A+ A A-

Kemajuan Vietnam , Kandidat Macan Baru Asia

  • Written by  Golden Horde
  • font size decrease font size increase font size
  • Print
  • Email

Budaya-Tionghoa.Net | Vietnam memang akhir-akhir ini mengalami kemajuan yang pesat, pertumbuhan ekonominya sekitar 8% per tahun. Di Ho Chi Minh City (dahulu dinamakan Saigon) orang dapat merasakan denyut pembangunannya seperti pembangunan infrastruktur, kawasan industri dan perumahan baru yang sedang dalam konstruksi.

Artikel Terkait:

{module [201]}

 Pada saat kini memang sepeda motor mendominasi jalan-jalan di kota Ho Chi Minh ini, bahkan mungkin labih banyak daripada di Jakarta, hanya kendaraan mobilnya memang kalah banyak jumlahnya dibandingkan dengan Jakarta.

Tetapi diprediksikan keadaan ini akan berubah di masa depannya, maka itu Kota Ho Chi Minh sekarang sedang menyiapkan diri untuk meng- antisipasi kedepannya seperti sistim transportasi umum Monorail dan Metro yang direncanakan serta pengembangan kawasan kota baru.

Airport Internasional Tan Son Nhat yang saat kini sudah diluaskan dan sangat modern arsitekturnya, bahkan direncanakan akan diganti dengan airport yang lebih baru dan besar lagi.

Dapat disebutkan bahwa konsep pembangunan di Vietnam hampir mengikuti konsep dan strategi pembangunan di Tiongkok, mereka mempelajari pengalaman pembangunan di Tiongkok selama ini, mengambil segi positifnya, dan menyesuaikan dengan kondisi konkrit negaranya.

Pada tahun 1986, pemerintah Vietnam (Socialist Republic of Vietnam) mereformasi perekonomiannya yang dikenal dengan nama "Doi Moi" (era baru), yaitu dengan menerapkan sistim perekonomian pasar bebas (free market economy) sehingga sektor swasta dapat berkembang.

Sejak itu banyak investor luar negeri menanamkan modalnya disana seperti Jepang, Korea, Tiongkok, Taiwan, Amerika, Singapura dan Malaysia (seperti Berjaya Group) dll. Selain itu jaga banyak orang Vietnam perantauan (overseas Vietnamese dan Tionghoa Vietnam) yang disebut Vietkhieu membawa uang dan menanamkannya ke Vietnam kembali.

Kemiripan dengan situasinya di Tiongkok selain menganut pasar bebas adalah pengaruh dominasi Partai tunggal yaitu partai komunisnya di kedua negara tersebut. Walaupun sistim pemerintahannya dianggap tidak demokratis atau kebebasan terbatas untuk ukuran negara Barat atau negara lainnya, tetapi suka atau tidak suka model ini ternyata efektif dalam proses pembangunan pada saat sekarang.

Pemerintahnya dan sebagian besar dari mereka menganggap bahwa sistim demokrasi dalam pengertian demokrasi liberal barat yang dianggap sebagai salah satu syarat pembangunan perekonomian suatu negara, masih terlalu mewah atau luksus untuk kondisi seperti sekarang, sekurang kurangnya bagi mayoritas rakyat dan negaranya yang masih tertinggal dan baru reunifikasi di tahun 1975.

Ironisnya, dengan pemusatan kekuasan seperti ini, maka pemerintahnya dapat mengambil keputusan relatif lebih singkat tanpa menunggu persetujuan atau khawatir dihadang parlemen. Hal yang hampir serupa dengan yang terjadi di Singapura (karena hampir tidak ada partai oposisi yang berarti) atau bahkan pemerintah Orba.

Mungkin dapat dibandingkan perkembangan antara negara Singapura yang dianggap kurang demokratis dengan Filipina yang telah lama mengecap iklim demokrasi barat.

Pada saat kini yang diutamakan oleh Vietnam adalah kebutuhan pokok rakyatnya dahulu terpenuhi dan bebas dari keterbelakangan dan kemiskinan, sekarang bahkan Vietnam telah dapat mengekspor beras.

Selain bendera nasional Vietnam yang berdampingan dengan bendera palu arit dari Partai Komunis Vietnam yang berkibar pada gedung-gedung tertentu, orang tidak merasakan berbeda hidupnya dibandingkan dengan kota-kota kapitalis lainnya seperti di Jakarta, Singapura atau Bangkok dll dan tentu tidak sama dengan di Burma yang represif pemerintahnya.

Korupsi juga ada di Vietnam, tetapi skalanya masih terbatas dan kalau ketahuan akan mendapatkan hukuman lumayan yang tidak ringan. Mereka sadar bahwa kalau korupsi tidak dapat dikontrol atau diberantas, maka legitimasi partainya akan terkikis.

Sekarang tugas generasi muda yang lebih berpendidikan dan profesional yang akan membangun perekonomian negaranya menggantikan tugas generasi tuanya yang telah berjasa membebaskan dan menyatukan Vietnam, tetapi tidak cukup pendidikannya untuk mengelola perekonomian suatu negara modern.

Dengan konsep pembangunan seperti sekarang serta rakyatnya yang mau berkeja keras dan menatap kedepan, maka diprediksikan Vietnam akan menjadi salah satu macan baru Asia.

Salam Golden Horde , 28821.

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua

 

Rate this item
(0 votes)
back to top
http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/konten/esai/item/2348-kemajuan-vietnam--kandidat-macan-baru-asia

Latest Articles

  1. Trending
  2. Feature
  3. News
  4. Random

Sejarah

Budaya

Seni

Filsafat

Sains

Esai & Opini

Resensi Buku

Album Foto