A+ A A-

Empat Nasehat Liao Fan [26] - Kebajikan Besar Dan Kebajikan Kecil

  • Written by  Hengki Suryadi
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Contoh lain untuk kebajikan penuh dan setengah. Ketika kita berbuat kebaikan, sangatlah baik bila kita membuatnya berdasarkan ketulusan yang sangat dalam, jangan untuk mendapat perhatian atau hadiah dan jangan diingat berapa banyak saya telah berbuat kebaikan. Dengan demikian, walaupun perbuatan baik yang sangat kecil akan menghasilkan buah yang baik.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Sebaliknya, bila kita berbuat baik dengan maksud tertentu mengharapkan balasan, maka walaupun kita rajin berbuat kebajikan, bahkan berbuat baikseumur hidup kita, kebajikan yang kita buat tersebut hanyalah dinilai kebajikan setengah.

Sebagai contoh, saat kita menyumbang fakir miskin, kita dapat mempraktekkan apa yang disebut "sumbangan murni", misalnya : Kita menyumbangkan uang, dalam pikiran kita jangan terus tertinggal pikiran bahwa "saya yang menyumbang, barang-barang yang telah disumbangkan, kepada siapa yang telah saya sumbang", ini yang disebut "tiga perputaran wujud yang kosong", ini adalah berarti hati yang benar-benar murni dan tulus. Bilamana tidak demikian, maka kita hanya sekedar memberi dan tidak dengan ketulusan yang dalam. Bila kita dapat memberi dengan "sumbagan murni", maka satu dou berasyang disumbangkan akan membawakan keberuntungan tidak terhingga dan satu sen yang disumbangkan dapat menghapus dosa kita yang telah dibuat ribuan eons (lamanya waktu yang tidak dapat dihitung dengan angka lagi). Ini adalah kebajikan penuh.

Bila kita terus mengingat kebaikan yang telah dibuat dan mengharapkan balasan atas perbuatan kita, maka walaupun menyumbangkan 200 keping emas
bukan merupakan kebajikan penuh.

Apa yang dimaksud kebajikan besar dan kebajikan kecil? Dahulu ada seorang pejabat yang bernama Jung Da Wei, rohnya dibawa ke akhirat untuk diadili.
Hakim memesan anak buah untuk membawa catatan perbuatan baik dan buruk semasa hidupnya. Ketika catatan tersebut tiba, Jung Da sangat kaget melihat catatan perbuatan buruknya banyak sekali memenuhi ruang sidang, sedangkan catatan perbuatan baiknya hanya satu gulungan kecil. Pegawai pengadilan diperintahkan untuk menimbang kedua jenis catatan tersebut. Sangat mengherankan, catatan perbuatan buruk yang banyak tersebut malah lebih ringan dari catatan perbuatan baik satu gulungan kecil yang hanya setipis sebuah sumpit. Jung Da bertanya kepada hakim akhirat...

Hengki Suryadi

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa 4234


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan LINK aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(2 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1241-empat-nasehat-liao-fan-26-kebajikan-besar-dan-kebajikan-kecil

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto