A+ A A-

Empat Nasehat Liao Fan [24] - Kebajikan Tegak Dan Condong

  • Written by  Hengki Suryadi
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Yang disebut di atas adalah contoh-contoh yang kelihatannya adalah kebaikan, tetapi sebenarnya tidak. Ini harus benar-benar direnungkan. Apa yang dimaksud kebajikan tegak dan condong. Pada zaman dinasti Ming, ada seorang Perdana Menteri yang berwibawa bernama Wen Yi Lyu. Setelah pensiun, Beliau pulang ke kampung halamannya, di sana Beliau sangat dihormati dan disegani. Suatu ketika, seorang pemabuk datang ke rumah dan mencaci makinya. Tuan Lyu tidak marah dan berkata kepada pembantunya : "Orang ini mabuk, biarkan saja". Orang ini semakin lama semakin membuat kejahatan berat, akhirnya ditangkap dan dimasukkan penjara menunggu saat hukuman mati.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Setelah mendengar berita ini, Tuan Lyu dengan menyesal berkata : "Dulu saat dia mabuk mencaci maki saya, jika saya melapor polisi untuk menghukumnya atas kesalahan yang telah dibuatnya, hukuman kecil akan menyadarkannya, agar dapat lebih disiplin, sehingga tidak membuat kejahatan besar, maka sekarang dia tidak dihukum mati. Dulu karena berhati baik dan takut disalah pahami

oleh orang2 bahwa mempergunakan kekuasaan menindas rakyat kecil, malah mencelakakan dia, mendapat hukuman mati". Ini adalah sebuah contoh bahwa karena berhati baik malah menjadi sebuah bencana.

Ini adalah contoh bahwa karena berbaik hati, malah membuat kesalahan. Di bawah ini diberi contoh lagi tentang kelihatannya seseorang berbuat tidak baik tetapi sebenarnya berbuat baik.

Suatu ketika ada sebuah daerah karena kekurangan makanan sehingga banyak orang mengalami kelaparan. Perusuh-perusuh di siang bolong merampok di mana-mana. Ada satu keluarga kaya melapor kepada polisi, tetapi polisi tidak menghiraukan, maka para perusuh semakin berani dan situasi bertambah parah dan mencekam. Dalam keadaan terpaksa keluarga kaya itu mengambil tindakan dan menghakimi sendiri dengan menangkap dan menghukum para perampok tersebut. Dengan cara ini, tempat itu menjadi aman dan perusuh-perusuh tidak berani merampok lagi. Sikap ego yang dilakukan keluarga kaya tersebut, akibatnya menguntungkan setiap orang.

Karena itu, kita tahu bahwa berbuat baik adalah tegak dan berbuat salah adalah condong. Bila ada kasus yang perbuatannya berdasarkan maksud baik berakibat buruk dan perbuatan dengan maksud tidak baik tetapi berakibat baik. Ini menjelaskan bahwa walaupun dengan maksud baik berbuat sesuatu berakibat tidak baik,disebut kebajikan condong. Dengan maksud tidak baik tetapi berakibat baik, disebut kebajikan tegak.

Ini adalah pengetahuan yang harus kita tahu agar dapat hidup dengan baik. Apa yang dimaksud dengan kebajikan penuh dan kebajikan setengah?

Dalam buku I Ching tertulis.......


Tidak mengumpulkan kebajikan tidak akan mendapatkan keberuntungan, tidak mengumpulkan kejahatan tidak akan binasa.

Penentuan masa depan kita adalah tergantung pada pengumpulan kebajikan dan kesalahan kita. Ibarat mengumpulkan barang dalam tong, bila rajin mengumpulkannya akan penuh dan bila malas mengumpulkannya tidak akan penuh.

Hengki Suryadi

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan LINK aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1233-empat-nasehat-liao-fan-24-kebajikan-tegak-dan-condong

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto