A+ A A-

Puisi Alam [2] : Sanjak Alam Dinasti Song | Ceng Gongliang , Mei Yaochen , Ouyang Xiu , Su Shi , Lu You , Yang Wanli

  • Written by  Zhou Fuyuan
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Kalau sebelumnya saya paparkan sanjak alam dari Dinasti Tang, sekarang giliran sanjak alam yang berasal dari masa Dinasti Song. Sanjak alam Song memiliki ciri yang berbeda dengan Tang. Dalam sanjak Tang keterlibatan subyek penyair sangat terasa, alam adalah media untuk mengungkapkan suka duka penyair, berkesan subyektif. Sedangkan dalam sanjak Dinasti Song  alam hadir sebagai obyek mandiri. pelukisannya terkesan obyektif. Cara pelukisan di masa Dinasti Tang lebih global, sedangkan pada masa Dinasti Song lebih mendetail. Selamat menikmati,Zhou Fy

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

BERMALAM  DI  VIHARA  EMBUN
Ceng Gongliang ( 998-1078 ; Song )

Di tengah tilam kabut mega di ratusan bukit mendekat,
di bawah dipan suara pinus di ribuan tebing menyayat.

Ingin menyaksikan ombak langit memukul perak gunung,
bukalah jendela biarkan sungai akbar masuk berkunjung!

KWATRIN
Mei Yaochen ( 1002-1060 ; Song )


Seekor capung merah melintasi sungai,
terbang di sisi insan mengkapai-kapai.

Tahunya hanya ringan mengikuti perahu,
tanpa menyadari jauhnya perahu melaju.


BURUNG   HUAMEI
Ouyang Xiu ( 1007-1072 ; Song )


Seratus alunan seribu siulan berganti sesuka hati,
bunga bukit merah ungu pohon rendah meninggi.

Baru tahu mendengar dari sangkar emas terkunci,
tak seperti yang di rimba bebas berkicau sendiri.

 


CATATAN   DI  MENARA   TELAGA
Su Shi ( 1036-1101 ; Song )


Awan hitam membalik tinta bukit belum tertutupi,
putih hujan melontar manik kapal kalut dimasuki.

Angin tiba menggulung bumi air menebar di udara,
di bawah menara panorama air telaga bak angkasa.



PETANG  DI  JEMBATAN  LIU
Lu You ( 1125-1210 ; Song )


Terdengar ikan meloncat di air kolam,
rimbun hutan menunggu bangau pulang.
Awan lengang takkan menjadi hujan,
lalu terbang mengitari hijau pegunungan .


KOLAM  KECIL
Yang Wanli ( 1127-1206 ; Song )


Mata sumber tak bersuara menjaga halus aliran,
hijau pohon mengaca di air memuja lembut aluran.

Padma kecil baru memunculkan pucuk yang lancip,
telah ada seekor capung berdiri di kepala mengintip.

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghoa


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net , NAMA PENULIS dan LINK aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1476-puisi-alam-2--sanjak-alam-dinasti-song-%7C-ceng-gongliang--mei-yaochen--ouyang-xiu--su-shi--lu-you--yang-wanli

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto