pertunjukan wayang potehi masih mendominasi perayaan–perayaan kelenteng, lakon Jendral Sih Jin Kui tidak pernah luput dari perhatian penonton, merupakan satu dari beberapa lakon yang paling digemari. 

Read more...

Li Yuan : Pendiri Dinasti Tang

Budaya-Tionghoa.Net |Ketika pemberontakan merebak luas di akhir Dinasti Sui , Li Yuan adalah seorang komandan di Taiyuan. Keluarganya berasal dari kawasan perbatasan dan memiliki asal usul campuran. Setelah menghabiskan waktu selama beberapa tahun di Pegunungan Taihang, Li kampanye menuju ibukota Sui , Daxingcheng , di tahun 617 M . Tahun berikutnya Li menerima abdikasi kaisar Sui , menjadi kaisar Gaozu dan mendirikan dinasti baru , Dinasti Tang.  Pada awalnya , Li Yuan hanya mengontrol  kawasan Guanzhong sementara kawasan lainnya masih diduduki oleh rival-rival utamanya dengan kekuatan berkisar ratusan ribu prajurit.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto