A+ A A-
Kuliner

Kuliner (61)

Budaya Makan Mie

Budaya-Tionghoa.Net| Dalam rangka menyambut hari pangan sedunia pada tanggal 16 Okt ini, maka mang Ucup hendak menulis tentang makanan terutama tentang bakmie atau mie, maklum Indonesia antara lain merupakan produsen mie instant (indomie) terbesar didunia. Memang harus diakui bahwa selain nasi, indomie sudah merupakan makanan favorit masyarakat yang paling
banyak disantap di Indonesia, sekitar 11,2 hidangan per tahunnya, walaupun ini masih kalah apabila dibandingkan dengan Tiongkok dimana mereka mengkonsumsi 27,7 miliar hidangan per tahunnya.

Read more...

Masakan Gulaorou 古老肉

Budaya-Tionghoa.Net| Saya tidak tahu apa terjemahannya menu masakan ini. Apakah kira-kira begini: gu = lama - kuno lao = tua, lama,- rou = daging. Orang-orang di Belanda menyebutnya Kulaouyou. Ini masakan daging babi serasa asam-manis. Selama kami liburan dengan anak saya Nita dan cucu saya Berry di Paris, saya minta agar Nita masak dua jenis menu masakan yang saya paling suka,- yaitu "mapotoufu" dan "gulaorou" ini. Mapotoufu sudah saya tuliskan Minggu yang lalu. Nah, hari ini giliran "gulaorou". Masakan ini yalah daging babi yang digoreng lalu disiram atau ditumis dengan bahan-bahan lainnya.

Read more...

Nongseng Iga Goreng Kardjan - mBakar Sate Sejak 1925(!)

"KARDJAN SATE"
Cabang Pasir Kaliki - Bandung
Ruko Tol Boulevard, Blok F-11, BSD City
Tel. 021 9794 3591

Budaya-Tionghoa.Net | Kayaknya ada yang terlewatkan oleh pendoyan sakam - sate kambing di mari nih, sudah cukup lama ada Bang Kardjan, eh, Mas Kardjan, atau Kang Kardjan buka kedai sate kambing di samping agen travel BSD-BDG X-Trans di Ruko Tol Boulevard, BSD City, Tangerang Selatan.

Read more...

Review Kuliner : Bakso Darling - Sesepan Mas Kumis

Budaya-Tionghoa.Net | Tergiur oleh ulasan satu TM di milis sebelah, yang mau cerita ajah kurang pede, sehingga bilangnya sorry kalau dah basi, saya sempetkan diri siang tadi nyari si Bakso Darling ini.

Lokasinya di sektor 12, BSD City, sehalaman dengan Apotik Chandra. Patokannya itu saja. Pada musim pemilu baru saja berlalu, ketika semua tanda gambar dan gambar caleg nampang diturunkan, eh, ada satu spanduk bergambar sesosok masye berkumis cukup baplang mejeng dengan mencoloknya, Mas Kumis begitu beliau menyebut diri.

Read more...

Etika Makan Di Berbagai Kawasan Dunia

Budaya-Tionghoa.Net | Bagi mereka yang hidup di negara Barat , tradisi makan sangat berlainan dengan tradisi makan di negara Timur.Di Indonesia jikalau kita diundang makan apa yang akan disajikan akan diletakkan diatas meja dan kita sebagai tamu atau tuan rumah dapat memilih apa yang kita ingin cicipi. Jadi segala macem sayur seperti sayur lodeh, sayur asem, sop buntu semua disajikan bersama dengan ayam goreng, rendang sapi atau ikan pepes. Cara makannya adalah piring dan sendok garpu.  Jikalau nanti di Eropa kita pesan rijsttafel = cara makannya juga sama seperti di Indonesia. Ini bertentangan dengan teknik makan menurut etika Eropa dimana sebetulnya hanya piring dan garpu harus dipakai untuk makan. Sendok yang di Indonesia dipakai untuk makan hanya diperbolehkan untuk makan sop. Di Belanda oleh karena banyak yang asal Indonesia maka teknik makan Indonesia - sendok garpu dipakai - Di Jerman , Inggris dan Perancis ini tidak diberikan.

Read more...

Sebuah resep makanan Ma-La HuangKua

Budaya-Tionghoa.Net | Sebetulnya resep-resep yang aku tulis ini adalah resep dari istriku, Shueh-Yu yang dia belajar sewaktu kami tinggal di Shanghai. Dibawah ini juga satu resep acar ketimun atau krai yang enak dan agak pedas. Silahkan mencobahnya dan slamat makan. Aku sendiri pernah menerbitkan sebuah buku dengan judul: “Chinese kookkunst, een bron van gezondheid. Kebudayaan masakan Tionghoa, suatu sumber untuk kesehatan” Dimana aku jelaskan sifat-sifat setiap makanan yang kita makan sehari-hari itu digolongkan Yin atau Yang, gizi-gizinya dan khiazatnya sebagai pengobatan. Van Dishoek 1991 by Unieboek b.v.ISBN 90-269-3410-6 Houten

Read more...

BANDENGNYA JANGAN DIBALIK, OIIII....!

Budaya-Tionghoa.Net | Katanya, ada kepercayaan di kalangan orang Tionghoa, kalau makan ikan, janganlah hendaknya dibalik badannya kalau satu sisi dagingnya sudah habis dicubiti. Katanya, itu kerana ikan bagaikan kapal, perahu, jadi kalau dibalik - tentu saja penumpangnya ikut karam - filosofinya: kapal = periuk nasi, rejeki bagi nelayan, jadi gak boleh dibalik, jeh!

Read more...

Jiaozi Dan Kuotie

Budaya-Tionghoa.Net| Jiaozi terdiri dari bahan daging dan sayur yang dibungkus oleh satu lapisan tipis. Jiaozi disajikan dengan beberapa bumbu seperti saus , bawang putih , arak beras dan vinegar. Jiaozi bisa diolah dengan beberapa cara dari direbus , dikukus , seperti suijiao atau suikiauw , sampai ke versi kuotie yang lebih kering , dan lebih akrab di kalangan masyarakat Indonesia.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto