A+ A A-

Tradisi Bertukar Jeruk Pada Hari Imlek

  • Written by  Rinto Jiang
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Jeruk mempunyai banyak nama sebutan di dalam bahasa Mandarin, salah satunya adalah gan ju atau gan jie. Ju dari gan ju dapat disamakan dengan ji (baik, bagus) dalam frase ji li (peruntungan baik).

 

Chinese di kawasan Tiongkok Selatan dan Asia Tenggara mempunyai tradisi membawa dua sampai empat jeruk mandarin ketika mereka mengunjungi kerabat dan relasi di hari Imlek. Jeruk dalam dialek Hokkian disebut sebagai kam , kiet.  Dalam dialek Cantonese , jeruk mandarin terdengar seperti emas , sehingga memberikan jeruk mandarin dianggap membawa keberuntungan bagi tuan rumah. Sebagai timbal balik , tuan rumah juga memberikan jeruk kepada tamunya.

Masalah jeruk ini sebenarnya tidak terlalu ruwet. Simbolitas di dalam kebudayaan Tionghoa itu sangat banyak jenisnya, salah satunya adalah persamaan lafal. Lafal yang sama, walaupun tidak dari karakter yang sama dapat dijadikan sebagai perlambang ini dan itu.

Lagipula, hasil panen jeruk biasanya mencapai puncaknya pada musim dingin di belahan bumi utara (November - Januari). Ini menyebabkan jeruk dipandang sebagai sebuah ikon yang harus ada menyertai perayaan tahun baru Imlek.

Ditambah dengan kenyataan bahwa jeruk telah dipandang sebagai buah berharga yang dapat dijadikan upeti persembahan kepada kaisar sejak lama, mulai dari Dinasti Jin (abad 4 Masehi). Tukar menukar dapat diartikan sebagai perimbangan balik, bukan cuma tahu menerima saja.

Dengan saling memberi (menukar), setiap orang akan mendapat ucapan dan pemberian peruntungan dari orang lain. Ini tergantung adat setempat, karena di banyak daerah, tidak ada tradisi tukar menukar. Biasanya hanya tamu yang berkunjung membawakan jeruk dan hadiah lainnya untuk tuan rumah. Sebagai balasannya tentu saja tuan rumah akan menjamu sang tamu.

Rinto Jiang

Budaya-Tionghoa.Net |


Pihak yang ingin mempublikasi ulang tulisan dalam web ini diharapkan untuk menyertakan link aktif : www.budaya-tionghoa.net atau link aktif yang berada didalam tulisan atau membaca lebih jauh tentang syarat dan kondisi . Mempublikasi ulang tanpa menyertakan tautan internal didalamnya termasuk tautan luar ,  tautan dalam , catatan kaki , referensi , video , picture , sama dengan mengurangi konten dalam tulisan ini.


Last modified onWednesday, 25 July 2012 10:33
Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/806-tradisi-bertukar-jeruk-pada-hari-imlek

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto