A+ A A-
Tao

Tao (93)

Seri Tulisan Laozi [5] - Sifat Tao

Budaya-Tionghoa.Net | Sifat Tao tidak terbatas dan meliputi seluruh alam semesta, semua benda dan makhluk dalam kekuasaanNya, karena semua berasal dari Tao dan kemudian setelah tiada akan kembali kepada Tao. Sifat Tao tercermin dalam rangkaian kata yang indah pada kalimat pembuka kitab Tao Tee Cing,"Tao, Khe' Tao, Fei Ch'ang Tao; Ming, Khe' Ming, Fei Ch'ang Ming" yang dapat diartikan, " Tao yang dapat dibicarakan, bukanlah Tao yang sebenarnya atau yang abadi; dan nama yang dapat diberikan, bukanlah nama yang sejati." (Tao Tee Cing I,1) ("The Way that can be described is not the absolute Way; the name that can be given is not the absolute name.")

Read more...

Ritual Penghormatan Bintang Utara - LI DOU KE YI 礼斗科仪

Budaya-Tionghoa.Net| Berbicara baidou atau lidou, memang hal yang menarik sekali. Misalnya dalam perkawinan, sering kali ada upacara baidou. Sayangnya hal ini tidak dijelaskan dengan terinci. Disini saya masukkan tulisan mengenai baidou yang saya dapatkan dari seorang kawan.

Beidou atau bintang utara merupakan poros atau pusat pergerakan, bahkan kaisar sering digambarkan sebagai poros bintang utara dan bintang-bintang lainnya mengitari. Dalam ilmu peramalan, bintang utara juga memiliki peran penting.Beidou atau bintang utara merupakan poros atau pusat pergerakan, bahkan kaisar sering digambarkan sebagai poros bintang utara dan  bintang-bintang lainnya mengitari. Dalam ilmu peramalan, bintang utara juga memiliki peran penting.

RITUAL PENGHORMATAN BINTANG UTARA
LI DOU KE YI  礼斗科仪


Read more...

Mengenal Sekilas Taoisme

Budaya-Tionghoa.Net| Taoism secara organisasi lahir pada masa dinasti Han Timur , pemerintahan kaisar Han Sun Di. Zhang DaoLing dapat dikatakan adalah pendiri Taoism secara terorganisir dan Lao Zi sebagai object utama selain Dao dan De itu sendiri. Dao dan De merupakan akar dari kepercayaan Taoisme itu sendiri.

Read more...

Mengenal Tao

Budaya-Tionghoa.Net| TAO dalam huruf Tionghoa terdiri dari 2 titik (`'), artinya 'yin' dan 'yang'
atau positif dan negatif. Positif dan negatif ini menggambarkan simbol Thay Cik dimana di dalam plus terdapat minus dan di dalam minus terdapat plus. Bila hanya minus tak akan ada perubahan , dan bila hanya ada plus juga tidak akan ada pertumbuhan. Bila kita jelaskan dengan istilah modern berarti di dalam hati saya terkandung dirimu dan di dalam hati anda terkandung diriku, itulah makna pokok. Tetapi di dalam praktek yang seharusnya minus ya minus, yang seharusnya plus ya plus. Seumpama kita mengemudikan mobil, memang waktunya harus perlahan ya kemudikanlah perlahan, waktu diperlukan untuk cepat ya kemudikanlah dengan cepat. Bila hal ini dibolak-balik tentu akan timbullah banyak musibah. Pengertian pembolak-balikan yang keliru inilah disebut sebagai "tersesat dalam kekosongan". Orang yang mengkhayal bahwa dirinya telah mencapai tahap kekosongan (kesunyataan) seringkali terjebak pada kesalahan ini. Akibatnya adalah kesesatan tak terperi. Adalah lebih baik orang yg masih tersesat dalam kejahatan karena masih bisa dibetulkan daripada tersesat dalam kekosongan ini karena sekalipun Langit runtuh pun tidak akan dapat menolongnya.

Read more...

Lao Zi, Masa Muda Beliau , Suatu Essay [1]

Budaya-Tionghoa.Net | Banyak kita menulis tentang Kong Fu Zi, teori-teorinya, tetapi jarang yang menulis tentang penghidupannya, apalagi kelemahannya. Tentang penghidupan Kong Fu Zi telah saya tulis panjang, meskipun masih kurang jauh dari semestinya. Saya akan mencoba menulis tentang penghidupan filosof Lao Zi yang juga mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebudayaan Tionghoa.
Mungkin sama besarnya kalau dibanding dengan Guru Besar Kong Fu Zi. Apalagi kalau kita ingat bahwa Chan (Zen) buddhisme sedikitnya mengandung lebih dari 30% dari karya-karya Lao Zi, Zhuang Zi, Lie Zi tiga taois yang terbesar. Tulisan ini terutama saya ambil dari The Story of Lao Zi ditulis oleh Chen Jian, dan karangan professor Fung Yu-Lan, guru besar filosofi di Tiongkok dan Amerika Serikat.

Read more...

Lao Zi, Masa Muda Beliau , Suatu Essay [3]

Budaya-Tionghoa.Net | Li Er sangat hormat pada kakeknya atas pengetahuannya yang tinggi, broad mindedness, bebas dan masih giat belajar meskipun beliau sudah senior, apalagi untuk mendidik cucunya. Kakeknya menganjurkan agar Li Er mengerjakan pekerjaan seperti, bercocok-tanam, meng-angon kerbau, memelihara ulat sutra, mancing ikan, memburuh, karena beliau beranggapan bahwa pekerjaan tersebut adalah penting bagi mempertahankan hidup (survival), apalagi bagi seorang lelaki yang kelak harus tanggung jawab terhadap kehidupan keluarganya.

Read more...

Lao Zi, Masa Muda Beliau , Suatu Essay [6]

Budaya-Tionghoa.Net |Dari pengalaman-pengalaman ini semua memberi kesan pada pemuda Li Er bahwa sesuatu yang lemah bisa mengalahkan yang kuat dan keras. Semua yang hebat tidak akan tahan lama, yang bisa tahan lama ialah sesuatu yang sederhana dan normal (biasa-biasa) saja. Sesuatu yang tidak natural akan kehilangan keindahan yang sebenarnya, dan semua yang natural adalah murni.

Read more...

Lao Zi, Masa Muda Beliau , Suatu Essay [5]

Budaya-Tionghoa.Net |Pada satu hari Li Er angon kerbaunya dengan teman-temannya masing-masing membawa kerbaunya makan rumput. Hawa udara sangat terang, dan langit yang biru tiada awan sedikitpun. Pemandangan sangat indah di pinggiran gunung, dan bukit-bukit yang hijau dan berbagai bunga-bunga dengan pancawarna sangat indah dimata mereka. Bunga-bunga dalam segala fase perkembangannya, ada yang
dalam puncaknya ada yang masih dalam menguntum. Mereka dengan senang turun dari kerbaunya dan membiarkan kerbau-kerbaunya makan rumput, lalu mereka berlarian dengan senangnya.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto