A+ A A-

Renungan : Baik , Benar dan Bijak

  • Written by  Jamal Senjaya
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net| Seorang guru berkata pada murid-muridnya . Saya mengajarmu bukan untuk menjadi orang benar, karena orang benar bertindak yang menurutnya benar, padahal kebenaran itu relatif tidak ada yang absolut, orang benar menilai semua yang tidak sesuai dengan pandangannya adalah salah, ia terbelenggu dengan kebenaran dirinya.

Artikel Terkait :

{module [201]}

Saya mengajarmu bukan untuk menjadi orang baik, karena orang baik cenderung mudah menerima pendapat orang lain, selalu berprasangka baik, terhadap orang yang ingin menipunya.

Namun saya mengajarmu untuk menjadi orang bijak, orang bijak yang bisa melihat segala sesuatu secara objektif, tidak berpikir hanya berdasarkan kebenaran dirinya, juga mampu melihat maksud lain dari orang yang ingin menipunya.

Memang sulit menjadi orang bijak karena ia harus mampu melihat menembus alam subjektifitas dirinya, menilai dengan objektif sisi positif dan negatif suatu pendapat, dan memutuskan penuh pertimbangan semua sisi baik dan buruk yang mungkin muncul.

Jamal,
Sekedar renungan

8355, 13 Oktober 2004

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa

 

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1395-renungan--baik--benar-dan-bijak

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto