A+ A A-

Renungan : Langit Runtuh

  • Written by  Jamal Senjaya
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Di Suatu desa ada seorang yang terlalu takut akan ini dan itu, Ia takut akan langit yang akan runtuh, dan matahari yang tidak terbit lagi diesok harinya.Saudaranya yang melihatnya berusaha menenangkannya. Ia mencoba berbohong demi menenangkan adiknya yang selalu ketakutan itu

Artikel Terkait :

{module [201]}

Adikku, Dewa bumi dan langit telah memasang empat pilar bumi di keempat penjuru mata angin,Pilar itu begitu kuat dan kokoh. Terbuat dari besi sangat keras yang diambil dari inti bumi dan matahari.Jadi tidak perlu kau takutkan langit itu.

Begitu pula matahari ia terus diikat dan didorong oleh Tentara langit,mereka tidak akan pernah lelah mendorong, karena mereka makan saripati buah langit yang membuat mereka selalu kuat dan bersemangat.

Maka tenanglah saudaranya yang selalu takut itu. Dan diceritakan kembali ajaran itu kepada anak dan cucunya. Dan cerita menjadi kebenaran diantara mereka

Renungan : Berbohong demi kebaikan dapat dibenarkan, namun itu perlu diluruskan kembali setelah orang itu sudah lebih dewasa dan berpikir lebih bijak

 

Sekedar renungan
Jamal Senjaya

8453, 1 November 2004

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

 


Last modified onSunday, 16 December 2012 18:52
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1388-renungan--langit-runtuh

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto