A+ A A-

Chung Chia Yen [Prof Yenny Thamrin]

  • Written by  Reni Tanaka
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Yenny Thamrin lahir di Jakarta pada tanggal 16 Desember 1960. Dia sempat terpilih sebagai salah satu dari 11 tokoh wanita berprestasi Indonesia di tahun 1999 , dengan menyisihkan ribuan tokoh wanita Indonesia.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Dia mempelajari sistem pengobatan tradisional di Universitas Harbin [1992] dan Universitas Yunnan [1994] , kemudian melanjutkan pendidikan di America World University [1998] . Dengan latar belakang pendidikannya , Yenny sempat terjun ke bisnis kosmetik sebelum berkonsentrasi ke sistem pengobatan tradisional Tionghoa seperti akupuntur. Yenny juga merupakan anggota Ikatan Asosiasi Akupunktur dan Pengobatan Traditional Indonesia, anggota World Federation of Accupuncture Maxibuxian Society (WFAS)

Sebagai aktivis sosial , ia terlibat dalam penanganan kasus Sambas di Kalimantan Barat. Ia juga mendirikan Yayasan Sosial Caritas yang banyak melakukan kegiatan sosial pengobatan masyarakat tidak mampu di sekitar Jakarta ,Tangerang,dan Palembang,di mana tercatat sudah dilakukan 600 kali kegiatan.Sebagai pemerhati kemanusiaan,pada peristiwa Mei 1998, ia diberitakan berkeliling dengan panser dibantu oleh murid-muridnya dari Lemhanas untuk menolong orang-orang di sekitar Jembatan Tiga,Jakarta. Ia sendiri merupakan lulusan kursus singkat Lemhanas angkatan ke-⒋ Ia juga menyantuni sekitar 450 anak asuh dengan memberikan beasiswa di beberapa daerah. Ia menerima penghargaan Bintang Satya Lencana Dwidya Sistha tahun 2007.

Sebagai aktivis budaya , dia terlibat dalam penyelenggaraan festival Pekan Kebudayaan dalam rangka HUT RI ke-55 di Senayan pada tahun 2000.

Sebagai pendidik , Yenny menjadi pengajar bahasa Inggris dan bahasa Mandarin di Pusat Bahasa Departemen Hankam Republik Indonesia. Kemampuan berbahasanya buah dari pengalaman Yenny melanglang buana di manca negara. Di Hongkong dia sempat tinggal selama empat belas tahun , dan juga sempat menempuh pendidikan di Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat. Yenny juga menjadi Ketua Majelis Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN 56) di Jakarta Utara.

Sebagai professor kehormatan Universitas Liuzhou , Tiongkok , Yenny terlibat dalam usaha kerjasama pendidikan bahasa Mandarin antara Universitas Islam As-Syafi'iyah UIA dengan Universitas Luizhou di tahun 2010.

Dengan latar belakang identitasnya , Yenny menjadi ketua kehormatan Paguyuban Hakka dan juga menjadi salah satu pendiri PSMTI Jakarta .

REFERENSI :

  1. Abdul Baqir Zein , "Etnis Cina Dalam Potret Pembauran Di Indonesia" , 2000
  2. Majalah Sinergi edisi 31/2000
  3. Situs Kementrian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak , "Kunjungan Lembaga Caritas Indonesia-China Ke KPP & PA , 2 Maret 2010
  4. Republika , "Universitas Islam Assyafiiyah Gandenng Liu Zhou University" , 11 November 2010

 

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1721-chung-chia-yen-prof-yenny-thamrin

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto