A+ A A-

Makalah Kosmologi Dalam Budaya Tionghua

  • Written by  Sugiri Kustedja
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Topik "Kosmologi Dalam Budaya Tionghua" adalah salah satu topik dari tiga topik bahan gathering dan seminar Budaya Tionghoa di bulan Oktober 2011 kemaren dan mohon maaf baru sempat disampaikan sekarang di web ini. Topik ini dibawakan oleh Sugiri Kusteja dengan didampingi moderator Greysia Susilo Yunus dari Bandung dan menjadi topik pertama yang mengawali seminar ini sebelum topik kedua tentang kebaya dan topik ketiga tentang  sajak berpasangan atau duilian yang dibawakan oleh Yan Haoran. Tulisan ini dalam dokumen aslinya berjumlah 60 halaman , 53 gambar ilustrasi , sembilan tabel dan daftar pustaka. Karena terlalu panjang maka kami bagi menjadi beberapa bagian . Pembaca bisa mengklik halaman berikutnya untuk terus menelusuri tulisan sesuai daftar isi diatas. Tampilan untuk di web juga disesuaikan dengan versi pdf di blog penulis http://templesymbolchineseculture.wordpress.com/.


Hormat Kami
Team Admin dan Moderator

Artikel Terkait :

{module [201]}

DAFTAR ISI

Kosmologi dalam budaya Tionghoa
Kosmologi 
Komponen kosmologi  tradisional Tionghoa. 
Cosmogony (kelahiran alam semesta) 
Gai-tian 蓋天(kubah langit)
Hun-tian 渾天
Xuan-ye 宣夜 (ruang kosong gelap)
Luo-shu 洛書, tulisan dari sungai Lo
He-tu 河图, gambar dari sungai
Wu-xing 五行 
Yin-yang 陰陽 
Gan-ying 感應
Geometrical cosmology, geometrical cosmography
Ming-tang 明堂 (aula cahaya)
Numerology 
Quinary
Nonary
4 Hewan mitologi penguasa langit, si-xiang 四象
10 Batang langit tian-gan 天干

12 Cabang bumi, di-zhi 地支
Astronomi  dan penanggalan 
Correlative thinking
Correlative cosmology
Correlative geometry
Kritik terhadap correlative thinking dan correlative cosmology
Daftar pustaka
Disertasi
Referensi
Laman internet.

 

KOSMOLOGI DALAM BUDAYA TIONGHOA

KOSMOLOGI

Kosmologi adalah pengetahuan yang meneliti asal usul, struktur, hubungan ruang–waktu dalam alam  semesta.  Ilmu  tentang  asal  mula  dunia,  hubungannya  dengan  tata  surya  dan  alam  semesta.   Dalam   metafisika   menyelidiki   alam   semesta   sebagai   sistim   yang   beraturan (Depdiknas. Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008:736).

Kosmos  dalam  bahasa  Yunani  berarti  dunia  jagat  raya,  logos  berarti  ilmu  tentang. Pandangan  bahwa  semesta  alam  sebagai  keseluruhan  yang  teratur.  Dalam  teologi  Katolik  timur  dihubungkan  dengan  keindahan  penciptaan,  bertentangan  dengan  buruknya  chaos.  (O‘Collins, Gerald SJ. et al. 1996:166).

Kosmologi mempelajari  alam  semesta  sebagai  suatu  sistim  yang  rasional  dan  teratur.  seringkali  merujuk  pada  bidang  ilmu  astronomi,  berupaya  membangun  hipotesa  mengenai  asal, struktur, ciri khas, perkembangan alam phisik berdasarkan pengamatan dan metodologi  ilmiah. Ilmu yang memandang keseluruhan alam semesta  sebagai totalitas integral.

Secara tradisional, Kosmologi sering dianggap bagian dari metafisika. Ide-ide awal pada masyarakat purba sebagai upaya manusia menjelaskan tempatnya dalam alam semesta. Data  observasi  yang  terkumpul  menghasilkan  konsep  geosentris  tentang  alam  semesta.  Mereka  memperkirakan  dibalik  gerakan  benda-benda    angkasa  yang  terlihat  kacau,  pasti  memiliki pola  teratur  tertentu.  Dengan  pemikiran  bahwa  manusia  dan  bumi  yang  dipijaknya  sebagai  pusat   alam;   disimpulkan   pada  konsep   geosentris.   Konsep   ini   kemudian   hari   dalam  perkembangan  ilmu  pengetahuan  barat  digantikan  dengan  konsep  heliosentris.( Bagus,  Lorens. 2005).

Pemikiran mengenai proses terbentuknya alam tercakup dalam agama, kepercayaan dan budaya  tradisional  kuno.  Berwujud  dalam  mitologi  masyarakat  jelata,  disisi  lain  hal  ini  mendorong  pengamatan/observasi  dalam  ilmu  astronomi.  Penelitian  struktur  semesta  alam  (astronomi)  sangat  erat  berhubungan  dengan  sejarah  perenungan  masyarakat  kuno  tentang  kisah asal muasal terjadinya semesta alam (cosmogony).

Kosmologi kadang  disebut  juga  sebagai  worldview  atau  weltanschauung.  Terdapat beberapa kelompok penggambaran pemeran utama dalam kosmologi. Tema utama umumnya  berbicara  mengenai  umat  manusia  sebagai  pusat  semesta  alam,  semua  uraian  secara  kontekstual sangat dipengaruhi oleh tingkat kemajuan budaya masyarakat bersangkutan. Juga pandangan kosmis ini akan selaras dengan susunan masyarakat, dan tradisi suku/etnis  pada  masa itu.

  1. Tema bumi yang melahirkan manusia, berhubungan dengan dewi-dewi, tokoh-tokoh  wanita. Banyak ditemui pada masyarakat agraris; hal ini juga menunjukkan pentingnya peran  kaum  perempuan  dalam  masyarakat  kuno.  Bumi  dan  umat  manusia  yang  menghuninya  digambarkan sebagai pusat kosmos. Dalam banyak tradisi terdapat mitos bumi digambarkan  telah melahirkan kehidupan dan memberikan kemakmuran.
  2. Tokoh maskulin (pria) maha pencipta. Dalam tradisi budaya awal masyarakat kuno  banyak  dikenal  pencipta  semesta  alam,  yang  kemudian  non-aktif  setelah  selesai  proses  penciptaan.
  3. Agama-agama  monotheis  Yahudi,  KristenIslam,    Zoroastri( Iran) mengenal  tokoh  Maha  Pencipta  dalam  bentuk  konsep  pengertian  lain,  tidak  sekedar  hanya  mencipta.  Tetapi  terus  terlibat  dengan  ciptaannya.  Konsep  Allah  yang  Maha  Kuasa  (monotheis)  merupakan  perubahan  sangat  besar;  bertentangan  dengan  agama  polytheis  sebelumnya.  Konsep  ini  berawal  dari  masyarakat  peternak,  dan  pengembala.  Masyarakat  yang  memiliki  susunan masyarakat patriark, dengan figur ayah sebagai pimpinan tunggal dan mutlak dalam  keluarga.  Demikian  juga  alam  dunia  segala  sesuatunya  diatur  dan  dikendalikan  oleh  Maha  Pencipta.
  4. Tema   pasangan   orang   tua,   ayah-ibu yang   menghasilkan   alam   semesta.  Digambarkan bumi sebagai ibu , langit sebagai ayah . Kadang juga digambarkan sebagai dua  unsur yang berlawanan dan aktif. Misalnya yin-yang 陰陽.
  5. Pasangan Pencipta dan pembantunya. Misalnya digambarkan diantaranya bahwa  pembantu ditugaskan sang pencipta untuk menyelam dan mengumpulkan tanah membentuk  bumi yang dapat dihuni. Kemudian pembantu tersebut berontak menentang pencipta, berniat  memiliki  dunia yang ada. Mitos demikian juga menjelaskan adanya unsur ―baik‖ dan ‗buruk‖  dalam  dunia  kehidupan    nyata.  Pada  konteks  ini  Pencipta  tetap  merupakan  pihak  ―baik‖,  sedangkan ke ―buruk‖an adalah akibat pihak yang menyeleweng.
  6. Terdapat juga beragam tema lain-lainnya dalam mitologi kosmologi masyarakat  kuno. Diantaranya: telur kehidupan yang melahirkan alam semesta, pohon kehidupan, pohon  kosmis,  penciptaan  dari  ketiadaan  mutlak  (nihil),  penciptaan  keluar  dari  kekacauan;  chaos. Interpretasi simbol-simbol ini umunya berkaitan dengan alam semesta sebagai makrokosmos,  dan tubuh manusia sebagai mikrokosmos.

Mitologi kosmos dapat berubah-ubah sepanjang sejarah perjalanan budaya masyarakat, jalan cerita dapat berubah menyesuaikan diri ketika paham kepercayaan atau pun agama baru  muncul dalam masyarakat dengan kedudukan yang lebih dominan dari sebelumnya. Menarik  untuk  diperhatikan  bahwa  terdapat  gejala  bermacam  simbol  yang  sama  akan  dapat  ditemui  pada  berbagai  kelompok-kelompok  masyarakat  kuno  yang secara  geografis  berjauhan  dan  diperkirakan  tidak  pernah  saling  berhubungan  satu  dengan  lainnya.  (Eliade,  Marcea  editor.  1987 : Vol 4.)

KOMPONEN KOSMOLOGI TRADISIONAL TIONGHOA


COSMOGONY

 

Cosmogony  (kelahiran  alam  semesta)  diantara  beragam  mitologi  rakyat  Tionghoa  terdapat  kisah  dengan  tokoh  Panku 盤古.  Ia  dikisahkan  lahir  dari  telur;  sebagai lambang keadaan tanpa bentuk (混沌 hun-tun), beralatkan pahat dan palu ia mengukir bumi  dan langit. ―Telur‖ yang menetas menjadi sumber asal daya alami yin-yang 陰陽 . Daya yin  陰  menjadi  bumi,  daya  yang  menjadi  langit  陽 .  Digambarkan  sebagai  mahluk  pendek  bercawat  dari  dedaunan  tumbuhan  atau  kulit  hewan,  kepalanya  bertanduk  2  buah.  Kadang- kadang diceritakan dalam tugasnya dibantu oleh 4 mahluk lain: kirin, burung phoenix, kura- kura dan naga. Kisah lainnya digambarkan kedua tangannya memegang matahari dan bulan   sebagai   hasil   perdana   dari   karyanya.

Tugasnya   berlangsung   selama   18,000   tahun  menghasilkan: matahari, bulan, bintang, langit dan bumi. Selama itu tubuhnya tumbuh setiap  hari  bertambah  6  kaki.  Pada  akhirnya  ia  mati  dengan  niatan  agar  hasil  ciptaannya  memilki  kehidupan.  Kepalanya  menjadi  gunung-gunung,  napasnya  berubah  merupakan  angin  dan  awan,  suaranya  berupa  badai,  keempat  anggota  tubuh  membentuk  bumi,  darahnya  berubah menjadi sungai, otot dagingnya menjadi tanah, jangutnya berupa tata surya, kulit tubuh dan  rambut  menjadi  pohon  tetumbuhan,  gigi;  tulang  dan  sumsumnya  menjadi  logam,  batu  dan  mutu-manikam,  keringatnya  berupa  hujan,  dan  manusia  bergerak  diatas  tubuhnya.

GAMBAR 2. GAMBARAN PANKU; TANGAN KANAN MEMEGANG BULAN DAN TANGAN KIRI MATAHARI. (PENPRASE, B.E. 2011:78)

Kisah  anthropomorphic ini berasal dari kepercayaan rakyat. Sebenarnya mitos penciptaan ini mitos  yang berumur muda, baru timbul pada periode Tiga Negara 三國 (220-280 CE)dalam San Wu Li Ji 三五曆記[1] (Catatan 3 kaisar 5 raja) yang  ditulis oleh Xu Zheng 徐整 seorang  pejabat ritual istana (太常卿 tai-chang-qing) pada kerajaan Wu 吳 (222-280 CE).

Beragam  kisah  mitologi  cosmogony  lain  dalam  khasanah  masyarakat  tradisional Tionghoa. Nuwa 女媧 menciptakan manusia dan perbaikan langit yang bocor, Gun-Yu 鯀禹 yang  mengatasi  banjir  air  bah,  masih  banyak  cerita  mitologi  lain  dapat  ditemukan  pada  beberapa naskah kuno: Shan-hai-jing 山海经 Naskah gunung dan lautan(ca. abad ke 4 BCE -  abad ke 2 CE), Chu-ci 楚辭 Catatan kerajaan Chu( Qu Yuan ca. 340-278 BCE), Hui-nan-zi  淮南子 Naskah oleh Huai-nan-zi ( ca. 139 BCE).

Di  kota  Bogor,  dapat  dijumpai  sebuah  bangunan  klenteng  yang  ditujukan  untuk menghormati tokoh Panku ini. Bangunan klenteng terletak pada sebuah pulau ditengah sungai  Ciliwung; Pulo Geulis. (Vihara Mahabrahma)

GAMBAR 1. VIHARA MAHABRAHMA DAN KIMSIN TOKOH PANKU DI PULO GEULIS, PULAU DI TENGAH SUNGAI CILIWUNG, BOGOR.  (FOTO OLEH PENULIS) .....

Sejarah  panjang peradaban  masyarakat  Tiongkok  kuno yang  diawali  dengan legenda  mengenai  raja-raja  bijaksana lebih  dari  3,000  tahan  sebelum    Masehi,  sejak  belum  dikenal  budaya  tulis;  berlanjut  hingga  masa  sekarang  dengan  sendirinya  mewarisi  banyak  rekaman  pemikiran  yang  pernah  muncul.  Demikian  juga  dalam  hal  kosmologi ,  beberapa  paham  persistent bertahan hingga kini dan mempengaruhi sikap hidup masyarakat Tionghoa  tradisional terhadap bangunan dan lingkungan.

Berikut  ini  uraian  singkat  mengenai  beberapa  paham  utama  yang  tercakup  dalam  kosmologi tradisional Tionghoa: gai-tian 蓋天,  hun-tian 渾天, xuan-ye 宣夜, luo-shu 洛書,  he-tu 河图,  wu-xing 五行, yin-yang 阴阳; 陰陽 , feng-shui 风水 (geomancy), 28 rasi bintang  sektor bulan (lunar mansions, er-shi-ba xiu; 二十八宿), 10 batang langit (tian-gan 天干) dan  12 ranting bumi (di-zhi 地支),  24 waktu matahari (er-shi-si jie-qi; 二十四節氣).


 

GAI TIAN 蓋天

Gai-tian 蓋天(kubah langit).  Paham kosmologi ini menggambarkan semesta alam  terdiri  dari  kubah  dan  bola  bumi  di  dalamnya.  Bumi  mengapung  pada  saluran  lautan  disekelilingnya. Diperhitungkan radius bumi 225,000 li (=+/- 129,000km) dan jarak bumi ke  langit  80,000  li  (=+/-  46,000km).  Dengan  angka  konversi  1  li 里=  0.57  km,  jarak  daratan  Tiongkok  ke  sisi  bumi  adalah  10,700  km  (mendekati  jari-jari  bumi  sebenarnya).  Sesuai  paham dao 道 bahwa langit berbentuk kubah bulat dan bumi persegi dengan sisi-sisinya pada  4 arah mata angin utama.

Rasi bintang ursa-major tepat sebagai sumbu di pusat langit,dan kekaisaran Tiongkok  tepat ditengah daratan bumi.  Penyebab siklus iklim adalah adalah daya qi, 氣 yang mengalir  berulang-alik dari langit belahan utara dan selatan, serta ruang langit yang menggeser sumbu  langit menjauh dari bumi ketika musim panas. Ini menjelaskan kenyataan terjadinya inklinasi  sumbu bumi pada musim tersebut. (Penprase, B.E. 2011:120). Mitos ini menjelaskan adanya  ritual awal musim semi dan pertengahan musim gugur bagi kaisar, yang dilakukan pada altar  langit dan altar bumi di istana terlarang Beijing.

GAMBAR 3. GAMBARAN IMAJINASI KONSEP GAITIAN 蓋天, KUBAH LANGIT DENGAN BENDA-BENDA ANGKASA, BUMI YANG DIBATASI  “SALURAN” LAUT SEKELILING, DENGAN RUANG UDARA DIDALAM KUBAH. (PENPRASE, B.E. 2011:120) ..

GAMBAR 4. GAMBAR REKONSTRUKSI GAITIAN 蓋天 DISERTAI PERKIRAAN DIMENSI HASIL PERHITUNGAN.( RONAN , NEEDHAM.VOL 2.  2000:83)



 

HUN TIAN 渾天

Hun-tian 渾天  (mirip  telur  ayam). Kosmologi ini menggambarkan bahwa langit dan bumi konsentris, bumi di pusat alam  mirip kuning telur dalam sebutir telur ayam. Bumi  mengambang di permukaan air. Sedangkan langit didukung oleh daya qi, 氣. Falsafah hun- tien ini menjadi dasar ilmu pengetahuan kuno selama berabad-abad setelahnya; diantaranya  astronomi, ilmu alam, dan kimia. (Penprase, B.E. 2011:122). Salah satu instrumen astronomi  kuno yang masih dapat dilihat sekarang, dibuat berdasarkan teori ini adalah armillary sphere  (hun-tian-yi 渾天儀) yang dibuat oleh Luo Xia-hong 落下閎 ( 104BCE).

GAMBAR 5. HUN-THIEN MODEL, BUMI DITENGAH BOLA ALAM SEMESTA, KUNING TELUR DALAM TELUR AYAM. (PENPRASE, B.E.  2011:121)

GAMBAR 6. ARMILLARY SPHERE  YANG SEKARANG TERDAPAT DI BEIJING OBSERVATORY, MUNGKIN DUPLIKAT DARI YANG PERNAH  DIBUAT OLEH GUO SHOUJING (1231-1314) DI  NANJING.  (HTTP://FARM1.STATIC.FLICKR.COM/42/124179233_DA5C195803.JPG ) ..

 

XUAN YE 宣夜

Xuan-ye  宣夜   (ruang  kosong  gelap).    Diantara  beragam  paham  kosmologi  Tiongkok kuno, yang mengherankan paham ini sangat mendekati paham kosmologi modern.
Kosmologi ini berpendapat alam semesta yang tidak terbatas dengan benda-benda langit yang  bertebaran di ruang angkasa tidak melekat pada dinding kubah langit, tercatat pada Jin-shu 晉書 (Catatan sejarah dinasti Jin, 317-420) disebut naskah yang menguraikan teori ini ialah An  Tian  Lun  安天論   (Teori  ketenangan  langit),  ditulis  oleh  Yu-xi  虞 喜   (281—356  CE).  (Penprase,  B.E.  2011:122).  Tulisan  yang  lebih  tua  terdapat  pada  buku  Wu  Li  Lun  物理論  (Teori materi)  ditulis oleh Yang-quan 楊泉(ca. 200 CE), hidup pada masa 3 Kerajaan; San Guo 三國(220-280 CE).

GAMBAR 7. XUAN-YE 宣夜, RUANG HAMPA GELAP TAK TERBATAS . BENDA LANGIT MELAYANG DIDUKUNG DAYA QI 气,氣  (PENPRASE, B.E. 2011:122) .

Dalam  paham-paham kosmologi kuno  ini  tersirat  falsafah  TaoKonfusius,  dan Buddhis.  Konsep  yin-yang  阴阳  berhubungan  dengan  bumi  dan  langit,  daya  qi  气,  氣 menggerakkan alam dan benda-benda langit, ruang hampa di langit luas sesuai paham Tao.  Seluruhnya  merangkum  prinsip  keseimbangan  pada  alam  yang  harmonis,  sehingga  bila  muncul gejala ketidak teraturan pada benda langit akan dipahami sebagai ketidak seimbangan.  (Penprase,  B.E.  2011:122).    Gejala  akan  dihubungkan  sebagai  pertanda  pada  kehidupan  di  bumi, kaisar sebagai pemegang mandaat langit harus mengatur peri lakunya sehingga sejalan  dengan   keinginan   langit.   Secara   tidak   langsung   paham   ini   dalam   politik   kekuasaan  merupakan  kendali  pengawasan  terpadu  agar  pemerintahan  kekaisaran  absolut  dijalankan  dengan bijak sana untuk kemakmuran masyarakat jelata.


LUO SHU 洛書

Luo-shu  洛書,  tulisan  dari  sungai  Lo;  merupakan  kosmogram  nonary  (berkaitan  dengan bilangan 9). Asal muasal historis falsafah ini sangat misterius; berupa legenda yang  menceritakan  gambar  berasal  dari  punggung  kura-kura  yang  mendarat  di  tepi  sungai  Lo  dihadapan kaisar legendaris  Yu 大禹. ( Menurut legenda sejarah Tionghoa Yu memerintah  setelah  masa  yang  dikenal  sebagai  5  kaisar  legendaries  awal;  Wu-di  五帝.(Taniputra,  I.  2008:54 )

GAMBAR 8. GRID 3X3 BUJUR SANGKAR LUO-SHU DIHUBUNGKAN DENGAN ARAH MATA ANGIN. (SWETZ, F.J.2008:29)

Kaisar  Yu  diceritakan  sebagai  pribadi  yang  berhasil  mengatur  pengairan  dan  mengatasi   banjir   besar   di   dataran   Tiongkok,   13   tahun   lamanya   ia   berkarya   sangat  bertanggung  jawab.  Sehingga  tanpa  pernah  singgah  dirumahnya  sendiri  meski  pun  telah  melintas berulang kali ketika perjalanan tugas. Kaisar Yu merupakan cikal bakal dinasti Xia,  dengan memelopori sistim kekaisaran berdasarkan dinasti  di Tiongkok.

GAMBAR 9. SIMBOL BILANGAN LUO-SHU PERDANA BERUPA SIMPUL DAN TALI. (SWETZ, F.J.2008:15)

GAMBAR 10. BILANGAN LUO-SHU DIHUBUNGKAN DENGAN PAHAM WU-XING 五行. GARIS MELINGKAR MENGGAMBARKAN URUTAN
FASE WU-XING YANG MELEMAHKAN, DESTRUKTIP.  (SWETZ, F.J.2008:34)

Catatan luo-shu 洛書 dalam naskah-naskah kuno sebelum masa dinasti Han ditulis sangat singkat, tanpa penjelasan terperinci. Sehingga pada masa Han 漢朝 (206BCE-220CE)  para cendekia dapat menafsir ulang luo-shu 洛書 dengan bebas. Luo-shu awal digambarkan  dengan simpul dan tali, lalu berkembang kesegala bidang kehidupan, menjadi grid 3X3 bujur  sangkar, bilangan angka 1 -9, falsafah nonary 9, 9 daerah kekaisaran, 9 satuan  pengaturan  tanah pertanian, pembagian 9 daerah langit dan bumi fen-ye 分野, denah 9 ruang bangunan  ming-tang 明堂.


GAMBAR 11. GAMBARAN LEGENDA KUNO AWAL KEMUNCULAN HE-TU DAN LUO-SHU. ( HENDERSON,J.B.1984:83)
GAMBAR 12. SIMBOL BILANGAN HE-TU  PERDANA BERUPA SIMPUL DAN TALI. (SWETZ, F.J.2008:15)

Diagram  luo-shu  yang  tertua  tercatat  pada  naskah  masa  dinasti  Song  宋朝  (860- 1279) berupa grid 3X3 bujur sangkar dengan simbol simpul-tali (bukan angka). Pada abad ke  11  bersamaan  dengan  munculnya  neo-Confucian  cosmology  dikenal  juga  luo-shu  9  kotak  dengan   beragam   varian.   Aliran   keprcayaan   Tao   dan   Confucius   menganggap   luo-shu  merupakan  pola  dasar  utama  susunan  alam  semesta,  dengan  arah  mata  angin  dapat  ditempatkan pada keempat sisi luo-shu.

Luo-shu  dapat juga dihubungkan dengan kegiatan masyarakat agraris dalam bertani.

Diawali musim semi (bersifat yang), ditempatkan pada arah mata angin timur laut. Angka 3  & 8 dalam wuxing merupakan  fase kayu; melambangkan tanaman yang berkembang. Musim  panas  arah  tenggara,  dengan  angka  4  &  9,  fase  logam.  Dihubungkan  ketika  bertani  menggunakan alat dari logam. Musim gugur arah barat daya terdapat angka 2 & 7, fase api.  Setelah panen sisa ladang sering dibakar. Terakhir musim dingin pada arah barat laut, angka  1  &  6,  fase  air.  Ladang  akan  tertutup  salju.  (Mengacu  daerah  pertanian  Tiongkok  utara,  tempat  asal  peradaban  masyarakat  Tionghoa  purba).  Sedangkan  angka  5,  dilambangkan  sebagai fase tanah; pusat semua kegiatan dan sumber kehidupan.

 


 

HE TU

He-tu  河图 ,  gambar  dari  sungai  merupakan  paham  mirip  dengan  luo-shu, dikisahkan awal kemunculannya pada tubuh seekor kuda naga dari sungai Kuning (Huang-ho  黄河)  yang  menghadap  pada  raja  bijak  legendaris  ke  2:  Fu  Xi 伏羲.  (  Legenda  Tionghoa  mengenal  3  orang  raja  perdana:  Sui-ren 遂人,  Fu-Xi 伏羲,  dan  She-nong 神農.  Ketiganya  disebut  San-huang  三 皇 ). Fu-Xi  digambarkan  tokoh  yang  pertama    mengajari  bangsa  Tionghoa berburu, memancing, membuat alat musik, dan tatacara perkawinan.( Taniputera I.  2008:49).  Bila  mengikuti  garis  waktu  sejarah  legenda  penampilan  ini  berarti  ho-tu  lebih  dahulu dari pada luo-shu.


GAMBAR 13. A. IKON  HE-TU 河图, DIGAMBARKAN DALAM SIMBOL BUNDARAN KOSONG BILANGAN YANG, DAN ANGKA  YIN   BUNDARAN HITAM

GAMBAR 14. SIKLUS LIMA UNSUR WU-XING 五行 PADA HE-TU 河图, A =  MEMPERKUAT ;  B = MEMPERLEMAH. (SWETZ. F.J.  2008:38)

Pada  tubuh  kuda  naga  ini  terdapat  symbol  bilangan  1  –  10.  Lalu  jejak  kakinya  meninggalkan  diagram  berupa  garis-garis  yang  diformulasi  menjadi  ba-gua  (八卦)  8  buah  trigram. Kemudian hari diyakini bahwa kaisar Zhou Wen-wang 周文王 pendiri dinasti Zhou 周 (1122-255  BCE)  menafsir  ulang  ba-gua  (八卦)  menjadi  susunan  64  hexagram  yang  mengacu pada naskah Yi-jing 易經( Buku mengenai perubahan). (Swetz, Frank J. 2008:10)

He-tu  dan  luo-shu    pada  awalnya  dimaknai  sebagai  dasar  kosmologi;  tetapi  sejak masa  dinasti  Song 宋朝 (960-1279  CE)  mulai  meredup,  dan  bertransformasi  lebih  menjadi  media metafisik sebagai alat meramal dan sebagai benda penangkal bahaya.

He-tu sering dianggap sebagai pelengkap dari luo-shu, dengan sisi sejarah awalnya  yang  merupakan  teka-teki  mirip  seperti  luo-shu  diatas,  sangat  minim  catatan  terperinci  mengenainya.


WU XING 五行.

Uraian tertua tertulis tentang ini ditemukan pada naskah oleh Chou  Yen 鄒衍  (350  –  270  BCE)  fase-fase  elemen  ini  diidentikan  dengan  planet.  Pada  konteks  astronomi  kuno  terdapat  asosiasi  antara  5  fase  ini  dengan  planet  tata-surya  (solar  system):  Yupiter - fase kayu,  Mars – fase api, Saturnus – fase tanah, Venus – fase logam, Merkuri –  fase air.

Arti harafiah: lima proses, lima fase. Konsep ini menganggap perubahan alam selalu dinamis melewati 5 fase proses. Proses ini dilambangkan sebagai: air(shui  水), api(huo 火),  logam(jin  金),  kayu(mu 木),  dan  tanah  (tu 土).  Unsur-unsur  ini  dilambangkan  juga  dalam  bentuk  angka  bilangan,  maka  dapat  dipadankan  pada  luo-shu  络書  grid  3X3  kotak  bujur. sangkar.  Paham  ini  diutarakan  pada  tahun  135  BCE  oleh  filosof  Dong  Zhong-shu 董仲舒(179-93 BCE).

TABEL 1.ASTRONOMI KUNO MENGHUBUNGKAN PLANET TATA SURYA DENGAN 5 FASE WU-XING 五行,  DAN ARAH MATA  ANGIN.( KELLEY,D.H. ET AL.2011:328)

{supertable table}

Planet
Title
Direction
Elemen
Purpose
Jupiter
Sui-xing (Year Star) 歲星 East
Wood
Year Regulation
Mars Ying-Huo-xing (Glitterer) 熒惑星
South
Fire

Saturn T'ien-xing (Filler) , Zhen-xing 鎮星 Center
Earth
Filling the country
Venus T'ai-bai-xing (Great White) 太白星
West
Metal
Day Regulation
Mercury
Ch'en-xing (Hour Star)  辰星
North Water Hour Regulation

{/supertable}

Masing-masing fase dianggap memiliki karakter khusus dalam siklus enersi. Air bersifat enersi yang selalu menurun menyebabkan ketenangan. Api memiliki sifat enersi yang  selalu bertambah mengarah ke puncak. Logam bersifat padat dengan kumpulan enersi yang  menyatu.  Kayu  bersifat  tumbuh,  enersi  yang  mengembang  kesegala  arah.  Tanah  memiliki  sifat enersi  yang berputar pada sumbu dan bergerak pada bidang datar.

GAMBAR 16.  LIMA UNSUR,WU-XING 五行. URUTAN GARIS TEGAS= BERSIFAT MEMPERKUAT, GARIS PUTUS = MEMPERLEMAH.
(SWETZ,F.J.2008:35)

Dalam  falsafah  wu-xing  五行  urutan  antara  tiap  unsur  memiliki  sifat  membangun saling memperkuat, konstruktif, dan urutan yang saling melemahkan; menaklukan; destruktif.   Urutan  konstruktif  produktif:  tanah-logam-air-kayu-api-tanah.  Kayu  tumbuh  oleh  air,  api  membesar oleh kayu, api menghasilkan abu menjadi tanah, tanah menghasilkan logam, logam menembus  bumi  mengeluarkan  air.  Sedangkan  urutan  menaklukan,  melemahkan  berupa  :  tanah-air-api-logam-kayu-tanah.

Teori   mengenai   penaklukan;   pelemahan   ini   digunakan   juga   sebagai   dasar pembenaran  oleh  para  pendiri  dinasti  kekaisaran  Tiongkok  ketika  menjatuhkan  dinasti  sebelumnya,  lalu  mendirikan  dinasti  baru  dan  melanggengkan  pengalihan  kekuasaan  kaisar  pada  keturunan  berikutnya.  Setiap  dinasti  memiliki  warna  kerajaan  sendiri,  dan  juga  menempatkan dinasti pada salah satu urutan fase diatas secara berurutan. Merupakan usaha  agar   mendapat   dukungan   masyarakat,   dengan   memanfaatkan   falsafah   wu-xing   yang  merupakan bagian dari kepercayaan masyarakat luas. Naskah sejarah dinasti Tiongkok kuno  yang  menguraikan  tentang    proses  pergerakan  wu-xing  五行  ini  adalah,  Chun-qiu  zhuo-si  zhuan 春秋左氏傳 “Spring and autumn annals” Catatan masa musim semi dan gugur marga  Zhuo( 239  BCE).

GAMBAR 17. KOTAK GRID 3 X 3 LUO-SHU DIHUBUNGKAN DENGAN PROSES KONSTRUKTIP WU-XING. ( FRANK J. SWETZ. 2008:36) .

Dengan memakai angka 5 sebagai titik pusat pertemuan, serta mengambarkan arus daya  fase kayu  yang mendukung api, dan fase logam mendukung air. Dimunculkan simbol  swastika  terbalik,  sebagai  huruf  ―wan‖  卍 .  Simbul  ini  muncul  pada  budaya  Tionghoa  bersamaan  dengan  masuknya  agama  Buddha    sebagai  lambang  segala  hal  yang  baik  dan  terpancar. Simbol ini sebenarnya telah dikenal sejak masa sebelum masuknya agama Buddha,  pada saat itu sebagai lambang matahari, api dan pergerakan. Berarti dalam pola pikir luo-shu  dimaknai semua hal dalam alam semesta berupa karya produktip dari proses wu-xing sebagai  yang baik dan aktip. Simbol ikon wan ini banyak dijumpai sebagai ornament pada klenteng  tradisional Buddhis.

Wu-xing   juga   dihubungkan   dengan   28   rasi   bintang   (lunar   mansion)   dan pengelompokannya membentuk  4 kelompok rasi bintang yang digambarkan sebagai hewan  penguasa langit pada 4 arah mata angin.

TABEL 2 (Jika belum tertampilkan berarti belum diupdate)

TABEL 3
(Jika belum tertampilkan berarti belum diupdate)

Bilangan-bilangan pada grid 3X3 bujur sangkar luo-shu dapat dikelompokan pada lima fase wu-xing. Lalu kelima fase elemen ini dapat diterapkan pada arah mata angin dan musim,  serta warna. Urut-urutan wu-xing juga dapat dihubungkan dengan warna, dan ini menentukan  pilihan   warna   yang   dipakai   secara   berurutan   pada   bangunan   klenteng   berarsitektur  tradisional Tionghoa.


 

YIN YANG

Yin-yang  陰陽;  阴阳
.  merupakan  salah  satu  paham  kosmologi  Tionghoa  kuno. Sejak dahulu kala mereka menyadari adanya irama dualitis dalam alam, siang-malam, panas- dingin,  musim  kering-musim  hujan,  hidup-mati,  jantan-betina,  kuat-lemah  dan  seterusnya.  Semuanya  disikapi  sebagai  dialog  berlawanan  yang  menyebabkan  terjadinya  perubahan  secara  dinamis  dan  abadi.  Faham  yin-yang merupakan  sistim  dan  proses  yang  menjelaskan  terjadinya perubahan, dinamika yang digerakan oleh daya (dao 道) alam semesta Tian 天.

Langit  digambarkan  sebagai  unsur  yang  阳,  bumi  sebagai  yin  阴.  Musim  panas sebagai yang, musim dingin sebagai yin.

Yin-yang berpengaruh  pada  semua  hal,  hadir  pada  setiap  objek  dan  situasi.  Ketika  salah  satu  daya  mencapai  puncaknya,  dengan  sendirinya  akan  menimbulkan  daya  yang  sebaliknya, suatu siklus abadi tidak pernah berhenti di dalam alam semesta. Yin-yang selalu  saling   melengkapi   dan   membentuk   keutuhan.   Penilaian   untuk   menentukan   yin-yang  dilakukan   dengan   menilai   sifat   alami   objeknya,   serta   hubungan   kontekstual   dengan  padanannya. Misalnya seorang pria adalah yang terhadap perempuan, tetapi ia  yin terhadap langit.

Paham ini diperkirakan berawal dari naskah Yi-jing 易經; Buku tentang perubahan  (versi yang umum dikenal sekarang disebut naskah Zhou-yi 周易 ca. 1,100 BCE). Kemudian  hari teori Yi-jing ini dikembangkan oleh Bo-yang Fu 伯陽父( ca. abad 8 BCE). Lalu Zou Yan  鄒衍(  ca.  350-270  BCE)  merumuskan  secara  lebih  lengkap;  diantaranya    penerapan  pada  teori siklus pergantian dinasti kekaisaran serta pada bermacam bidang kehidupan.

Teori Yin-yang banyak terdapat dalam ajaran Dao, sebagai kepercayaan dan praktis. Berpengaruh  juga  pada  teori  mengenai  alchemy  dan  pengetahun  pengobatan  tradisional  Tionghoa.  Olah  raga  tai-ji-quan 太極拳  yang  dikenal  sampai  kini  juga  berdasarkan  paham  yin-yang ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GAMBAR 18. TRANSFORMASI  LAMBANG DARI YIN(GARIS TERBELAH DUA) DAN  YANG(GARIS LURUS MENYATU)  MENJADI 4 BIGRAM,   LALU 8 TRIGRAM. ( MORAN, E. ET AL. 2002. : 77).

GAMBAR 19.  CORRELATIVE COSMOGRAM, BERURUTAN  DARI LINGKAR TERDALAM KEARAH LINGKAR LUAR: YIN-YANG 陰陽, BA-GUA  SEMESTA BERIKUT HOUTIAN BA-GWA 后天八卦, LATER HEAVEN, , MATA ANGIN, DAN WU-XING 五行. (SWETZ, F.J.  2008:55)

TABEL 4 (Jika belum tertampilkan berarti belum diupdate)

Paham yin-yang ini dapat juga di gambarkan berupa linkaran tai-ji-tu 太极图, dalam bentuk simbol berupa garis lurus = yang dan garis terputus = yin. Bila kedua  garis simbol  dikombinasikan   akan   menghasilkan   4   bigram,   selanjutnya   akan   dapat   menghasilkan  kombinasi 8 trigram. Masing-masing trigram memiliki nama tersendiri, lalu ketika disusun kembali sekitar lingkaran  tai-ji-tu 太极图 diperoleh lambang  yang disebut sebagai  ba-gua 八卦.

Dikenal terdapat dua  macam ba-gua 八卦, semesta awal, early heaven, xian-tian 先 天  dan  semesta  berikut,later  heaven,  houtian  后天  .  Perbedaan    terdapat  pada  susunan  trigramnya.


GAMBAR 20. SUSUNAN TRIGRAM PADA: SEMESTA AWAL XIAN-TIAN BA-GWA 先天八卦, EARLY HEAVEN,. (SKINNER, S. 2006:92)
GAMBAR 21.   SUSUNAN TRIGRAM PADA: SEMESTA BERIKUT, HOUTIAN  BA-GWA 後天八卦, LATER HEAVEN,. (SKINNER, S. 2006:92)

GAMBAR 22.LAMBANG BA-GUA 八卦 PADA AMBANG PINTU MASUK. KLENTENG XIE DIAN GONG, BANDUNG. (FOTO OLEH PENULIS)

GAMBAR 23. BENDERA NEGARA KOREA SELATAN, MEMAKAI SIMBOL TAI-JI-TU 太极图 (KOREA : TAEGEUK) DENGAN 4 TRIGRAM.
(PADA BUDAYA KOREA TERDAPAT BEBERAPA DETAIL PENGERTIAN YANG BERBEDA)
HTTP://EN.WIKIPEDIA.ORG/WIKI/FLAG_OF_SOUTH_KOREA ...
GAMBAR 24. SIMBOL BA-GUA 八卦 DIGUNAKAN PEMERINTAH SINGAPURA PADA KOIN MATA UANG  TAHUN 1995 BERNILAI SING  $ 1.00.   RUMOR DI MASYARAKAT MENYEBUTKAN PERLUNYA TIAP WARGA SINGAPURA DI LINDUNGI OLEH BA-GWA  BERHUBUNG DIBANGUNNYA JARING MRT  TELAH MERUBAH FUNG-SHUI ALAMI PULAU SINGAPURA.  (HTTP://WWW.MSYMBOLL.TOTALH.COM/SINGAPORE_DOLLAR_IM /1%20SINGAPORE%20DOLLAR%20COIN%201995.JPG  )


Kombinasi   selanjutnya   dari   trigram   menghasilkan   64   hexagram   dari   Yi-jing. Kombinasi  hexagram  ini  dapat  digunakan  untuk  peramalan  dengan  menggunakan  bilah-  bilah  bambu  bu-gua卜卦.    Dengan  cara  yang  agak  rumit;  memerlukan  bantuan  seseorang  yang  mengerti.  Cara  ini  berbeda  dengan  cara  ciam-si,  qian-shi  簽詩  (bilah  syair)  yang  umum masih dapat dijumpai pada klenteng tradisional sekarang.

Sifat  mencapai  keimbangan  dinamis  yin-yang  menimbulkan  sumbu  simetris  yang  sangat tegas pada denah bangunan tradisional berarsitektur Tionghoa (lihat gambar klenteng  berikut).

Dalam perencana denah kota terlarang di Beijing, bangunan ―Altar langit‖ terletak di  bagian  paling  selatan,  bangunan  ―Altar  bumi‖  di  bagian  utara,  bangunan  ―Altar  matahari‖  dibagian Timur, dan bangunan ―Altar bulan‖ di  bagian barat. Sangat jelas menggambarkan  penerapan falsafah yin-yang dengan menempatkan objek yang berlawanan secara berhadapan: langit-bumi, dan matahari-bulan. (Lihat gambar denah kota terlarang Beijing pada bagian lain  tulisan ini)


GAMBAR 25. DENAH KLENTENG XIE DIAN GONG, HIAP THIAN KIONG DI BANDUNG. SANGAT TEGAS TERLIHAT SUMBU SIMETRIS  BANGUNAN. (GAMBAR HASIL PENGUKURAN OLEH PENULIS)

GAMBAR 26. TAMPAK MUKA KLENTENG XIE DIAN GONG, BANDUNG. JELAS TERLIHAT POLA  SIMETRIS PADA BANGUNAN.(FOTO OLEH  PENULIS)

GAMBAR 27.  YIN-YANG  DALAM IKON TAI -JI-TU 太极图, HASIL PENGELOMPOKAN BILANGAN JENIS  YIN DAN YANG . BERASAL DARI  BENTUK AWAL  HETU (A) DAN BILANGAN 5+10 DISATUKAN SEBAGAI PUSAT (B) .  (SWETZ. F.J. 2008:156)



GAN YING 感應

Gan-ying   感應 (getaran   kosmos)   merupakan   paham   penalaran   cara   berpikir correlative thinking dalam falsafah hubungan alam dengan manusia. Ide ini ketika diterapkan  pada  pemerintahan  kerajaan  menjelaskan  hubungan  sebab  akibat  gejala  alam  dengan  cara  seorang  kaisar  (putera  langit)  menjalankan  printah  langit.  Ketika  kaisar  memerintah  secara  bijaksana  dan  adil,  kehidupan  masyarakat  akan  makmur.  Tetapi  ketika  kaisar  bertindak  sewenang-wenang,  lalim  dan  kejam,  alam  akan  murka  dengan  mendatangkan  beragam  bencana, banjir, kekeringan, hama tanaman, atau wabah penyakit. Munculnya benda angkasa  diluar  keseharian:  meteor,  komet,  nova,  supernova  merupakan  pertanda  peramalan    akan  terjadinya bencana atau cara kaisar memerintah yang salah. Secara tidak langsung paham ini  merupakan kontrol melekat internal pada kekuasaan absolut seorang kaisar.

Gan-ying  感應 ,  getaran  kosmos  ini  dipercaya  berbeda  bagi  setiap  kaisar  yang  memerintah;  sampai  pun  alam  akan  menentukan  nada  musik  berbeda  pada  alat-alat  musik  yang  selaras,  nada-nada  ini  akan  harmonis  ketika  kaisar  memerintah  secara  bijak.  Nada  dianggap  dapat  mempengaruhi  sifat  pergerakan  daya  yin-yang.  Penalaran  paham  secara  demikian  merupakan  penerapan  kan-ying  感應 pada  ranah  politik,  yang  dapat  juga  disebut  sebagai ―kosmologi politik‖.

Dalam  ranah  bangunan  pada  lingkungan  binaan;  prinsip  gan-ying  ini  merupakan  dasar kepercayaan masyarakat pada feng-shui. Ketika bangunan atau permukiman dikerjakan  sesuai dan selaras dengan qi 氣, daya alam akan mendatangkan kemakmuran dan kebahagian  bagi   penghuninya.   Rumah,   istana,   kota   semuanya   dibangun   dengan   terlebih   dahulu    mempertimbangkan    pendapat    feng-shui.    Alam    senantiasa    berhubungan    dan    akan  mempengaruhi  kehidupan  manusia.  Manusia  dengan  upaya-upaya  tertentu  akan  dapat  mempengaruhi ataupun memanfaatkan gejala daya alam ini.


 

GEOMETRICAL COSMOLOGY

Geometrical  cosmology,  geometrical  cosmography.  Pada  perencanaan  kota-kota  kuno  diupayakan  juga  agar  dapat  terbentuk  mikrosomos  ideal  yang  merupakan  proyeksi  gambaran  makrokosmos  tradisional,  pendekatan  serupa  juga  diterapkan  pada    arsitektur  bangunan-bangunan  di  dalamnya.    Pola  bentukan-bentukan  demikian  merupakan  suatu  paham yang dapat bertahan sepanjang sejarah peradaban dalam ranah bangunan berarsitektur  vernakular Tionghoa hingga akhir masa kekaisaran Tiongkok (1911).

GAMBAR 28. BENTUK DENAH 4  IBU KOTA KUNO KEKAISARAN. DINASTI HAN 漢朝(206-220BCE) CHANG-AN 長安. DINASTI TANG 唐朝 (618-907 CE) CHANG-AN. DINASTI SONG 宋朝 (960-1279 CE) KAI-FENG 開封. DINASTI MING 明朝 (1368- 1644 CE) BEI-JING 北京. (SKINNER, G. WILLIAM. 1977 : 72)

GAMBAR 29. DENAH KOTA KUNO CHANG-AN 長安, SEMASA DINASTI HAN 漢朝 ( 206 BCE - 220CE ).DINDING UTARA  MENGGAMBARKAN RASI BINTANG URSA MAJOR. DINDING KOTA SELATAN MERUPAKAN RASI BINTANG SAGITARIUS.  MERUPAKAN PENERAPAN GEOMETRICAL COSMOGRAPHY. ( KELLEY, D H. 2011: 326).

GAMBAR 30.  DENAH , PERUBAHAN KOTA CHANG-AN 長安 KUNO, PADA MASA DINASTI TANG 唐朝(618-907 CE). (SKINNER, G.  WILLIAM. 1977: 58).  BERBENTUK BUJUR SANGKAR, PADA SETIAP SISI TEMBOK KOTA TERDAPAT 3 BUAH PINTU GERBANG  KOTA.( GRID  3X3 DARI BUJUR SANGKAR LUO-SHU )

GAMBAR 31.  DENAH KOTA KAI-FENG 開封 KUNO, DINASTI SONG UTARA. DETAIL. (SKINNER, G. WILLIAM. 1977 : 61).

GAMBAR 32. DENAH KOTA BEI-JING 北京 KUNO (DINASTI MING 明朝), DETAIL. (SKINNER, G. WILLIAM. 1977 : 68).

GAMBAR 33. BENTUK KOTA BEI-JING 北京 KUNO SELAMA 4 DINASTI. JIN 金朝, YUAN 元朝, MING 明朝 DAN QING 清朝.  SUMBU TENGAH MEMBELAH KOTA SECARA SIMETRIS DAN BENTUK KOTA SEGI EMPAT TETAP BERTAHAN. (CHANG,S.S.H.  1986:203)

Uraian  mengenai  bentuk  kota  ideal  mengikuti  paham  kosmologi  telah  muncul

dalam naskah kuno sejak satu abad sebelum Masehi, besar kemungkinan konsep ini berasal  dari  masa  sejarah  jauh  sebelumnya.  Patokan  utama:  bentuk  geometri  bujur  sangkar  dengan  sumbu   utama   mengarah   ke   4   mata   angin   utama.   Bentuk   demikian   menggambarkan  mikrokosmos,  menyerupai  langit  makrokosmos  dengan  sumbu  utama  kota  utara-selatan  sejajar dengan meridian  langit.

GAMBAR 34. DENAH KOTA KUNO LOYANG 咯陽, DENGAN BENTUK IDEAL MENURUT KOSMOLOGI TIONGKOK KUNO. (DINASTI ZHOU, 1122-256 BCE). (FRANK J. SWETZ. 2008:64)

Sejalan dengan paham geometrical cosmology tradisional; bentuk langit kubah bulat  dan  bumi  berbentuk  persegi,  ketika  penerapan  pada  dunia  nyata  menjadi  geometrical  cosmography.  Kota  terbagi  oleh  9  jalan  besar  yang  sejajar  searah  kedua  sumbu  utama,  menghubungkan  gerbang  kota  yang  saling  berhadapan.  Di  tengah  kota    terbentuk    bujur  sangkar  pusat  sesuai  bentuk  luo-shu  洛書,  grid  3X3  kotak.  Sedangkan  muka  bangunan- bangunan  resmi  kekaisaran  selalu  harus  berorientasi  menghadap  kearah  selatan,  dengan  sumbu  simetris  yang  tegas  utara-selatan.  Bentuk  kota  Loyang  dari  masa  dinasti  Zhou 周朝 (1046-256 BCE) memiliki denah ideal demikian (lihat gambar).

Dari artefak kota kuno yang ditemukan ternyata bentuk ideal ini tidak selalu ditaati  pada setiap kota besar; ibu kota kekaisaran, kemungkinan penyimpangan ini terutama adalah  pertimbangan  medan  yang  tidak  mengijinkan  serta  adanya  pertimbangan  geomancyfeng- shui.  Bentuk  kota  ideal  lebih  sering  dijumpai  pada  kota  berukuran  kecil  dan  sedang  ( kabupaten dan propinsi).


 

MING TANG 明堂

Ming-tang 明堂 (aula cahaya). Penerapan geometrical cosmography paling nyata dan mudah  adalah  pada  arsitektur  bangunan.  Sangat  terjangkau  dan  memungkinkan  untuk  menerapkan   beragam   paham   kosmogi   dalam   dimensi   manusiawi.   Diantaranya   denah  bangunan  merupakan  cosmogram  dipandang  sebagai  proyeksi  gambaran  alam  semesta,  disamping juga pada detail bangunan atas dapat diterapkan dalam proporsi dan detail struktur.

Diantara bangunan yang sangat sakral dalam lingkungan istana kekaisaran kuno, ada  bangunan  dinamai  Ming-tang  明堂   (aula  cahaya),  bangunan  khusus  yang  diperuntukan  sebagai tempat ritual kaisar berhubungan dengan  langit dan semesta alam. Uraian ming-tang  ini muncul berulang kali dalam catatan naskah-naskah kuno Tionghoa.

Pertama  kali  tercatat  pada  naskah  Chun-qiu  Zhuo-shi-zhuan 春秋左氏傳  Catatan  masa musim semi dan gugur marga Zhuo( 239  BCE) dan Mencius 孟子 ( dinasti Zhou 周朝 ,  1046  –  256  BCE),  bangunan  ming-tang  hanya  diuraikan  singkat  saja,  juga  pada  catatan  naskah-naskah  kuno  lainnya.  Semuanya  tidak  menggambarkan  data  dan  detail  dimensi  bangunan  yang  memungkinkan  dilakukan  rekonstruksi  secara  meyakinkan.  Situasi  ini  memungkinkan  pada  perode  berikutnya  masa  dinasti  Han  漢朝 (206  BCE  -220CE)  para  cendekiawan  dapat  menafsir  ulang  secara  bebas.  Gambaran  yang  didapat  lebih  bersifat  spekulasi imajinasi dan kosmologis, sehingga bila mengikuti uraian tersebut secara harafiah;  maka bangunan tidak akan mungkin didirikan.

GAMBAR 35. PERKIRAAN BENTUK MINGTANG YANG DAPAT DIBANGUN KAISAR WANG MANG 王莽 (45 BCE-23 CE ) (DINASTI XIN  新朝,8-23 CE), MENURUT DETAIL DARI ARTEFAK YANG DITEMUKAN DARI PENGGALIAN. (FRANK J. SWETZ. 2008:43)

GAMBAR 36. PERUNTUKKAN TIAP RUANG MING-TANG  明堂, DIKHUSUSKAN BAGI MUSIM SETIAP TAHUN. DIPADANKAN DENGAN  LETAK PADA SISI BANGUNAN MENURUT ARAH MATA ANGIN.  MENGACU PADA GRID 3X3 LUO-SHU.(CHANG, SSH. 1986:197)

 

GAMBAR 37. DENAH MING-TANG 明堂, PADA ARTEFAK YANG DITEMUKAN PARA ARKEOLOG, DIBANGUN OLEH KAISAR WANG MANG  王莽 (45 BCE-23 CE ) (DINASTI XIN 新朝,8-23 CE). MENGACU PADA BANGUNAN MASA DINASTI SHANG 商朝(1600- 1046 BCE) DAN ZHOU 周朝(1046 – 256 BCE), 1,000 TAHUN SEBELUMNYA; DARI MASA PERADABAN PERUNGGU(BRONZE).  DENAH BERBENTUK YA 亞 , RUANG TANGAH UTAMA DENGAN RUANGAN PADA KE-4 SISINYA. DIBANGUN DIATAS PLATFORM  BUNDAR BERDIAMETER 60 M, LALU DIBATASI TEMBOK PERSEGI PANJANG TIAP SISI 235 M, MELAMBANGKAN BUMI. TERLUAR  DIKELILINGI LINGKARAN SALURAN AIR BERDIAMETER 360 M, MELAMBANGKAN LANGIT MAKROKOSMOS.( WANG,  A.2000:169-170).........

 

 

GAMBAR 38. PERKIRAAN DENAH MING-TANG 明堂, DENGAN 4 RUANG SKYWELL , DIAN-JING 天 井 DISEKELILING RUANG PUSAT.  (HTTP://BAIKE.BAIDU.COM/VIEW/103723.HTM) ..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NUMEROLOGI

Numerology  (berkaitan  dengan  angka  bilangan)  falsafah  yang  sangat  berpengaruh

dalam arsitektur mikrokosmos ming-tang merupakan transformasi penerapan yang terbentuk  sebab multi tafsir dari sudut geometrical cosmology, sarat dengan simbol yang mengacu pada  angka-angka   bilangan   konstan   tertentu   akibat   cara   berpikir   correlative.   Numerology  berkembang pesat pada masa dinasti Han 漢朝 (206BCE-220CE),  sangat populer berkaitan  dengan beberapa bilangan: 5 (quinary), 9 (nonary)  dan 12.


 

QUINARY

Quinary (berhubungan dengan bilangan 5), berkembang bersumberkan pada falsafah  wu-xing 五行(5 fase), pada uraian ming-tang 明堂 denah bangunan digambarkan terdiri dari  gabungan 5 bujur sangkar utama yang berbentuk salib atau tanda ‖ + ―. Pada kotak di tiap sisi  bujur sangkar pusat, terbagi lagi menjadi 3 ruangan lain. Sehingga jumlah seluruhnya dari 4  sisi  X  3  ruang  menjadi  12  ruangan  di  sekeliling  kotak  pusat;  sesuai  dengan  jumlah  bulan  kalender. Secara demikian suatu paham geometrical cosmology digabungkan dengan paham  5 fase, wu-xing 五行.

NONARY

Nonary  (berhubungan  dengan  angka  9),  dalam  hal  ini  bentuk  denah  bangunan bertalian dengan grid 3 X 3 bujur sangkar, yang merupakan paham luo-shu 洛書.  Artefak  denah  ming-tang  ini  belum  ditemukan  secara  pasti,  untuk  dapat  dipakai sebagai  pengukuhan  bukti  sejarah  arsitektur.  Tetapi  dipandang  dari  sudut  kosmologi  dan  numerology  merupakan  gabungan  yang  ideal.  Sehingga  dukungan  dari  masyarakat  cukup  populer.

Komentar  serta  bahasan  diantara  cendekiawan  mengenai  mingtang  ini  berlangsung terus hingga masa modern sekarang. Secara  garis besar tetap tegas diakui bahwa bangunan  mingtang    memiliki  multi  fungsi  bagi  politik  kekaisaran  dan  kepercayaan  masyarakat  Tionghoa  kuno.  Beberapa  kaisar  yang  sedang  bertahta  mendukung  dan  membangunnya,  dengan tujuan memanfaatkannya bagi legitimasi kekuasaannya. Diantaranya kaisar Wu 漢武 帝(140-87  BCE)  dari  dinasti  Han,    dan  ratu  Wu-ze-tian  武則天(684-704  CE)  dari  dinasti  Tang 唐朝. Dalam bangunan ming-tang 明堂 ini kaisar menyelengarakan ritual kerajaan yang  merupakan  ekspresi  politik  monopoli  kekuasaan  kaisar  sebagai  penghubung  tunggal  bumi  dengan langit. Pada bentuk grid 3X3 ruangan diasosiasikan juga dengan  paham 9 provinsi kekuasaan  kekaisaran.  Sedang  pada  denah  12  ruang  merupakan  siklus  sesuai  iklim  alam,  setiap bulan kaisar harus berpindah ruang upacaranya.

Kaisar Wu 漢武帝 dari dinasti Han, pelindung dari Tung Chung-shu 董仲舒 (c 179 – 104 BCE) seorang cendekiawan kuno penganjur correlative cosmology, tercatat merupakan kaisar pertama yang mendirikan ming-tang 明堂 di kaki gunung Tai 泰山. Lalu kaisar Wang  Mang   王 莽 (4-23   CE)   dari   dinasti   Hsin   新 朝 ;   bangunan   ini   dibakar   pada   akhir  pemerintahannya, artefak bangunannya  mungkin yang ditemukan tahun 1980an.

Kaisar Kuang Wu 光武 (25-57 CE) dari dinasti Han berikutnya membangun kembali ming-tang  明堂 mengikuti  deskripsi  paham  numerology.  Kaisar-kaisar  berikutnya  berulang  kali juga membangun ming-tang 明堂 dalam skala yang agak kecil. Ketika ratu Wu berkuasa,  ia membangun ming-tang 明堂 yang dianggap terbaik (688 CE) sepanjang sejarah. Bangunan  3 lantai sarat dengan simbol numerology. Menurut catatan yang ada pada akhir dinasti Sung  tahun  1117  juga  dibangun  ming-tang  明堂  terakhir.  Kaisar-kaisar  berikutnya  membangun  dan melakukan ritual dalam bangunan yang tidak khusus merupakan ming-tang 明堂.

GAMBAR 39. DENAH MINGTANG 9 RUANGAN, TIAP RUANG DIPERUNTUKAN RITUAL MUSIM DAN BULAN TERTENTU (KALENDER LUNAR).  PERHATIKAN PADA GAMBAR DENAH TRADISIONAL, ARAH MATA ANGIN  SELATAN DILETAKKAN PADA  BAGIAN ATAS DENAH.  (FRANK J. SWETZ.2008:44)
GAMBAR 40. BAGAN SIRKULASI KAISAR UNTUK MELAKUKAN RITUAL BULANAN SESUAI DENGAN PERUBAHAN MUSIM DALAM SETAHUN. (CHANG, SIMON S.H. 1986: 197)


GAMBAR 41. DENAH  MIN-TANG 明堂, TIAP RUANG DIPADANKAN DENGAN TRIGRAM DARI 8 TRIGRAM BA-GUA, DAN TIAP RUANG  DITEMPATI ANGKA LUOSHU. 1-9. ( HENDERSON, JB. 1984:79)
GAMBAR 42. GAMBAR DENAH KUNO BANGUNAN MING-TANG 明堂 DENGAN TEMBOK KELILING SEGI-EMPAT MELAMBANGKAN BUMI.  ( CHANG, S.S.H. 1986: 197)



EMPAT HEWAN MITOLOGI

 

4  Hewan  mitologi  penguasa  langit,  si-xiang 四象.  Kosmologi  Tionghoa  kun mengenal adanya hewan-hewan mitologi penjaga di empat arah mata angin, naga biru (qing- long 青龍) di arah timur, macan putih(bai-hu 白虎) di arah barat, burung que 雀 merah(zhu- que 朱雀) di arah selatan, dan kura-kura hitam dan ular (xuan-wu 玄武) di arah utara.

Lambang-lambang  hewan  mitologi  ini  dapat  dilihat  pada  bangunan  klenteng  tradisional,  terutama  naga  hijau  dan  macan  putih  selalu  dapat  dijumpai  pada  pintu  masuk  bangunan.    Sebenarnya  yang  digambarkan  sebagai  hewan-hewan  penunggu  ini  adalah  visualisasi rasi-rasi bintang di langit. Setiap rasi hewan ini merupakan pengelompokan dari 7  rasi bintang berbeda yang dianggap rasi dasar.   Keseluruhan rasi bintang dasar menjadi 4 X 7  total  28  rasi. Ada  juga  pendapat  yang  menyatakan  bahwa  astronomi  28  rasi  ini  merupakan  pengaruh  dari  astronomi  Hindu(  astronomi  Hindu  memperhitungkan  27  rasi).(Bruun,  O.  2008:20)

GAMBAR 43 (Jika tidak ditampilkan berarti belum terupdate)

Setiap  rasi  dari  28  rasi  bintang  ini  seharusnya  terletak  disepanjang  garis  ekuator  langit. Dalam istilah astronomi Tiongkok kuno disebut sebagai lunar mansion; ershi-ba-xiu  二十八宿,  daerah  pergerakan  bulan  sepanjang  tahun.  Masing-masing  rasi  bintang  diberi  nama  tokoh  manusia,  sesuai  dengan  faham  anthropomorphic  kosmologi  Tionghoa  kuno.

Tokoh-tokoh  ini  didewakan  oleh  masyarakat  yang  mempercayainya,  beberapa  diantaranya  muncul  dalam  kelompok  tokoh  pada  altar  sebagian  klenteng  tradisional.  Garis  imajiner  ekuator  langit  menurut  astronomi  Tiongkok  kuno  ini  sesungguhnya  telah  menyimpang  bila  dibandingkan  dengan  posisi  ekuator  langit  sekarang.  Menurut  perhitungan  para  ahli,  posisi  tepat sebagai ekuator langit sesuai yang digambarkan pernah terjadi sekitar masa 2400 BCE.

Dengan ini dapat diperkirakan konsep astronomi ini telah dikenal lama oleh budaya Tionghoa  sejak masa kuno tersebut.

GAMBAR 44. ARAH UTARA DIBAGIAN BAWAH GAMBAR, ARAH SELATAN DIBAGIAN ATAS . KOSMOLOGI HEWAN PENGUASA PADA 4  ARAH MATA ANGIN , MENGGAMBARKAN POSISI RASI BINTANG DI LANGIT.  
( HTTP://ACADEMIC.EVERGREEN.EDU/D/DIAMANTH/CHINESE/4ANIMALS.HTM )
GAMBAR 45.  DIGAMBARKAN MENDETAIL (URUTAN MENURUT ARAH JARUM JAM), ARAH UTARA:KURA-KURA HITAM DAN ULAR  (XUAN-WU 玄武), ARAH SELATAN: BURUNG QUE 雀 MERAH(ZHU-QUE 朱雀), ARAH TIMUR: NAGA BIRU (QING-LONG 青龍),  ARAH BARAT: MACAN PUTIH(BAI-HU 白虎).   (HTTP://IMAGE.BAIDU.COM/I?CT=503316480&Z=&TN=BAIDUIMAGEDETAIL&WORD)

GAMBAR 46. PENGELOMPOKAN SETIAP 7 RASI BINTANG MENJADI GAMBARAN SEEKOR HEWAN PENGUASA LANGIT. DARI ATAS   BERURUTAN: RASI NAGA BIRU/HIJAU QING-LONG 青龍 (TIMUR), RASI BURUNG PHOENIX MERAH ZHU-QUE 朱雀 (SELATAN) ,  RASI MACAN PUTIH BAI-HU 白虎 (BARAT), DAN RASI KURA-KURA HITAM XUAN-WU 玄武 (UTARA). MASING-MASING  MENEMPATI KEEMPAT ARAH MATA-ANGIN LANGIT ( KELLEY, D.H. ET AL. 2011:329). 

GAMBAR 47. PENAMAAN 28 RASI  BINTANG PADA EKUATOR LANGIT. (KELLEY, D.H.2011:323)

TABEL 5 (Jika belum tertampilkan berarti belum diupdate)



10 BATANG LANGIT – TIAN GAN

10  Batang  langit  tian-gan  天干 ,  heavenly  stem.  Dalam  falsafah  kosmologi tradisional Tionghoa; penamaan ―batang‖ ini dihubungkan dengan unsur/fase air dari wu-xing.  Kemudian  juga  berelasi  dengan  ba-gua  8  trigram.    Konsep  batang  langit  ini  lalu  barkaitan  erat dengan siklus 12 tahun yang merupakan waktu yang diperlukan menempuh siklus planet Yupiter  mengitari  matahari.  Konsep  ini  tercatat  dalam  naskah  masa  dinasti  Shang  商朝  (1766-1122 BCE )

TABEL 6 (Jika belum tertampilkan berarti belum diupdate)
TABEL 7 (Jika belum tertampilkan berarti belum diupdate)


 

12 CABANG BUMI – DIZHI

12  Cabang  bumi,  di-zhi  地支,  12  earthly  branches.  Konsep  numerology  yang menghubungkan   dimensi   waktu   dan   ruang.   Merupakan   cara   penamaan   berkorelasi  (correlative) pada: 12 mata angin, pembagian satuan waktu (@2jam) perhari, siklus musim  tahunan (pada rakyat jelata lebih dikenal dengan siklus simbol hewan).  Konsep pembagian  12 ini diterapkan pada sistim kalender harian, bulanan, dan tahunan.

Pada siklus 12 tahunan, simbol hewan kalender; biasa disebut sebagai shio, xiao 肖,  berhubungan dengan waktu tempuh siklus planet Yupiter sui xing 歲星 mengelilingi matahari.  Kemudian  ketika  dipadankan  dengan  konsep  10  ―batang  langit‖  tian-gan  天干,  didapat  konsep kombinasi siklus 60 tahunan pada alam; liushi jiazi 六十甲子 (sexagenary).

Diawali  dengan  memadankan  ―batang  langit‖  pertama  dengan  ―cabang  bumi‖ pertama,  padanan  yang  sama  akan  berulang  setelah  60  mutasi.  Dari  padanan  ini  muncul  penggolongan  tahun  dengan  menyebut  ―hewan  dan  elemen‖  misalnya  tahun  ―ayam  emas‖  dst., Cara padanan mutasi dapat dilihat pada tabel berikut. Perhitungan siklus 60 tahunan ini  telah tercatat sejak awal dinasti Han 漢朝 (206BCE-220CE), tetapi ada juga pendapat bahwa  ini telah digunakan sejak dinasti Zhou 周朝(c 800-256 BCE).  Pada masa kuno ketika belum  dikenal penamaan tahun masehi (CE) ; mutasi dari 2 elemen ini digunakan untuk memberi  berbarengan dengan lamanya seorang kaisar sejak naik tahta.  Nama tahun, berbarengan dengan lamanya seorang kaisar sejak naik tahta.

TABEL 8 (Jika belum tertampilkan berarti belum diupdate)

Ditinjau dari sudut correlative thinking terlihat usaha sinkronisasi menciptakan dan

membentuk  konsep  ―abstrak‖  numerology  (berkaitan  dengan  angka  bilangan)  berhubungan dengan  alam  dan  benda-benda  langit,  menyatukan  bilangan  10  (he-tu),  sinkron  dengan  8  trigram  ba-gua,  yin-yang,  lalu  quinary  (berhubungan  dengan  bilangan  5)  dari  5  unsur  fase  wu-xing (tiap fase berhubungan dengan planet tertentu; lihat uraian dan tabel di muka), lalu  digabungkan juga dengan siklus 12 tahun planet Yupiter mengitari matahari (solar system).

TABEL 9 (Jika belum tertampilkan berarti belum diupdate)


ASTRONOMI DAN PENANGGALAN TIONGHOA

 

Peradaban  Tionghoa  telah  mengenal  astronomi  jauh  sebelum  peradaban  di  benua  lain  memulainya,  mendahului  +/-  1,000  tahun  sebelum dikenalnya ilmu astronomi di Eropah. Mereka telah memiliki astronom kekaisaran  yang  bertugas  di  observatorium  mengamati  dan  mendokumentasikan  kejadian  di  langit,  planet,  bintang,  komet,  supernova  dsb.  Sangat  penting  pengetahuan  mereka  sebagai  bukti  legitimasi pengukuhan kaisar adalah ―putra langit‖, agar kaisar dapat meramalkan perkiraan  kapan   gerhana   bulan   atau   matahari   akan   terjadi.   Agar   memperoleh   pengakuan   dan   pembenaran  oleh  masyarakat  yang  diperintahnya.

Tugas  astronom  kekaisaran  masa  kuno:  menentukan penanggalan, memelihara catatan sistim periodisasi perbintangan semesta alam,  memperkirakan terjadinya gerhana bulan dan matahari, mencatat kejadian khusus  di angkasa  (munculnya komet, nova, supernova, bintang tamu).

Dalam  kosmologi  masyarakat  tradisional,  terdapat  keyakinan  semua  benda  langit memiliki  pengaruh  bagi  kehidupan  manusia  sesuai  tanggal  dan  waktu  kelahiran  yang bersangkutan.  Sebagai  masyarakat  agraris  penanggalan  sangat  dominan  mengatur  pola  dan  irama kehidupan para petani dan kehidupan masyarakat umum.

Perhitungan penanggalan  dilakukan campuran menurut peredaran bulan dan matahari (huangli  黃曆    atau  nongli  農曆),  berupa  siklus  30  dan  29  hari  setiap  bulannya.  Cara  perhitungan ini memiliki beberapa ketidak tepatan; sehingga secara teratur pada penanggalan   lunar diadakan koreksi bulan ke13 setiap 2-3 tahun 1 kali, dalam 19 tahun akan terjadi 7 kali  bulan lun, run yue 閏月. Satu bulan kalender akan ditambahkan ketika posisi matahari pada  titik  terjauh  dari  garis  katulistiwa  (winter  solstice),  terletak  berdekatan  dengan  letak  bulan  pada hari terakhir bulan ke 11 lunar. Pada tahun berikutnya segera akan ditambahkan bulan  ke13 pada kalender lunar ini.

Untuk pertanian mereka cenderung mengikuti perhitungan menurut penangalan matahari. Karena lebih mendekati kenyataan alami; perubahan musim setiap tahunnya. Sehingga secara  keseluruhan  penanggalan  tradisional  ini  berupa  campuran  perhitungan  menurut  peredaran  bulan (lunar) dan matahari (solar): penanggalan lunisolar. (Maka kurang tepat sesungguhnya  istilah yang dipakai oleh masyarakat di Indonesia hanya disebut sebagai ―penanggalan Imlek‖ 月曆)

Penanggalan  mengatur  agenda  upacara  ritual  dalam  klenteng  dan  rumah  tangga. Awal  musim  bertani,  hingga  musim  panen  dilakukan  mengikuti  kalender.  Festival  musim  semi,  merupakan  acara  paling  meriah  setiap  tahun  sebagai  upacara  awal  tahun.  Awal  para  petani  bersiap  berladang  kembali.  Festival  pertengahan  musim  panas,  merupakan  perayaan  pada  saat  matahari  berada  di  garis  lingkar  utara,  puncak  musim  panas.  Saat  panen  berlangsung.  Upacara  ritual  masyarakat  Tionghoa  tradisional  dilakukan  secara  berurutan  tertib  mengikuti  penanggalan,  ritual  pribadi  dan  keluarga  yang  dilakukan  dirumah  sendiri;  dan ritual ibadat bersama yang diselengarakan di klenteng.


 

CORRELATIVE THINKING

Correlative  thinking:  cara  memandang  adanya  relasi  antara  bermacam  paham unsur-unsur alam semesta  yang saling berhubungan, sangat berpengaruh dalam pemahaman  masyarakat Tionghoa tradisional  mengenai kosmologi. Falsafah yang menyatukan berbagai  konsep  menjadi  sinkron  berupa  pola  kesatuan  yang  selaras.  Misalnya  menghubungkan  dengan tubuh manusia, kehidupan manusia dan pengaruh benda-benda angkasa (astrologi dan  horoscope).  Anggapan  manusia  sebagai  mikrokosmos  yang  serupa  dengan  makrokosmos bersangkutan.

GAMBAR 48. GAMBARAN KOSMOLOGI CARA  CORRELATIVE THINKING : KOTAK LUO-SHU, 8 TRIGRAM, MATA ANGIN, MUSIM,WARNA,  HEWAN PENGUASA MATA-ANGIN SI-XIANG 四象, WU-XING 五行, DAN YIN-YANG 陰陽.(CHANG S.S.H. 1986: 213)

 


 

GAMBAR 49.  CONTOH CORRELATIVE THINKING USAHA SINKRONISASI PENGGABUNGAN BERMACAM PAHAM DALAM SATU MODUL  LENGKAP. CERMIN TIANWEN TONGJING 天文 銅鏡, CERMIN TEMBAGA SABDA LANGIT ( MAGIC MIRROR) DARI DINASTI TANG.  DIGAMBARKAN BERURUTAN DARI LINGKARAN TERLUAR KEARAH DALAM: 28 RASI BINTANG (XIU) DENGAN SYMBOL HEWAN  (MELAWAN ARAH JARUM JAM), 12 HEWAN LAMBANG TAHUN (SEARAH JARUM JAM), 8 TRIGRAM PAKWA, DAN HEWAN SIMBOL  4 ARAH MATA ANGIN. ( KELLEY, D H. 2011: 324)

GAMBAR 50.  DIAGRAM GUA-QI 卦氣 SALAH SATU DARI BERMACAM VERSI. (HENDERSON,JOHN B. 1984: 15).  CARA MEMBACA  DIAGRAM DARI LINGKARAN TERDALAM KEARAH LUAR, DIAWALI 4 (BAGIAN DARI 64) HEXAGRAM,  LALU URAIAN 24 GARIS DARI  4 HEXAGRAM TSB, 12  RANTING BUMI, 12 BULAN DAN 24 WAKTU MATAHARI, AKHIRNYA LINGKARAN TERLUAR BERISIKAN 60  ( SISA DARI 64) HEXAGRAM. BERHUBUNGAN DENGAN YIN-YANG, 陰陽。 DIGUNAKAN UNTUK PERKIRAAN CUACA, DAN  PERHITUNGAN FUNG-SHUI.

GAMBAR 51. DIAGRAM NA-JIA 納甲  YANG DISEDERHANAKAN. (HENDERSON,JOHN B. 1984:17).   8 TRIGRAM DIHUBUNGKAN  DENGAN PERKEMBANGAN BULAN SERTA PENANGGALAN LUNAR (BULAN). CORRELATIVE  COSMOLOGY BERDASARKAN WUXING.  DIGUNAKAN UNTUK PERHITUNGAN  BA-ZI 八字, FUNG-SHUI 風水, DAN PENANGGALAN.

Correlative   thinking   secara   tradisional   dapat   terlihat   jelas   dari   pengembangan pemahaman  Yi-jing,  pada  masa  dinasti  Han  漢朝(206  BCE  –  220  CE)  diawali  dengan  8  trigram  八卦 yang  dihubungkan  dengan  5  fase  wu-xing  五行  juga  dengan  berbagai  paham  lain.  Pada  segi  praksis  correlative  thinking  ini  diterapkan  pada  beragam  tafsir,  yang  utama  diantaranya  adalah:    gua-qi 卦氣,  na-jia  納甲,  serta  uraian  oleh  Yang  Xiong 揚雄(  53-18  BCE)  pada  naskah  Tai-xuan-jing  太玄經;  Rahasia  besar  klasik,  berupa  usaha  melengkapi  teori bermacam-macam numerology sebelumnya.

Correlative cosmology  merupakan contoh paling nyata dari hasil penyatuan berbagai pandangan  kosmologi  pada  alam  semesta  ini  bagi  ranah  aplikasi  diantaranya  menghasilkan konsep feng-shui bangunan; geomancy; topomancy, sedangkan untuk alat bantunya dibentuk  berupa kompas luo-pan (羅盤).

 

Luo-pan  merupakan  gabungan  dari  bermacam  konsep;  diantaranya:  trigram  dan hexagram  dari  permutasi  ba-gwa 八卦,  Yi-jing 易經,  10  batang  langit  dan  12  ranting  bumi  tian-gan  di-zhi  天干地支,  5  fase  wu-xing  五行,    yin–yang  阴阳,  28  sektor  bulan  lunar  mansions; er-shi-ba xiu 二十八宿, 24 waktu matahari er-shi-si jie-qi; 二十四節氣, 4 musim  tahunan si-ji 四季, serta 4 arah mata angin si-xiang 四象.

Keseluruhannya disinkronisasikan  dalam  lingkaran  simbol-simbol,  disamping  contoh  di  atas  terdapat  juga  beberapa  versi  lain  dari luo-pan 羅盤 dengan materi berlainan.

GAMBAR 52. LUOPAN 羅盤  KOMPAS  FENG-SHUI.

Cara  pandang  demikian  menghasilkan  kosmologi  comprehensive  /  menyeluruh  yang sangat  berpengaruh  dalam  menentukan  lokasi  situs,  tata  ruang,  arsitektur  bangunan,  letak  kuburan,  pembangunan  ibu  kota  kerajaan.

Keyakinan  demikian  menghasilkan  ―kosmologi  terapan‖ yang digunakan pada setiap lingkungan binaan; dan dipercaya oleh hampir seluruh  lapisan masyarakat Tionghoa tradisional.

Correlative  cosmology  juga  menjadi  dasar  bagi  banyak  awal  ilmu  pengetahuan tradisional (berupa proto science dan pseudo science), astronomi, matematik, sejarah, sastra,  moral, kedokteran, politik kerajaan, feng-shui, arsitektur bangunan, kepercayaan masyarakat,  alchemy,  numerology, dlsb.

Correlative geometry merupakan pola penerapan correlative cosmology. Diantaranya dalam hal estetik, pada bangunan berarsitektur Tionghoa sangat tegas terlihat adanya sumbu  simetris  yang  kuat  membelah  dua  denah  bangunan.  Konsep  berhubungan  dengan  falsafah  dualisme alam, yin-yang 阴阳 menghasilkan keseimbangan dinamis; prinsip pola simetri ini  diterapkan pada banyak hal dalam kehidupan ideal. Konsep simetris ini dapat dijumpai pada  bangunan klenteng tua yang denahnya  berbentuk courtyard, siheyuan 四合院 di pulau Jawa.

Hal  yang  sama  mengenai  prinsip  simetri  ini  terlihat  juga  pada  penempatan  hiasan berupa  papan  kembar  dan  dalam  pemilihan  huruf  serta  makna  pada  papan  duay-lian  對聯 ( papan kembar bersajak, kuplet) ketika dibaca akan menghasilkan dialog makna, nada, bunyi  yang saling melengkapi. Duay-lian 對聯 banyak digantungkan secara simetris sebagai hiasan  pada  bangunan  berarsitektur  Tionghoa.  Sekarang  masih  dapat  dijumpai  di  dalam  bangunan  klenteng  tua  di  pulau  Jawa.    Kadang  sajak  kembar  ini  juga  dituliskan  pada  kertas,  atau  langsung diukir pada kosen pintu masuk.

Wu  shi cheng fu zi zi gu qi jin wu er zhe. 武 士 稱 夫 子 自 古 迄 今 無 二 者.

Kesatria  disebut  Fuzi ( cat:  gelar dari  Confuciusm  / Ruism  儒  教 untuk  Guan Gong  adalah  Shanxi  Fuzi 山西夫子) sejak dahulu sampai sekarang tidak ada keduanya. Dimaksudkan memuliakan tokoh  Goan Gung  關 公.

Jiang jun yue sheng jun li chao chuan guo you ji ren. 將 軍 曰 聖 君 歴 朝 傳 國 有 幾 人. Jendral  berkata orang suci dan bijaksana dari pergantian dinasti dan negara ada berapa orang ?.  Dimaksudkan  untuk pribadi Goan Gung  關 公.

GAMBAR 54

Shen zhi ge si zhuan cheng zi zu yi xian. 神 之 格 思 專 誠 自 足 以 顯

Pikiran dewa sudah benar  dan lengkap dirasakan sempurna.

De qi sheng yi ti wu er bu ke yi. 德 共 成 矣 體 而 不 可 遺

Kebajikan berlimpah  hal ini tidak boleh dilupakan.

GAMBAR 54. CONTOH PASANGAN PAPAN KEMBAR DUAY-LIAN PADA KLENTENG XIA DIAN GONG, BANDUNG.


 

KRITIK TERHADAP CORRELATIVE THINKING & CORRELATIVE COSMOLOGY

Cara berpikir para cendekiawan kuno selama sejarah peradaban Tionghoa lambat laun  tetapi pasti telah terserap menjadi budaya masyarakat tradisional. Paham yang berusaha untuk  menyatukan berbagai pandangan world view yang muncul dalam masa berabad-abad sejarah  kebudayaan. Diawali kosmologi hasil perenungan tentang semesta alam dalam tahapan pra- ilmiah  (proto  science)  dengan  world  view  harmoni  antar  alam  dan  manusia;  gambaran  semesta  alam  yang  serba  teratur.  Namun  ketika  peradaban  kemudian  berkembang  selama  jalanya  sejarah;  hasil  pengamatan  dan  pencatatan  ternyata  menunjukkan  banyak  perbedaan  dengan  model  ideal.  Semesta  alam  ternyata  tidak  selalu  teratur,  berbeda  dari  idealisasi  keteraturan yang pernah dibayangkan sebelumnya.

Ketidak  sesuaian  ini  jelas  terlihat  dan  disadari  sebab  beragam  paham  kosmologi  Tionghoa sangat erat berhubungan dengan astronomi, dengan benda-benda angkasa; bintang- bintang  yang  jelas  terpantau.    Diketahui  kemudian  hari  ternyata  telah  banyak  terjadi  pergeseran dari anggapan awal, para cendekia lalu meragukan paham klasik sebelumnya serta  menginginkan perbaikan disesuaikan hasil pengamatan mutahir.

Paham  reformis  demikian  lebih  banyak  bersifat  akademis;  bergerak  pada  lingkungan  cendekiawan  dan  kelompok  masyarakat  pemikir  (high-culture).  Sedangkan  masyarakat  tradisional  rakyat  jelata  yang  terlanjur  menganut  paham  kuno  berlangsung  terus;  bertahan  sebagai  kepercayaan  rakyat  (folk-believe,  popular-cult)  yang  telah  bertransformasi  sebagai  budaya tradisional. Terlepas dari titik tolak awalnya sebagai paham kosmologi alam semesta.

GAMBAR 55. PETA PERBINTANGAN ANGKASA DENGAN GAMBAR GARIS EKUATOR  LANGIT SEKARANG, SERTA GARIS EKUATOR LANGIT  SEKITAR 2400 BCE (GARIS PUTUS-PUTUS) YANG MERUPAKAN LOKASI 28 RASI SECARA LEBIH TEPAT. SEHINGGA ASTRONOMI  KOSMOLOGI TRADISIONAL TIONGHOA KETIKA DITERAPKAN PADA MASA SEKARANG SEBENARNYA TERDAPAT PENYIMPANGAN.  NAMA RASI TIONGHOA TERTULIS DALAM KOTAK. (RONAN, C.A. ET AL. 2000:VOL2)

Dokumen ini tersedia juga dalam blog http://templesymbolchineseculture.wordpress.com/

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua



DAFTAR PUSTAKA

 

Bruun, Ole. 2008. An Introduction to Feng Shui. Cambridge University Press. Cambridge.
Henderson, John B. 1984. The development and decline of Chinese cosmology.Columbia University Press. New York.
Kelley, David H. Milone, Eugene F.   2011. Exploring Ancient Skies.2/e.                Springer.  New York.
Moran, Elizabeth. Yu, Joseph. Biktashev, Val. 2002. The complete idiot’s guide to Feng Shui. 2/e. Alpha. Indianapolis.
Penprase, Bryan E. 2011. The Power of Stars. Springer. New York.
Ronan, Colin A. Joseph Needham. 2000.  The shorter Science & Civilisation in China. Vol 2. Cambridge University Press. Cambridge.
Skinner, G. William. 1995. The city in late imperial China. SMC Publishing Inc., Taipei. Taiwan.
Skinner, Stephen. 2006.  Feng Shui, The Living Earth Manual. Tuttle Publishing, Vermount.USA.
Swetz, Frank J. 2008.  Legacy of the Luoshu. A K Peters,  Ltd. , Wellesley, Massachusetts.
Taniputera, Ivan.  2008. History of China. Ar-ruzz Media. Jogjakarta.
Wang, Aihe. 2000. Cosmology and Political Culture in Early China. Cambridge University Press,Cambridge.
Werner, Edward  TC.  1922. Myths and Legends of China. George G. Harrap. London.

DISERTASI

Chang, Simon Shieh-Haw.  1986. The spatial organization and socio-cultural basis of traditional courtyard houses. University of Edinburgh. U.K.

REFERENSI

Bagus, Lorens. 1996. Kamus Filsafat. Gramedia. Jakarta.
Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 4/e. Gramedia. Jakarta.

Eliade, Marcea editor.  1987. The Encyclopedia of Religion. McMillanPublishing Coy. New York.
O‘Collins, Gerald SJ. et al.  1996. Kamus Teologi. Kanisius. Yogyakarta.

LAMAN INTERNET

4 hewan penjaga langit :  http://academic.evergreen.edu/d/diamanth/chinese/4animals.htm Diakses 18 September 2011.
4 hewan penguasa langit; detail: http://image.baidu.com/i?ct=503316480&z=&tn=baiduimagedetail&word. Diakses 18 September 2011.
Armillary sphere. http://farm1.static.flickr.com/42/124179233_da5c195803.jpg ; diakses 16 September 2011.
Bendera negara Korea Selatan : http://en.wikipedia.org/wiki/Flag_of_South_Korea ; diakses 16 September 2011.
Koin mata uang Singapura Sing $ 1.00 : http://www.msymboll.totalh.com/singapore_dollar_img/1%20singapore%20dollar%20coin%201995.j pg ; diakses 16 September 2011.
Luo-pan :  http://en.wikipedia.org/wiki/File:Loupan.jpg ;diakses  20 Agustus 2011.
Perkiraan denah ming-tang:  http://baike.baidu.com/view/103723.htm ; diakses 18 September 2011.


[1] Buku itu menceritakan kisah Pan Gu yang memisahkan langit dan bumi dan lahirnya tiga kaisar dan lima raja Tiongkok purba.

 


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1844-makalah-kosmologi-dalam-budaya-tionghua

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto