A+ A A-

Falungong , Antara Qigong dan Politik

  • Written by  Rinto Jiang
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Alasan represi Partai Komunis Tiongkok [PKT] atas Falungong dapat dimengerti. Tidak hanya Falungong, ajaran lainnya seperti Kristen, Buddhis Tibet, Muslim Xinjiang juga adalah sasaran represi PKT. Semuanya bukan karena alasan religius, namun hanya politik. Sebelum, PKT mereformasi pasal kebebasan beragamanya, jangan harap Falungong dapat hidup dengan bebas di Tiongkok. Falungong menyalahi berbagai pantangan PKT untuk dapat hidup di Tiongkok, terorganisir dan bersifat agama.

Artikel Terkait:

{module [201]}

 

Qigong masih ada di Tiongkok, malah ada organisasi resminya, tentu saja di bawah kontrol pemerintah. Qigong di Tiongkok dalam sejarahnya dapat digolongkan dalam 5 bagian besar, yaitu Fojia Gong (berasal dari Buddhisme), Daojia Gong (dari Taoisme), Yijia Gong (dari ilmu pengobatan), Rujia Gong (dari Konfusianisme) dan Wushu Qigong (dari ilmu persilatan). Kedua pertama adalah yang mendasarkan praktek Qigong mereka atas filsafat agama, ke-3 bersifat keilmuan, ke-4 bersifat ide filsafat dan yang terakhir bersifat seni.

Nah, kesemua aliran Qigong ini tidak ada yang disentuh pemerintah karena tahu batasan2 antara Qigong dan agama. Qigong adalah qigong, namun bila ada ajaran agama yang kontra ajaran PKT ingin diselipkan dalam ajaran qigong, ini melanggar pantangan PKT. Indoktrinasi itu sangat penting bagi PKT untuk mencengkram kekuasaan, nah, itu makanya segala agama yang juga bersifat indoktrinasi sangat haram bagi PKT.

Saya sangat menyayangkan perkembangan Falungong seperti sekarang ini di Tiongkok. Falungong pernah mendapat izin dari pemerintah untuk menyebarkan Qigong mereka secara legal, tanpa embel2 ajaran "agama" tentunya. Saya pernah melihat Master Li Hong-zhi muncul di cover beberapa majalah mengenai Qigong di Tiongkok (judulnya "Zhongguo Qigong" = "Chinese Qigong") dengan posisi duduk di atas teratai lalu ada satu bulatan lambang penerangan di belakang kepalanya seperti yang kita sering lihat dalam gambar2 Buddha. Majalah ini bertahunkan 1994. Ini apa artinya kalau bukan meng-"agama"-kan Falungong.

 

Mengapa Shaolin yang punya embel2 Zen Buddhisme itu dapat hidup dengan tenang dan Falungong tidak? Yah, jawabannya jelas.

Rinto Jiang

Budaya-Tionghoa.Net |11779

 

Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/601-falungong--antara-qigong-dan-politik

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto