A+ A A-

Ornamen Wen : Zhengwen正吻 / Dawen 大吻

Wen 吻 atau disebut Zhengwen正吻, Dawen 大吻.

Wen merupakan ornamen yang ada dikedua ujung bubungan atap pada jaman Ming dan Qing yang berbentuk kepala naga dengan mulut yang mengigit ujung bubungan atap. Di daerah tiongkok selatan ada beberapa daerah menyebut 'wen dengan sebutan ' Linwen 鳞尾', tapi cara membuatnya 'dawen' ada perbedaannya seperti bagian ekor yang mengulung tidak semuanya, tapi dihias dengan bermacam2 ukir2an.

Menurut catatan sejarah, 'wen吻' paling awal tercatat dijaman Dinasty Han, misalnya adanya menara batu 石阙 Shique jaman Han, dimana atas menara han tersebut sudah ada Wen, namun bentuknya berbeda dengan yang ada pada sekarang ( jaman Ming dan Qing). Wen dijaman Han, kebanyakan disusun dengan penutup genting sehingga mencuat keatas, bangunan bangsawan jaman han kebanyakan mengunakan burung Hong ( funiks),Zhuque 朱雀, atau merak 孔雀. Dari jaman Han sampai Qing, Wen terus menerus mengalami perubahan, dan dalam hal seni semakin hari semakin hidup dan menarik.

Bahan2 yang membuat Wen biasanya terbuat dari Tao atau porselin dan Glassir 琉璃. Bangunan yang penting, bangsawan kebanyakan mengunakan bahan dari Liuli琉璃, Istana terlarang di Beijing yang dibangun jaman Ming, bangunan penting seperti istana Taihe 太和殿 mengunakan wen yang terbuat dari liuli.

Sebutan lain wen adalah chiwei 鸱尾, Chiwei mengantikan model wen yang berupa Zhuque pada jaman Nanbei, dan model chiwei menjadi model baru pada jaman tersebut. Chi= burung elang, wei= ekor. Dalam penjelasan dari buku shuijing 水经注 bagian Wenquan atau sumur sumber air panas, Li Daoyuan 郦道元: " 广兴屋宇,皆置鸱尾" artinya bangunan2 di Guangxing, semuanya memasang Chiwei. Chiwei, chi 鸱 sebenarnya adalah salah satu jenis burung elang atau burung hantu 鹞鹰 yaoying. 

Chiwen 鸱吻
Dinasty Tang pertengahan dan akhir, dari Chiwei berkembang yang tadinya masih ada bentuk burung, semakin hari terjadi perubahan menjadi semacam kepala hewan dengan membuka mulut lebar yang sedang menelan bubungan atap, ujung ekornya mencuat keatas dan melingkar kedalam, sehingga disebut chiwen 鸱吻, atau juga disebut 蚩尾 chiwei, menurut Li Dongyang 李东阳 jaman Ming dalam bukunya ' huailutangji 怀鹿堂集' kumpulan tulisan Huailutang, menyatakan: " Long 龙 atau Liong memiliki sembilan anak, salah satu adalah 蚩尾 yang memiliki hobi menelan segala sesuatu. Bangunan sekarang dimana bubungan atap ada meletakkan kepala hewan, merupakan wujud dari chiwen." Orang Ming menganggap chiwen merupakan anak dari Long 龙, dan long lahir di lautan selanjutnya terbang kelangit, sehingga orang2 meletakkan model 'naga' ini kebubungan atap sebagai ornamen tujuannya adalah dengan maksud memancing hujan dan mencegah kebakaran.
 
Wen merupakan ornamen yang ada dikedua ujung bubungan atap pada jaman Ming dan Qing yang berbentuk kepala naga dengan mulut yang mengigit ujung bubungan atap. Di daerah Tiongkok selatan ada beberapa daerah menyebut 'wen dengan sebutan ' Linwen 鳞尾', tapi cara membuatnya 'dawen' ada perbedaannya seperti bagian ekor yang mengulung tidak semuanya, tapi dihias dengan bermacam ukiran.
Read more...

Atap Xuanshan dan Xieshan

atap 01

Jenis atap berikutnya pada bangunan tradisional Tionghoa adalah ;

b. Model Atap “ Xuanshan-ding” 悬 山顶.

Yaitu merupakan bentuk atap pelana yang menggantung, atau tepi atap agak menjorok keluar - memiliki tritisan. Kalau pada yingshan-ding, tepi atap rata dengan tembok.

Read more...

Pembagian Ruang Dalam Arsitektur Tradisional Tionghoa

 

Photo Ilustrasi : Maria de Fatima , by Ardian Cangianto

Budaya-Tionghoa.Net| Sejauh pemahaman saya, bangunan Tionghoa yang ada di Indonesia kan dalam gaya arsitektur Banlam/Minnan (Hokkian Selatan). Nah biasanya bangunan yang besar seperti gedung bekas kediaman Majoor der Chineezen Khouw Kim An 許金安(Candra Naya), gedung gereja Santa Maria de Fatima (Gambar 1) etc-- terbagi dalam bangunan utama (toachu 大厝 / zhengfang 正房) yang di tengah, bangunan samping (houchu 護厝 / xiangfang 廂房) di kiri dan kanan yang menghadap bangunan utama. Serta bangunan belakang (aupang/houfang 後房) yang selalu dibuat lebih tinggi dari depan. Antara bangunan depan dan belakang dipisahkan oleh halaman / courtyard (tengwan / tingyuan 庭院).

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Tionghoa

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto