A+ A A-

Q-A : Tionghua apa Tionghoa?

  • Written by  King Hian
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Tanya :  Ada hal kecil yang bikin saya penasaran mengenai penulisan "Tionghoa". Milis ini bernama budaya_Tiong "HUA" tapi di isi postingan teman-teman ada yang menulis tiong-"HOA"....sebenarnya yang betul yang mana , HUA atau HOA? (H Tanzil)

Jawab : Istilah yang umum digunakan di Indonesia adalah TIONGHOA, bukan TIONGHUA.  Tetapi, menurut saya, kita harus mulai menggunakan romanisasi bahasa Tionghua . termasuk juga dialek2nya atau Fangyan yang standard.

 

Masalahnya adalah tidak adanya romanisasi standard untuk bahasa daerah Tionghua, yang diterima oleh sebagian besar penggunanya, di tambah dengan kenyataan bahwa sangatlah sulit untuk mengubah kebiasaan menulis istilah-istilah Tionghua , terutama bahasa daerah atau fangyan,  yang bervariasi.

Dalam kasus Tionghoa dan Tionghua, penulisan standard yang diusulkan adalah dengan UA . Contoh variasi penulisan UA yang ditulis OA atau WA adalah sebagai berikut.

Penulisan Umum Penulisan Standard Arti
Pat kwa Patkua Delapan trigram
Kwa ci  Kuaci Kuaci
Tjoa kiam Cuakiam Pedang ular
Toa pe kong Tuapeqkong Leluhur/Tokoh yang dihormati (kakak dari kakek)
Goa  Gua Saya
Hoa san/Hwa san Huasan Gunung Huashan
Poa kiauw Puakiao  Berjudi
 Teng shoa / Teng soa  Tngsnua  Tiongkok (Gunung Tang)

 

Tanya : Aku adalah member yang suka menulis She Shiung She Ti dan She Cieh She Mei. Aku bukan tidak terbiasa memakai Pin Yin, tapi sama sekali tidak tahu Pin Yin.  Kalau soal belajar, wah senang sekali kalau suheng Du bersedia posting ke milis ini.  Cuma aku juga ada sedikit uneg2, Pin Yin kan dibuat utk lidah orang bule, kalo untuk lidah orang Indo kaya aku bagaimana donk? Perlu tidak satu versi khusus Kuo I Indonesia?

Jawab :  Saya sendiri tidak menguasai bahasa Tionghua (Mandarin dan Fangyan). Menurut saya, penggunaan ejaan standard untuk penulisan bhs. Tionghua sangatlah penting. Dan ejaan yang paling praktis dan efisien untuk menuliskan bhs. Mandarin adalah Hanyu Pinyin. Saat ini ejaan Latin untuk huruf Hanzi umumnya menggunakan Hanyu Pinyin, kecuali di Taiwan yang masih ada yang menentang penggunaan Hanyu Pinyin terutama karena alasan politik. Jadi membuat satu versi ejaan latin Mandarin khusus untuk digunakan oleh orang Indonesia, menurut saya, tidak perlu dan tidak bermanfaat, karena:
1. Sebagian besar orang Indonesia sudah menggunakan Hanyu Pinyin
2. Kalaupun ada yang membuat ejaan baru, akan diperlukan waktu dan usaha besar untu mensosialisasikan ejaan ini.
3. Supaya ejaan ini bisa dipakai, semua orang harus mempelajari ejaan baru ini

Tanya : bukankah lebih mudah jika mereka yang belum menguasai Hanyu Pinyin untuk mempelajari Hanyu Pinyin saja?

Jawab : Setahu saya, Hanyu Pinyin bukan dibuat untuk lidah orang bule karena Hanyu Pinyin disusun oleh Pemerintah PRC (Wenzi Gaige Weiyuanhui). Mungkin ejaan yang dibuat sesuai dengan lidah orang bule adalah ejaan Wade-Giles, karena memang dibuat oleh orang bule.

Tanya : Tampaknya harus ada yang mulai membuatnya khusus untuk "lidah" Indonesia karena Pin Yin jika digunakan oleh lidah Indonesia akan semakin menimbulkan kerancuan dalam ber-Mandarin
sudah tidak bisa ditambah lagi dengan salah eja, jadinya Mandarin bernada aneh ataupun hokkian bernada aneh.

Jawab: Kalau untuk ejaan Mandarin, kita tidak ada pilihan lain kecuali: Hanyu Pinyin. Untuk ejaan Fangyan atau bahasa daerah yang banyak pemakainya di Indonesia adalah Hokkian, Tiociu, Hakka, Konghu. Mungkin ada baiknya dibuat ejaan khusus untuk orang Indonesia. Kalau teman-teman di milis ini setuju, kita akan buat standardisasi untuk penulisan Fangyan. Jadi, minimal untuk penulisan di milis ini kita menggunakan ejaan yang standard.

Contoh usulan ejaan standard untuk fangyan untuk bahasa Hokkian dialek Ciangciu yang mirip dengan dialek Medan.

Bentuk Umum 
Bentuk Standard
wa, oa (patkwa, tionghoa) ua (patkua, tionghua)
we, wee (kwetiauw) ue (kuetiao)
wi, wie, oey (kun cwie) ui (kuncui) = air masak
au, aw, auw (angpau, hauw)  ao (angpao, hao) = amplop merah, bakti
ay, ae (pang say)            ai (pangsai) = bab
ie (siem khua)               i (simknua) = hati (jantung hati)
ee (sui kee) e (suike) = kodok (ayam air)
he [sengau] (she jit) ne (snejit) = HUT
hio [sengau] (tiam hio)      nio (tiamhnio) = sembahyang pakai hnio
hua [sengau] (sui phua)      nua (snuiphnua) = sempoa
hui [sengau] (cia phui)      nui (ciaqpnui) = makan nasi
hia [sengau] (chia gwee)     nia (cniagueq) = bulan satu Imlek
i [awal kata] (i e)          yi (yi e) = dia punya
u [awal kata] (u loa ce)     wu (wu luace) = ada berapa
eng [e pepet] (tenglang)     ng (tnglang) = orang Tionghua

 

Kinghian , 2795

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

Last modified onThursday, 06 September 2012 12:13
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/433-q-a--tionghua-apa-tionghoa

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto