A+ A A-

Antara Ming Jiao, Ming Taizu Zhu Yuanzhang dan Da Ming Chao

  • Written by  Hendri Irawan
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Sejarah Ming Jiao dimulai dari daerah Babylon, Mesopotamia (sekarang sekitar Baghdad, Irak yang lagi dikerjain habis-habisan) pada masa abad ke 3 menurut penanggalan umum. Daerah Babylon merupakan persilangan antar budaya dan banyak memunculkan kepercayaan-kepercayaan baru hasil sinkretisme dari beberapa kepercayaan yang telah ada.

ARTIKEL TERKAIT :

{module [201]}

Salah satu hasil sinkretisme itu adalah Manicheanisme, yang dinamakan sesuai pendirinya Mani. Ajaran ini merupakan perpaduan antara ajaran nasrani dan buddhisme (misionaris buddhisme dicatat telah mencapai Alexandria, Yunani dan Roma). Bahkan Mani di akhir hidupnya dikatanya mencapai Nirvana dan disebutkan mencapai ke-buddha-an. Dalam Manicheanisme diajarkan adalah pertarungan yang abadi antara negatif/gelap dan positif/terang (黑暗与光明的斗爭 heian yu guangming de douzheng). Seperti konsep yin yang daojia tetapi Manicheanisme lebih ke arah pertentangan yin yang dari pada perpaduan/harmonisasi yin yang.


Manicheanisme mulai masuk ke Zhongyuan pada masa kekaisaran Tang [1], tepatnya di masa kaisar wanita Wu Zetian (guohao: Zhou). Manicheanisme di Zhongyuan dikenal dengan nama 摩尼教 moni jiao, bukan 魔教 mo jiao yang artinya aliran sesat pemuja setan.

Selain filosofi pertentangan gelap terang, Monijiao juga mengusung konsep penyelamat di masa depan yaitu 明王出世 mingwang chushi, kelahiran raja terang. Orang Tionghoa awam umumnya bersifat pragmatis dan lebih memperhatikan masalah yang bisa memberikan kedamaian dan keselamatan, karenanya ketimbang 摩尼教 moni jiao, Manicheanisme kemudian lebih dikenal dengan nama 明教 mingjiao. Semua ini
dikarenakan konsep 明王出世.

Mingjiao ini kemudian populer di masa dinasti Song dan dinasti Yuan. Dalam sejarahnya, Mingjiao ini sering terlibat dalam pemberontakan melawan pemerintah. Akibatnya Mingjiao kemudian dilarang dan dipersekusi. Mingjiao menjadi organisasi rahasia dan identik dengan kaum tertindas dan para pejuang/pemberontak/pengacau (tergantung perspektif) yang melawan pemerintahan.

Mengalami nasib yang sama, Mingjiao ini banyak berinteraksi dengan Bailianjiao, ajaran teratai putih yang terlebih dahulu dipersekusi dengan alasan yang hampir sama. Karena pada dasarnya Manicheanisme mengandung unsur Buddhisme maka Mingjiao dan Bailianjiao ini memiliki unsur yang sama dan kemudian bersinergi dalam perjuangan mereka. Mengenai Bailianjiao akan dibahas di lain waktu.

Ming-Bailian-jiao ini kemudian mengusung 二宗三际说 er zhong san ji shuo, ajaran dua sekte dan 3 pandangan. Er Zhong adalah pertarungan antara terang (baik) dan gelap (buruk). San Ji adalah pandangan terhadap masa sekarang, masa depan danmasa lalu. Bersama mereka mempromosikan kelahiran raja terang (raja Ming) dan datangnya Buddha Maitreya ke dunia.


Hongjin Qiyi, Pemberontakan Daster Merah

Akhir masa dinasti Yuan di abad ke 14 penanggalan umum. Bencana alam silih berganti melanda Zhongyuan, Huanghe berkali-kali banjir besar. Selain itu pemerintahan Yuan membutuhkan biaya yang besar untuk memelihara wilayah dan angkatan perangnya yang besar. Belum lagi sesama pangeran-pangeran Yuan saling bertikai. Semua ini kemudian ditimpakan kepada rakyat jelata dalam bentuk pajak yang semakin
mencekik. Mereka yang paling menderita adalah orang-orang Han yang menempati dua kasta paling rendah di masa Yuan (pertama orang Mongol, kedua orang Semu / Samarkand / Persia, ketiga orang Han utara, keempat orang Han selatan).

Rakyat tidak puas, miskin, menderita dan ditindas adalah formula yang seratus persen melahirkan pemberontakan (jadi ingat ibu pertiwi tercinta). Maka meletuslah pemberontakan daster merah (hongjin qiyi). Kalau di masa akhir Han, yang berontak memakai daster kuning (huangjin qiyi). Kaum daster merah ini tidak lain adalah mereka-mereka yang tergabung dalam ming jiao dan bailian jiao.

Pemberontakan dimulai secara sporadik di pesisir Zhejiang ketika Fang Guozhen menyerang serombongan pejabat-pejabat Yuan. Setelah itu di utara Huanghe pengikut-pengikut Ming-Bailian-Jiao di bawah pimpinan Han Shantong (韓山童) menjadi pusat pergerakan anti-Yuan.
Ming-Bailian-jiao mengusung motto 黑暗即將過去,光明將要到來 heian jijiang guoqu, guangming jiangyao daolai artinya kegelapan akan segera hilang, cahaya terang akan segera datang. Maksudnya adalah pemerintahan gelap dinasti Yuan akan segera sirna digantikan pemerintahan baru yang menjanjikan perubahan dan masa gemilang. Karena itu pula mereka dikenal dengan juga nama baru 光明教 guangming jiao (setelah dari moni jiao -> ming jiao -> ming-bailian jiao), ajaran terang gemilang. Han Shantong kemudian diangkat menjadi Ming Wang (明 王), raja terang, sesuai filosofi Ming-Bailian-jiao. Jadi Han Shantong dianggap sebagai penyelamat Zhongyuan yang telah diprediksi akan datang (konsep Ratu Adil).

Tahun 1351 penanggalan umum, gerakan Han Shantong ketahuan. Ia ditangkap dan dieksekusi. Liu Futong (劉福通) seorang pimpinan bailian jiao kemudian mendukung anak lelaki Han Shantong bernama Han Liner 韓 林兒 untuk menggantikan ayahnya sebagai pemimpin sebagai 小明王 xiao ming wang, raja terang kecil dan mendirikan pasukan daster merah 紅巾 軍 hongjin jun. Mereka menggunakan bendera merah dan ikat kepala merah. Secara resmi pemberontakan daster merah dimulai di titik ini.

Di selatan Changjiang, para pengikut/simpatisan guangming jiao ataupun oportunis yang mendompleng nama daster merah juga bermunculan. Di antaranya adalah 徐壽輝 Xu Shouhui, 陳友諒 Chen Youliang dan 郭子興 Guo Zixing. Mereka semuanya berafiliasi ke Hongjin jun di utara namun
juga saling bertikai memperebutkan kekuasaan di samping berperang melawan tentara pemerintahan.



Ming Taizu - Zhu Yuanzhang , Si Anak Petani

Berikut sekelumit data di biografi Ming Taizu (dicomot sana sini dari Ming Shi): Ming Taizu bermarga Zhu 朱, lahir dengan nama kecil Chongba 重八, kemudian diganti nama menjadi Xingzong 興宗 lalu berganti nama lagi menjadi Yuanzhang (元璋) dengan nama dewasa / kesopanan (zi 字) Guorui 國瑞, lahir (dikonversi menjadi penanggalan umum) 21 oktober 1328 meninggal 24 juni 1398. Berkuasa di Jinling 金陵 (jaman Sanguo dikenal dengan nama Jianye 建鄴 ibukota Dong Wu, setelah invasi suku utara di jaman Jin dikenal dengan nama Jiankang 建康, jaman Tang dikenal dengan nama Jinling 金陵, jaman Qing dikenal dengan nama Jiangning 江宁, jaman Taiping dinamakan Tianjing 天京, sekarang dikenal dengan nama Nanjing 南京) sejak 1356. Diberi gelar Wuguo Gong 吳國公 oleh Han Liner pada tahun 1361. Sejak 4 Febuari 1364 berkuasa secara otonomi di Jinling dan mengangkat diri menjadi raja Wu 吳王. Memerintah Zhongyuan dengan nama negara Da Ming 大明 sejak 23 januari 1368 sampai 24 juni 1398 dengan nianhao Hongwu 洪武.
Sekilas Biografi Zhu Yuanzhang

Biografinya panjang, karena itu saya menfokuskan pembahasan ke yang berhubungan dengan Ming jiao.

Zhu Yuanzhang lahir di Peixian, Jiangsu, sama seperti Han Gaozu Liu Bang. Ia lahir sebagai anak bungsu di keluarga petani kecil. Petani kecil di jaman itu kehidupannya sangat miskin menderita (jaman sekarang juga sih, terutama di sini). Saat beliau berusia 16 tahun, desa tempat tinggalnya dilanda bencara banjir besar. Orang tuanya meninggal dan keluarga mereka tercerai berai. Yuanzhang muda lalu mengungsi ke sebuah vihara. Karena banyaknya pengungsi bencana, vihara tersebut lalu kehabisan uang dan Zhu Yuanzhang terpaksa meninggalkan tempat tersebut melanglang buana hidup sebagai gelandangan, pengemis, setengah maling dan berandalan. Di saat inilah dengan mata sendiri dia menyaksikan penderitaan rakyat jelata yang kelak berpengaruh besar ke cara memerintahnya sebagai seorang kaisar.

Setelah 3 tahun hidup tak menentu, Zhu Yuanzhang kembali ke vihara yang sama, kali ini sebagai seorang samanera (calon bhiksu). Sebagai seorang samanera beliau belajar menulis dan membaca dan juga belajar filsafat, tata cara pemerintahan serta ilmu militer yang dirangkum sebagai ajaran Konfusianis (vihara di Indoneisa sekarang boro-boro, adanya malah membuang jauh-jauh hal yang beginian). Di titik ini saya kira bisa menjawab pertanyaan beberapa rekan mengenai ketidakjelasan agama (??? mungkin istilah keyakinan lebih tepat) yang dianut Zhu Yuanzhang.

Umur 24 tahun, hidup Zhu Yuanzhang kembali berubah. Viharanya dibakar pasukan pemerintah Yuan dalam rangka memberantas pemberontakan daster merah. Tidak ada jalan lain, Zhu Yuanzhang kemudian bergabung dengan tentara pemberontak di bawah kelompok Guo Zixing sebagai prajurit dengan pangkat paling bawah. Pendidikan yang diterima di Vihara dia praktekkan dan juga karena bakat, semakin naik pangkat dan menikah dengan putri angkat Guo Zixing yang bermarga Ma. Karena bermarga Ma, banyak yang berspekulasi istrinya ini adalah orang Hui.

Tahun 1355 Guo Zixing meninggal. Yang sukses menggantikannya adalah Zhu Yuanzhang. Tentu saja setelah dia menyingkirkan pesaing-pesaingnya dengan senjata. Kala itu dia baru berumur 27 tahun dan menjadi pemimpin pasukan daster merah fraksi Guo Zixing. Secara resmi, fraksi ini masih tunduk kepada pasukan induk di utara pimpinan Han Liner.

Zhu Yuanzhang berhasil menguasai Jinling / Nanjing dan menjadikannya sebagai pusat kekuatan. Ia bahkan melepaskan diri dari Han Liner dan mengalahkan fraksi daster merah lainnya di bawah pimpinan Xu Shouhui, Chen Youliang, Fang Guozhen, dan terakhir pimpinan "setengah resmi"nya sendiri Han Liner. Pasukan Yuan yang sudah babak belur dihajar pemberontakan daster merah juga kemudian dikalahkan. Penguasa Mongol terusir kembali ke Mongolia dan Zhu Yuanzhang kemudian mendirikan dinasi baru dengan nama Ming.

Nama Ming dipakai adalah sebagai kelanjutan filosofi ming-bailian jiao, yaitu Zhu Yuanzhang adalah Ming Wang raja terang yang sejati. Bagaimanapun juga pasukan Zhu Yuanzhang adalah kelanjutan dari Guo Zixing yang berasal dari ming-bailian jiao.

Ironisnya setelah berkuasa, ia justru mempersekusi sisa-sisa ming jiao dan bailian jiao. Zhongyuan sejak itu bersih dari ming-bailian jiao sampai abad ke-18 ketika bailian jiao muncul kembali ke permukaan dan memberontak terhadap dinasti Qing, salah satu pemberontakan yang meruntuhkan mitos kekuatan militer Manqing.

Sekarang, ada yang tanya dinasti Ming itu dinasti Persia kah ? Menurut saya bukan. Ming jiao nya Zhu Yuanzhang itu sudah jauh berbeda dengan moni jiao yang aslinya dari Babylon sana. Terutama adalah adanya sinkretisme antara moni jiao dengan bailian jiao. Bahkan sinkretisme itu mengusung konsep baru seperti Wu Ji Lao Mu. Mengenai bailian jiao ini nanti saya minta dikuliahin lagi sama bos dulu.



Evolusi nama Ming bisa dirangkum menjadi:

Manicheanisme - Moni jiao
||
Heian (gelap) - Guangming (terang saling bertarung
||
Sinkretisme dengan Bailian jiao, sekte pecahan Jingtu yang mengusung
Maitreya sebagai penyelamat.
||
Konsep Ming Wang sebagai raja penyelamat
||
Hongjin Qiyi pemberontakan daster merah dengan Ming Wang (Han
Shantong) sebagai pimpinan
||
Han Liner menggantikan ayahnya sebagai Xiao Ming Wang raja terang kecil
||
Guo Zixing sebagai bawahan setengah resmi Ming Wang
||
Zhu Yuanzhang bergabung ke kelompok Guo Zixing
||
Zhu Yuanzhang tampil sebagai pimpinan
||
Zhu Yuanzhang mendirikan dinasti Ming sebagai kelanjutan Ming Wang


Hormat saya,

Yongde



Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa



Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(1 Vote)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/322-antara-ming-jiao-ming-taizu-zhu-yuanzhang-dan-da-ming-chao

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto