A+ A A-

Puisi Alam [7] : Syair Alam Dinasti Qing

  • Written by  Zhou Fuyuan
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Pada masa dinasti Yuan dan Ming, prestasi dunia syair juga tidak menggembirakan, seperti di dunia sanjak, terdesak oleh perkembangan seni opera dan novel. Setelah mengalami kelesuan panjang, dunia Syair mengalami kebangkitan kembali pada dinasti Qing, lahirlah banyak penyair dengan aneka gaya, dengan mutu yang tinggi, meskipun tak melahirkan bentuk baru, sanggup menandingi masa keemasan Syair pada dinasti Song. Di sini saya kutipkan dua syair alam dengan gaya berbeda.   

Artikel Terkait :

{module [201]}

 

BERMALAM  DI  WISMA  LINMING

Chen Weisong ( 1625-1682 ; Qing )

Sanggul hijau padat berjajar,

lekuk Gunung Taihang bagai cacing melingkar.

 

Bunga ilalang memenuhi ladang,

salju tebal satu inci menyelimuti padang.

 

 

 

Zhao-Wei-Yan-Han,

ditoleh kembali berklebat-klebat di depan.

Angin pilu menggerang,

di depan wisma Linming

di Bumi Tengah daun kuning berkejaran.

 

MALAM  DI  TIMUR  KOTA

Zhu Yizun ( 1629 – 1709 ; Qing )

 

 

Bayangan cambuk terburu buru,

kembali lagi ke pos timur Kota Perunggu.

 

Sutera biru di langit bersih sehabis hujan,

baru di bulan delapan,

belibis pertama kali berkumandang.

 

Lonceng vihara mana dalam angin lamat?

hijau puncak berat direndam sinar senja.

 

Di tempat puluhan kilo Bukit Ikan bersela,

ditinggalkan satu saputan,

merah di hutan bidara cina.

 

Selamat menikmati

Zhou Fy

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

 

Last modified onSunday, 25 November 2012 04:18
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1303-puisi-alam-7--syair-alam-dinasti-qing

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto