A+ A A-

Kelenteng Toasebio

Photo : Toasebio , by Ardian Cangianto

Budaya-Tionghoa.Net | Kelenteng Toasebio sudah berdiri di tempatnya yang sekarang sejak semula didirikan pada sekitar menjelang pertengahan abad ke-18 oleh komunitas Tionghoa asal Kabupaten Tiothoa/Changtai di Keresidenan Ciangciu/Zhangzhou dan¯dengan sendirinya¯tidak pernah dipindahkan dari tempat lain. Nama resmi kelenteng ini¯sebagaimana tertera pada papan nama di gerbang kelenteng¯adalah Hong-san Bio/Fengshan Miao (`Kelenteng Gunung Burung Hong'). Akan tetapi, karena Cheng-goan Cin-kun / Qingyuan Zhenjun, dewata pelindung masyarakat Kabupaten Tio-thoa/Changtai, juga dikenal sebagai Toa-sai Kong / Dashi Gong (`Paduka Duta Besar'), maka kelenteng ini juga dikenal sebagai kelenteng Toa-sai Bio/Dashi Miao (`Kelenteng Duta Besar'). Nama Toa-sai Bio di lidah penduduk lama-kelamaan berubah lafal menjadi Toa-se Bio dan menjadi nama jalan dimana kelenteng ini berada dan juga nama lingkungan sekitarnya. Nama Toasebio ini sampai sekarang masih dipakai, dari sinilah nama paroki di lingkungan ini, Paroki Toasebio.

Read more...

Gereja Toasebio Yang Pro-Tionghoa

Photo : Toasebio , by Ardian Cangianto

Budaya-Tionghoa.Net | Gereja Santa Maria de Fatima terletak di jalan Kemengan III 47, Jakarta Barat. Sejak berdiri pada tahun 1850, misa yang diadakan pada setiap Minggu sore Pater Paulus Chih selalu menggunakan bahasa Mandarin. Menurut Pastor Yosef Bagnara SX, Kepala Gereja Katolik tersebut, ini merupakan satu upaya agar masyarakat keturunan Tionghoa tetap mengenal bahasa nenek moyangnya.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto