A+ A A-

Bhutan , Diantara Tiongkok dan India

  • Written by  Huang Dada
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Orang Bhutan dikenal juga sebagai Bhote , Bhotia , Bhutia , etc yang tinggal di negara Bhutan. Negara kecil ini seluas 47 ribu kilometer persegi yang dibatasi oleh Tibet di utara , Benggala diselatan , Sikkim dibarat , Arunachal Pradesh ditimur dengan populasi 1.56 juta (1990) dan sekitar 100 ribu diaspora Bhutanese di kawasan India , Benggala barat dan Nepal.

Artikel Terkait:

{module [201]}

Ibukota Thimpu tak lebih dari kumpulan rumah yang mengitari istana dan selebihnya masyarakat tersebar di kawasan rural. Bahasa yang digunakan di Bhutan masih serumpun dengan dialek Kham yang digunakan di selatan Tibet. Sedangkan di selatan Bhutan ada orang Sangla yang menggunakan bahasa Nepal. Beberapa ribu orang Nepal juga ada di Bhutan . Praktek poligami membuat orang Nepal punya laju pertumbuhan populasi yang pesat.  Ekonomi Bhutan tergantung pada pertanian dan karena kondisi geografisnya membuat bentuk terrain nya pun unik. (Ollson, p26)

Selain itu perkebunan yang menghasilkan buah-buahan seperti apel , pir , plum dan aprikot pun ada di Bhutan. Religi utama di Bhutan adalah Red-Hat Kargyupa , sebuah sekte dari Lamaist Buddhist. Sebagian kecil lainnya masih menganut animism dan shamanism yang dikenal sebagai Bon.(ibid, p26) Selain itu Bhutan juga penghasil utama produk teh dan anggrek. Ada lebih dari 1500 varietas anggrek (Asia Times , 2003)

Bhutan juga mengandalkan sektor pariwisata. China Daily (2011) menyebut Bhutan sebagai tempat tujuan berlibur termahal didunia dengan budget 200 USD perhari dan bisa meningkat menjadi 250 USD perhari di tahun 2012. Sejumlah selebritis dunia seperti Leonardo di Caprio dan Keira Knightley pernah menginap di resort elite Uma Paro , sebuah resort dengan tarif 1000 USD perhari.

SEJARAH

Menyusul Anglo-Bhutanese War (1772-1773), Bhutan dikunjungi beberapa utusan dari East India Company-Inggris melalui Bogle (1774), Alexander Hamilton (1775, 1777) , Turner (1783). Dengan perginya Warren Hastings dari India , hubungan Indo-Bhutan tertunda sampai aksi pendudukan Inggris di Assam (1826). Pendudukan Assam di tahun 1826 memperluas perbatasan Inggris dengan Bhutan termasuk sengketa wilayah dengan Benggala dan kawasan Assam membawa perselisihan baru dengan Bhutan . Misi Inggris dikirim ke Bhutan melalui Kapten Pemberton (1837-1838) dan Ashley Eden (1863-1864). Eden diperlakukan buruk sehingga meletus Anglo-Bhutanese War jilid II.

Di tahun 1841, Inggris mengambil alih kontrol Bhutan terhadap Assam Duars dan Bhutan menerima kompensasi. Antara tahun 1862 - 1864 , Bhutan terlibat dalam beberapa konflik .  Bhutan menyerang Sikkim dan Cooch Behar dan meletus Perang Duar antara Bhutan dan Inggris. Di tahun 1865 , Bhutan dan Inggris menandatangani Perjanjian Sinchula , wilayah Bhutan Duars diserahkan ke Inggris , dan Bhutan mendapat kompensasi subsidi tahunan.

Di tahun 1883,  perang saudara melanda dan Ugyen Wangchuck berhasil mempersatukan Bhutan. Pada tahun 1907  teokrasi berakhir di Bhutan ; dan berdirinya monarki dengan Ugyen Wangchuck sebagai Druk Gyalpo (Raja Naga). Di tahun 1910 ,  Perjanjian Punakha antara Inggris dan Bhutan di tandatangani. Perjanjian ini merupakan kelanjutan dari Perjanjian Sinchula (1865) pasca Anglo-Bhutanese War II.

BHUTAN ANTARA INDIA DAN TIONGKOK

Inggris mengakhiri  kekuasannya India di tahun 1947 termasuk asosiasinya terhadap Bhutan. Masa transisi ini ditandai dengan perjanjian antara India dan Bhutan yang merupakan kelanjutan dari Perjanjian Punakha.

India dan Tiongkok pernah terlibat perang terbatas yang dimenangkan oleh Tiongkok di tahun 1962 , sebagai bagian dari sejarah perang dingin yang melanda dunia saat itu. Bhutan sendiri bersikap netral pada saat konflik itu meletus. (Asia Times , 2003)  Arun Bhattacharjee menulis dalam Asia Times , bahwa pasukan Bhutan tidak lebih dari pengawal raja walaupun mendapat pelatihan militer dari India sesuai perjanjian Indo-Bhutanese di tahun 1940an yang memungkinkan India untuk membantu Bhutan dalam pertahanan.

Negri ini relatif damai sampai di tahun 2003 , tentara Bhutan terlibat dalam konflik kecil dengan pemberontak India. Ada sekitar 3 ribu pemberontak yang bersembunyi di Dooars - Bhutan bersera keluarganya. Raja Bhutan menginformasikan kepada PM Atal Bihari Vajpayee yang sedang menjabat waktu itu untuk meminta dukungan India . Sementara pasukan India mengamankan perbatasan , pasukan Bhutan melanjutkan tekanan kepihak pemberontak. India punya pengaruh terhadap Bhutan dimana militer Bhutan dilatih oleh militer India.

Di tahun 2007 , kedua negara menandatangani perjanjian yang mengklarifikasi bahwa Bhutan mandiri dalam urusan luar negrinya , termasuk masalah sensitif bagi India yaitu  isu demarkasi dengan Tiongkok. Dengan perjanjian ini warga kedua negara bisa berkunjung bebas tanpa paspor dan visa. Mata uang Ngultrum bersama mata uang Rupee juga diterima sebagai legal tender di negara ini.

Mohan Balaji dalam Asian Times (2008) menyebutkan Bhutan sebagai tempat India dan Tiongkok "berbenturan". Bhutan menjadi "sandwich" bagi dua raksasa India dan Tiongkok. Delhi dan Beijing mengawasi Bhutan dengan seksama.

Wall Street Journal menulis bahwa Raja Jigme Singye Wangchuk , "Raja Naga" yang duduk di tahta (1972) di tahun 1998 mengurangi kekuasaannya dengan sukarela sehingga sistem negara menjadi monarki konstitusional . Di tahun 2006 , beliau mengabdikasi diri dan pemilihan umum diselenggarakan di 20 dzongkhag (distrik) pada waktu itu.

Dan pemilihan umum di Bhutan punya dampak bagi India dan Tiongkok. Bhutan tidak punya relasi diplomatik dengan big Five , Tiongkok , Inggris , Russia , Perancis dan Amerika Serikat. Hubungan Bhutan dengan negara-negara lain melalui New Delhi. atTetapi secara tradisi , Bhutan punya hubungan dagang dengan Tibet dimana Bhutan menutup perbatasannya saat terjadi gelombang pengungsi dari Tibet di tahun 1960an.

Di tahun 1998 , Bhutan dan Tiongkok menandatangani perjanjian "Agreement to Maintain Peace and Tranquility" terhadap perbatasan dua negara. Tiongkok sebelumnya mulai meningkatkan aktivitas di kawasan tri-jungsi tiga negara. Walaupun pemerintah India menganggap bahwa tidak ada yang serius dengan hal ini , Mohan menulis langkah agresif Tiongkok ini adalah strategi untuk menekan India dan memperkuat klaim Tiongkok di kawasan sengketa. Pada bulan November 2007 , pasukan Tiongkok menghancurkan pos India yang kosong . Manuver ini mendistorsi perbatasan Sino-Bhutanese di Sikkim dan membuat Tiongkok lebih dekat ke Benggala Utara , koridor Siliguri.

Menjadi menarik posisi Bhutan mendatang. Apakah tetap menjadi negara buffer ataukah menjadi pion atau gambit salah satu dari dua raksasa yang menjadi tetangganya.

 

REFERENSI :

Bhattacharjee, Arun (19 Desember 2003) , "Bhutan Army Sees Action At Last" , Asia Times

Balaji,
Mohan , (12 Januari 2008) , "In Bhutan , China and India Collide" , Asia Times

Marshall , JG , 2005 , "Britain And Tibet , 1765-1947 ; A select annotated bibilography of British Relations with Tibet and the Himalayan states including Nepal , Sikkim , Bhutan" , Routledge

Ollson , James , 1998 , "
An Ethnohistorical Dictionary of China " , Greenwood Press

Plowright, Adam  , (06 September 2011) , "Bhutan : The Costly Shangri-La' , China Daily

Budaya-Tionghoa.Net | Facebook Group Budaya Tionghoa

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2003-bhutan--diantara-tiongkok-dan-india

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto