A+ A A-

Perbedaan Qimendunjia Dengan Aliran Qingwei

  • Written by  Xuan Tong
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email


[Photo Ilustrasi : Fengshuimestari , "Qimendunjia dengan Loupan" ,
Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported ]

Budaya-Tionghoa.Net | Qimendunjia awalnya adalah ilmu mistik yang berkaitan dengan 6 jia dan 6 ding. Qingwei pai yang merupakan turunan dari sekte Shangqing menitik beratkan pada unsur mistiknya dan bertujuan melawan ilmu-ilmu sesat. Pemanggilan jendral-jendral langit, contohnya jendral langit Tian Peng. Ada perbedaan prinsipil antara Qimendunjia aliran Qingwei dengan aliran lain yang bersifat meramalkan posisi dan waktu baik di Qimendunjia yaitu menyembunyikan di Qimendunjia peramalan dan mengeluarkan yang tersembunyi di Qimendunjia Qingwei, yaitu dengan pemanggilan nama asli jendral langit, talisman pengundangnya dan mantranya.

 

Saya yakin tidak ada orang yang benar-benar menguasai budaya Tionghoa, bahkan terhadap lima ilmu yang menjadi bagian dari Taoism sekalipun, saya percaya hampir tidak ada. Jika ada, maka orang tersebut adalah guru besar dalam Taoism. Tapi sepanjang yang saya tahu, Taoism esoteric mewajibkan murid-murid mereka mempelajari ke lima ilmu dan mengasahnya sesuai bakatnya masing-masing. Tentunya selain itu ditekankan pelajaran moralitas serta sumpah-sumpah yang mereka harus pegang teguh.

Bicara Qingwei, yang saya tahu aliran ini adalah aliran esoteric dan tidak begitu suka ajaran ini diungkap ke public. Secara umum, apa yang mereka undang hanya enam jia saja, yaitu Jia Zi, Jia Xu, Jia Shen, Jia Zhen dan Jia Yin. Dan mengundangnya menggunakan hu serta nanti mereka akan mengundang sembilan bintang yang salah satunya adalah Tian Xin, selain Tian Feng yang disebut sdr.Ardian.

Penamaan jendral-jendral di 60 Taishui baru ada belakangan, saya melihat sejarah tokoh-tokoh yang dimasukkan dalam 60 urutan Taishui, bisa memperkirakan pada masa dinasti Ming dibuatnya..Dan tidak semua jendral-jendral dalam 60 Tai Shui adalah militer, tapi banyak yang merupakan tokoh sipil pada masa kehidpan mereka. Jadi dalam Qingwei, 6 jia tidak ada nama asli, kecuali 9 bintang itu. Dan mereka harus melewati serangkaian latihan yang keras untuk bisa menguasai Qimendunjia itu. Karena dalam konsepsi mereka, enam jia adalah kekuatan gelap yang harus dikontrol, terutama Jiawu dan Jiayin.

Mereka dalam latihan percaya bahwa kekuatan jahat itu akan bisa menyamar menjadi apapun, dan mereka saat itu harus waspada dan mengucapkan serangkaian mantra yang artinya kurang lebih, "Beraninya engkau menyamar didepanku dan menggangguku, kekuasaan yang aku terima digunakan untuk menaklukkanmu dan seterusnya."

Uniknya dalam mantra mereka ada istilah Yanheng Lizhen yang merupakan Qian gua dan dalam altar mereka ada istilah sheng men atau pintu kehidupan, sama seperti dalam Qimendunjia pan dan juga sembilan jendral langit atau bintang dalam ilmu ramal Qimendunjia. Disini kita bisa melihat bahwa mereka juga menyerap banyak aspek filosofi dalam mantra-mantra mereka. Dan bagi aliran Qingwei, Qimendunjia mereka adalah salah satu sarana melatih dan membina diri untuk mencapai kesempurnaan.

Ritual atau keyi yang dilakukan oleh murid sekte Qingwei adalah bertujuan membalancekan kekuatan alam, kekuatan yang bersifat buruk dikontrol oleh mereka agar tidak bisa digunakan oleh mereka yang berniat buruk. Dan menurut cerita mereka, ritual ini khusus digunakan untuk menghadapi mereka yang menyalahgunakan kemampuan batin dari aliran Maoshan.

Sedikit deskripsi ini mungkin bisa memberikan sedikit gambaran mengenai apa Qimendunjia dari sekte Qingwei. Tentunya aliran ini juga mengenal ilmu peramalan, fengshui, pengobatan, olah batin, meditasi dan sebagainya seperti yang tercakup dalam 5 ilmu Taoism. Bahkan mereka yang baru harus menguasai meditasi tingkat dasar dan melewati beberapa tahapan registrasi dan ujian atau Lu.

Sedangkan Sanqi, ada aliran fengshui tertentu yang menggunakan mantra pembuka luopan dan dikaitkan dengan liuding, liujia dan liubing.

Mengenai Taiyi shenshu, entah siapa yang mengkaitkan dengan peramalan atas kondisi negara. Sepanjang yang saya tahu, ilmu peramalan yang berkaitan dengan kondisi negara dan bencana alam adalah Tayi Jiugong xingzhan dan ilmu turunannya antara lain adalah Zhangguo xingzhong. Hal ini tercatat dalam Siku Quanshu atau ensiklopedia lengkap Tiongkok hingga dinasti Qing.

Dan peramalan mereka tidak menggunakan rumusan perhitungan biasa tapi benar-benar mengamati langit. Konon banyak dari mereka yang dipenggal oleh kaisar atau melarikan diri ketika gagal meramal atau juga mereka takut dibunuh jika ramalan tepat.

Inilah yang dimaksud dengan Tianwen, sesuatu hal yang pasti, tidak bisa dihindari karena adanya pergerakan alam semesta. Dan Tianwen bertujuan membaca tanda-tanda alam. Darisitu berkembang teknik-teknik menolak bala yang berkaitan dengan ruang dan waktu. Dimana teknik itu adalah untuk mengesernya dan meyeimbangkan kembali. Dan fuzhou lebih kearah sana yaitu menggeser waktu dan ruang atau menetralisirnya.

Sayangnya karena banyak dari mereka yang dibunuh, melarikan diri, menyembunyikan kemampuan mereka, sehingga ilmu ini tidak berkembang dan konon yang tersisa tersembunyi di gunung Wudang. Coba saja jika kita baca catatan sejarah atau cerita klasik, pasti anda akan menemukan mereka yang menggunakan Tianwen untuk meramal negara atau kelahiran dan kematian tokoh terkenal. Baca saja Sanguo Yanyi, bisa anda lihat Zhuge Liang menggunakan Tianwen, begitu pula Sima Yi.

Bicara asal usul, terlalu banyak ilmu atau pengetahuan yang dikaitkan dengan kaisar Kuning. Jadi antara fakta dan mitos sering berbaur menjadi satu. Salah satunya asal usul ilmu Qimendunjia yang dikaitkan dengan kaisar Kuning. Jika ada yang hebat, bisa dikaitkan dengan kehebatan ilmu ramal, seperti misalnya Jiang Ziya, Zhuge Liang, Zhang Liang, Liu Bowen, Zhu De, Wei Liao dan lain-lain. Tanpa berpikir bahwa mereka adalah jenius, pakar dalam militer dan organisasi.

Tapi mitos-mitos ini menafikan atau tidak mau mencatat kegagalan, seperti misalnya Chiang Kaisek yang terusir dari daratan. Padahal ia minta ramalan dan ramalannya mengatakan bahwa ia akan menang perang melawan Mao. Mungkin sudah saatnya kita menempatkan ilmu peramalan ini pada sikap yang netral, tidak berlebihan, tidak juga menghina.

Saya percaya beberapa orang memiliki banyak data berkaitan dengan hal ini , tapi apa pernah mencoba menggali dalam catatan sejarah, seperti dalam Guanghong Mingji, Hou Han shu, Mingshu you baolun, Tangshu mencatat kegagalan ilmu ramal. Dua diantara yang saya tulis adalah 25 catatan sejarah Tiongkok. Saya lebih percaya bahwa ilmu ramal adalah sarana saja, tapi sikap batin manusia yang menghitung itu lebih diutamakan, dus bukan ilmunya.

Nostradamus yang lebih terkenal dari Liu Bowen, ramalannya konon akurat. Apakah Liu Bowen dengan ilmu Qimendunjianya bisa membuat ramalan hingga ratusan tahun kedepan ? Rasanya bukan karena ilmu Qimendunjia sehingga Liu Bowen bisa meramal ratusan tahun kedepan, tapi batinnya yang terasah baik dan mungkin ia menyadari bahwa mempelajari ilmu ramal adalah sedang mempelajari Alam sehingga ia bisa sampai pada posisi alam dan manusia melebur atau manunggaling kawulo Gusti.

Karena hal-hal itulah, saya mendorong para praktisi atau yang mempelajari ilmu ramal selayaknya mempelajari filsafat yang mendasarinya. Saya beranggapan bahwa moralitas harus ditegakkan dalam pengajaran ilmu ramal ini agar tidak menyimpang, apakah anda setuju ?

Xuan Tong

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

 

 

 

Last modified onSunday, 16 September 2012 03:56
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2341-perbedaan-qimendunjia-dengan-aliran-qingwei

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto