A+ A A-

‘Si 寺’, Bukan Hanya Vihara

Budaya-Tionghoa.Net |Salah satu tujuan wisata di Kota Luoyang adalah Vihara/Klenteng Kuda Putih (Baimasi 白馬寺). Vihara tersebut didirikan pada tahun 68 masehi dan merupakan Vihara Buddisme pertama dan masih bertahan hingga kini. Dari vihara tersebut, agama Buddha berkembang pesat di China.

Read more...

Sekilas Sejarah Tiongkok ( bagian 3 tamat )

Akhirnya pemberontakan yang dipimpin Zhao Kuangyin [Tio Khong Yin] 赵匡胤 berhasil mendirikan Dinasti Song [Song] 宋 (9601279). Situasi relatif aman selama seratus tahun lebih, tapi Dinasti Song tidak mampu mencapai kejayaan seperti Dinasti Han dan Tang. Di Tiongkok Utara muncul dua negara baru, yaitu kerajaan Liao [Liao] 辽, yang didirikan oleh orang Qidan [Khitan] 契丹 (9071125); dan kerajaan Jin [Kim] 金 (11151234), yang didirikan oleh bangsa Jin, yaitu leluhur orang Manzu满族 sekarang. Karena ancaman ini,Dinasti Song memindahkan ibu kota kekaisarannya ke kota Hangzhou [Hang Ciu] 杭州 di propinsi Zhejiang [Ciat Kang] 浙江, sebelah selatan dari sungai Yangzi 长江 pada tahun 1127.Wilayah utara praktis dikuasai negara Liao dan negara Jin yang diperintah oleh bangsa non-Han. Cerita silat kenamaan karangan Jin Yong [Kim Yong] 金庸 “Shediao Yingxiong” [Sia Tiao Ying Hiong] 《射雕英雄传》 berlatar belakang zaman ini.

Read more...

Sekilas Sejarah Tiongkok ( bagian 2 )

Pada zaman Dinasti Han ini, terutama zaman Kaisar Han Wudi [Han Bu Te] 汉武帝, Tiongkok mencapai zaman keemasan. Karena itu rakyatnya sangat bangga menyebut dirinya orang Han. Istilah bangsa Han ini berlangsung sampai sekarang. Bangsa Han merupakan sekitar 94% dari penduduk Tiongkok saat ini. Orang Inggris menyebutnya the Han Chinese. Orang Tionghoa Indonesia hampir 100% adalah keturunan Han. Bahasanyapun disebut bahasa Han (Hanyu 汉语) dan hurufnya disebut huruf Han (Hanzi 汉字). Bahasa Mandarin adalah dialek standar dari bahasa Han, sedangkan bahasa Hokkian 福建, Kheq 客, Konghu 广府, Tiociu 潮州, Hokchnia 福清, dll. yang kita kenal di Indonesia merupakan dialek dari bahasa Han. Di luar Tiongkok, bangsa Han ini lebih dikenal sebagai orang Tionghoa 中华 atau Huaren 华人, sedangkan bahasa Han disebut bahasa Hua atau bahasa Tionghoa (Huawen 华文/Huayu 华语).

 

 

Liu Bang 刘邦
Pendiri Dinasti Han

 

Kaisar Han Wudi  汉武帝
Kaisar Dinasti Han

 

Setelah sekitar 400 tahun berdiri, kerajaan Hanmenjadi lemah.Kekuasaan jatuh ke tangan perdana menteri Cao Cao [Co Cho] 曹操, sedang yang tidak puas mendirikan kerajaan lain.Akhirnya Dinasti Han terpecah menjadi tiga negara yang berperang satu sama lain untuk memperluas wilayahnya. Di Utara ada kerajaan Wei [Gui] 魏, di timur ada kerajaan Wu [Gou] 吴, dan di barat ada kerajaan Shu [Siok] 蜀. Periode ini disebut zaman Tiga Negara [Sam Kok] 三国.

Pada saat ini muncul beberapa nama yang terkenal dalam sejarah Tiongkok, yaitu: Zhuge Liang [Cukat Liang] 诸葛亮 alias Kongming [Khong Bing] 孔明, seorang penasehat militer kerajaan Shu yang sangat pandai; kaisar kerajaan Shu yaitu Liu Bei [Lao Pi] 刘备, bersama kedua saudara angkatnya Guan Yu [Kuan Yi] 关羽 dan Zhang Fei [Tnio Hui] 张飞.

 

Liu Bei刘备, Guan Yu关羽, dan Zhang Fei 张飞
Mengangkat saudara di taman bunga persik

Sampai dengan saat ini, orang Tionghoa seluruh dunia masih sangat menghormati mereka, terutama memuja Guan Yu yang dianggap sebagai simbol gagah berani, jujur, bermoral tinggi dan welas asih.Ia disebut Guangong [Kuan Kong] 关公. Gong adalah sebutan kehormatan bagi orang yang sangat dihormati. Di mana-mana masih bisa kita temukan kelenteng yang memuja Guangong.

Kaisar Shu, Liu Bei, adalah keturunan Kaisar Han.SedangkanKaisar Wei adalah keturunan Cao Cao [Co Cho], perdana menteri Dinasti Han yang mengendalikan pemerintahan dan menyandera kaisar terakhir DinastiHan. Cao Pi [Co Phi] 曹丕, kaisar pertama negara Wei [Gui], adalah anak Cao Cao.

 

Cao Cao 曹操 (Ayah Cao Pi, kaisar pertama Negara Wei)

 

Zhuge Liang  诸葛亮
Penasehat Militer Negara Shu

Read more...

SEKILAS SEJARAH TIONGKOK ( bagian pertama )

SEKILAS SEJARAH TIONGKOK

 

Tiongkok merupakan salah satu negara tertua di dunia. Lebih dari lima ribu tahun yang lalu, kebudayaannya sudah sangat tinggi. Meskipun peninggalan tulisan tidak terlalu banyak, tapi peninggalan budaya lain­berupa gambar, hasil kerajinan keramik dan lain-lainmasih terus ditemukan dan digali sampai dengan saat ini. Huang Di [Wni Te] 黄帝 dan Yan Di [Yam Te] 炎帝 merupakan dua kaisar tertua yang dikenal pada saat itu. Kedua kaisar ini dianggap sebagai leluhur orang Tionghoa, karena itu orang Tionghoa menyebut dirinya sebagai “Yan-Huang zisun” [Yam Wni Cu Sun] 炎黄子孙 yang berarti “keturunan Yandi dan Huangdi”.

Read more...

Siapakah wanita yang direbut oleh Guan Yu dan Cao Cao?

 

Kebanyakan orang kalau mendengar nama Guan Yu atau Guan Yunchang 关羽 selalu menghubungkan dengan tokoh dalam roman cerita karya Luo Guanzhong 罗贯中 ( Dinasti Ming) yang berjudul San Guo Yanyi 三国演义, dalam sanguo yanyi Guan Yu merupakan seorang figur pembela atau lambang kebenaran, kesetiaan, dan seorang jenderal perang yang gagah berani, Guan Yu merupakan seorang figur yang bersih dari wanita, dan juga merupakan satu-satunya dewa yang dianggap sebagai lambang keadilan dan kesetiaan dalam dunia mafia/kangouw tiongkok, bahkan di Hongkong dan daerah yang ada orang Tionghoa-nya Guan Yu dihormati sebagai dewa yang memberikan perlindungan. Yang paling unik adalah orang-orang yang berkecimpung dalam dunia hitam dan mafia menjadikan Guan Yu sebagai dewa pelindung. Andaikata terjadi bentrokan antara pihak polisi dan mafia, mungkin akan binggung kira-kira siapakah yang akan dilindungi oleh dewa Guan Yu. Tapi menurut logika pihak yang benarlah yang akan didukung dan dilindungi oleh Dewa Guan Yu.

Read more...

Prostitusi Ala Tiongkok Kuno (Bag. 1)

"Bunga mekar, siapa berbagi suka,
bunga gugur, siapa berbagi duka.
Dimanakah kerinduan memuncak
Saat bunga mekar & gugur."

Budaya-Tionghoa.Net | Syair diatas ditulis oleh Xue Tao, seorang pelacur kenamaan dari jaman Dinasti Tang.
Mungkin ada yang bertanya: Mengapa pramunikmat saja butuh kemampuan sastra? Kalau memang punya ketrampilan, mengapa harus jadi pelacur?

Photo: sumber : http://jiuguishu-1972.blog.163.com/blog/static/82236033201271610562706/

Sumber : http://jiuguishu-1972.blog.163.com/blog/static/82236033201271610562706/

Pertama-tama perlu diketahui, bahwa definisi kata Ji 妓 (pelacur) di Tiongkok kuno tidaklah terbatas pada penjaja seks semata. Lebih sering, mereka justru menghibur para tamunya dengan ketrampilan seperti: berpuisi, menulis kaligrafi, menyanyi, memainkan alat musik, menari, melukis, bermain catur, dsb.

Read more...

Orang Hakka dan Kebudayaan Hakka (2)

2. Migrasi Besar yang Dialami oleh Leluhur Orang Hakka

Photo: http://gzdaily.dayoo.com/html/2007-10/22/content_79960.htm
Peta penyebaran Hakka

Peta Penyebaran Orang Hakka

Sumber : http://gzdaily.dayoo.com/html/2007-10/22/content_79960.htm

So, leluhur orang Hakka sebenarnya mengalami berapa kali migrasi ke selatan Tiongkok? Sampai sekarang di dunia akademisi belum terdapat kesimpulan yang pasti. Luo Xianglin yang merupakan peneliti Sejarah Hakka mengemukakan hipotesisnya, yakni orang Hakka melakukan 5 kali migrasi besar. Tapi ada akademisi lainnya beranggapan orang Hakka telah melakukan 6 kali migrasi besar.

Read more...

Sang "Langit-Biru"

Budaya-Tionghoa.Net | Alkisah, pada jaman dinasti Song Utara, di Luzhou (庐州), lahirlah seorang anak lelaki dari sebuah keluarga kaya yang sudah cukup berumur dan sudah lama mendambakan anak. Sebagai putra tunggal, anak tersebut mendapatkan kasih sayang yang berlimpah serta pendidikan yang baik dari kedua orang tuanya, dan tumbuh menjadi seorang pemuda yang pandai dan berbudi baik.

Sumber : t.sohu.com

Read more...

Membahas Teori Out of Yunnan

Budaya-Tionghoa.Net | Teori "Out of Yunnan" amat dikenal di masyarakat Indonesia terutama mereka yang dahulu sempat mengeyam pelajaran sejarah pasti pernah mendengarnya. Para pendukungnya antara lain adalah R.H Geldern, J.H.C Kern, J.R Foster, J.R Logen, Slametmuljana dan Asmah Haji Omar. Teori “Out of Yunnan” ini salah satu dari teori-teori yang membahas asal-muasal masyarakat di Asia Tenggara dan Nusantara, Selain itu ada teori “Out of Taiwan”, dan “Out of Sundaland”.
Para pendukung teori Out of Yunnan ini menemukan ada beberapa kesamaan dalam bahasa, misalnya inksripsi di Kedukan Bukit, Palembang yang memiliki kemiripan dengan tulisan suku minoritas Dai 傣族 di Yunnan Diperkirakan gelombang kedatangan mereka itu sekitar 1500 BCE dan sepanjang jalur pergerakan migrasi terjadi kawin mawin dengan penduduk asli.

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Prehistoric_Malaysia
Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto